The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 220 - Raquille vs Cadhan



Raquille seketika memutar-mutar tubuhnya layaknya sebuah gasing sambil terus meluncur ke arah Phyton dengan cepatnya.


Melihat pergerakan dari pemuda Elfman itu, Phyton pun langsung mengibaskan pedangnya, yang seketika menciptakan sebuah kobaran api hitam untuk menyerang Raquille.


Akan tetapi, sambil memutar tubuhnya layaknya sebuah gasing, Raquille dengan sigap memancarkan uap es dengan temperatur yang sangat rendah membuat api yang akan menerjangnya dalam sekejap padam.


Phyton pun hanya mampu menangkis serangan ayunan pedang beruntun dari Raquille karena terus memutar-mutar tubuhnya. Karena saking kuatnya serangan tersebut, Phyton pun seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Setelah berputar dengan cepatnya dan berlangsung dalam waktu yang cukup lama, ketika berhenti Raquille pun seketika terduduk ke tanah karena merasakan pandangannya berputar-putar.


Setelah Phyton terhempas menerima serangan yang membuat efek balik kepada pemuda Elfman itu, Cadhan dengan sigap meluncur untuk melanjutkan serangannya yang sempat diambil alih oleh Raquille. Perdana menteri itu terus menyerang Phyton, mengacungkan dua tombaknya secara bergantian dalam jeda waktu yang sangat cepat pada baju zirah hitam Phyton yang sangat keras tersebut.


Saking cepatnya serangan beruntun dari perdana menteri Ierua itu, membuat Phyton sekali lagi kesulitan untuk menangkis serangan darinya.


Cadhan seketika mengacungkan dua tombaknya secara bersamaan ke depan, yang dalam sekejap meluncurkan sebuah serangan proyeksi energi dalam skala yang sangat besar.


Serangan yang masif tersebut lantas diterima oleh Phyton, membuatnya langsung terhempas, pada saat bersamaan, Raquille yang telah pulih kembali akibat melancarkan serangan yang membuat pandangannya berputar-putar, sontak meluncur mendekati pemuda itu.


“Divine ice cursed… Paralyzing soft slash…”


Raquille dengan sigap melancarkan serangan tebasan proyeksi ke arah Phyton, yang seketika membuat pemuda itu tiba-tiba memancarkan uap es dari tubuhnya.


Hal tersebut, perlahan-lahan membuat Phyton pun kehilangan wujud kekuatan pelepasan keduanya, dan akhirnya kembali wujud semulanya.


Walaupun telah tersadar dari pengaruh kekuatan cawan tanduk makhluk suci tersebut, namun Phyton yang nampak terkapar di tanah belum mampu untuk menggerakan tubuhnya, karena telah kehilangan banyak energinya akibat perubahan wujud sebelumnya.


“Phyton… Kau sudah sadar?” Raquille pun langsung menghampiri pemuda itu kemudian bertanya tentang keadaannya.


“Tuan Raquille… Jangan khawatir, aku sudah baik-baik saja sekarang. Walaupun masih belum bisa menggerakkan tubuhku,” jawab Phyton.


Mendengar jawaban Phyton, Raquille pun langsung mengakses kekuatan sihirnya untuk menyalurkan energi ke dalam tubuh pemuda itu agar dia mampu untuk kembali bergerak.


***


“Haah… Syukurlah…” Aisling yang melihat dari kejauhan nampak legah bahwa Raquille telah berhasil menyadarkan Phyton kembali.


***


“Untung saja pangeran itu bisa menyelamatkan Phyton… Ternyata kemampuannya boleh juga.” Begitu juga dengan Hazelise yang nampak legah melihat Phyton telah kembali sadar sambil sedikit memuji Raquille yang telah melakukan hal tersebut.


“Kalau begitu, ayo lanjutkan pertarungan kita wahai tuan putri…” Disaat yang bersamaan, Guilmus yang sebelumnya sempat menghentikan pertarungannya dengan putri Ierua itu seketika mengacungkan pedangnya.


***


Ketika Raquille sedang berusaha memulihkan keadaan dari Phyton, tiba-tiba Cadhan datang, dan langsung memungut pedang milik Phyton serta cawan dari tanduk makhluk suci tersebut yang tergeletak di tanah.


