
“Maaf Arn…”
“Tidak Freynile… Jangan bicara seperti itu, kau harus bertahan…”
Freynile pun tersenyum, perlahan-lahan dia mengangkat tangannya ke atas, yang saat itu juga langsung digenggam erat oleh Arn.
Tiba-tiba secara perlahan-lahan juga kedua mata Elfman perempuan itu mulai menutup, dan pada akhirnya tangan Freynile yang digenggam oleh Arn, terlepas dan jatuh ke tanah.
“Freynile…!” Teriak Arn sambil mencoba menyadarkan kembali Freynile, namun hal itu percuma saja karena Elfman perempuan tersebut kini memang sudah tidak bisa tertolong lagi.
“Tidak… Jangan tinggalkan aku…” Arn pun memeluk erat Freynile, menangis terseduh-seduh akibat perempuan yang dicintainya telah meninggalkannya.
***
Hingga beberapa saat kemudian, Arn yang sudah tidak bisa menangis lagi hanya bisa memeluk jasad Freynile.
Tiba-tiba segerombolan gagak yang sebelumnya datang, dan sontak menyatu hingga seketika berubah menjadi Modolf.
“Aku pikir Venerate terakhir yang selamat adalah Elfman itu…” Ucap sang raja ‘Ereise tersebut.
“Sebenarnya ucapanku yang ingin memilih satu satu dari kalian tidaklah benar… Tujuanku kemari menghampiri kalian, memanglah ingin untuk menghabisi kalian semua tanpa tersia, karena sudah berani memasuki negeriku secara diam-diam…”
Modolf pun mendekati Arn, kemudian menyingkirkan jasad Freynile yang dipeluk oleh pemuda tersebut. Dengan cepat raja Ereise tersebut mencengkram leher Arn, lalu mengangkat pemuda itu ke atas.
Walaupun sulit untuk bernafas akibat lehernya tengah dicengkram oleh Modolf, namun Arn tidak mau melawan karena sudah pasrah dengan keadaannya yang akan segera diakhiri oleh World Venerate Ereise tersebut.
Ketika Modolf hendak mengencangkan cengkram tangannya pada leher Arn, tiba-tiba dalam sepersekian detik, Modolf menerima sebuah serangan hingga membuat cengkraman tangannya terlepas dari Arn, serta membuat pria tersebut seketika langsung terhempas ke jarak yang cukup jauh.
“Kakak…” Ketika Arn terjatuh ke tanah, seketika Raquille muncul tepat di hadapannya, membuat Arn pun lantas terkejut dengan kedatangan pemuda Elfman itu.
**
Sementara itu, Modolf yang dengan sigap kembali berdiri tiba-tiba hampir saja menerima sebuah serangan proyeksi elemen api berwarna biru yang berhasil dihindarinya.
Dalam sekejap, Morten, rekan Raquille dalam organisasi Guardian muncul dan langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api biru ke arah raja Ereise tersebut.
Dengan refleks, Modolf pun langsung menghindarinya, kemudian melancarkan serangan proyeksi energi sihir ke arah Morten, namun dengan cepat langsung dihindari oleh pemuda itu.
Modolf kembali melancarkan serangan proyeksi energi sihir miliknya kembali ke arah Morten, tetapi disaat bersamaan Demesa, rekan Raquille yang lain muncul dan langsung mengakses kekuatan miliknya, mengubah serangan proyeksi energi dari Modolf menjadi butiran-butiran debu.
**
Kembali pada Raquille, dimana pemuda Elfman itu sontak terkejut melihat Freynile telah terbujur kaku.
“Freynile…” Raquille datang mendekati Freynile, kemudian mencoba membangunkannya, namun Elfman perempuan itu tidak kunjung bangun.
“Arn… Apa yang terjadi?” Hal tersebut sontak membuat Raquille pun bertanya kepada Arn.
“Freynile… Sudah tiada…” Jawab Arn dengan ekspresi datar.
Betapa terkejut Raquille mendengar hal tersebut dari Arn. Karena tidak percaya, Raquille sontak memeriksa keadaan Freynile, dan sontak membuatnya percaya bahwa Elfman perempuan itu memang sudah tiada seperti yang dikatakan oleh Arn.
“Sial…” Umpat Raquille dengan kesalnya karena terlambat datang ke tempat itu untuk menolong para murid kelas Land Venerate.
