The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 260 - Mengakses dimensi Valenhall



Dengan cepat Arn kembali berdiri kemudian meluncur pergi ke suatu tempat meninggalkan Raquille, yang ternyata salah memperkirakan hal tersebut.


Arn meluncur ke arah Hyphilia dan langsung mencengkram leher Elfman perempuan itu hingga jatuh tersungkur.


“Arn… Apa-apaan kau?”


“Maaf kakak… Aku terpaksa harus melakkan ini agar Raquille bisa mengikuti apa yang kuinginkan.”


Ketika pria itu melepaskan cengkraman tangannya dari leher Hyphilia, sontak beberapa aksara rune muncul di leher Elfman perempuan itu, yang lantas membuat Haltryg yang melihatnya terkejut.


“Ini kan teknik peledak… Kakak Arn, apa yang kau lakukan cepat hilangkan tanda ini dari kakak Hyphilia,” ucap Haltryg.


“Tidak bisa… Aku harus menggunakan ini untuk mengancam Raquille agar dia mau menuruti apa yang kuinginkan,” ucap Arn, menolak permintaaan Haltryg.


Tak berapa lama kemudian, Raquille datang menghampiri mereka, dan sontak terkejut melihat sebuah tanda aksara rune berada di leher Hyphilia.


“Arn… Apa yang ingin kau lakukan?” Tanya Raquille dengan ekspresi wajah serius ke arah Arn.


“Maaf Raquille… Karena kau tidak mau menuruti apa yang kuinginkan aku lebih baik menggunakan cara kotor seperti ini…” Jawab Arn.


“Walaupun kalian merupakan sepasang tunangan yang tidak saling mencintai, namun aku tahu bahwa setidaknya Hyphilia merupakan perempuan yang cukup berharga bagimu… Apa yang akan kau lakukan jika nyawah dari perempuan ini sedang terancam,” lanjut Arn berkata sambil menarik rambut Hyphilia, mengancam pemuda Elfman itu untuk mengakses dimensi Valenhall agar dirinya bisa membuat sebuah permohonan.


“Arn… Sialan kau…” Ucap Raquille dengan nada suara tinggi, serta merasa kesal dengan perbuatan dari pria itu.


“Percuma kau mengumpat karena walaupun kau merupakan World Venerate, namun kau tetap tidak bisa mematahkan mantra ini…” Ucap Arn.


“Baiklah Arn… Aku akan melakukan apa yang kau inginkan… Asalkan kau nyawa Hyphilia bisa selamat.” Karena memikirkan tentang Hyphilia, Raquille pun tidak bisa berbuat apa-apa selain harus mengikuti perintah dari Arn.


Raquille kemudian mengakses kekuatannya, memunculkan empat harta karun yang disimpannya di dalam ruang spasial miliknya.


Setelah empat harta karun terkumpul di depan Raquille, Arn pun menggunakan kekuatannya untuk melepas baju zirah serta jubah yang dipakainya, kemudian mengumpulkannya di depan Raquille.


“Kakak… Keluarkan kuda itu,” ucap Arn, menyuruh Hyphilia untuk mengeluarkan kuda yang juga merupakan salah satu dari ketiga belas harta karun.


Mendengar hal tersebut, Hyphilia pun langsung mengakses kekuatannya, memunculkan kuda yang disimpan di dalam ruang spasial miliknya.


“Ice cursed…” Disaat yang bersamaan, Raquille langsung menggunakan teknik elemen es miliknya untuk mengekang otak kuda tersebut agar bisa mematuhi perintah darinya, serta tidak akan lari setelah Hyphilia melepaskan hewan tersebut.


Kini di depan Raquille telah terkumpul tujuh harta karun. Pemuda Elfman itu kemudian mengakses kekuatan dari pedang yang dipegang olehnya untuk mengendalikan para pemegang harta karun yang lain.


Seketika Cadhan dan Folvest yang mmasih saling bertarung tiba-tiba sulit untuk bergerak. Secara bersamaan, dua harta karun yang dipegang oleh Cadhan, serta satu harta karun yang dipegang oleh Folvest muncul dari dalam ruang spasial mereka masing-masing.


Kemudian Magelline dan Harmae yang berada di tempat yang berbeda juga dengan sendirinya megakses ruang spasial mereka, memunculkan dua harta karun yang dipegang oleh mereka masing-masing.


