The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 292 - Venerate Fuegonia yang menghilang akhirnya ditemukan



Raquille lantas terdiam mendengar hal yang dikatakan oleh Jack, dimana pria itu sepertinya tidak memiliki hubungan yang dekat dengan saudaranya yang merupakan salah satu anggota organisasi sebelumnya.


“Jika tidak ada yang ingin kau katakan lagi apa aku bisa pergi sekarang?” Tanya Jack.


“Ada satu hal lagi yang ingin kukatakan kepadamu… Bahwa saudaramu Floroja sebenarnya pada saat itu masih selamat seperti Erissa…”


“Aku tahu itu… Nona Erissa baru saja menceritakan kepadaku bahwa Floroja saat itu tidak sampai dibunuh olehmu…”


“Walaupun mereka semua selamat, jika masuk ke dalam benua tersebut mereka tidak akan bisa mendapatkan tempat yang aman… Bahkan nona Erissa yang kini menjadi pemimpin negeri Pavonas hampir saja menjadi objek percobaan oleh orang-orang benua itu jika saja tidak diselamatkan oleh Rumen Sayruz,” ucap Jack.


“Tapi aku yakin bahwa mereka yang tersisa masih baik-baik saja, termasuk kakakmu… Kita hanya perlu mencari mereka di benua itu…”


“Sudahlah… Hal itu sudah tidak penting lagi…” Jack lantas memotong ucapan Raquille dan langsung meninggalkan pemuda Elfman tersebut.


Raquille nampak kecewa serta merasa bersalah ketika melihat respon Jack yang sebenarnya sudah bisa diperkirakannya tersebut. Walaupun sudah mengubah pandangan orang-orang terhadapnya setelah perang benua Greune berakhir, namun kebencian terhadap perbuatannya sepuluh tahun yang lalu tidak bisa sepenuhnya hilang, terutama untuk orang-orang yang memiliki hubungan dengan rekan-rekan Guardian yang dibantai olehnya.


Raquille pun beranjak dari tempat tersebut untuk menemui kembali Hyphilia dan lain yang sudah terlebih dahulu pergi sebelumnya.


***


Beberapa saat kemudian, Raquille datang menghampiri Hyphilia dan yang lain dengan ekspresi wajah murung karena sebelumnya.


Melihat hal tersebut, Hyphilia lantas mengerti bahwa Jack kemungkinan tidak menerima permintaan maaf Raquille atau hal lain yang bersangkutan dengan itu.


“Ayo kita pergi sekarang…” Ucap Raquille, mengajak semuanya untuk berangkat ke wilayah yang dipimpin oleh Hyphilia.


“Kalau begitu, saya pamit terlebih dahulu wahai tuan-tuan dan nona-nona penyihir dari Blueland,” ucap Haniwa, berpamitan kepada semuanya karena tugasnya mengantar para Venerate dari Blueland untuk berkeliling kastil utama kota Vosmoc telah selesai.


Setelah Haniwa pergi meninggalkan mereka, Raquille dan yang lain pun pergi ke arah yang berbeda menuju ke ruangan sebelumnya tempat pintu-pintu portal ke seluruh wilayah Pavonas berada.


***


Tak lama kemudian, Raquille dan para Venerate yang berasal dari Blueland sampai di ruangan sebelumnya.


Mereka memasuki salah satu pintu portal dimana di atas pintu tersebut terpampang dari wilayah yang mereka tuju bernama Briseria Timur Laut.


**


Setelah melewati pintu portal tersebut mereka tiba di sebuah ruangan, dan disaat yang bersamaan meraka semua merasakan perubahan suhu yang cukup besar di wilayah yang mereka datangi tersebut.


“Kenapa harus sedingin ini kita harus tinggal?” Ucap Arn, sedikit mengeluh karena suhu ditempat tersebut hampir sama persisnya dengan wilayah pulau Whiteland serta pulau utama di negeri Blueland.


Raquille dan yang lain berjalan keluar dari ruangan tersebut hingga sampai di sebuah lorong bangunan.


Sambil berjalan mengikuti lorong tersebut, mereka semua melihat keluar jendela, dimana permukaan halaman luas yang berada diluar bangunan tersebut tertutupi oleh salju yang cukup tebal.


“Haah… Aku merasa bosan jika harus bermain perang bola salju di tempat ini…” Gumam Anhilde.


