The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 278 - Orang-orang yang telah pergi kembali lagi



“Tidak mungkin…” Ucap Drannor, tiba-tiba langsung meneteskan air matanya.


Ternyata Venerate misterius yang dibuka tudungnya oleh Drannor, sangat mirip dengan Freynile dengan memiliki sepasang mata biru dan rambut berwarna putih layaknya ciri-ciri khusus dari ras Elfman, dan bahkan perempuan yang dilihat oleh pria Elfman itu memang merupakan Freynile sendiri.


Drannor sontak terkejut serta tidak bisa berkata apa-apa melihat Elfman perempuan yang sudah dinyatakan meninggal beberapa tahun yang lalu bisa kembali dilihat olehnya lagi.


“Akh…” Disaat yang bersamaan, perempuan yang bersama dengan Venerate yang mirip dengan Freynile tersebut langsung mengambil kesempatan melihat Drannor nampak terkejut serta kebingungan, dengan langsung melancarkan serangan tebasan proyeksi energi dari pedang senjata sucinya, hingga pria Elfman itu pun terhempas dan terkapar di tanah.


“Ayo kita pergi…” Ucap perempuan yang menyerang Drannor.


Dengan sigap, Venerate yang mirip Freynile tersebut langsung menancapkan tongkat sihir, yang sontak menciptakan sebuah diagram sihir tepat dibawahnya.


“Tunggu…” Melihat mereka hendak kabur, Drannor dengan cepat kembali berdiri, kemudian meluncur untuk menghentikan mereka.


Akan tetapi, ketika Drannor berada satu titik dihadapan mereka, kedua Venerate perempuan itu menghilang dari tempat tersebut.


“Sial…” Drannor pun mengumpat dengan kesalnya, karena kesempatannya untuk mengetahui siapa sebenarnya Venerate yang sangat mirip dengan Freynile tersebut.


***


Berpindah ke ibukota negeri Ereise yang bernama Loisa, dimana kedua Venerate perempuan, yang salah satu mirip dengan Freynile muncul di suatu tempat.


Perempuan yang sebelumnya pertama kali dikejar oleh Drannor lantas merasa bingung ketika melihat Venerate yang mirip dengan Freynile tersebut terlihat murung setelah melihat Drannor.


“Freynile… Ada apa?” Tanya perempuan itu, yang lantas menyatakan bahwa Venerate tersebut memanglah Freynile.


“Aku tidak menyangka bahwa Venerate Blueland pertama yang mengetahui bahwa akau masih hidup adalah kakakku sendiri,” jawab Freynile, yang lagsung menyatakan bahwa Drannor ternyata merupakan saudaranya.


“Eira… Apakah mungkin mereka semua akan mengetahui bahwa kita selama ini masih selamat?” Tanya Freynile, sambil menyebut nama perempuan itu yang ternyata merupakan Eira, salah satu murid akademi sihir Blueland yang dulunya dinyatakan gugur bersama dengan Freynile setelah menjalani sebuah misi.


Entah apa yang sebenarnya terjadi kepada Freynile dan yang lalin ketika Arn diselamatkan oleh Raquille bersama dengan dua rekan Guardian dari pemuda Elfman tersebut beberapa tahun lalu. Namun, dengan kemunculan Freynile dan Eira di negeri Ereise, membuat mereka kemungkinan kini telah menjadi Venerate di negeri tersebut.


–10 Agustus 3029–


Delapan hari kemudian di kota Pitresberg, yang merupakan pusat pemerintahan dari kepulauan Valars, wilayah dari negeri Blueland tersebut, tampak Drannor sedang bersama dengan seorang wanita.


“Jadi kau ingin pergi ke pulau utama lagi?” Tanya wanita itu pada Drannor.


“Iya… Informasi ini harus kuberitahukan kepada mereka semua yang berada disana,” jawab Drannor sambil menjelaskan kepada wanita itu mengenai informasi yang akan dikatakannya, yang kemungkinan merupakan Venerate yang sangat mirip dengan Freynile.


“Aku tidak menyangka bisa melihat Freynile setelah waktu itu mengetahui bahwa dia telah tiada,” lanjut Drannor.


Setelah berpamitan kepada wanita bernama Amfrei tersebut, Drannor seketika terbang ke langit dengan kecepatan tinggi menuju ke pulau utama negeri Blueland yang dihuni oleh para ras Elfman.


