
“Baiklah Arn… Kau sekarang telah mirip seperti seorang kesatria… Kalau begitu aku ingin mengetes potensi kekuatanmu yang sekarang,” Raquille pun langsung mengaktifkan kekuatan dari palu yang dipegangnya, hingga memancarkan proyeksi elemen petir.
“Oke… Aku menerima tantanganmu kakak…” Arn juga kemudian mengaktifkan kekuatan dari senjata sucinya, yang langsung memancarkan proyeksi energi berwarna merah.
Pria itu pun kini merasa percaya diri akan beradu serangan dengan Raquille yang merupakan Venerate pada tingkatan World Venerate. Arn yang sedang melayang di udara seketika meluncur ke arah Raquille sambil mengacungkan tombaknya ke depan.
Ketika Raquille mengayunkan palu dengan kuat, dan langsung menghantam ujung tombak dari Arn, sekejap pancaran proyeksi energi berwarna merah serta elemen petir langsung memancar dari sisi Raquille serta Arn. Hempasan angin serta tekanan kekuatan yang kuat pun lantas tercipta saat tabrakan dari dua serangan mereka.
“Uwah…!” Hal itu pun langsung membuat Phyton yang berada di dekatnya seketika terhempas.
Dengan sigap, Haltryg yang melihat Phyton terhempas datang menghentikannya.
“Terima kasih,” ucap Phyton.
“Sama-sama…” Balas Haltryg.
“Sepertinya kekuatannya telah menningkat pesat… Dia bahkan bisa mengimbangi kekuatan dari tuan Raquille,” ucap Phyton.
**
Hyphilia, Asulf, bahkan Anhilde pun yang sudah tersadar, nampak terkejut melihat Arn yang telah mengenakan baju zirah tersebut mampu mengimbangi Raquille yang merupakan Wolrd Venerate.
**
Begitu juga dengan beberapa Venerate yang berada di dalam pesawat pasukan Pavonas, tampak terkejut tabrakan dari serangan Raquille dan Arn.
**
“Uwaah…” Akan tetapi, saat tabrakan dari kedua serangan tersebut berlangsung, Arn pun terhempas karena telah mencapai batasnya.
“Ini bagus… Ternyata benar bahwa kemampuanmu telah meningkat pesat… Kurasa untuk sementara kau bisa dikatakan adalah seorang World Venerate,” ucap Raquille, tampak senang melihat Arn mampu menahan serangannya walau hanya sebentar.
“Uh… Entahlah aku harus senang mendengar hal itu atau tidak…” Respon Arn sambil dirinya kembali berdiri.
***
Setelah selesai mengetes kemampuan dari Arn, Raquille beserta pria itu kemudian datang menghampiri Hyphilia dan yang lain.
Disaat yang bersamaan pesawat dari pasukan Pavonas mendarat di dekat Raquille dan yang lain. Beberapa Venerate Pavonas, yang merupakan mantan Venerate Brizora seperti Phyton pun keluar dari dalam pesawat untuk menemui Raquille dan yang lain.
“Tuan Raquille, jika ingin melanjutkan perjalanan kalian, lebih baik kita berangkat menggunakan pesawat kami saja,” ucap Phyton, menawarkan agar Raquille dan para Venerate Blueland untuk menaiki pesawat dari pasukan Pavonas yang membawanya ke tempat tersebut.
“Kurasa itu adalah ide yang bagus…” Raquille pun langsung menyetujui usulan dari Arn, karena lokasi yang akan mereka tuju kali ini sedikit lebih jauh, dan memang jauh terpisah dari pulau utama negeri Brizora.
“Kalau begitu, pertama-tama aku ingin kita saling berkenalan terlebih dahulu… Perkenalkan namaku adalah Phyton Naisitorach. Aku sebenarnya adalah Continent Venerate yang berasal dari negeri Ierua, dan sempat menjadi bagian negeri Brizora, kemudian akhirnya menjadi salah satu dari prajurit Pavonas,” ucap Phyton, memperkenalkan dirinya kepada para Venerate negeri Blueland.
Setelah pemuda itu memperkenalkan dirinya, kita giliran para rekan-rekannya yang memperkenalkan diri mereka masing-masing kepada Raquille dan para Venerate Blueland.
“Perkenalkan semuanya, namaku adalah Sciath Iarainn… Sama seperti Phyton, aku juga berasal dari negeri Ierua, sempat menjadi bagian dari negeri Brizora, dan akhirnya menjadi Continent Venerate negeri Pavonas.”