“Apakah disini ada orang yang tinggal?” Ucap Anhilde, bertanya-tanya sambil kebingungan tidak melihat siapapun selain mereka sendiri.


“Anhilde… Apakah kau tahu bahwa para bangsa Slivan sering memelihara roh-roh astral untuk kepentingan mereka…”


“Apa mungkin bangunan ini merupakan sarang dari para roh-roh astral… Kalau dilihat-lihat wilayah ini kelihatannya memang sulit dihuni oleh manusia karena terlalu dingin,” ucap Asulf, menceritakan hal mengenai bangsa Slivan yang kemungkinan telah dilebih-lebihkan oleh pria tersebut.


“Asulf… Bangunan ini ditinggali oleh seseorang, jika tidak ada yang tinggal disini tidak akan serapih dan bersih seperti ini.” Arn lantas menyangga pernyataan dari saudaranya tersebut dengan menjelaskan mengenai keadaan dari dalam bangunan tempat mereka berada, dimana terlihat jejak-jejak aktivitas manusia dan bukannya roh astral.


Akan tetapi, setelah memndengar penjelasan dari Arn yang memang masuk akal, Hyphilia serta Anhilde lantas lebih percaya dengan hal yang diceritakan oleh Asulf, hingga membuat kedua perempuan itu lantas merasa tegang berada di tempat tersebut.


**


Ketika Raquille dan yang lain sedang berjalan, tampak dari arah belakang terlihat beberapa orang sedang mendekat.


Saat orang-orang yang belum diketahui tersebut semakin dekat, tiba-tiba Hyphilia dan Anhilde lantas merasa tegang.


“Ah…!” Mereka berdua secara bersamaan berteriak ketika terkejut melihat seseorang dari arah belakang yang dikira mereka merupakan hantu.


Tampak seorang pria serta dua orang perempuan datang menemui mereka sambil memasang ekspresi wajah bingung melihat Hyphilia serta Anhilde tiba-tiba berteriak ketakutan.


“Mohon maaf, sepertinya kami mengagetkan kalian…” Ucap sang pria tersebut.


“Kami sebenarnya sudah menunggu kalian dari tadi… Selamat datang di kota Kyacha, para Venerate dari negeri Blueland…” Lanjut pria tersebut sambil menundukkan kepalanya bersama dengan dua perempuan yang bersamanya, menghormati kedatangan Raquille dan yang lain ke kota tersebut.


Para Venerate yang berasal dari negeri Blueland kemudian meresponn sambutan mereka dengan tersenyum, sementara Raquille nampak merasa bahwa pria yang berada di depannya tersebut pernah dilihat sebelumnya.


Raquille perlahan mendekati pria tersebut sambil menatap wajahnya, mencoba mengingat apakah benar bahwa dia memang pernah bertemu dengan pria tersebut sebelumnya.


“Maaf, apakah kita bertemu sebelumnya?” Tanya Raquille, penasaran.


“Sebenarnya kita bertemu di kota Novacurve sebelumnya tuan… Aku adalah salah satu perwakilan dari clan besar Fuegonia ketika menghadiri penobatan tuan Rourke…” Ucap pria itu, yang ternyata merupakan salah satu Venerate Fuegonia yang menjadi perwakilan menghadiri sebuah acara penobatan di kota Novacurve sebelumnya.


Pria itu kemudian menjelaskan kepada Raquille bahwa dia juga sempat menonton turnamen dan memperhatikan Raquille yang pada saat itu menyamar menjadi salah satu peserta.


“Tidak mungkin… Ternyata kau adalah salah satu Venerate yang menghilang selama ini,” ucap Raquille akhirnya mengingat bahwa pria tersebut sempat menerima teknik dari Vampireman dan menghilang entah kemana ketika berada di kota Novacurve.


“Salah satu Venerate Fuegonia, tuan Yugro yang menghilang bersama denganmu tuan bertemu denganku saat berada di negeri Midauz sebelumnya, dan kini dia sudah kembali ke negeri Fuegonia…” Ucap Raquille.


“Ngomong-ngomong tuan… Maaf…”


“Chrol Bluntill…”


“Tuan Chrol… Bagaimana dengan Venerate yang terakhir? Apakah saat kau muncul kemari kau bertemu dengannya?” Tanya Raquille.


Chrol lantas menggelengkan kepalanya karena memang tidak bertemu dengan Venerate terakhir yang masih dicari bersama dengan pria bernama Chrol tersebut.