The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 135 - Pavonas satu-satunya negeri yang tersisa



“Kami juga sangat berterima kasih kepada tuan Elfman yang sudah menyelamatkan kami walaupun kami adalah musuh kalian.” Arvorys berterima kasih dan langsung bersujud di hadapan pemuda Elfman itu.


“Terima kasih tuan Elfman…” Dengan serentak, semua prajurit Graina dalam berbagai tingkatan Venerate mengikuti Arvorys sujud di hadapan Raquille dan para prajurit Midauz.


“Eh… Kenapa kalian seperti ini? Ayo cepat berdiri.” Raquille sedikit terkejut dengan sikap para prajurit Graina dan menyuruh mereka untuk tidak melakukan hal tersebut.


“Kubilang berdiri… Ayo cepat.” Enggan untuk berdiri, Raquille terpaksa menarik pemimpin mereka, Arvorys berdiri agar para prajuritnya pun mengikutinya.


Hal tersebut tidak terjadi, walaupun pemimpin mereka sudah dipaksa oleh Raquille, namun para prajurit Graina tetap bersujud di depannya.


“Urgh… Sudah kubilang… Cepat berdiri!” Teriak Raquille tiba-tiba mengeluarkan tekanan kekuatannya.


Merasakan tekanan kekuatan yang besar para prajurit Graina pun akhirnya kembali menurutinya dengan kembali berdiri.


“Kalau ingin berterima kasih padaku tidak sampai melakukan hal yang tidak berguna seperti itu… Lebih baik kalian mementingkan rekan-rekan kalian yang masih memiliki kesempatan hidup,” ucap Raquille.


“Siap tuan… Akan kami laksanakan.” Para prajurit Graina pun bubar jalan menyisakan beberapa Venerate tingkat atas yang masih belum beranjak dari tempat itu.


“Sudah waktunya aku untuk pergi,” ucap Raquille.


“Anda mau kemana tuan?” Tanya Arvorys.


“Tentu saja mengakhiri perang ini secepatnya… Aku akan pergi membantu pasukan kubuh barat menyerang negeri Pavonas dan Riemic.”


“Kami ikut…” Alyara dan Azouraz sontak maju mendekati Raquille dan mengunjuk diri mereka untuk ikut bersama Raquille menyerang pasukan kubuh timur yang masih tersisa.


“Tunggu… Aku juga ikut.” Yugro pun juga langsung mengunjuk dirinya untuk ikut bersama pemuda Elfman itu.


Ternyata selama ini, Venerate hilang dari Fuegonia itu berhasil selamat setelah masuk ke dalam jangkauan proyeksi energi yang dikeluarkan oleh Raquille, serta membawanya ke dimensi sebelumnya.


“Kubuh timur sekarang hanya tersisa negeri Pavonas saja… Sedangkan untuk negeri Riemic sendiri telah memutuskan untuk membelot ke kubuh barat… Aku belum lama ini mendapatkan informasi dari pasukan Erstleland dan Fuegonia.” Tak berapa lama, Wilrock, Venerate dari Brizora memberitahukan mereka bahwa pasukan Riemic telah membelot ke kubuh barat.


“Negeri Riemic telah berpihak kepada kita?” Ucap Raquille, tidak percaya dengan fakta tersebut.


“Aku sebenarnya kurang percaya, tapi itulah informasi yang kudapatkan,” balas Wilrock.


“Kita searah, aku juga akan membantu pasukan kubuh barat menyerang negeri Pavonas… Lebih baik kita berangkat bersama-sama. Pesawat kami ada di sebelah sana,” lanjut Wilrock menawarkan mereka untuk berangkat bersama sambil menunjuk dimana pesawatnya berada.


“Terima kasih tuan... Aku memang lebih menyukai naik pesawat daripada harus terbang sendiri,” ucap Raquille tersenyum dan langsung menuju tempat dimana pesawat tempur pasukan negeri Brizora berada.


“Haah… Padahal aku hanya menawarkannya saja, tapi ternyata mereka sangat antusias…” Keluh Wilrock melihat Raquille dan yang lain lebih dulu menuju ke pesawatnya.


***


Beberapa saat kemudian, semua orang telah berada di sebuah lapangan udara tempat pesawat-pesawat tempur para pasukan kubuh barat maupun Graina berada.


“Sekali lagi aku mengucapkan terima kasih tuan,” ucap Arvorys.


“Iya-iya, tidak masalah,” balas Raquille yang nampak sudah sangat bosan mendengar ucapan terima kasih para prajurit Graina.


“Tuan Raquille aku sangat meminta maaf karena tidak bisa pergi bersama kalian,” ucap Kyreas.


