
Haniwa dan Phyton pun tampak terkejut, bahkan Raquille yang merupakan World Venerate sekalipun, tampak tidak percaya melihat gadis tersebut mengalahkan Verre yang merupakan Venerate tingkat atas yang hanya berkisar satu tingkatan ke bawah, dengan melancarkan satu serangan saja.
Bukan hanya terkejut saja, Raquille bahkan dibuat terpesona ketika gadis tersebut menghadap ke arahnya dengan ekpresi serius sambil rambut hitamnya panjang tersebut berterbangan ditiup angin.
*
“Ah, sial… Kenapa jantungku berdetak dengan kencang ketika melihat perempuan yang kuat sepertinya,” gumam Raquille dalam hati, terpanah melihat gadis yang menyerang Verre itu.
**
“Kakak…”
Raquille yang sedang terpanah melihat Zchaira, tidak menyadari panggilan dari Phyton untuk bersiaga karena para Venerate Tengal yang sebelumnya berada di atas tembok kota Vegoblashchenks kini sedang meluncur ke arah mereka.
“Deadly punch…”
“Ukh…” Akibat hal tersebut, Raquille lantas menerima sebuah serangan proyeksi energi dalam skala yang besar, membuatnya seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh sampai terkapar.
Venerate pria yang menyerang Raquille seketika berputar, memancarkan proyeksi energi yang besar, ditujukan ke arah Phyton dan Haniwa, namun kedua pemuda itu dengan sigap melompat ke belakang menghindarinya.
**
“Raquille…”
Tak jauh dari tempat itu, tampak Hyphilia sedikit khawatir melihat Raquille menerima serangan yang cukup kuat dari salah satu Venerate Tengal.
Walaupun kemungkinan besar, memang tidak terlalu berpengaruh pada pemuda Elfman itu, namun Hyphilia tetap saja merasa khawatir, dan sontak ingin maju untuk membantu Raquille, Haniwa serta Phyton yang kini sedang diserang oleh para Venerate Tengal.
“Tunggu nona Hyphilia… Biar aku saja yang maju… Kita sekarang hanya perlu membuat mereka mundur saja.” Saat Hyphilia hendak meluncur ke arah Raquille dan yang lain, tiba-tiba Gudov, salah satu Continent Venerate Pavonas datang menghampiri perempuan Elfman itu.
Gudov pun berlari ke arah Raquille, Haniwa dan Phyton yang berada di depan untuk membantu mereka, karena memikirkan sebuah cara untuk membuat para Venerate Tengal yang menyerang mundur seketika.
**
“Teknika ekzortsista…”
Salah satu Venerate Tengal, yaitu Shalkishu datang menyerang Phyton dengan melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya, namun masih dengan sigap dihindari oleh Phyton.
“Geasa lasrach...”
Tidak mau kalah, Phyton seketika membalas serangan Venerate Tengal tersebut dengan melancarkan serangan proyeksi elemen api, tetapi dengan mudah dihindari oleh Shalkishu karena memiliki kemampuan pergerakan yang lincah.
“Tekhnika ekzortsista... Evil exterminator light...”
“Geasa cosantach...”
Salah satu Venerate Tengal sontak muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen cahaya dalam skala lebih besar, yang sontak membuat Phyton dengan refleks menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahannya.
“Ukh...” Ketika serangan elemen cahaya yang ditahan oleh Phyton lenyap, dalam sekejap Venerate Tengal yang lain muncul dengan mengayunkan sebuah pedang yang terlapisi proyeksi energi, hingga perisai proyeksi energi dari Phyton seketika hancur, serta membuat pemuda itu terhentak ke belakang.
“Uwaah...!” Belum sampai disitu, tiba-tiba Venerate Tengal yang lain datang sambil mengayunkan sebuah tombak ke arah pemuda itu, hingga membuatnya sangat terkejut, namun masih sempat untuk menghindar.
**
Sedangkan di sisi lain, Haniwa yang merupakan Land Venerate harus berhadapan dengan Continent Venerate Tengal yang sebelumnya menyerang Raquille hingga terhempas.
Sekuat tenaga Haniwa melawan Venerate tersebut dengan menggunakan kemampuannya, namun dikarenakan memiliki perbedaan kekuatan, Haniwa perlahan-lahan mulai kewalahan karena bahkan pergerakan dari Continent Venerate tersebut tampak sangat lincah ditambah dengan serangan proyeksi yang dilancarkannya, membuat Haniwa harus melakukan pergerakan ekstra untuk menghindar.