Raquille sejenak memeluk Freynile yang sudah tak benyawa itu, kemudian mengangkatnya dan membaringkannya di depan Arn.
Dengan ekspresi yang kesal Raquille menatap Modolf yang tengah bertarung melawan Morten dan Demesa.
Dalam sekejap, pemuda Elfman itu meluncur mendekati Modolf, membuat Morten dan Demesa yang sedang melawan raja Ereise itu seketika langsung menyingkir.
“Feuerzauber… Long way fire…”
“Akh…” Saat berada satu titik dihadapan Modolf, Raquille pun langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api, hingga membuat World Venerate Ereise itu terhempas akibat tidak mengiranya.
“Feuerzauber… Long way fire…” Belum puas, Raquille kembali terbang ke atas, tepat di atas Modolf yang tengah terkapar, lalu kembali melancarkan serangan proyeksi elemen apinya lagi.
“Uakh…” Modolf pun seketika menerima serangan elemen api dari pemuda Elfman itu sampai membuatnya menjerit.
Ketika Modolf telah terkapar dalam keadaan yang lemah setelah menerima serangan Raquille, pemuda Elfman itu datang menghampiri raja Ereise tersebut sambil mengangkat salah satu tangannya yang memancarkan kobaran api, hendak kembali lagi melancarkan serangannya.
“Ukh…” Tiba-tiba Modolf berdiri, dan dengan cepat melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitam, yang langsung diterima oleh Raquille, sampai membuatnya langsung terhempas.
“Lynspel…” Modolf seketika meluncur kemudian melancarkan serangan proyeksi elemen petir ke arah Raquille.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Melihat hal tersebut, Raquille pun langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi.
“Ukh…” Akan tetapi, perisai proyeksi yang diciptakan oleh Raquille tiba-tiba hancur diterjang serangan elemen petir dari Modolf, membuat pemuda Elfman itu pun seketika kembali terhempas.
Raquille perlahan-lahan berdiri kembali dengan menunjukan ekspresi terkejut, merasakan bahwa dirinya nampak menjadi melemah ketika sebelumnya menerima serangan proyeksi energi berwarna hitam dari raja Ereise tersebut.
Disaat Modolf kembali meluncur untuk mendekati Raquille, disaat saat yang bersamaan Morten serta Demesa datang menghalanginya, namun dengan mudah langsung diatasi oleh raja negeri Ereise tersebut dengan melancarkan serangan proyeksi energi sihirnya, menghempaskan Morten dan Demesa sekaligus.
“Lynspel…” Modolf kembali melancarkan serangan proyeksi elemen petir, tetapi bisa dihindari oleh Raquille dengan langsung melompat ke belakang.
“Akh…!” Akan tetapi, serangan proyeksi elemen petir yang dihindari oleh Raquille, sontak meluncur hingga diterima oleh Arn.
Pemuda itu pun sontak terhempas, kemudian terkapar di tanah, dan seketika langsung tak sadarkan diri.
**
Melihat serangan tersebut menyasar pada Arn, Raquille seketika menjadi kesal, dan langsung memunculkan sebuah tongkat sihir yang merupakan senjata suci miliknya.
Raquille melancarkan serangan proyeksi energi, beberapa serangan dalam berbagai elemen alam, namun dengan mudah dapat ditepis oleh Modolf, layaknya pemuda Elfman itu kini tidak memiliki kekuatan yang setara dengan raja Ereise tersebut.
“Haah.. Haah…” Beberapa kali pun serangan yang dilancarkan olehnya dengan mudah dapat ditepis oleh Modolf, membuat dirinya malah perlahan-lahan mulai kewalahan.
**
“Raquille… Keadaan pemuda ini kritis…” Ucap Morten, ketika melihat keadaan dari Arn yang tidak sadarkan diri.
Raquille dengan sigap meluncur mendekati Morten dan Demesa untuk melihat keadaan dari Arn.
“Kita harus segera pergi dari sini… Kau juga sepertinya tidak bisa mengalahkan pria itu,” ucap Demesa.
Mendengar hal tersebut, Raquille pun dengan sigap bergerak menuju jasad Freynile yang tergeletak beberapa kilometer dihadapan mereka.
Namun, Modolf tiba-tiba muncul di depan jasad Freynile, membuat Raquille pun langsung menghentikan langkahnya.
“Kau tidak bisa mengambil perempuan ini… Biarkan tempat ini menjadi kuburannya,” ucap Modolf sambil menunjukan ekspresi menyeringai.