
“Difesa sillabare…” Zchaira dengan sigap, menciptakan sebuah perisai proyeksi hingga serangan ayunan pedang es Raquille pun terpantul.
“Nama mantra itu seperti tidak asing bagiku… Apa mungkin kau adalah penyihir dari Lightio? Bagaimana bisa kau tersesat di negeri ini nona cantik?” Ucap Raquille, mengetahui nama teknik yang dikatakan oleh gadis tersebut, sambil memegang perisai proyeksi yang berada di depannya.
Pemuda Elfman itu kemudian mengakses kembali kekuatannya, menetralisir perisai proyeksi tersebut menjadi proyeksi energi biasa, kemudian menggunakannya sebagai sebuah serangan ke arah Zchaira.
Dalam sekejap, Zchaira yang menerima serangan proyeksi energi tersebut berubah menjadi dedaunan, dimana Raquille pun langsung mengetahui bahwa gadis misterius itu menggunakan teknik tubuh pengganti.
Dengan sigap, Raquille menoleh ke arah belakang mengetahui keberadaan dari Zchaira yang ternyata sedang berlari menjauhinya, layaknya sebenarnya enggan untuk melawan dirinya.
Raquille pun mengejar gadis tersebut sampai kemana pun arah perginya. Sementara mengejar Zchaira, pemuda Elfman itu terus menciptakan pasak-pasak es dalam jumlah yang banyak, yang langsung diluncurkannya ke arah Zchaira, namun gadis tersebut dengan lincah mampu menghindarinya walaupun sedang fokus berlari ke arah depan.
***
Di sebuah ruangan kamar, tampak Arn ternyata sudah tertidur karena memang waktu kini memang sudah sangat larut malam, dimana kemungkinan Raquille yang lupa bahwa dirinya tidak bisa tertidur menyangka bahwa hari kemungkinan masih siang.
“Eh… Apa-apaan suara itu?” Arn yang sementara tertidur lantas terbangun karena mendengar suara gaduh berada di luar ruangan kamarnya.
Karena merasa penasaran pria itu pun langsung berdiri dari tempat tidurnya kemudian berjalan keluar melihat sesuatu yang terjadi.
**
Arn menengok ke lorong diluar ruangannya, dan sontak terkejut melihat seorang gadis cantik tengah berlari mendekat sambil menghindari pasak-pasak es yang meluncur ke arahnya.
“Uwah…” Disaat bersamaan, salah satu pasak es yang meluncur hampir mengenai yang untung saja langsung dihindari olehnya.
Arn kemudian nampak penasaran ketika melihat Raquille sedang mengejar gadis tersebut dari arah belakang.
**
“Arn… Tangkap perempuan cantik itu…” Ucap Raquille, melihat Arn kemudian menyuruh pria itu menangkap gadis tengah dikejarnya.
**
Dengan sigap Arn pun langsung melompat menangkap Zchaira hingga mereka berdua pun jatuh tersungkur.
“Lepaskan aku…” Zchaira pun meronta-ronta ketiga dirinya ditahan dengan kuat oleh Arn.
Sekuatnya gadis itu mencoba melepaskan diri, termasuk untuk menggerakkan tangannya, dia pun tidak bisa menandingi kekuatan fisik dari Arn yang memang lebih kuat dibandingkan dengannya.
Tak berapa lama Raquille pun datang menghampiri Arn yang tengah menahan Zchaira dengan kuat agar tidak terlepas.
“Baiklah… Tetap seperti itu Arn…” Ucap Raquille, menyuruh Arn tetap menahan dengan memeluk erat gadis tersebut hingga tidak bisa kabur.
“Apa? Baiklah… Lagi pula dia wangi sekali…” Balas Arn, menyetujui hal tersebut karena merupakan sebuah keuntungan baginya.
“Siapa kau?” Tanya Raquille dengan ekspresi serius.
“Aku tidak akan mengatakannya…” Ucap Zchaira, enggan menjawab pertanyaan Raquille.
“Lepaskan aku sialan…” Karena sangat kesal ditahan oleh Arn, Zchaira pun berusaha keras melepaskan salah satu tangannya.
Tiba-tiba Arn yang sedang menahan Zchaira, serta Raquille yang berada di dekat situ, terkejut ketika melihat kedua mata perempuan itu memancarkan cahaya berwarna biru beserta dengan tekanan kekuatan meningkat yang dapat dirasakan oleh Arn maupun Raquille dari gadis tersebut.
