The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 100 - Raja Geracie



Zitkavena bersama Raquille dan Zero sontak terkejut melihat Chrolexius kini telah berada di dekat seorang pria yang entah datang darimana.


“Yang mulia Sprigios…” Ucap Chrolexius, menyebut nama pria itu, dan nampak terkejut juga melihatnya.


“Kau istirahat saja dulu, biar aku yang menanganinya,” ucap pria yang menolong Chrolexius.


Setelah mengucapkan hal tersebut, pria itu kemudian perlahan-lahan berjalan mendekati Zitkavena dan yang lain.


Pria yang mendekat tersebut sebenarnya merupakan orang yang pernah menyerang Seremino, leluhur dari bangsa Seremoschan hingga meregang nyawa pada zaman dahulu.


Ternyata selama hampir dari tiga milenium pria tersebut masih hidup sampai sekarang ini. Hal yang membuatnya bisa hidup selama itu adalah karena dia telah berada di tingkatan Venerate atas, dimana dalam tingkatan tersebut tidak mustahil bagi para Venerate menjadi abadi atau bisa hidup selama ribuan tahun lamanya.


Akan tetapi, tidak semua Venerate yang berada di tingkatan Continent Venerate maupun World Venerate bisa memiliki kemampuan tersebut. Banyak juga diantara mereka yang tidak mampu hidup kurang dari seabad lamanya.


Saat hampir mendekati Zitkavena, tiba-tiba Raquille dan Zero maju hingga membuat pria itu pun berhenti.


Raquille dan Zero dengan sigap menghalangi pria itu karena merasakan tekanan kekuatan yang kuat, bahkan kemungkinan melebihi kekuatan dari Chrolexius.


“Siapa kau?” Tanya Raquille dengan ekspresi serius sambil mengacungkan kapaknya.


“Namaku adalah Spirgios… Bisa dibilang akulah pemimpin sebenarnya dari kerajaan Geracie,” jawab pria tersebut.


“Spirgios katamu?” Zitkavena pun terkejut mendengar nama dari pria itu.


*


“Jadi dia adalah Spirgios yah… Ternyata World Venerate Geracie itu bukanlah sebatas dongeng ataupun mitos belaka,” ucap Zitkavena dalam hati.


**


“Siapa dia sebenarnya?” Merasa penasaran melihat Zitkavena tampak terkejut, Zero pun lantas bertanya kepada perempuan itu.


“Orang yang berada di depan kalian itu adalah raja Geracie… Seperti yang dia katakan bahwa dialah pemimpin sebenarnya dari negeri Geracie,” jawab Zitkavena.


“Jadi, Geracie masih memiliki World Venerate lain… Dan bahkan orang ini adalah pemimpin mereka yah…” Respon Raquille setelah mendengar jawaban dari Zitkavena.


“Setidaknya aku masih belum sempat mengaktifkan kekuatan pelepasan keduaku,” ucap Raquille.


“Yah, begitu juga denganku…” Sambung Zero.


Raquille maupun Zero seketika mengeluarkan tekanan kekuatan mereka, tidak mau kalah dengan tekanan kekuatan pria bernama Spirgios tersebut.


Mereka berdua kini tampak bersiap untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka, yang sebenarnya hampir saja dipakai saat melawan Chrolexius sebelumnya.


“Tunggu dulu, aku kemari bukan untuk melawan kalian semua.”


Raquille dan Zero sontak kebingungan mendengar ucapan dari pria bernama Spirgios tersebut yang sebenarnya tidak bertujuan untuk melawan mereka.


“Tolong dengarkan aku dulu…” Pria itu memohon kepada dua World Venerate tersebut untuk bisa tenang agar dia bisa menjelaskan maksud dari kedatangannya.


Merasa percaya dengan perkataan pria itu, keduanya sontak mengurungkan niat mereka. Raquille dan Zero kemudian menghilangkan senjata suci mereka masing-masing, dan akhirnya mau mendengar penjelasan dari pria tersebut.


“Aku kemari hanya ingin berdamai dengan kalian semua…” Ucap pria bernama Spirgios itu, menjelaskannya kepada tiga orang tersebut.


“Apa maksudmu Yang mulia?” Belum sempat mendengar respon dari mereka, tiba-tiba saja Chrolexius bereaksi.


Walau dalam keadaan yang lemah, pria Geracie itu berdiri dan mendekati Spirgios.


“Chrolexius, selama ratusan tahun aku telah memberikan kepercayaan kepada clan Magchora sebagai clan terkuat yang berada di dalam garis keturunanku untuk memimpin Geracie… Ternyata selama itu juga kalian malah membuat negeri kita menjadi lebih buruk lagi di mata negeri-negeri yang lain…”


Mendengar hal tersebut, Chrolexius pun hanya bisa terdiam tidak bisa mengatakan apa-apa.