“Akh...”
Saat Haniwa lengah, tiba-tiba saja Venerate pria tersebut langsung melancarkan serangan kepalan tangannya ke arah bawah pada Haniwa, membuat pemuda itu lantas terhentak ke tanah dengan kerasnya.
**
Sementara Zchaira yang hanya diam memperhatikan pertarungan antara para Venerate dari kedua negeri itu, lantas memasang ekspresi wajah khawatir melihat Haniwa akan diakhiri oleh Venerate Tengal yang dilawan pemuda itu.
Walaupun kini berada di pihak berbeda, namun Zchaira tetap saja tidak mau membiarkan orang yang dikenal kenal dekat olehnya itu berakhir di depan matanya.
Zchaira perlahan mengangkat tangan kanannya, menunjuk ke arah Venerate Tengal yang sementara berkonsentrasi melancarkan serangan yang besar pada Haniwa.
“Feuerzauber... Long way fire...”
“Uakh...!”
Zchaira seketika terkejut serta merasa sedikit lega ketika Raquille lebih dulu melancarkan serangan ke arah Venerate Tengal itu untuk menyelamatkan Haniwa.
Akibat serangan yang dilancarkan oleh Raquille, Venerate yang hampir saja menyerang Haniwa dalam sekejap terkapar tak sadarkan diri.
**
“Kau tidak apa-apa?” Tanya Raquille pada Haniwa sambil mengulurkan tangannya pada pemuda itu.
“Aku baik-baik saja pangeran... Terima kasih,” jawab Haniwa, menggapai tangan Raquille untuk kembali berdiri.
“Lebih baik kau mundur dulu... Biar aku dan Phyton yang menangani masalah ini...”
Mendengar hal tersebut, dengan sigap Haniwa berlari, kembali ke arah pasukan negeri Pavonas yang berada di beberapa kilometer di belakang.
**
Setelah memastikan Haniwa bisa kembali dengan aman, Raquille kemudian menatap Zchaira yang tengah berdiam diri dengan ekspresi wajah serius.
Raquille seketika memunculkan salah satu senjata sucinya yang merupakan sebuah belati dorong, yang pernah digunakannya ketika menaklukkan seekor kuda salah satu harta karun di negeri Brizora sebelumnya.
Raquille mengakses kekuatan dari belati dorong tersebut, hingga memancarkan proyeksi elemen petir merah, membuat Zchaira dengan lantas bersiaga karena yakin bahwa pemuda Elfman itu bertujuan untuk berhadapan dengannya.
Dalam sekejap mata, Raquille seketika menghilang dan muncul di belakang Zchaira. Gadis lantas terkejut hingga menoleh ke belakang, namun hal tersebut cukup terlambat karena Raquille telah bergerak kembali dengan kecepatan yang sangat tinggi kembali ke posisi awalnya, sambil membawa Verre yang tidak sadarkan diri tepat dibelakang gadis tersebut.
*
“Cepat sekali... Senjata macam apa itu?” Gumam Zchaira dalam hati, terkejut karena tidak menyangka bahwa pergerakan dari pemuda Elfman itu ketika menggunakan belati dorong tersebut tampak sangat cepat hingga tidak bisa diperhatikan olehnya.
**
“Kakak... Aku membutuhkan sedikit bantuan disini...”
Saat menatap Zchaira untuk berancang meluncur ke arah gadis tersebut, sontak Phyton meminta tolong karena cukup kesulitan menangani empat Venerate sekaligus yang memiliki tingkatan setara dengan keponakannya tersebut.
Melihat Phyton nampak tersudut, Raquille pun mengurungkan niatnya untuk berhadapan dengan Zchaira, dan lebih memilih menuju ke arah Phyton dengan berjalan sesantai mungkin.
**
Phyton yang kewalahan menangani empat Continent Venerate sekaligus, lantas memunculkan senjata sucinya yang memiliki kemampuan elemen api hitam.
Saat keempat Venerate tersebut secara bersamaan hendak melancarkan serangan, Phyton pun mengambil ancang-ancang hendak melancarkan serangan yang besar ke arah mereka.
“Akh...”
Tanpa diduga, Gudov yang akhirnya datang membantu pemuda itu dengan melancarkan serangan proyeksi energi berwarna putih, hingga dua diantara Venerate yang dilawan oleh Phyton menerima serangan tersebut.