“Uakh…!” Zchaira pun melancarkan serangan pukulan ke dagu Arn bersamaan dengan pancaran energi berwarna biru, hingga pria itu meluncur ke atas menembus langit-langit di lorong tersebut.
Akibat hal itu, pedang es yang digunakan oleh Raquille untuk menahan serangan tersebut seketika hancur berkeping-keping dan membuatnya terhentak ke belakang.
Dalam kesempatan tersebut, Zchaira dengan sigap kembali berlari menuju ke ruangan tempat pintu-pintu portal berada.
**
Zchaira yang berlari dikejar oleh Raquille dari arah belakang, masuk ke dalam ruangan tempatnya muncul kemudian masuk ke dalam pintu portal yang terhubung ke kota Vegoblashchenks.
Melihat melihat gadis tersebut masuk ke salah satu pintu portal, Raquille pun dengan sigap meluncur untuk mengikuti gadis tersebut.
**
Sementara Zchaira yang telah berada di kota Vegoblashchenks seketika mengakses kekuatannya untuk menonaktifkan pintu portal tersebut agar tidak bisa lagi digunakan oleh para Venerate Pavonas untuk berpindah wilayah.
“Incantesimo segreto…” Zchaira menyalurkan pancaran energi berwarna biru pada pintu-pintu portal hingga dalam waktu proyeksi portal yang berada di ruangan tersebut lenyap.
**
“Apa?” Disaat bersamaan, Raquille yang meluncur ke dalam portal yang menghubungkan ke kota Vegoblashchenks, tiba-tiba hanya melewati pintu dan menyadari bahwa di masih berada di ruangan yang sama.
Raquille pun melihat pintu-pintu portal yang ada, dan lantas terkejut karena portal-portal yang menghubungkan ke semua wilayah Pavonas telah lenyap.
“Projektionszauber…” Raquille mengakses kekuatannya untuk mengaktifkan kembali portal-portal tersebut, namun tidak berhasil karena telah dimanipulasi oleh Zchaira, yang menjadi penyusup ke wilayah mereka.
***
Pada waktu bersamaan, pintu-pintu portal di seluruh wilayah negeri Pavonas secara serentak, membuat beberapa Venerate yang hendak berpindah dari wilayah ke wilayah lainnya sontak terkejut melihat hal tersebut.
***
“Raquille…? Apa yang terjadi? Kenapa diluar terlihat kacau?”
Berpindah ke kota Kyacha, dimana Hyphilia akhirnya datang menghampiri Raquille setelah sebelumnya mendengar suara gaduh dan melihat keadaan di dalam lorong berantakan, dimana bongkahan-bongkahan es berukuran kecil dari sisa-sisa serangan milik Raquille nampak berserakan.
“Kenapa portalnya tidak ada?” Lanjut Hyphilia bertanya sambil terkejut melihat portal-portal di dalam ruangan tersebut telah lenyap.
“Ada seorang perempuan yang menyusup ke tempat ini… Bahkan dia adalah Venerate tingkat atas,” jawab Raquille.
“Kakak, apa kau berhasil menangkapnya?” Tiba-tiba Arn yang berhasil bertahan dari serangan Zchaira sebelumnya, juga datang menghampiri Raquille di dalam ruangan itu.
“Apa yang terjadi dengan pintu portalnya?” Arn pun kebingungan setelah melihat pintu portal di ruangan itu telah lenyap.
“Aku rasa perempuan itu yang telah menggunakan sihir khusus sehingga aku tidak bisa mengaktifkan portalnya kembali,” jawab Raquille, menjelaskannya pada Arn serta Hyphilia.
“Ngomong-ngomong perempuan misterius sebelumnya adalah penyihir dari Lightio… Aku mengetahui karena menggunakan mantra yang sama seperti para Venerate penyihir Lightio,” lanjut Raquille, menjelaskan mengenai gadis yang datang ke tempat itu sebelumnya.
“Penyihir dari Lightio… Bagaimana mungkin dia bisa sampai kemari?” Ucap Hyphilia, nampak kebingungan mendengar penjelasan Raquille.
“Entahlah… Tapi perempuan itu masuk ke dalam pintu portal menuju ke kota Vego… Pokoknya wilayah Briseria Tenggara ini…” Ucap Raquille sambil menunjuk pintu tempat Zchaira masuk sebelumnya.
“Kota Vegoblashchenks… Kota ini setahuku sudah berbatasan dengan negeri seberang… Berarti ada yang tidak beres disana…” Respon Hyphilia.