“Jangan khawatir… Kalian tetap berada disini juga sebagai pasukan bantuan jika kami sedang kesulitan nantinya. Lagipula Venerate Nascunia, Serepusco dan Calferland akan mengantisipasi hal tersebut,” balas Raquille.


“Pasukan Graina juga tidak akan segan-segan untuk membantu kalian, jika kesulitan melawan Pavonas… Kami berjanji,” ucap Arvorys.


Semua pasukan Midauz maupun pasukan Graina sontak tersenyum mendengar pernyataan dari pemuda Elfman itu.


“Baiklah… Ayo kita berangkat.”


Satu per satu pasukan negeri Brizora mulai memasuki pesawat mereka, kemudian dilanjutkan oleh Wilrock, Azouraz, Yugro dan Alyara.


“Raquille… Ayo masuk,” Alyara yang telah berada di dalam pesawat tiba-tiba berhenti memanggil Raquille ketika melihat pemuda itu masih berdiri di luar.


Ternyata Raquille sedang memikirkan sesuatu. Selain memikirkan tentang kedua saudaranya yang akhirnya akan segera diselamatkan olehnya, pemuda Elfman itu nampak sedang memikirkan tentang ekspresi Erissa ketika bertemu dengannya nanti. Raquille ragu untuk menemui Erissa karena merasa sangat bersalah kepadanya sejak kejadian sepuluh tahun silam.


Akan tetapi, Raquille tetap menguatkan tekadnya untuk tetap terus maju sampai berhasil mengalahkan kubuh timur walaupun Erissa yang menjadi lawannya sekalipun.


Pemuda itu pun masuk ke dalam pesawat pasukan negeri Brizora dan kemudian berangkat menuju negeri Pavonas.


Gimoscha, Geracie, Ledyana, Morseli, Graina dan Riemic, negeri-negeri yang berada di pihak kubuh timur sebelumnya, yang beberapa diantara mereka berhasil dikalahkan oleh Raquille dan pasukan lainnya, serta beberapa diantara mereka memutuskan untuk membelot, kini telah berada di dalam kubuh barat.


Tinggal negeri Pavonas, satu-satunya negeri yang tersisa dan menjadi akar masalah dari lahirnya organisasi kubuh timur.


***


Lalu di negeri Pavonas, beberapa kilometer dari sebuah kota yang bernama Vinks, tampak armada pesawat tempur dari pasukan negeri Frieden akhirnya bisa mencapai negeri Pavonas.


Sebelumnya negeri Frieden telah berhasil menyerang dan kembali mengambil alih sebagian wilayah mereka yang diduduki oleh pasukan Pavonas.


Pasukan Frieden sebenarnya mampu menang dengan telak karena semua Venerate tingkat atas Pavonas tidak berada pada wilayah penyerangan mereka sebelumnya.


Semua Venerate tingkat atas Pavonas sudah memperkirakan penyerangan pasukan Frieden dan tidak bermaksud memecah kekuatan mereka agar bisa menyerang pasukan musuh itu dengan maksimal.


***


“Mereka datang…” Tampak salah satu World Venerate Pavonas, Gazou telah bersiap menanti kedatangan pasukan Frieden.


Bersama dengan tiga World Venerate, dua puluh lima Continent Venerate, serta ribuan pasukan Venerate Pavonas juga siap bertarung dengan pasukan musuh yang datang dari arah depan mereka.


***


“Serang mereka…”


Geonard, raja negeri Frieden yang turun langsung ke medan perang memerintahkan para pengendali pesawat tempur untuk menyerang.


Sontak serangan proyeksi energi secara bersamaan dilancarkan oleh beberapa pesawat tempur mengarah pada pasukan Pavonas.


“Tekhnika ekzortsista… Holy shield protector…” Dengan serentak, dua puluh lima Continent Venerate Pavonas maju membentuk sebuah formasi, menciptakan sebuah perisai dari gabungan proyeksi energi mereka.


Serangan yang diluncurkan oleh armada pesawat tempur Frieden seakan-akan percuma saja, tidak bisa menembus pertahanan yang sangat kokoh dari kedua puluh lima Continent Venerate tersebut.


**


Hal itu langsung memancing Frodor Niarru, putra mahkota kerajaan Frieden maju menyerang bersama salah satu World Venerate Frieden.


Mereka dalam sekejap mengayunkan senjata suci mereka masing-masing melancarkan sebuah serangan proyeksi yang kuat hingga menghancurkan perisai para Continent Venerate Pavonas dengan mudahnya.


“Heilige windprojektion… Todlicher wirbelwind…” Frodor Niarru melancarkan serangan elemen angin membuat semua Continent Venerate dalam sekajap langsung terhempas ke segala arah.