
Tiba-tiba naga itu pun meraung dengan kencangnya akibat terus menerima serangan dari Raquille dan yang lain. Dalam sekejap, naga itu pun mengeluarkan tekanan kekuatan yang besar hingga membuat Raquille dan Haltryg terhentak ke belakang, sedangkan Arn bersama kedua saudara kembarnya seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Di saat yang bersamaan, naga itu meronta-ronta mencoba melepaskan diri dari jeratan Hyphilia. Hal tersebut lantas membuat Hyphilia pun jatuh tersungkur hingga terseret karena tidak mampu menahan kekuatan fisik yang meningkat dari naga tersebut.
Dengan sigap Raquille dan Haltyg membantu Hyphilia, memegang rantai proyeksi energi yang diciptakannya untuk menjerat naga tersebut.
Dengan kekuatan fisik yang lebih besar dibandingkan Hyphilia, Raquille berserta Haltryg pun seketika menarik naga raksasa itu hingga tersungkur.
Saat itu juga, Arn, Anhilde dan Asulf datang mendekati makhluk suci itu, lalu melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah secara bergantian dan tanpa henti. Tanpa ampun mereka terus melancarkan serangan mereka yang besar, berharap agar bisa mengalahkan naga tersebut.
Akan tetapi, saking kuatnya pertahanan dari makhluk suci tersebut, serangan beruntun yang dilancarkan oleh ketiga saudara kembar itu tampak tidak berpengaruh terhadapnya. Naga itu kemudian memberontak, hingga langsung melancarkan serangan proyeksi energi dari dalam mulutnya, yang langsung diterima oleh Arn, Anhilde dan Asulf.
Disaat yang bersamaan, rantai proyeksi energi yang menjerat makhluk suci itu seketika hancur, membuatnya kini bisa bergerak dengan leluasa.
Melihat hal itu, Raquille dan Haltyg pun meluncur mendekati naga tersebut dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen petir serta serangan tebasan proyeksi energi secara bersamaan.
Serangan beruntun itu mampu berdampak pada makhluk suci itu hingga membuatnya terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Namun, seketika naga itu kembali pulih membuat Raquille dan Haltryg pun hanya bisa menggelengkan kepala mereka, menyadari bahwa pertahanan dari makhluk suci itu tampak sangat kuat.
Naga itu seketika kembali melancarkan serangan proyeksi energi dari dalam mulutnya, meluncur dengan cepat ke arah Raquille dan Haltyg, hingga membuat mereka terhempas ke jarak yang jauh.
Setelah Raquille dan Haltryg terhempas, Hyphilia pun berusaha untuk menahan pergerakan dari naga tersebut dengan melompat ke bagian punggungnya, kemudian menciptakan kembali rantai proyeksi energi miliknya, yang sontak langsung menjerat leher naga itu.
Layaknya menunggangi seekor kuda, Hyphilia pun mengendalikan pergerakan naga tersebut sesuai kemauannya.
Disaat melakukan hal tersebut, tiba-tiba salah satu tangan dari naga itu mengibas Hyphilia, yang langsung membuatnya terjatuh dari punggung makhluk suci itu.
“Akh…” Hyphilia yang terhempas, seketika menerima serangan proyeksi energi dalam mulut naga tersebut hingga membuat dengan keras menghantam permukaan.
Dengan keadaan yang lemah, tersungkur di atas tanah, Hyphilia pun kembali ke wujud semulanya dan kemudian tak sadarkan diri.
Tiba-tiba naga itu datang menghampiri Hyphilia, dan mengayunkan tangannya ke arah Elfman perempuan yang sudah tidak sadarkan itu.
Seketika Raquille muncul, dan langsung menahan tangan dari naga tersebut. Dengan kekuatan fisiknya dalam wujud hibrida naga es miliknya, Raquille mampu menahan tangan dari naga tersebut walaupun memiliki ukuran yang jauh lebih besar dibandingkan dengannya.
