
Salah satu kota yang berada di lembah sungai tersebut, yang dimana diserang oleh Ackerlind dan pasukan Elfman, yang dipimpin olehnya tampak satu per satu mengalahkan para Venerate Fuegonia yang mencoba mempertahankan kota tersebut.
Dengan teknik serangan yang cukup beragam dari para ras Elfman, membuat para Venerate Fuegonia tersudut akibat serangan proyeksi elemen api mereka selalu saja dengan mudah ditangani oleh para ras keturunan campuran tersebut.
**
“Sialan… Mereka terlalu kuat…” Ucap salah satu Venerate Fuegonia, nampak kesulitan menangani serangan yang terus dilancarkan oleh para Elfman.
“Sepertinya kita harus mundur dan mencari pertolongan ke kota Realmton,” sambung Venerate yang lain, menyarankan untuk mundur ke kota Realmton, serta memberitahukan penyerangan pasukan negeri Blueland tersebut.
Tidak mau membuang waktu, beberapa Venerate tersebut sontak setuju dan langsung bergegas meninggalkan kota tersebut, sembari Venerate Fuegonia yang lain terpaksa harus ditinggalkan oleh mereka untuk bertahan melawan pasukan negeri Blueland tersebut.
***
Tak berapa lama kemudian setelah keluar dari dalam kota, tiba-tiba langkah dari para Venerate Fuegonia itu seketika terhenti ketika melihat Ackerlind muncul menghadang jalan mereka ke depan.
“Continent Venerate…” Ucap salah satu dari beberapa Venerate Fuegonia tersebut, melihat Ackerlind muncul di depan mereka semua.
Sambil memegang sebuah pedang yang memancarkan proyeksi energi berwarna biru, Elfman perempuan itu seketika meluncur ke depan hendak menyerang para Venerate tersebut.
Karena tidak punya pilihan, beberapa Venerate Fuegonia itu pun terpaksa harus mengurungkan niat mereka untuk kabur karena merasa sulit untuk bisa lepas dari Elfman perempuan tersebut, yang memiliki tingkatan kekuatan yang lebih besar dibandingkan dengan mereka.
“Akh…” Ketika hendak melancarkan serangan elemen api, salah satu Venerate Fuegonia sontak terhempas dan langsung tak sadarkan diri ketika Ackerlind terlebih dahulu melancarkan serangan proyeksi energi berwarna biru ke arahnya.
“Abwehrzauber… Holy eldritch shield…” Saat Venerate Fuegonia yang lain melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar, Ackerlind dengan sigap mengakses kekuatan sihirnya, menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menangkisnya.
Dengan cepat, Ackerlind mendorong perisai proyeksinya ke depan, hingga menghantam Venerate yang melancarkan serangan elemen api ke arahnya.
Hal tersebut lantas membuat Venerate itu terhempas ke jarak yang cukup jauh, dan sontak langsung terkapar di tanah.
“Akh!” Masih belum puas melancarkan serangan, Ackerlind dalam sekejap meluncur mendekati Venerate tersebut, kemudian melancarkan serangan tebasan proyeksi energi berwarna biru dari pedang senjata sucinya, hingga membuat Venerate itu pun seketika tak sadarkan diri.
Setelah mengalahkan dua Venerate, perhatian Ackerlind kemudian tertuju pada dua Venerate lain yang masih bertahan melawannya.
**
“Sial…” Umpat salah satu Venerate tersebut, tidak menyangka bahwa dua diantara mereka dengan mudahnya dapat dikalahkan oleh Elfman perempuan tersebut.
“Larilah dari sini ke kota Realmton, dan beritahukan segalanya yang kau tahu di tempat ini… Aku akan menangani Elfman itu.” Dia kemudian menyuruh Venerate yang satunya untuk segera bergegas ke kota Realmton, sembari dirinya menahan Elfman perempuan tersebut.
Tidak punya pilihan lain, Venerate yang disuruh untuk kabur lntas langsung bergegas meninggalkan tempat tersebut.
Melihat hal tersebut, Ackerlind dengan sigap langsung meluncur mendekati Venerate tersebut, namun dengan sigap juga Venerate yang hendak menahan Elfman perempuan itu langsung memunculkan sebuah tombak yang merupakan senjata suci miliknya, dan dalam sekejap melancarkan serangan proyeksi hempasan angin yang kuat hingga Ackerlind pun langsung terhempas karena tidak mengira hal tersebut.
