The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 215 - Pulau Vann



“Sebuah pedang yang menancap di sebuah batu…” Ucap Raquille, nampak penasaran.


“Iya… Sudah banyak dari para Venerate yang berada di negeri ini, bahkan negeri Ierua yang berusaha mencabut pedang tersebut, namun mereka selalu gagal…” Ucap Jack, menjelaskannya pada Raquille dan semuanya.


“Ratu Harmae, perdana menteri Magelline, pangeran Folvest… Bahkan para World Venerate Ierua, raja Sheafear, Cadhan, Iardan dan Aisling pun tidak bisa mencabut pedang itu dari batu tersebut…”


Jack kemudian menjelaskan bahwa jika pedang tersebut dapat dicabut oleh seseorang, maka mereka berhak menjadi pemimpin dari kawasan Brizerua, bahkan menjadi pemimpin dari para bangsa Friedenic yang kini telah tersebar di dua benua, baik itu para ras manusia murni maupun para ras manusia keturunan campuran.


“Dan bagaimana jika batu tempat pedang itu menancap dihancurkan?” Tanya Raquille.


“Tentu saja batu itu menolak untuk hancur… Entah apa mungkin karena pengaruh dari kekuatan pedang tersebut yang melindungi batu tempat pedang itu menancap,” jawab Jack.


Setelah mendengar penjelasan dari Venerate bernama Jack tersebut, Raquille pun memasang senyuman menyeringai di wajahnya, nampak tertarik untuk mencabut pedang itu, serta tampak merencanakan sesuatu pada pedang tersebut.


“Baiklah… Kurasa kita tidak perlu berlama-lama lagi di tempat ini… Ayo kita segera berangkat ke pulau bernama Vann itu, untuk mencari cawan tersebut, serta aku juga ingin menjadi kandidat untuk mencabut pedang tersebut,” ucap Raquille.


“Ternyata kau juga nampak bersemangat ingin mencabut pedang itu…” Respon Phyton.


Tak berapa lama kemudian para Venerate Blueland serta para Venerate Ierua pun masuk ke dalam pesawat mereka. Setelah semuanya masuk, pesawat tersebut perlahan-lahan mulai naik ke atas, kemudian terbang dengan kecepatan penuh menuju pulau bernama Vann, yang terletak diantara pula Brizora dan pulau Ierua.


***


Di wilayah Weals negeri Brizora, tampak Folvest beserta dua Venerate Brizora yang datang bersamanya di dalam sebuah hutan tempat beradanya salah satu dari ketiga belas harta karun, telah berhasil mengalahkan pasukan Ierua.


“Haah… Haah…” Folvest yang telah berhasil mengalahkan World Venerate Ierua bernama Iardan, setelah menggunakan kekuatan pelepasan keduanya, sangat tampak kewalahan.


Tepat di depannya World Venerate Ierua yang berhadapan dengannya pun tampak telah terkapar tak sadarkan diri, dan seketika kembali ke wujud semulanya setelah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua.


Karena telah yakin bahwa World Venerate Ierua itu sudah tiidak bisa melawannya, Folvest pun kembali ke wujud semulanya, dan seketika jatuh terduduk di tanah karena sudah sangat kewalahan.


“Tuan muda…” Melihat hal tersebut, dua Venerate Brizora bernama Guilmus dan Reminel pun langsung menghampirinya untuk melihat keadaan dari pria itu.


“Kau baik-baik saja?” Tanya Venerate bernama Guilmus pada pangeran negeri Brizora tersebut.


“Setidaknya aku masih hidup, namun sepertinya aku harus memulihkan keadaanku terlebih dahulu, karena aku sudah tidak kuat lagi untuk pergi melanjutkan perjalanan,” jawab Folvest.


Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba sebuah kuali yang merupakan salah satu dari ketiga belas harta karun tersebut, perlahan-lahan muncul dari permukaan, tepat di depan mereka bertiga.


Ternyata salah satu syarat untuk mendapatkan kuali di dalam hutan tersebut, mereka sebenarnya akan dipaksa untuk bertarung satu sama lain, sampai salah satu kubuh diantara mereka dikalahkan. Pasukan Ierua yang sebelumnya datang dan mendapatkan harta karun di dalam hutan tersebut sebenarnya terpaksa serta sengaja membagi dua pasukan mereka untuk saling bertarung hingga salah satu diantaranya dapat dikalahkan.