Raquille sejenak mampu menahan tangan dari naga tersebut, namun perlahan-lahan dirinya mulai tidak bisa bersaing dengan kekuatan fisik dari naga tersebut. Raquille pun jatuh berlutut sambil dengan kuat masih tetap menahan tangan yang besar dari naga tersebut.
Untung saja disaat yang bersamaan, Haltryg datang, lalu melancarkan serangan proyeksi tebasan energi secara beruntun, hingga naga tersebut terhempas.
Setelah Haltryg melancarkan serangannya, selanjutnya Arn dan Asulf pun langsung melancarkan serangan mereka secara bergantian.
**
“Eh…” Hal yang dilakukan Raquille pun berhasil, dimana Hyphilia seketika langsung tersadar akibat tepukan dari Raquille.
“Kakak, cepat menyingkir dari tempat ini, dan bawa Anhilde ke tempat yang aman,” ucap Raquille, menyuruh perempuan Elfman itu menyingkir sambil meminta Elfman perempuan itu untuk menbawah Anhilde yang sedang terkapar tak sadarkan diri, tak jauh dari tempat mereka berada.
Mendengar hal tersebut Hyphilia pun langsung berdiri kemudian berlari ke arah Anhilde dan mengangkat perempuan itu untuk menjauh dari area pertarungan bersama makhluk suci yang mereka lawan.
**
Sementara itu Raquille pun datang membantu Arn, Asulf dan Haltryg melawan naga tersebut. Beberapa kalipun mereka melancarkan sebuah serangan, namun hal tersebut tidak mampu berdampak besar kepada makhluk suci tersebut, membuat Raquille pun lantas menjadi penasaran apakah serangan mereka masih belum cukup untuk bisa berefek besar pada naga tersebut.
Tidak mau terlalu lama merasa penasaran, Raquille seketika memegang palu miliknya dengan kedua tangannya, kemudian mencoba berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.
Disaat sedang berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya, tiba-tiba sebuah serangan proyeksi elemen api berwarna hitam meluncur kea rah naga tersebut, hingga membuat makhluk suci itu pun langsung menjerit.
“Eh…” Akibat melihat hal tersebut, proses pengaktifan kekuatan pelepasan keduanya pun menjadi terganggu.
Raquille bersama yang lain kemudian menengok ke arah langit, dan sontak melihat sebuah pesawat, dimana terlihat Phyton sedang melayang di dekat pesawat tersebut.
**
Seketika pemuda itu mengangkat ke atas pedang yang merupakan salah satu dari ketiga belas harta karun, untuk berusaha mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.
“I defteri ekdosi… Saforian the black storm…” Sontak, pancaran kobaran api berwarna hitam keluar dari pedang tersebut lalu menyelimuti tubuh pemuda itu.
Setelah pengaktifan kekuatan pelepasan keduanya selasai, Phyton pun kini mengenakan sebuah zirah berwarna hitam dengan aksen pijaran cahaya berwarna merah yang menutupi seluruh tubuhnya, serta memegang sebuah pedang berukuran cukup besar, memiliki kobaran api hitam yang terus menyala pada bilahnya.
Phyton pun meluncur dengan cepat ke arah naga tersebut dan seketika langsung melancarkan serangan tebasan.
Dalam sekejap, sebuah kobaran api hitam muncul membakar tubuh naga itu, hingga membuat makhluk suci itu pun langsung meraung.
**
Melihat hal tersebut, membuat Raquille pun nampak lebih penasaran karena bagaimana mungkin pemuda itu mampu melancarkan serangan yang bisa berdampak pada makhluk suci itu, yang padahal sedari tadi pemuda Elfman itu bersama rekan-rekannya sudah melakukan hal itu, namun tidak mampu membuat naga tersebut menjadi seperti itu.
**
Phyton terus melakukan serangannya, membuat naga itu terus menjerit, hingga akhirnya tersungkur dan tak berdaya dihadapan pemuda itu.
“Hei Phyton, bagaimana kau melakukannya? Senjata macam apa yang kau gunakan itu?” Raquille pun datang menghampiri pemuda itu, lalu bertanya karena penasaran mengapa serangan yang dilancarkan oleh pemuda itu bisa membuat naga tersebut tak berdaya.