Sembari Venerate yang disuruh untuk kabur meninggalkan tempat itu, Venerate yang kini memegang sebuah tombak senjata suci, dengan cepat meluncur ke arah Ackerlind, dan langsung berusaha keras melancarkan serangan terlebih dahulu pada Elfman perempuan itu.
Hal tersebut lantas membuat Ackerlind pun sejenak langsung disudutkan oleh Venerate tersebut.
Akan tetapi keadaan mereka tiba-tiba berbalik kembali ketika Elfman perempuan itu meningkatkan fokusnya, hingga mampu melihat celah dari pergerakan serangan Venerate Fuegonia yang sangat cepat tersebut.
“Ukh…” Venerate itu pun langsung terhempas ke jarak yang cukup jauh, namun dengan sigap bergerak hingga tidak jatuh tersungkur ke tanah.
Walaupun sudah berusaha menyerang Ackerlind menggunakan kekuatan dari senjata suci miliknya, namun kekuatan yang dimiliki oleh Venerate tersebut masih tetap kalah jauh dengan Elfman perempuan itu.
Karena tidak punya pilihan lain, Venerate Fuegonia itu pun mulai berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya, hingga seketika memancarkan hempasan angin yang kuat di sekitarnya.
Melihat hal tersebut, Ackerlind dengan sigap meluncur sambil mengayunkan pedang senjata sucinya untuk berusaha menggagalkan pengaktifan kekuatan pelepasan kedua dari Venerate tersebut.
“I defteri ekdosi…”
Tiba-tiba sebuah hempasan angin yang lebih kuat memancar, hingga langsung membuat Ackerlind pun terhempas ke jarak yang jauh karena tidak kuat menahannya.
Ketika Ackerlind kembali berdiri, Elfman perempuan itu nampak sedikit kebingungan melihat pengaktifan kekuatan dari Venerate Fuegponia tersebut tidak mengalami perubahan wujud, selain tombak senjta suci yang dipegangnya sebelumnya kini telah menghilang.
“Apakah kau gagal mengaktifkan kekuatan pelepasan keduamu?” Tanya Ackerlind penasaran karena tidak melihat perubahan wuujud dari Venerate tersebut seperti kekuatan pelepasan kedua yang para Venerate pada umumnya.
“Kelihatannya memang seperti itu…” Ucap Venerate tersebut, dan seketika mengibaskan salah satu tangannya ke depan.
Merasakan sesuatu, Ackerlind secara langsung melompat ke belakang. Tiba-tiba sebuah serangan tebasan proyeksi elemen angin hampir saja diterima olehnya.
Ketika Elfman perempuan itu menoleh ke depan, tiba-tiba dia terkejut megetahui bahwa Venerate yang berada di depannya sudah menghilang.
Dengan menggunakan refleksnya, Ackerlind sontak menoleh ke arah atas. Seketika Venerate yang menghilang tersebut telah berada di atasnya sambil mengacungkan salah satu tangannya ke arah Ackerlind.
“Ukh…” Dalam sekejap, sebuah serangan dorongan elemen angin yang sangat kuat dilancarkan oleh Venerate tersebut, hingga membuat Ackerlind dengan keras terhentak ke tanah.
Saking kuatnya serangan dorongan angin tersebut, hingga membuat Ackerlind yang kini tersungkur di tanah, tiba-tiba tidak bisa menggerakan tubuhnya.
Beberapa kali pun Elfman perempuan itu mencoba untuk bergerak, namun dia tetap tidak mampu melakukannya karena tekanan dari serangan tersebut jauh lebih kuat dibandingkan dengan kekuatan fisiknya.
“Erdelementzauber…”
Karena tidak tahu harus berbuat apa, Ackerlind seketika mengakses kekuatan sihirnya, yang seketika langsung mengangkat beberapa bongkahan tanah, yang berada diluar jangkauan serangan Venerate tersebut.
Walaupun tidak mampu untuk bergerak, namun Ackerlind mampu untuk mengendalikan bongkahan-bongkahan tanah yang naik ke udara tersebut, hingga meluncur ke arah Venerate itu.
Akan tetapi, dengan mengangkat salah satu tangannya, Venerate tersebut, mampu menciptakan serangan proyeksi tebasan elemen angin, hingga bongkahan-bongkahan tanah tersebut dalam sekejap hancur berkeping-keping.