Melihat keadaannya juga yang kini sudah tidak bisa melakukan apa-apa lagi setelah menerima teknik dari Zitkavena membuatnya hanya bisa menyetujui keputusan dari pemimpinnya tersebut.


***


“Uakh…!”


Sedangkan di sisi lain, salah satu World Venerate yang berhadapan dengan Grelic terhempas setelah menerima serangan dari pria Nascunia tersebut.


Akibat menerima serangan tersebut, World Venerate Geracie itu pun terkapar. Dia kehabisan tenaga untuk melawan Grelic dan akhirnya kembali ke wujudnya semula.


Baru saja dia sadari, Grelic dengan sekejap telah berada di depannya, bersamaan dengan makhluk-makhluk astral yang dimunculkan pria Nascunia itu.


Mereka pun kemudian mengepung World Venerate Geracie tersebut dari segala arah, bersiap untuk mengakhiri pria itu jika dia berusaha keras untuk menyerang.


“Menyerahlah… Kau sekarang sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” ucap Grelic, mengancam pria itu agar menyerah sekarang juga.


Melihat keadaannya yang memang sudah tidak bisa untuk melawan lagi, World Venerate Geracie itu pun akhirnya mengangkat kedua tangannya menyerah sepenuhnya kepada Grelic.


***


Kini pertarungan antara Geracie dan kubuh barat tinggallah pertarungan antar para Continent Venerate, serta pertarungan antar para Venerate yang berada di luar ibu kota negeri Nascunia.


Disaat pertarungan antara Continent Venerate masih saja berlangsung, tiba-tiba Raquille, Zero dan Zitkavena datang untuk menolong para prajurit Nascunia yang sudah hampir terdesak.


Para Venerate Geracie sontak terkejut melihat kedatangan mereka. Mereka seketika berhenti untuk menyerang karena melihat keadaan yang kini sudah tidak menguntungkan bagi mereka lagi.


“Hentikan semuanya dan menyerahlah sekarang…” Ucap Zitkavena, menyuruh para Continent Venerate Geracie untuk menyerah sekarang juga.


“Heh, menyerah katamu…? Kami bukanlah orang yang akan menyerah dengan begitu saja.” Salah satu petinggi clan Magchora sontak tidak takut dengan gertakan perempuan itu dan malah menggertak baliknya.


“Mereka benar lebih baik kita menyerah sekarang…” Tiba-tiba Sprigios, raja Geracie datang menemui mereka bersamaan dengan Chrolexius.


“Anda kan… Yang mulia Spirgios…”


Para Continent Venerate Geracie sontak terkejut melihat kedatangan dari Spirgios. Yang membuat mereka tampak lebih terkejut lagi melihat Chrolexius yang sepertinya juga mendukung hal tersebut.


Para Continent Venerate Geracie kini berasumsi bahwa Raquille berserta Zero telah mengalahkan Chrolexius, sehingga membuat perdana menteri Geracie itu pun akhirnya mendukung ucapan dari raja Geracie tersebut.


“Yah, sepertinya ini bukan hari keberuntungan kita…” Ucap salah satu petinggi clan Magchora.


Tidak mau melawan perintah dari raja Geracie, mereka pun akhirnya menjatuhkan semua senjata mereka ke tanah, lalu mengangkat kedua tangan mereka.


“Heh, sial.” Tampak raut wajah kesal dari Chrolexius melihat semua Venerate tingkat atas Geracie akhirnya menyerah begitu saja pada pihak negeri Nascunia serta kubuh barat.


***


Beberapa saat kemudian, semuanya berkumpul di depan kota Dupstepa setelah beberapa pertarungan yang sebelumnya berakhir dengan menyerahnya semua pasukan Geracie ke kubuh barat dan Nascunia.


Sesuai dengan kesepakatan bahwa kubuh barat tidak akan menawan para pasukan Geracie. Pasukan Geracie juga telah berjanji bahwa mereka tidak akan mengusik lagi Nascunia serta kubuh barat.


Sprigios juga menambahkan bahwa mulai saat ini negeri Geracie sudah bukan lagi bagian dari kubuh timur. Raja Geracie itu juga meyakinkan bahwa semua Venerate-nya suka atau tidak suka harus menerima keputusannya termasuk Chrolexius yang menjadi dalang dari bergabungnya Geracie ke kubuh tersebut dan ambil bagian menyerang negeri-negeri kubuh barat.