***


Di pulau utama, tepatnya di ibukota dari negeri Blueland, yaitu Nuku, tampak Raquille yang sedang berada di dalam kastil utama, memasuki ruangan tahta, menemui ibunya sang ratu negeri Blueland.


“Ibu… Maksudku Yang mulia… Apakah aku tidak boleh melepas jabatanku sebagai komisaris tinggi pulau utama?” Tanya Raquille, yang kini ternyata telah menjabat sebagai Venerate pemimpin dari salah satu dari tiga wilayah besar Blueland, yaitu pulau utama.


Namun, karena ingin merasa bebas dengan hanya memiliki sebuah jabatan khusus yaitu sebagai putra mahkota, Raquille inigin sekali melepas jabatan yang kemungkinan didapatkannya dengan sebuah paksaan.


“Memangnya kau merasa sesibuk apa jika menjadi komisaris tinggi… Akan lebih baik jabatan kosong itu diisi oleh World Venerate sepertimu.” Namun, Lorainne menolak untuk menyetujui permintaan dari putra bungsunya tersebut.


“Haah… Kurasa ini akan sulit… Setidaknya ada salah satu World Venerate yang datang kemari dan suka rela untuk menggantikanku,” gumam Raquille, nampak mengeluh karena tidak mendapatkan persetujuan dari ibunya, yang merupakan pemimpin negeri Blueland.


“Ngomong-ngomong, belum lama ini nyonya Amfrei memberikan informasi bahwa terjadi penyerangan di wilayah kepulauan Valars ibu…” Ucap Raquille.


“Ibu juga sudah mengetahuinya sebelum kau…” Balas Lorainne.


“Kalau begitu, kenapa kita tidak mengirimkan bantuan… Aku dengan suka rela akan pergi kesana untuk mengusir para penyerang itu,” ucap Raquille, hendak bersikeras untuk pergi ke wilayah Valars ketika mendengar pernyataan dari Lorainne.


“Sudahlah… Walaupun disana terjadi penyerangan, namun ibu akan memerintahkan Venerate lain untuk mengatasinya, dan bukan kau, karena kau harus tetap disini sebagai komisaris tinggi… Lagipula disana juga ada Drannor, salah satu Venerate terkuat Blueland,” ucap Lorainne, menjelaskan bahwa dirinya akan berniat untuk mengirim bantuan, yang tentu saja bukan Raquille, serta menjelaskan bahwa Drannor yang kini telah menjadi World Venerate, yang tentu saja merupakan salah satu Venerate terkuat Blueland.


“Haah… Begini nasibku harus terjebak dengan jabatan ini… Kuharap kakak Drannor bisa kemari untuk menggantikanku menjadi komisaris tinggi,” gumam Raquille, kembali mengeluh.


“Jadi pulau utama sudah memiliki komisaris tinggi yang baru…”


Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut, yang sontak membuat Lorainne beserta Raquille pun menoleh.


Mereka sedikit terkejut ketika melihat Drannor datang masuk ke ruangan tersebut, yang padahal setahu mereka bahwa pria Elfman itu kini sedang berada di kepulauan Valars.


“Drannor… Apa ini memang kau?” Tanya Lorainne, melihat pria Elfman yang sedang berjalan mendekat dari pintu masuk ruangan tersebut.


“Tentu saja Yang mulia… Aku datang kembali untuk merebut jabatan komisaris tinggi,” jawab Drannor.


Pria Elfman itu kemudian menatap Raquille sambil memasang ekspresi tersenyum kepada pemuda Elfman itu.


“Lama tidak berjumpa Raquille… Aku tidak menyangka bahwa aku masih bisa melihatmu lagi… Akhir-akhir ini memang banyak orang yang telah pergi ternyata kembali lagi…” Ucap Drannor, menyapa Raquille, sambil bergumam megenai Raquille dan Freynile yang memang pernah dinyatakan telah meninggal.


“Kau tidak berubah sama sekali…” Lanjut Drannor, memperhatikan penampilan Raquille yang memang tidak berubah, karena yang sebenarnya pemuda Elfman itu masih tetap memiliki usia yang sama seperti sepuluh tahun yang ketika dirinya dinyatakan hilang.