
“Hahaha… Tidak kusangka kau kembali gagal lagi Elfman,” ucap Arvhen sambil menertawakan Raquille yang gagal menyegel hulu-hulu ledak tersebut.
“Sialan kau…” Balas Raquille, megumpati pemimpin negeri Graina itu dengan kesalnya.
“Jika kau ingin menyegel benda-benda ini, maka kau mengalahkanku terlebih dahulu.” Arvhen kemudian menantang Raquille untuk bertarung melawannya.
Walaupun dalam keadaan terluka, pemuda Elfman itu tidak takut dan sontak memunculkan pedang biru berbilah gandanya.
Raquille berlari ke arah Arvhen dan kemudian melompat ke atas. Hal tersebut langsung membuat Arvhen melancarkan serangan elemen anginnya pada pemuda Elfman itu.
Dengan mudah serangan tersebut ditebas oleh Raquille hingga lenyap. Pemuda itu langsung mengayunkan bilah pedangnya yang menghadap ke depan pada pemimpin negeri Graina.
Ayunan pedang Raquille seketika memunculkan serangan proyeksi tebasan hingga dapat membela lantai, namun Arvhen dengan cepat langsung dapat menghindarinya.
“Howling tempest… Invisible slashes…”
Arvhen melancarkan serangan tebasan elemen angin tak kasat mata secara beruntun, tetapi dengan mengandalkan refleksnya sebagai manusia setengah Elf, Raquille dengan mudah dapat mengetahui serangan tersebut, ditambah dengan kemampuan berpedangnya, menepis semua serangan tersebut hingga lenyap.
Tidak kenal lelah, pemuda Elfman itu meluncur dengan cepat ke arah Arvhen sambil mengayunkan pedangnya pada pemimpin negeri Graina itu.
“Howling tempest… Invisible push…” Untungnya Arvhen dengan cepat melancarkan serangan dorongan elemen anginnya hingga Raquille pun terhempas menabrak sebuah mesin transmisi hingga hancur.
Kemampuan daya tahan dari seorang ras keturunan campuran memang jauh lebih besar dibandingkan dengan manusia biasa, itu terlihat ketika listrik bertegangan tinggi dari mesin transmisi yang hancur menyambar Raquille yang bahkan tidak merasa geli sedikitpun.
“Aku tahu bahwa pertarungan kita di tempat ini jauh lebih berbahaya dibandingkan pertarungan para Venerate yang berada di luar…” Ucap Arvhen, paham bahwa mereka tidak bisa dengan bebas melancarkan serangan yang besar karena di kelilingi oleh hulu-hulu ledak, yang bahkan jika meledak bisa merenggut nyawa dari seorang World Venerate sekalipun.
“Tetapi, aku menganggap pertarungan ini adalah pertarungan yang serius, maka dari itu aku tidak akan menahan diri lagi,” lanjut pria itu berkata.
“Howling tempest mode…” Arvhen mengaktifkan kekuatannya yang langsung menciptakan sebuah efek hempasan angin yang kuat hingga membuat ruangan yang luas itu pun berguncang.
“Dengan kekuatan raungan topan yang diberikan oleh seekor naga puluhan abad yang lalu kepadaku, bisa membuatku setidaknya menandingi World Venerate yang telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua,” ucap Arvhen, membeberkan kepada Raquille bahwa dirinya juga adalah pengguna kekuatan dari makhluk suci.
“Jadi kau juga mendapatkan kekuatan dari seekor naga yah… Baiklah, sebagai sesama pengguna dari makhluk yang sejenis akan kuperlihatkan juga kekuatanku,” balas Raquille.
“Gold instrict mode…” Raquille juga mengaktifkan sebuah kekuatan dari makhluk suci yang membuat kedua warna matanya berubah menjadi warna emas dengan secara bersamaan memancarkan pancaran energi berwarna warna.
Tabrakan tekanan kekuatan yang dikeluarkan Raquille dan Arvhen seketika menciptakan ledakan kejut yang cukup kuat, namun tidak sampai membuat hulu-hulu ledak disekitar mereka terkena dampaknya.
Pemimpin negeri Graina itu seketika menghilang dari tempatnya berdiri sebelumnya, membuat Raquille langsung meningkatkan fokusnya.
“Kena kau…” Arvhen muncul tepat berada di belakang Raquille, tetapi layaknya kemampuan teleportasi dari ras Vampireman, pemuda Elfman itu dalam sekejap mengubah posisinya kini berada di belakang Arvhen.
“Kau yang kena…” Raquille lalu mengayunkan pedangnya sambil membalas ucapan pemimpin negeri Graina itu sebelumnya.
