The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 244 - Tidak punya pilihan lain



“Setidaknya harus ada seseorang yang melancarkan serangan dari arah luar agar bisa menghancurkan penghalang ini,” ucap Cyffredinol.


Mendengar hal tersebut, Aisling pun terpikirkan bahwa sebelumnya dia menjatuhkan tombak senjata suci miliknya ketika Phyton direbut oleh Ogreman tersebut.


“Sepertinya kita bisa melakukan itu,” ucap Aisling kemudian langsung mengangkat salah satu tangannya ke samping.


“Apa yang kau lakukan?” Melihat hal tersebut, Ogreman yang sedang duduk dan memangkuh Phyton tampak merasa kebingungan melihat Aisling, sampai membuatnya langsung bertanya.


Tiba-tiba tombak senjata suci Aisling meluncur menjebol dinding bekas markas organisasi Guardian, lalu menerjang penghalang proyeksi tersebut hingga hancur, dan langsung ditangkap oleh Aisling.


Melihat hal itu, Ogreman tersebut langsung terkejut, namun dengan cepat Cyffredinol langsung memunculkan sebuah senapan yang merupakan senjata sucinya, kemudian langsung melancarkan serangan proyeksi energi ke arah Ogreman tersebut.


“Uakh…” Ogreman itu pun langsung terhempas hingga pegangannya pada Phyton pun langsung terlepas.


Dengan sigap Cyffredinol melompat menangkap Phyton hingga lantai membentur ke lantai.


“Aisling… Tolong pegang Phyton dulu…” Ketika Aisling datang, Cyffredinol pun langsung menyerahkan Phyton pada perempua tersebut kemudian membidik Ogreman yang kini tengah terkapar di depannya.


Cyffredinol maju mendekati Ogreman tersebut kemudian langsung melancarkan serangan proyeksi energi berkali-kali dan tanpa ampun pada Ogreman itu.


Ketika Ogreman tersebut terhempas, Cyffredinol kembali melancarkan serangan proyeksi energi berulang-ulang kali hingga membuat ras keturunan campuran itu terkapar dalam keadaan yang lemah.


Saat sudah yakin bahwa Ogreman itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa, Cyffredinol kemudian berjalan menghampiri Aisling dan Phyton.


“Cyffredinol…! Awas!” Tiba-tiba Aisling berteriak, memperingati Cyffredinol bahwa ternyata Ogreman yang diseranganya tersebut tanpa disadari oleh pria Elfman itu telah kembali berdiri.


Mendengar hal tersebut, Cyffrediol pun dengan refleks berbalik ke arah belakang sambil berisaga terhadap serangan yang akan dilancarkan oleh Ogreman tersebut.


“Akh…!” Akan tetapi, Cyffredinol masih kalah cepat dari Ogreman tersebut, hingga membuatnya langsung menerima serangan proyeksi elemen petir merah, yang langsung membuatnya terkapar dalam keadan lemah.


Ogreman itu pun tersenyum menyringai melihat Cyffredinol tidak bisa lagi berbuat apa-apa setelah menerima serangannya. Dia kemudian berjalan mendekati Aisling sambil memproyeksi elemen petir merah dari tangannya.


Namun, Cyffredinol yang masih bisa bertahan dengan erat menahan kaki Ogreman itu, hingga langsung menghentikan langkah dari ras keturunan campuran itu.


“Aisling cepat lari dari sini…” Ucap Cyffredinol, menyuruh Aisling untuk pergi sembari dia menahan Ogreman tersebut.


Mendengar hal tersebut, Aisling pun menjadi dilema untuk memilih tetap berada di tempat itu atau harus meninggalkan Cyffredinol sendiri yang kini sedang menahan Ogreman itu.


“Maafkan aku Cyffredinol…” Karena tidak punya pilihan lain untuk melindungi Phyton, Aisling pun langsung pergi meninggalkan Cyffredinol.


**


“Semuanya…! Cepat kejar perempuan itu!” Teriak Ogreman tersebut, menyuruh para bawahannya yang berada diluar untuk mengejar Aisling, karena dirinya tidak bisa bergerak, walaupun telah melancarkan serangan pancaran elemen petir dari tubuhnya, yang juga langsung diterima oleh Cyffredinol.


**


Para Ogreman yang berada diluar seketika langsung bergerak megejar Aisling yang sudah sedikit jauh lari dari tempat itu.


**


Aisling lari dari kejaran pasukan Ogreman, sambil sesekali melancarkan serangan proyeksi energi ke arah belakang.


