The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 102 - Prajurit senja



Pria bernama Ancliedes itu pun terkapar setelah menerima serangan kejut dari dua Venerate Tsureya.


“Heh, kau terlalu meremehkan kami…”


Ketiga Venerate Tsureya itu dalam sekejap muncul dan mengepung pria Geracie itu. Mereka kemudian mengeluarkan proyeksi energi mereka secara bersamaan hendak melancarkannya pada pria Geracie itu.


“Akh…!” Tiba-tiba saja, tiga serangan elemen api yang cukup besar meluncur ke arah tiga Venerate tersebut hingga membuat mereka pun langsung terpental.


Dengan sigap setelah terkapar menerima sebuah serangan, ketiganya langsung berdiri kembali untuk mengantisipasi serangan selanjutnya yang masih tidak diketahui berasal darimana.


“Ancliedes, hanya melawan tiga Continent Venerate saja kau sampai dibuat tak berdaya seperti ini…” Tak berapa lama seorang pria pun muncul, yang kemungkinan merupakan orang yang melancarkan serangan sebelumnya.


Dari sudut pandang ketiga Venerate Tsureya, pria yang barusan datang itu tidak dapat dilihat jelas oleh mereka dikarenakan terhalang oleh sinar matahari senja yang sangat menyilaukan berada di belakang pria tersebut.


Disaat pria misterius tersebut maju perlahan-lahan hingga menghalangi sinar matahari, ketiga Venerate Tsureya itu pun terkejut melihatnya.


“Kau kan… Raja negeri Geracie, Spirgios sang prajurit senja,” ucap salah satu Venerate Tsureya, langsung mengenal pria tersebut yang tidak lain merupakan Spirgios.


Walaupun telah hidup lebih dari seribu tahun lamanya, pria yang menjadi pemimpin negeri Geracie tersebut tidak berubah dengan masih memiliki perawakan layaknya pria berumur tiga puluh tahunan, sama seperti beberapa abad yang lalu saat dia muncul di peperangan dua kerajaan bangsa Seremoschan.


Spirgios menatap dingin para Venerate tingkat atas Tsureya itu hingga membuat mereka tampak ragu untuk bergerak sedikitpun, berbeda ketika mereka berhadapan dengan Ancliedes sebelumnya, yang sedikitpun tidak terlihat gentar.


“Hei, apa hanya kalian yang datang? Lebih baik sekarang panggil World Venerate kalian kemari. Terlalu bosan jika harus berhadapan dengan Venerate yang tidak setingkat denganku,” ucap Spirgios, mengucapkan kata yang sama seperti Ancliedes sebelumnya.


Meski sudah menebak apa yang akan terjadi kepada mereka jika melawan Spirgios, ketiganya tetap saja maju dalam sekejap hendak menyerang raja Geracie itu.


“Haah…” Gumam Spirgios, merasa perlawanan para Venerate itu akan sia-sia saja.


Ketika salah satu Venerate Tsureya muncul dari samping, dia seketika langsung melancarkan serangan proyeksi energi, namun dalam sekejap sebuah kobaran api muncul menghalangi serangannya.


“God flame… Superior rolling punch…”


Spirgios dengan cepat langsung meluncurkan tinjunya, yang dalam waktu bersamaan kobaran api tersebut menyambar Venerate Tsureya tersebut hingga terpental dan membuatnya seketika tak sadarkan diri.


Selanjutnya, dua Venerate yang lain pun muncul. Mereka melancarkan sebuah serangan proyeksi secara bersamaan, akan tetapi kali ini pemimpin Geracie itu langsung melompat ke belakang untuk menghindarinya.


Kedua Venerate itu nampak terkejut melihat satu rekan mereka dengan mudah dikalahkan oleh Spirgios dengan hanya menerima satu serangan saja.


Masih tidak mau menyerah, dua Venerate yang tersisa berusaha untuk mengimbangi kekuatan Spirgios dengan mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka.


“I defteri ekdosi… Guntarica the queen of all lands…”


“I defteri ekdosi… Krafirti the lord of all lands…”


Proyeksi energi dari dua orang tersebut lebih besar memancar keluar dari sebelumnya hingga menyelimuti tubuh mereka.


Wujud mereka pun berubah dengan kini dilapisi oleh zirah emas diseluruh tubuh mereka. Salah satu Venerate Tsureya tersebut memiliki mahkota bertanduk layaknya seperti sinar matahari, sedangkan yang satunya lagi memegang sebuah kapak bermata dua.