Ketika pedang pemuda Elfman itu menebas Arvhen, pria itu seketika lenyap layaknya sebuah klon yang terbentuk dari elemen angin.
“Howling tempest… Invisible slashes…” Wujud asli Arvhen tiba-tiba muncul dari arah bagian belakang Raquille sambil melancarkan serangan dorongan elemen angin, membuat pemuda itu terhempas.
“Howling tempest… Dragon roar…” Arvhen masih belum selesai, dia kembali menghampiri Raquille yang sedang terhempas dan melancarkan serangan elemen angin layaknya seekor naga yang sedang meraung.
Raquille jatuh ke bawah ditindih oleh puing-puing dinding ruangan yang jatuh bersamaan dengannya.
Nampak kekuatan daya tahan dari ras Elfman memanglah sangat kuat hingga puing-puing yang berjatuhan menimpa Raquille tidak bisa meremukkan tubuhnya.
Raquille berdiri kembali sambil melempar puing-puing yang berat itu dan kemudian membersihkan pakaiannya yang kotor.
Walaupun dengan luka yang cukup serius di tubuhnya, namun pemuda Elfman itu tampak tidak merasakan sakit sedikitpun.
“Aku sangatlah iri dengan kalian ras keturunan campuran… Walaupun berada di tingkatan Venerate tertinggi, namun aku tidak memiliki daya tahan yang sangat menakjubkan seperti kalian,” Ucap Arvhen memuji daya tahan Raquille serta ras-ras campuran yang mirip dengannya.
“Kau jangan terlalu berharap yang berlebihan. Aku tidak perduli jika kau merasa iri ataupun tidak, yang pasti cepatlah kalah dasar makhluk pra-sejarah…”
Raquille kembali meluncur ke arah Arvhen sambil mengayunkan pedangnya. Dengan sigap Arvhen melancarkan serangan tekanan elemen angin layaknya sebuah perisai membuat ayunan pedang Raquille pun tertahan.
“Ukh…” Saking kuatnya tekanan elemen angin dari pemimpin negeri Graina tersebut hingga Raquille kembali terhempas dibuatnya.
“Haah… Haah…” Raquille sekali lagi berdiri dengan keadaan yang mulai melemah akibat luka-luka yang didapatinya mulai terasa sakit.
“Hahaha… Walaupun kau seorang ras campuran sekalipun, tapi tetap saja ada batasan dari daya tahan yang tak biasa itu,” ucap Arvhen kembali menertawakan pemuda Elfman itu.
“Heh… Walaupun dalam keadaan seperti ini, tapi aku masih bisa berpikir secara tenang cara untuk bisa mengalahkanmu,” balas pemuda Elfman itu.
“Kalau begitu, perlihatkan padaku seberapa hebat kecerdasanmu itu,” Tantang Arvhen, ingin membuktikan ucapan dari pemuda Elfman tersebut.
Raquille sejenak memancarkan sebuah proyeksi energi berwarna emas yang terus meluas ke setiap bagian di dalam ruangan tersebut.
Dalam sekejap pemuda itu berpindah tempat, muncul dihadapan Arvhen sambil mengayunkan kembali pedangnya.
Arvhen dengan tenang hanya melihat Raquille menebasnya, karena ternyata pria tersebut hanyalah kloningan yang dari elemen angin saja.
Dalam sepersekian detik, dengan kekuatannya Raquille langsung dapat mengetahui lokasi tubuh Arvhen yang asli, dan dalam sekejap pun berpindah ke arah bagian belakang pria itu.
“Akh…!” Arvhen yang terlambat merespon keberadaan pemuda itu akhirnya menerima serangan tebasan hingga membuatnya terhempas.
Dalam sepersekian detik lagi, Raquille menciptakan sebuah portal di jalur Arvhen terhempas.
Pemimpin negeri Graina itu masuk ke dalam portal tersebut dan terkejut muncul di sebuah dimensi yang merefleksikan dunia nyata itu sendiri, namun dengan ruang yang saling menumpuk satu sama lain.
Arvhen terus meluncur hingga memasuki portal yang muncul di depannya dan kembali ke dunia nyata tepat berada di depan Raquille.
“Feuerzauber… Long way fire…” Dengan sekejap Raquille menonaktifkan kekuatan makhluk sucinya, lalu melancarkan serangan elemen api.
“Akh…!” Kobaran api yang cukup besar menghantam Arvhen dengan keras ke lantai hingga membuatnya terkapar tak berdaya.
Raquille merasa lega akhirnya dapat mengalahkan pemimpin negeri Graina itu. Dia perlahan-lahan berjalan mendekati hulu-hulu ledak yang berada di ruangan itu sambil kembali menyimpan pedang berbilah gandanya menggunakan kemampuan spasial.