
“Grelic, ternyata kau…” Ucap pria yang sedang terbaring di tempat tidur tersebut.
Pria yang sedang terbaring itu bernama Dovian Sirozov, pemimpin dari negeri Nascunia yang menjabat sebagai presiden.
Karena menderita sebuah penyakit selama bertahun-tahun, pria itu hanya terbaring lemah di atas tempat tidur, dan harus melimpahkan seluruh permasalahan negerinya pada Grelic.
“Tuan Dovian, pasukan GANCO yang akan membantu kita telah datang kemari. Ini waktunya aku bersama pasukan Nascunia merebut kembali wilayah timur dari tangan Geracie.”
“Kau sudah mau berangkat? Tapi, apa pasukan kita yang ada sekarang bisa menandingi jumlah pasukan dari negeri Geracie?” Tanya pria tersebut, nampak cemas.
“Soal itu kau tidak perlu cemas. Aku baru saja mendapatkan sebuah usulan dari salah satu Venerate kubuh barat, bahwa kita harus meminta bantuan juga terhadap negeri Tsureya untuk melanwan Geracie,” jawab Grelic.
“Meminta bantuan pada Tsureya… Kenapa kita selama ini tidak memikirkan hal itu? Aku harus berterima kasih pada orang yang memberikan usulan tersebut… Siapa dia Grelic?”
“Pria itu berasal dari negeri Blueland, salah satu dari ras Elfman, namun dia berada disini sebagai prajurit Fuegonia.”
“Blueland… Ras Elfman… Kupikir mereka adalah ras yang jahat,” ucap pria bernama Dovian.
“Tidak semua beranggapan bahwa mereka jahat tuan,” sambung Grelic.
“Iya kau benar… Lagipula orang-orang beranggapan mereka kejam, hanya dengan melihat perbuatan dari salah satu Elfman saja.”
“Kalau begitu, aku pergi dulu tuan Dovian… Aku hanya mau menyampaikan informasi itu padamu.”
“Baiklah kalau begitu, aku yakin pasukan kubuh barat bisa menang kali ini.”
Setelah mengatakan hal yang telah disampaikannya, Grelic kemudian keluar dari ruangan tersebut.
–29 Juni sampai 2 Juli 3029–
Dalam penyerangan mereka, kubuh barat dibagi menjadi dua pasukan, dimana pasukan pertama, yang dipimpin oleh Grelic, bersama dengan Raquille dan Zero berusaha menyerang wilayah timur Nascunia, yang diduduki oleh pasukan Geracie. Sementara pasukan kedua, yang dipimpin oleh salah satu Continent Venerate Nascunia menyerang wilayah barat laut Geracie.
Dalam kurun waktu tiga hari kubuh barat berhasil merebut wilayah Nascunia kembali, serta mengambil alih wilayah barat laut negeri Geracie.
Pasukan kubuh barat tidak mengalami kesulitan dalam penyerangan mereka kali ini, dikarenakan para Venerate tingkat tinggi negeri Geracie yang menguasai wilayah timur Nascunia telah dikalahkan saat mereka menyerang kota Dupstepa sebelumnya.
Sedangkan wilayah barat laut Geracie yang diinvasi oleh kubuh barat berjalan dengan mulus, dikarenakan negeri Geracie masih belum menurunkan pasukan mereka dalam jumlah yang banyak.
Setelah penyerangan tersebut, pasukan kubuh barat yang dipimpin oleh Grelic akan menjaga wilayah timur Nascunia menanti penyerangan balik pasukan Geracie ke wilayah tersebut.
Sedangkan Raquille bersama dengan salah satu Continent Venerate Nascunia, Zitkavena Sirozov pergi menuju ke negeri Tsureya untuk meminta bantuan menyerang negeri Geracie.
Dua hari setelah keberangkatan mereka ke negeri Tsureya dengan menumpangi kapal imigran, mereka berdua akhirnya sampai di salah satu kota Tsureya, dengan melakukan penyamaran.
–3 Juli 3029–
Raquille dan Zitkavena berbaris bersama dengan para penumpang saat akan turun dari atas kapal, yang mereka naiki.
Satu per satu dari mereka nampak diperiksa oleh para prajurit Tsureya untuk bisa memasuki kota tersebut.
“Nona, kenapa kita harus menyamar seperti ini?” Tanya Raquille dengan berbisik pada perempuan bernama Zitkavena itu.
“Kita harus melakukan ini. Tsureya tidak menyukai para Venerate Greune datang ke negeri mereka…”
“Mereka selalu menganggap bahwa semua negeri yang berada di benua Greune, sama saja seperti Geracie. Jadi, kita harus diam-diam masuk ke negeri ini, dan menemui pimpinan mereka terlebih dahulu,” ucap Zitkavena, menjelaskannya pada Raquille.