Spirgios pun tersenyum tipis, menjadi antusias setelah melihat perubahan dari kedua orang tersebut. Raja Geracie itu kemudian mengangkat salah satu tangannya menantang mereka untuk maju menyerangnya.


Tak perlu menunggu lama, setelah menerima tantangan tersebut mereka dalam sekejap menghilang. Dalam sekejap pula keduanya muncul tepat di belakang pria itu.


Entah karena kecepatan dari dua Venerate tersebut yang kini menjadi lebih cepat setelah berada dalam wujud pelepasan kedua, membuat Spirgios terlambat menyadari keberadaan mereka sampai membuatnya menerima serangan kedua orang tersebut.


“Hmph… Boleh juga peningkatan kecepatan kalian…” Ucap Spirgios dengan tersenyum.


“Kalau begitu, aku akan lebih serius sekarang… Ayo, majulah…” Raja Geracie itu pun kini menjadi lebih bersemangat dan kemudian menantang mereka kembali untuk menyerangnya lagi.


Dalam satu dorongan yang kuat kedua Venerate Tsureya itu dengan cepat meluncur ke arah Spirgios, dan dengan bersamaan melancarkan serangan proyeksi energi mereka.


Spirgios pun dengan sigap langsung menahannya dengan memproyeksikan elemen apinya dalam skala yang cukup besar, hingga serangan antara dua kubuh tersebut saling bertabrakan sampai membuat pancarannya terhempas ke segala arah.


Tabrakan serangan itu juga sontak menciptakan sebuah hempasan angin yang kuat sampai membuat sebagian besar para prajurit Tsureya maupun para prajurit Geracie terpental karena tidak kuat untuk menahannya.


Setelah serangan tersebut lenyap, kedua Venerate Tsureya itu hendak melancarkan serangan mereka kembali disaat Spirgios tengah lengah.


“God aura… Deadly superior punch…” Akan tetapi, Ancliedes tiba-tiba muncul dan langsung menyerang lebih dahulu hingga kedua orang tersebut terhempas menerima serangannya.


“Yang mulia, aku rasa kali ini kau tidak boleh meremehkan mereka. Dengan wujud pelepasan kedua, bukan hal mustahil kekuatan mereka telah setara dengan kita.”


“Kurasa kau jangan mengulur waktu lagi… Kita akhiri pertarungan ini secepatnya dengan mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua juga,” ucap Ancliedes.


Spirgios terlihat mempertimbangkan ucapan dari Ancliedes. Pria itu perlahan melihat keadaan di sekitar.


“Apa warga kota masih berada disini?” Tanya Spirgios.


“Jangan khawatirkan itu, para warga sudah diungsikan sejak dua hari yang lalu.”


“Baiklah, kurasa kau ada benarnya…” Setelah mendengar jawaban dari Ancliedes, Spirgios pun langsung berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya.


Begitu juga dengan Ancliedes yang langsung ikut berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua.


“I defteri ekdosi… Raperus the evening star…”


“I defteri ekdosi… Misorus the lord of sky…”


Pancaran energi emas serta kobaran api yang cukup besar sontak memancar hingga menyelimuti tubuh mereka, yang juga mirip dengan proses perubahan para Venerate yang lain ketika mereka mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua.


“Sial…” Ucap salah satu Venerate Tsureya tampak pasrah dengan keadaan mereka yang kini menjadi tidak menguntungkan.


***


Beberapa saat kemudian, pertarungan antara Spigios dan Ancliedes melawan Venerate Tsureya telah usai. Kedua Venerate Tsureya itu telah berhasil dikalahkan dan kini telah terkapar tak sadarkan diri, serta telah kembali ke wujud mereka semua.


Setelah ketiga pimpinan mereka telah dikalahkan, semua prajurit Tsureya yang tersisa sontak langsung menyerah.


–25 Januari sampai 3 Februari 1431–


Waktu pun berlalu, dalam sepuluh hari bersiaga di hampir setiap perbatasan, pasukan Geracie tidak lagi mendapatkan satupun serangan dari pasukan Tsureya setelah peperangan di kota perbatasan benua sebelumnya.


Pihak Tsureya masih ragu untuk menyerang kembali negeri Geracie karena memikirkan sebuah resiko akan kehilangan Venerate tingkat atas mereka jika hal tersebut lagi.


Setelah yakin bahwa negeri Tsureya tidak akan lagi menyerang mereka dalam waktu yang dekat, Spirgios dan Ancliedes, beserta para Venerate penting lainnya kembali ke ibukota negeri Geracie.