“Masih ada satu harta karun lagi… Siapa yang memegangnya?” Tanya Arn.


Saat hendak mengetahui pemegang dari harta karun yang terakhir, tiba-tiba Barbiond datang bersama dengan Claus sambil memegang sebuah belati yang merupakan harta karun tersebut.


“Ini…” Ucap Barbiond sambil mengumpulkan belati tersebut bersama dengan harta karun yang lain.


“Aku merasakan bahwa pilihanmu akan salah nak,” lanjut Barbiond berkata, menasehati Arn atas apa yang akan dilakukan oleh Raquille oleh paksaannya.


Namun, Arn pun tidak memperdulikan nasehat dari Barbiond, karena tidak mau lagi menunda hal yang diinginkan olehnya.


“Yang mulia Sheafear… Tolong bantu aku, aku masih belum tahu cara mengatur semua ini,” ucap Raquille, meminta bantuan pada Sheafear, karena sang raja Ierua itu sudah banyak kali mencoba untuk menggabungkan kekuatan dari harta karun tersebut, namun selalu gagal untuk mengakses dimensi Valenhall.


“Baiklah… kita harus membuat sebuah tanda terlebih dahulu di tanah,” ucap Sheafear, kemudian langsung menggaris tanah membentuk sebuah diagram dengan memiliki tiga belas ujung, menggunakan salah satu senjata sucinya.



Setelah selesai Raquille kemudian menggunakan kekuatan telekinesisnya untuk mengangkat kedua belas harta karun di setiap sudut diagram tersebut, sementara ssekor kuda yang merupakan satu-satunya makhluk hidup diantara harta karun tersebut, dengan sendirinya menuju ke salah satu sudut dari diagram tersebut, karens sebelumnya Raquille telah menanamkan sebuah teknik sihir agar kuda terebut mampu untuk mematuhinya.


“Semuanya para Venerate yang berada dibawah tingkatan Continent Venerate, mohon untuk menjauh dari tempat ini,” ucap Raquille, menyuruh para Venerate, selain Venerate tingkat atas untuk menjauh atau meninggalkan pulau tersebut, sembari dirinya akan berusaha untuk menggabungkan kekuatan dari ketiga belas harta karun yang ada.


***


Beberapa saat kemudian, setelah semua Venerate dibawah tingkatan Continent Venerate pergi meniggalkan tempat tersebut, dimana para Venerate tingkat atas kini telah berada di sekitar diagram tersebut, Raquille kemudian berkonsentrasi sambil menancapkan pedang ke tanah, sesuai dengan arahan dari Sheafear.


Seketika Raquille mengakses kekuatan dari ketiga belas harta karun tersebut melalui garis penghubung pada diagram yang berada tepat dibawahnya. Dalam sekejap pancaran proyeksi energi keluar dari masing-masing ketiga belas harta karun tersebut, kemudian berkumpul tepat di atas pemuda Elfman tersebut.


Seketika kumpulan proyeksi energi dari ketiga belas harta karun tersebut berubah menjadi sebuah portal, yang di dalamnya tampak terlihat sebuah langit yang cerah.


“Ternyata memang bernar bahwa Elfman yang mampu mengaksesnya,” ucaap Sheafear, menunjukan ekspresi tersenyum karena melihat Raquille berhasil menggabungkan ketiga belas harta karun tersebut, sembari dirinya yang sebelumnya selalu saja gagal.


“Jadi ini dimensi Valenhall itu… Aku tidak melihat para dewa berada di dalam sana…” Ucap Raquille, nampak bingung karena dirinya hanya melihat sebuah langit cerah tepat di dalam portal yang menghadap ke arahnya.


“Bagaimana membuat sebuah permohonan?” Lanjut pemuda Elfman itu berkata, bertanya-tanya mengenai caranya membuat sebuah permohonan dari portal tersebut.


Karena sudah tidak sabar, Arn pun langsung menghampiri Raquille untuk melihat lebih detail ke dalam portal tersebut.


“Arn katakan saja apa yang kau inginkan…” Ucap Raquille, menyuruh pria itu untuk membuat sebuah permohonan.


Ketika akan melakukannya, tiba-tiba Arn serta Raquille terkejut melihat sebuah tangan hitam berukuran besar keluar dari dalam portal tersebut.