Ketika sampai dipinggir pantai, tiba-tiba perempuan itu menghentikan langkahnya saat melihat sebuah pesawat yang ternyata berasal dari negeri Ierua.


“Ayah…”


Tepat di bagian atas pesawat tersebut, Aisling melihat Cadhan sedang berdiri sambil berancang-ancang mengangkat tombak yang dipegang olehnya.


Tak berapa lama, Cadhan perlahan-lahan turun dari pesawat tersebut untuk menghampiri Aisling yang sedang memeluk Phyton.


“Untung saja aku datang tepat waktu…” Ucap Cadhan.


Pria itu mengangkat salah satu tangannya, hingga tombak yang diluncurkan olehnya kembali ke tangannya.


“Ayo kita kembali…” Tanpa pikir panjang Cadhan langsung menarik Aisling.


“Tunggu dulu… Tolong selamatkan Cyffredinol,” ucap Aisling.


Cadhan menyimpan tombak senjata sucinya, kemudian langsung merebut Phyton dari pelukan Aisling. Perdana menteri Ierua itu seketika menggunakan sebuah teknik hingga langsung membuat Aisling jatuh terkapar tak sadarkan diri.


“Ibu…” Phyton pun langsung khawatir melihat ibunya kembali jatuh tersungkur tak sadarkan diri.


“Kenapa kau memukul ibu?” Tanya Phyton, nampak kebingungan sekaligus ketakuatan melihat Cadhan menyerang ibunya hingga tak sadarkan diri.


“Tenang saja… Ibumu hanya kelelahan…” jawab Cadhan, berbohong kepada anak tersebut.


“Kalau begitu, tolong ayah dari para monster itu,” ucap Phyton.


“Jangan khawatir, ayahmu akan ditolong oleh orang lain… Kita harus pergi terlebih dulu karena disini sangat berbahaya,” ucap Cadhan, nampak berbohong kepada Phyton.


Setelah mengatakan hal tersebut, Cadhan kemudian mengangkat Aisling, lalu terbang memasuki pesawat Ierua.


Setelah perdana menteri itu masuk membawa Aisling dan Phyton, pesawat tersebut kemudian meluncur dengan kecepatan penuh meninggalkan pulau tersebut.


***


Di sisi lain, tampak Cyffredinol dengan keadaan sangat lemah terlihat pasrah ketika Ogreman tersebut hendak melancarkan sebuah serangan untuk mengakhirinya.


“Hentikan itu…”


Tiba-tiba ketika mendengar suara seseorang berbicara, Ogreman itu langsung mengurungkan niatnya untuk mengakhiri Cyffredinol.


“Nyonya Aquina…”


Ogreman itu terkejut melihat seorang perempuan yang disebutnya bernama Aquina, yang tidak lain merupakan salah satu ras Mermaidman, dan merupakan pemimpin dari negeri Mormist.


“Kukira kau masih berada di benua Avanca?” Tanya Ogreman tersebut.


“Seperti yang kau lihat aku sudah kembali kemari,” ucap perempuan bernama Aquina tersebut.


“Jangan membunuhnya… Apa kau ingin jika kita berurusan dengan raja Elfman yang merupakan ayah dari pria ini?” Lanjut perempuan tersebut memperingati agar tidak membunuh Cyffredinol dengan beralasan karena merasa segan dengan ayah dari pria Elfman tersebut.


Mendengar pernyataan dari perempuan itu, membuat Ogreman tersebut langsung berpikir dua kali untuk mau mengakhiri Cyffredinol, karena mengatahui bahwa para World Venerate di benua Aizolica, bahkan di benua yang lain sangat segan kepada raja Elfman tersebut yang memang dijuluki sebagai World Venerate terkuat.


“Kita harus membawanya kembali ke negeri Blueland, walaupun mengetahui bahwa saudaranya yang telah membunuh para anggota Guardian…” Ucap Aquina.


“Membawanya ke negeri Blueland… Kalau begitu, bagaimana dengan anak dan istrinya?” Tanya Ogreman itu.


“Sayang sekali, karena putri dari Cadhan beserta anaknya telah dibawah oleh perdana menteri Ierua itu,” jawab Aquina.


“Kalau begitu lebih baik kalian bawa dia kembali ke negeri Blueland sebelum para World Venerate dari negeri itu yang datang kemari.” Aquina pun langsung menyuruh Ogreman itu beserta para pasukannya untuk segera mengantar Cyffredinol kembali ke negeri Blueland.


Ogreman itu pun tidak punya pilihan selain harus terpaksa mengikuti perintah dari sang Mermaidman World Venerate tersebut.