The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 99 - Kekalahan Chrolexius



Tangan-tangan hitam yang dimunculkan oleh Raquille sontak berpindah arah mengincar bayangan Chrolexius yang berada di permukaan.


Saat tangan-tangan tersebut mengikat bayangannya, tiba-tiba pria Geracie itu pun tidak bisa menggerakkan tubuhnya, walaupun masih tetap melayang di atas udara.


“Apa-apaan ini?” Ucap Chrolexius, bertanya-tanya mengapa tangan-tangan hitam tersebut bisa menjerat bayangannya hingga membuatnya tidak bisa bergerak.


“Sekarang waktunya…!” Teriak Raquille, mengisyaratkan kepada Zero agar menyerang pemimpin negeri Geracie tersebut.


“Breaker lightning… Deadly streaks lightning needles…” Saat waktunya telah tepat, dengan sekejap Zero pun muncul dan langsung meluncur ke arah Chrolexius dengan kecepatan tinggi dan seketika melewati pria itu.


Pada waktu yang bersamaan juga, pria itu pun seketika berulang kali disambar oleh petir yang sangat menyilaukan, yang meluncur dengan sekejap dari atas langit.


“Akh…!” Dalam waktu yang cukup panjang pria Geracie itu secara terus-menerus menerima sambaran petir bertegangan tinggi hingga membuatnya menjerit kesakitan.


“Haah… Haah…” Zero pun mendarat di dekat Raquille dengan nafas yang terengah-engah setelah melancarkan serangannya tersebut.


“Aku rasa serangan itu cukup untuk membuatnya kalah,” ucap Zero.


Hingga tak lama kemudian Raquille dan Zero terkejut melihat pemimpin negeri Geracie itu ternyata masih bisa bertahan dan kembali berdiri.


“Sial…” Umpat Raquille dengan kesalnya, mengetahui bahwa ketahanan fisik pria tersebut ternyata lebih kuat dari pemuda itu pikirkan.


Terlihat beberapa bagian dari zirah emas Chrolexius yang sebelumnya hancur akibat beberapa kali menerima sambaran petir yang kuat, kini kembali beregenerasi menjadi utuh lagi.


“Ternyata aku salah… Kurasa kita memang harus melawan pria itu dengan menggunakan kekuatan pelepasan kedua juga,” ucap Raquille, menarik kembali ucapannya yang sebelumnya, saat menyusun rencana dengan Zero untuk mengalahkan Chrolexius.


“Yah, kurasa juga kita harus melawannya dengan kekuatan pelepasan kedua kali ini,” balas Zero yang juga memang sependapat dengan pemuda Elfman itu.


Sontak aura hitam yang memancar dari pemuda itu dalam sekejap menghilang. Dia kembali memunculkan kapaknya lalu berkonsentrasi menarik kekuatan dari dalam senjata sucinya.


Zero pun juga seketika berkonsentrasi menarik kekuatan dari kedua kapak yang dipegangnya untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.


Melihat kedua orang itu akan segera mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka secara bersamaan, Chrolexius pun dengan sekejap menghilang dan muncul tepat di belakang kedua orang itu.


Saking cepatnya pergerakan pria itu hingga membuat Raquille dan Zero baru menyadari bahwa pria itu telah menghilang di hadapan mereka.


“God aura… Deadly superior punches…” Chrolexius langsung melancarkan serangan proyeksi energi emasnya secara bertubi-tubi, yang langsung diterima oleh Raquille dan Zero, dan seketika membuat mereka terhempas.


Masih belum puas dengan serangan yang diluncurkannya, Chrolexius pun dengan cepat bergerak menghampiri mereka. Secara bertubi-tubi lagi pria itu melayangkan serangannya pada Raquille dan Zero hingga kedua orang tersebut tak berdaya dibuatnya.


***


“Orang itu menjadi lebih kuat lagi… Dia bisa membuat tuan Raquille dan tuan Zero menjadi kesulitan.” Di dalam kastil Zitkavena menjadi khawatir melihat kedua World Venerate tersebut tampak sangat kesulitan mengatasi serangan Chrolexius.


Tidak mau melihat kedua World Venerate itu menjadi lebih kesulitan lagi, Zitkavena pun berniat untuk menolong, namun saat perempuan itu akan bergerak Dovian seketika langsung menahan tangannya.


“Kakek, ada apa?” Tanya perempuan itu.


“Apa kau bodoh? Orang itu bukanlah tandinganmu…”


“Aku khawatir jika kau tidak selamat jika berhadapan dengannya,” ucap Dovian, melarang Zitkavena untuk pergi membantu Raquille dan Zero.


“Kakek jika dibiarkan terus, mereka akan dikalahkan… Aku harus pergi untuk membantu mereka,” ucap Zitkavena dengan bersikeras.


“Memangnya apa yang bisa kau lakukan?” Tanya Dovian.


