The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 308 - Menanti sebuah pertarungan



“Haah… Haah… Aku memang sulit melawan teknik ilusi milikmu… Pantas saja kau ditakuti di kawasan ini…” Ucap Khaigidai.


“Hei… Bantu aku berdiri…” Pria itu kemudian memanggil prajurit yang sebelumnya menginformasikan kedatangannya, yang kini tengah berjaga di depan pintu keluar.


Dengan cepat prajurit tersebut masuk ke dalam ruangan tersebut, dan sontak membantu Khaigidai berdiri.


“Aku pergi dulu dewi merak… Tenang saja, perlakuan kasarmu tidak sama sekali membuat rasa sukaku padamu menjadi hilang…” Ucap Khaigidai, masih sempat menggoda Zchaira setelah menerima teknik ilusi yang membuatnya hampir tak berkutik.


Pria itu bersama dengan prajurit yang membantunya kemudian pergi meninggalkan Zchaira dan saudaranya dari ruangan tersebut.


“Menjijikan…” Zchaira lantas memberikan sebuah respon penolakan mendengar ucapan dari pria tersebut yang sangat risih.


Setelah Khaigidai pergi meninggalkan mereka, Zchaira lalu berjalan menghampiri Zaraqiah yang tengah tertidur di kursi panjang. Gadis itu menggendong putrinya, lalu menaruh putrinya tersebut di pangkuannya, agar bisa tidur dalam posisi yang sebelumnya.


Zchaira mengelus-elus kepala Zaraqiah sambil tersenyum, namun dalam benaknya, gadis tersebut sangat merasa sedih ketika mendengar pernyataan dari Khaigidai mengenai putrinya tersebut. Walaupun hal itu nampak benar, tetapi Zchaira tidak sekalipun menganggap Zaraqiah sebagai apa yang dinyatakan oleh Khaigidai, Zchaira juga dengan tulus menyayangi putri angkatnya tersebut layaknya seorang putri kandungnya sendiri.


“Aku merasa bangga melihat kau sangat meyayangi putrimu… Mungkin memang benar bahwa ikatan kalian sebagai ibu dan anak sudah seperti keluarga yang memiliki keterkaitan darah,” ucap Rayvor sambil tersenyum.


Zchaira pun merespon pertanyaan dari saudaranya dengan tersenyum, dimana gadis itu merasa bahwa menjadi ibu dari anak perempuan tersebut sudah menjadi sebuah takdir baginya.


“Aku sebenarnya mengerti apa yang dikatakan oleh Khaigidai sebelumnya memanglah benar, bahwa Zaraqiah kemungkinan besar akan membahayakan orang-orang di sekitarnya... Namun, itu akan terjadi jika saja dia tidak mendapatkan kasih sayang seorang ibu sama seperti pertama kali aku menemuinya...”


“Baiklah kakak... Aku mau membawa Zaraqiah ke kamarnya, setelah itu ayo kita pergi ke kota seberang terlebih dahulu.”


Zchaira pun berdiri dari tempat duduknya sambil menggendong Zaraqiah, lalu pergi meninggalkan saudaranya di ruangan tersebut, pergi untuk membaringkan putrinya tersebut di dalam kamarnya sendiri.


***


Berpindah ke negeri Pavonas, tampak armada pesawat dari pasukan Pavonas yang dipimpin langsung Raquille, kini telah memasuki wilayah Briseria Tenggara dan sebentar lagi hendak sampai di kota Vegoblashchenks, dimana kota tersebut merupakan kota yang telah dikuasai oleh pasukan negeri Tengal.


**


Pada salah satu armada pesawat, terlihat salah satu Venerate Pavonas berada sendirian di salah satu ruangan ruangan pesawat tersebut, nampak sedang memikirkan sesuatu.


“Jadi dia sekarang sudah mengurus seorang putri... Aku tidak menyangka bahwa sudah sedewasa itu, sampai bisa mengurus seorang putri,” gumam Haniwa, membahas mengenai Zchaira yang memang dikenal baik olehnya.


Tiba-tiba Raquille yang ternyata sedang lewat, dan ternyata mendengar pemuda berbicara cara sendiri mengenai gadis yang diketahuinya bernama Everwhite tersebut, sontak masuk ke dalam ruangan tersebut.


“Tuan Haniwa...”


“Eh... Pangeran...” Haniwa lantas terkejut melihat pemuda Elfman itu tiba-tiba datang menghampirinya di ruangan tersebut.


“Tentu saja aku tidak berbohong mengenai usianya...” Jawab Haniwa.