Perdana menteri Ierua itu seketika mengirim dua harta karun tersebut ke dalam sebuah ruang spasial yang dapat diakses olehnya sendiri.


“Jika kau menginginkannya, sebaiknya ambil secara paksa dariku.” Namun, Cadhan menolak untuk memberikan dua harta karun, dan malah menantang pemuda Elfman itu untuk mengambil secara paksa darinya.


“Sebaiknya jangan paksa aku pak tua…” Ucap Raquille dengan raut wajah yang seketika berubah menjadi serius.


“Divine ice shaping… Mythical ice dragon…” Raquille dalam sekejap mengakses kekuatan es miliknya untuk menciptakan sesosok naga es raksasa tepat berada di atasnya.


Cadhan pun lantas terkejut melihat pemuda Elfman itu mampu menciptakan seekor naga dengan meggunakan kekuatan elemen es miliknya tersebut.


Naga es itu, mengibaskan tangannya ke arah Cadhan, membuat perdana menteri Ierua itu sontak terhempas walaupun sempat menahannya menggunakan kedua tombak miliknya.


Ketika sedang terhempas, Cadhan pun dengan sigap bergerak agar tidak membuatnya jatuh tersungkur. Pria itu pun langsung berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, sambil melancarkan sebuah serangan proyeksi dalam skala yang besar ke arah es tersebut.


“Divine ice… Dragon roar…”


Raquille kemudian mengendalikan naga es tersebut untuk melancarkan sebuah proyeksi energi yang dalam sekejap keluar dari dalam mulut naga tersebut.


Proyeksi energi dari dalam mulut naga es tersebut sontak bertabrakan dengan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Cadhan. Karena proyeksi energi masih terus keluar dari dalam mulut naga es tersebut, membuat serangan proyeksi energi yang diluncurkan oleh Cadhan sontak lenyap.


Cadhan dengan cepat memutar-mutar salah satu tombaknya dengan cepat untuk menahan serangan proyeksi energi yang keluar dari dalam mulut naga es tersebut.


Saat proyeksi energi dari mulut naga tersebut berakhir, Cadhan pun langsung memanfaatkan kesempatan dengan mengambil kuda-kuda untuk berancang-ancang meluncurkan salah satu tombaknya.


Dalam sekejap Cadhan meluncurkan salah satu tombaknya dengan kuat ke arah naga es tersebut hingga memancarkan sebuah proyeksi energi dalam skala yang besar.


Dengan cepat salah satu tombak perdana menteri Ierua itu meluncur menembus tubuh naga es tersebut hingga hancur berkeping-keping.


Disaat yang bersamaan, batas waktu kekuatan dari senjata suci dari Raquille pun seketika berakhir, hingga membuat kedua pedangnya kembali menyatuh.


“Sial…” Raquille pun mengumpat dengan kesalnya karena dalam keadaan seperti itu, kekuatan yang diperlukan olehnya tidak bisa lagi diakses.


**


Mengetahui hal tersebut, Cadhan pun mengangkat tangannya, yang membuat salah satu tombaknya yang meluncur sebelumnya kembali ke tangannya lagi. Dengan cepat perdana menteri Ierua itu meluncur mendekati Raquille kemudian melancarkan berulang kali menganyunkan dua tombaknya secara bergantian ke arah pemuda Elfman.


Saking lincah serta cepatnya pergerakan serangan ayunan tombak ganda Cadhan, membuat Raquille pun kesulitan untuk menanganinya, sampai-sampai membuat beberapa serangan dari pria itu mengenai tubuhnya.


“Ice spring… Thousand ice thorns…” Dalam sekejap, Raquille langsung mengakses kekuatan elemen esnya, menciptakan sebuah ribuan duri-duri es disekitarnya, namun dengan sigap langsung dihindari oleh Cadhan dengan melompat ke arah atas.


Ketika berada di udara, perdana menteri itu seketika mengibaskan kedua tombaknya secara bersamaan, melancarkan sebuah serangan proyeksi energi dalam skala yang besar.


“Ukh…” Walaupun sempat menangkisnya, namun Raquille pun tidak bisa menahan tekanan kekuatan yang kuat dari serangan proyeksi energi tersebut.


Hal itu pun langsung membuat pemuda Elfman itu terhempas, hingga pedang ganda senjata sucinya terlepas dari tangannya.