“Apa kau lupa bahwa aku memiliki kekuatan dari makhluk suci? Lagipula aku juga adalah Continent Venerate negeri ini,” jawab Zitkavena, meyakinkan kakeknya.


Mendengar jawaban tersebut, Dovian pun sedikit percaya dan perlahan melepaskan tangannya pada perempuan itu.


“Jangan khawatir, aku pasti tidak akan kenapa-kenapa.”


Zitkavena pun keluar ke balkon kastil dan kemudian terbang ke udara.


***


“Tekhnika ekzortsista… Exterminator light…” Ketika Raquille dan Zero telah terkapar di depan Chrolexius, tiba-tiba Zitkavena datang dan langsung melancarkan sebuah serangan elemen cahaya.


“Nona… Ada apa kau kemari?” Tanya Raquille tampak terkejut melihat perempuan itu datang.


“Jelas saja aku datang untuk membantu…” Jawab Zitkavena.


“Benar sekali, kau kemari untuk membantuku…” Sambung Chrolexius.


“Membantuku agar bisa dengan mudah dapat mengambil kekuatan yang berada dalam dirimu…”


Chrolexius dengan sekejap mata bergerak mendekati Zitkavena dan langsung mencekik leher perempuan itu dengan kuatnya.


Pria Geracie itu merasa senang kini tidak perlu repot-repot pergi mengincar perempuan itu setelah mengalahkan Raquille dan Zero.


“Sial…” Melihat hal tersebut, Raquille beserta Zero seketika berdiri kembali dan berlari, berusaha untuk menghentikan perbuatan Chrolexius pada Zitkavena.


“Kau… Mau kekuatan ini kan…?” Ucap Zitkavena dalam keadaan tercekik.


“Baiklah… Akan kuberikan sekarang…”


Perempuan itu memegang erat tangan Chrolexius yang mencekik lehernya. Tiba-tiba sebuah cahaya berwarna putih memancar dari kedua tangan perempuan itu, bersamaan dengan kedua matanya yang juga memancarkan warna cahaya yang sama.


Entah apa yang terjadi, Chrolexius yang berada dalam wujud pelepasan keduanya, tiba-tiba berubah kembali ke wujudnya semula.


“Uakh…” Dengan kuat Zitkavena menendang pria Geracie itu hingga jatuh berlutut.


*


“Apa-apaan ini? Kenapa aku tidak bisa mengeluarkan kekuatanku?” Chrolexius pun bertanya-tanya dalam hati, mengapa kekuatannya tidak bisa dia keluarkan.


**


Raquille dan Zero pun nampak kebingungan melihat perempuan itu dengan mudah dapat menghajar pemimpin negeri Geracie itu.


“Heh… Entah apa yang terjadi, tapi ini adalah kesempatan yang bagus untuk kita.”


Tidak mau terlalu lama berpikir tentang alasan tersebut, Raquille bersama Zero pun kembali berdiri dan menghampiri pria Geracie itu.


Tanpa pikir panjang, secara bersamaan kedua World Venerate itu langsung menyerang Chrolexius hingga terhempas.


“Akh…!”


Raquille dan Zero meluncur mendekati Chrolexius. Secara bergantian mereka berdua melancarkan serangan tebasan bertubi-tubi hingga membuat pria itu menjerit.


“Elfman axe technique… Whip axe consecutive slashes…”


“Breaker lightning… Twin axes lightning slashes…”


Masih belum puas dengan itu, Raquille mengayunkan kapak yang layaknya sebuah cambuk tersebut secara berulang kali, sedangkan Zero melancarkan serangan tebasan elemen petirnya secara beruntun ke arah Chrolexius.


Hingga beberapa waktu kemudian keduanya secara bergantian melancarkan sebuah serangan yang lebih kuat hingga membuat Chrolexius pun kini terkapar tak berdaya di depan mereka.


“Haah… Akhirnya kita bisa mengalahkannya…” Ucap Raquille.


“Ini juga berkat bantuanmu nona,” lanjut pemuda itu berkata, sambil dia tersenyum pada Zitkavena.


“Sekarang waktunya untuk serangan penutupnya…” Melihat pemimpin negeri Geracie itu masih hidup, Zero pun berniat untuk mengakhirinya.


Terlihat juga Raquille kini sependapat dengan karena tidak mengomentari tentang perkataan pria Calferland itu.


Tidak perlu berlama-lama lagi, Zero mengangkat salah satu kapaknya, mengayunkannya dengan kencang ke arah leher Chrolexius.


“Eh…” Betapa terkejutnya Zero melihat pemimpin negeri Geracie itu tanpa dia sadari telah menghilang di depannya.


Raquille dan Zitkavena yang juga tidak menyadari hal tersebut sontak terkejut. Mereka bertiga kemudian melihat-lihat ke segala arah memastikan keberadaan dari Chrolexius.


“Maaf sekali, aku tidak bisa membiarkan kalian membunuh orang ini.” Tiba-tiba terdengar suara seseorang yang berbicara.