“Kalau begitu sejak perempuan bernama Zchaira itu menjadi World Venerate? Dan apa saja kemampuannya?” Tanya Raquille lagi, ingin mengetahui tentang kemampuan yang dimiliki oleh gadis bernama Zchaira tersebut.


“Sekitar dua tahun yang lalu akademi sihir negeri Lightio digemparkan karena perempuan itu berhasil mencapai tingkatan World Venerate... Sebenarnya semua orang mengetahui bahwa dia memiliki potensi mencapai tingkatan itu, karena sejak masuk ke dalam akademi sihir, tekanan kekuatan yang sering diperlihatkannya selalu menyentuh tingkat World Venerate, walaupun pada akhirnya kembali ke tingkat pada saat itu dirinya berada...”


“Alasan lain mengapa dia bisa bertambah lebih kuat karena Zchaira merupakan seorang perempuan jenius dan berbakat yang mampu menguasai berbagai teknik sihir dalam waktu singkat,” ucap Haniwa, menceritakan mengenai perkembangan Zchaira yang diketahuinya saat masih berada di negeri Lightio.


“Dan alasan utamanya, karena dia memiliki kekuatan kesuburan abadi dari seekor naga kan...” Sambung Raquille, menebak penyebab utama bagaimana Zchaira mampu menjadi kuat dalam waktu singkat.


“Mendengar hal itu aku jadi mengingat bahwa kekuatan itu bukanlah satu-satunya kekuatan makhluk suci yang dimilikinya...”


Raquille sontak terkejut ketika mendengar pernyataan dari Haniwa hingga membuat pemuda Elfman itu lantas menatap dengan tatapan tajam, sambil memasang ekspresi wajah penasaran ingin sekali mengatahui apa saja kekuatan makhluk suci lain yang dimiliki oleh perempuan misterius yang sebelumnya ditemukan olehnya tersebut.


“Apa kekuatan lain yang dimiliki oleh perempuan itu? Dan sebanyak apa?” Raquille pun tidak sabar mendengar penjelasan dari Haniwa karena sangat merasa penasaran dengan hal itu.


“Selain kemampuan dari naga merak dia juga memiliki kemampuan dua makhluk suci lain, namun aku tidak terlalu mengerti apa nama kekuatan itu,” jawab Haniwa.


Pemuda itu lalu sedikit menjelaskan mengenai salah satu kemampuan dari Zchaira, dimana yang pernah disaksikannya, gadis tersebut mengubah penampilannya menyerupai ras Mermaidman yang memiliki tubuh bagian bawah layaknya seekor ikan ketika berada di air, serta kemampuan menggunakan elemen cahaya dalam skala yang besar.


“Penampilan layaknya ras Mermaidman... Mungkin itu adalah wujud hibrida miliknya... Dan kemampuan lain adalah elemen cahaya yah...” Respon Raquille, sontak memasang ekspresi wajah menyeringai karena mengetahui bahwa dirinya bukanlah satu-satunya Venerate yang memiliki lebih dari satu kekuatan makhluk suci.


“Pangeran, aku cukup yakin bahwa Zchaira berbeda dengan World Venerate pada umumnya... Mungkin kau akan sedikit kesusahan jika berhadapan dengannya...” Ucap Haniwa, sedikit memperingati Raquille tentang kemampuan dari Zchaira yang kemungkinan berada pada puncak World Venerate.


“Tenang saja tuan Haniwa aku juga memiliki beberapa kemampuan untuk mengimbanginya...” Balas Raquille, dengan percaya diri mampu melawan Zchaira, serta tidak sabar ingin menanti pertarungan dengan gadis yang mereka bahas.


***


Beberapa saat kemudian, armada pesawat tempur pasukan Pavonas kini telah berada pada beberapa kilometer dari Vegoblashchenks, yang bisa dilihat oleh para pasukan yang berada di dalamnya.


**


“Perhatian semuanya... Kota Vegoblashchenks sudah berada sepuluh kilometer tepat di depan kita...” Ucap seorang prajurit melalui pengeras suara yang berada di seluruh armada pesawat, dan juga dapat di dengar oleh Raquille dan Haniwa.


“Baiklah... Waktunya kita bersiap sekarang karena aku tidak sabar ingin menemui Everwhite si cantik itu...” Ucap Raquille, merasa senang ketika mendengar informasi bahwa mereka akan segera sampai di kota Vegoblashchenks sedikit lagi.


Raquille pun keluar bersama dengan Haniwa dari ruangan tempat mereka berada menuju ke ruangan kontrol yang berada di dalam pesawat mereka.