Saat giliran dari Raquille dan perempuan Nascunia itu akan diperiksa oleh para prajurit, tiba-tiba salah satu dari mereka nampak mencurigai penampilan dari pemuda Elfman itu.
“Tunggu…” Salah satu prajurit tersebut sontak menahan Raquille dan menarik penutup kepala yang dipakai oleh pemuda itu.
Para prajurit Tsureya seketika terkejut melihat Raquille yang memiliki penampilan berbeda dengan memiliki rambut berwarna putih.
*
“Ah, sial…” Umpat Raquille, merasa khawatir identitasnya akan diketahui oleh para prajurit tersebut.
**
“Tuan, aku berasal dari negeri utara benua Greune. Soal penampilanku ini, sebenarnya baru akhir-akhir ini rambutku memutih, mungkin ini adalah efek dari penyakit yang kuderita,” jawab Raquille, mencari alasan agar dipercaya oleh prajurit yang bertanya itu.
“Itu benar tuan, adikku ini menderita sebuah penyakit langkah… Sebenarnya banyak juga orang-orang di benua sana yang menderita penyakit seperti adikku ini,” sambung Zitkavena meyakinkan perkataan Raquille pada para prajurit.
“Apakah benar ada penyakit seperti itu?” Tanya prajurit itu pada salah satu rekannya.
“Walaupun baru pertama kali melihatnya langsung, tapi sebelumnya aku pernah mendengar tentang penyakit tersebut,” jawab prajurit yang ditanya.
*
“Sial, karena untuk menyembunyikan identitas, penampilanku bahkan harus disamakan dengan orang yang menderita sebuah penyakit… Lagipula penyakit macam apa yang bisa membuat warna rambut menjadi putih?” Gumam Raquille dalam hati nampak kesal.
**
“Baiklah kalau begitu kalian berdua boleh pergi sekarang,” ucap prajurit yang menahan mereka, mempersilahkan untuk pergi.
“Terima kasih tuan atas pengertianmu,” balas Zitkavena.
“Tapi, bukannya penderita dari penyakit itu hanyalah seorang Venerate?”
Baru beberapa langkah Raquille dan Zitkavena berjalan meninggalkan para prajurit, tiba-tiba salah satu dari mereka menyadari sesuatu.
Mendengar jelas tentang pernyataan dari salah satu prajurit itu, Raquille dengan cepat memegang Zitkavena, dan dengan sekejap mata langsung menghilang dari tempat itu tanpa disadari oleh para prajurit.
“Apa? Jadi maksudmu pria tadi adalah Venerate…? Apa mungkin wanita itu juga?”
Para prajurit seketika menoleh ke tempat terakhir Raquille serta Zitkavena berada, namun mereka terkejut mengetahui bahwa kedua orang tersebut sudah menghilang.
“Hei, kemana dua orang itu?”
“Sial… Ternyata benar mereka adalah Venerate… Cepat cari mereka sekarang, mungkin mereka masih belum jauh,” ucap salah satu prajurit, langsung menyuruh beberapa rekannya untuk mencari dua orang tersebut.
***
“Untung saja aku cepat menghindar,” ucap Raquille.
“Tuan Raquille, kurasa kau harus mengubah penampilanmu dulu.”
“Kau benar, agar prajurit lain yang nantinya akan berpapasan dengan kita, tidak mencurigai kita lagi.”
Pemuda itu kemudian merapatkan kedua tangannya dan berkonsentrasi. Tak lama kemudian cahaya berwarna biru memancar hingga merubah warna rambut dari pemuda Elfman itu menjadi warna hitam.
“Oke, sekarang tujuan kita akan kemana?” Tanya Raquille.
“Kita akan pergi ke kota Arancar, menemui sultan Hanzerim, pemimpin dari negeri ini.”
“Baiklah kalau begitu, tidak perlu berlama-lama, sekarang juga ayo kita berangkat.”
“Eh…” Tiba-tiba Raquille mengangkat Zitkavena, yang sontak membuat perempuan seketika terkejut.
“Tuan Raquille, apa yang lakukan?” Tanya Zitkavena.
“Jelas saja, kita mau pergi ke ibukota Tsureya, akan lebih cepat jika terbang… Kau tidak perlu khawatir, kau tinggal berpegangan erat padaku saja,” ucap Raquille sedikit tersenyum pada perempuan itu.
“Aku bisa terbang sendirian. Lagipula aku adalah Continent Venerate.”
“Haah… Jadi kau adalah Continent Venerate.” Mendengar penjelasan dari Zitkavena, Raquille pun sontak menurunkannya.
“Padahal aku juga tidak keberatan menggendong perempuan cantik selama perjalanan ke sana,” gumam Raquille.
Tanpa berlama-lama lagi, kedua Venerate itu kemudian terbang dengan kecepatan tinggi meninggalkan kota pelabuhan tersebut.