“Guilmus, Reminel… Kurasa kalian berdua harus melanjutkan perjalanan tanpa aku…” Ucap Folvest.


“Ini, ambil semua harta karun yang sudah kita dapatkan… Ambil juga kuali itu dan segera pergi ke pulau Vann… Aku yakin tuan muda Raquille serta Venerate yang bersamanya akan pergi ke tempat itu.”


Folvest pun langsung memunculkan tiga harta karun yang sebelumnya dikumpulkan oleh mereka kepada Guilmus dan Reminel.


Kedua Venerate itu pun mengerti dengan perintah dari pria tersebut, dan lantas mengambil ketiga harta karun tersebut.


Mereka juga tidak lupa untuk mengambil kuali yang berada di depan mereka kemudian mengakses kekuatan spasial mereka untuk masing-masing menyimpan dua harta karun di dalam ruang spasial yang bisa diakses oleh mereka sendiri.


“Tuan muda, kuharap kau bisa memulihkan keadaanmu dengan cepat, dan segera menyusul kami,” ucap Reminel.


“Baik-baik, aku mengerti… Sekarang pergilah,” respon Folvest.


Dua Continent Venerate Brizora itu kemudian pergi terbang ke langit dengan kecepatan penuh menuju pulau Vann, meninggalkan Folvest sendirian bersama pasukan Ierua yang sudah dalam keadaan tak sadarkan diri.


***


Berpindah ke pulau Vann, terlihat Magelline, perdana menteri negeri Brizora, merupakan Venerate yang sebelumnya dikalahkan oleh Raquille dan yang lain, tampak berada di sebuah padang rumput yang cukup luas bersama dengan Wilrock dan pasukan negeri Brizora, dimana di dekat mereka terdapat sebuah batu tempat sebuah pedang menancap.


Pedang tersebut merupakan sebuah pedang yang baru saja dijelaskan oleh Jack keada Raquille dan para Venerate negeri lainnya, yang jika salah seorang berhasil mencabut pedang yang menancap tersebut, maka mereka layak dianggap sebagai pemimpin resmi dari bangsa semua Friedenic yang ada.


“Nyonya Magelline, apakah kau mau mencoba mencabut pedang itu sekali lagi?” Tanya Wilrock.


“Tentu saja tidak... Bagi mereka yang tidak terpilih, tidak akan bisa mencabut pedang ini sekalipun mereka berusaha sekeras mungkin,” jawab Magelline, menjelaskan hal tersebut kepada Wilrock serta pasukan Brizora yang ada.


“Eh...” Setelah membicarakan mengenai pedang yang menancap tersebut, Magelline tiba-tiba merasakan sebuah tekanan kekuatan dari sekelompok pasukan Venerate, dimana saat bersamaan wanita itu juga merasakan tekanan kekuatan dari Venerate yang berada pada tingkatan World Venerate.


“Wilrock, apa kau juga merasakan kedatangan sekelompok Venerate di depan?” Tanya Magelline.


“Tentu saja... Sepertinya mereka ingin mengambil harta karun yang berada di tempat ini,” jawab Wilrock, yang juga langsung merasakan sebuah tekanan kekuatan yang besar, seperti Magelline.


Magelline, Wilrock serta pasukan Brizora yang ada kemudian memperhatikan ke depan untuk mencoba melihat pasukan yang hendak mendekati mereka. Mereka nampak sudah menduga bahwa pasukan yang sedang mendekati mereka dari depan tersebut sebenarnya merupakan pasukan dari negeri Ierua.


Benar saja, hingga tak berapa lama, terlihat pasukan Ierua keluar dari balik kabut yang cukup tebal, dimana pemimpin dari mereka yang datang ke tempat tersebut merupakan perdana menteri Ierua, Cadhan Naisitorach, bersama anaknya yang Aisling Naisitorach, yang merupakan ibu dari Phyton.


Dipihak pasukan Ierua juga terlihat beberapa Continent Venerate yang sebelumnya pergi menyerang ke wilayah Whiteland negeri Blueland, serta diantara mereka juga tampak Hazelise, yang merupakan putri mahkota dari negeri tersebut.