“Perkernalkan namaku adalah Arglwydd Mawr… Aku juga merupakan Land Venerate dari negeri Ierua, yang pernah menjadi bagian dari negeri Brizora, kemudian menjadi prajurit negeri Pavonas.”
“Perkenalkan namaku adalah Jack Rowned, yang sebelumnya pernah menjadi Continent Venerate Brizora.”
“Perkenalkan namaku adalah Clay Skiking, yang pernah menjadi salah satu Land Venerate negeri Brizora, dan kemudian menjadi prajurit negeri Pavonas.”
“Perkenalkan namaku adalah Law Fanzer, yang sebelumnya adalah Land Venerate negeri Brizora dan akhirnya manjadi Land Venerate Pavonas.”
Raquille dan para Venerate Blueland lantas merespon perkenalan diri para mantan Venerate Brizora serta Ierua itu dengan menunjukan ekspresi tersennyum kepada mereka. Raquille dan para Venerate Blueland juga satu per satu mulai memperkenalkan diri mereka juga.
“Mungkin beberapa dari kalian sudah mengetahui siapa aku, tapi setidaknya aku ingin memperkenalkan diriku… Namaku adalah Raquille Noroh, salah satu pangeran dari negeri Blueland dan sempat menjadi World Venerate negeri Fuegonia di perang benua Greune.”
“Perkenalkan semuanya namaku adalah Hyphilia Noroh… Aku adalah salah satu prajurit Continent Venerate Blueland dan merupakan kakak sepupu dari Raquille serta tunangannya.”
“Perkenalkan namaku adalah Arn Skoedir, salah satu prajurit Land Venerate dari wilayah Whiteland, negeri Blueland.”
“Perkenalkan namaku adalah Anhilde Skoedir, yang juga merupakan prajurit Land Venerate wilayah Whiteland sama seperti Arn.”
“Perkenalkan namaku adalah Asulf Skoedir, yang juga merupakan prajurit Land Venerate wilayah Whiteland… Ngomong-ngomong Aku, Arn serta Anhilde merupakan tiga saudara kembar.”
“Perkenalkan namaku adalah Haltryg Goumours… Aku adalah prajurit Continent Venerate yang masih menjadi salah satu murid dalam akademi sihir negeri Blueland.”
Phyton bersama para Venerate Pavonas juga merespon perkenalan diri Raquille serta para Venerate Blueland dengan tersenyum.
Setelah masing-masing dari mereka memperkenalkan diri, Phyton lalu mempersilahkan Raquille bersama para Venerate Blueland untuk masuk ke dalam pesawat tersebut.
Setelah Raquille dan semuanya masuk ke dalam, pesawat dari negeri Pavonas itu kemudian kembali naik ke atas permukaan, lalu terbang dengan kecepatan penuh menuju ke daerah Kepulauan Rafoe, yang merupakan wilayah paling utara dari negeri Brizora.
***
Berpindah ke wilayah Ierua, dimana beberapa Continent Venerate dari negeri tersebut juga nampak sedang menaiki sebuah pesawat untuk menuju ke daerah Kepulauan Rafoe untuk memulai pergerakan mereka mencari salah satu dari ketiga belas harta karun yang berada di tempat tersebut.
***
Kembali ke negeri Brizora, tampak Folvest bersama dengan dua Continent Venerate Brizora kini telah sampai di salah satu wilayah negeri Brizora yang bernama Weals, dimana merupakan tempat beradanya salah satu dari ketiga belas harta karun.
Pria itu bersama dengan dua Continent Venerate negeri Brizora tersebut, nampak memasuki sebuah wilayah hutan dengan memasang ekspresi tegang di wajah mereka.
Menurut informasi yang mereka ketahui bahwa hutan dimana tempat berada salah satu harta karun tersebut merupakan salah satu tempat cukup berbahaya sama seperti kastil tua di daerah Highland, yang dimana Raquille beserta para Venerate Blueland masuki sebelumnya.
“Apa kalian siap masuk kesana?” Tanya Folvest kepada dua rekannya.
“Aku siap kapanpun,” jawab salah satu rekannya, tampak percaya diri walaupun tetap memasang raut wajah yang tegang.
“Lagipula jika pasukan Ierua memasuki hutan ini, kita bersama mereka pasti akan sedikit bermain petak umpet,” sambung rekan yang satunya.