
“Ukh…” Raquille dengan keras menghantam dinding yang berada di ruangan itu.
Akan tetapi, serangan tersebut tidak membuatnya terluka sedikitpun. Pemuda itu tampak lebih bersemangat lagi untuk melawan semua Venerate Graina.
Raquille tiba-tiba memisahkan dua pedangnya hingga memancarkan tekanan kekuatan besar yang sontak mengguncangkan seluruh isi ruangan itu.
“Baiklah, ayo maju kemari… Sekarang akan lebih menarik lagi,” ucap pemuda Elfman itu kembali menantang semua Venerate tingkat atas Graina ada.
“Tunggu dulu tuan Raquille…” Namun, hal tersebut tiba-tiba langsung dihalangi oleh Azouraz.
“Ada apa?” Tanya Raquille, kebingungan.
“Aku tahu kau bisa mengalahkan mereka semua, tapi kau harus melihat disekitarmu… Jika benda-benda ini meledak, maka bukan hanya kita, orang-orang yang tidak bersalah diluar juga akan terkena dampaknya,” jawab Azouraz.
“Bagaimanapun juga kau harus mencari bantuan terlebih dahulu… Biarkan aku yang menghalangi mereka, kau cepatlah pergi dari sini…” lanjut Azouraz.
“Tapi…”
“Jangan khawatir, mereka tidak akan membunuhku dan putri Alyara… Pergilah ke arah barat menuju negeri Midauz dan beri tahu kepada mereka tentang apa yang kau lihat.”
Raquille pun paham dengan ucapan Azouraz. Pemuda itu pun terpaksa pergi melarikan diri sembari Azouraz menahan semua Venerate Graina.
“Feuerzauber… Spiral spin fire…” Raquille mengeluarkan serangan elemen api menghancurkan dinding ruangan itu agar dia bisa keluar dari dalam bangunan tersebut.
“Tekhnika ekzortsista… Soul binder seal…”
“Akh…” Tiba-tiba Arvhen muncul dan langsung melancarkan sebuah serangan.
Masih bertahan dengan serangan tersebut, Raquille sontak melancarkan serangan balasan hingga pria itu pun terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Kesempatan itu pun dimanfaatkan oleh Raquille dengan langsung terbang dalam kecepatan penuh meninggalkan kota Lynerbyich menuju ke arah yang dikatakan oleh Azouraz sebelumnya.
**
“Sial… Baru kali ini serangan itu tidak bisa ditahan… Seberapa kuat sebenarnya dia?” Arvhen yang terkapar setelah mendapatkan serangan dari Raquille, nampak kebingungan melihat serangannya tidak berpengaruh pada pemuda Elfman itu.
–15 Juli 3029–
Tak terasa matahari pun kembali terbit. Raquille yang sejak semalam pergi melarikan dari negeri Graina akhirnya berhasil masuk ke wilayah negeri Midauz.
Pemuda itu sadar bahwa energinya terkuras lebih banyak dan membuat kecepatan terbangnya menjadi lebih lambat akibat menerima serangan dari Arvhen semalam tadi.
Merasa tidak kuat lagi untuk terbang, Raquille pun turun dan kemudian berjalan dengan normal.
Dia merasakan hawa tubuhnya tiba-tiba menjadi dingin padahal yang sebenarnya seorang ras Elfman memiliki ketahanan yang lebih kuat pada suhu rendah dibanding yang lain.
**
Disaat pemuda itu berjalan memasuki wilayah Midauz, dari jauh tampak beberapa orang sedang memperhatikannya.
“Ada yang mendekat,” ucap salah satu dari mereka memberikan informasi tentang kedatangan Raquille melalui sebuah alat komunikasi.
**
“Eh…” Raquille tiba-tiba terhenti ketika dirinya disergap oleh sekelompok prajurit Midauz.
“Berhenti disitu, kau berasal dari Graina. Apa maumu datang ke negeri kami?” Tanya salah satu diantara mereka.
“Tunggu… Kalian semua salah paham aku bukanlah musuh. Sebenarnya…”
Belum sempat menyelesaikan penjelasannya, tiba-tiba para prajurit itu langsung melancarkan serangan kepadanya.
Raquille dengan sigap bergerak menghindari setiap serangan yang ditujukan kepadanya.
“Ukh…” Entah apa yang terjadi padanya, penglihatannya tiba-tiba menjadi buram, membuatnya pun tidak dapat menghindari serangan para prajurit itu hingga terkapar di tanah.
“Jangan menyerangnya, aku mengenal orang ini.” Ternyata orang berusaha menghentikan para prajurit Midauz adalah Yugro Twistbead, salah satu perwakilan clan besar Fuegonia yang sebelumnya menghilang akibat teknik dari Vampireman bernama Joker.
“Kau Laventille… Maksudku Raquille kan, yang menjadi peserta turnamen Venerate?”
“Iya… Kau juga bukankah adalah salah satu perwakilan clan Fuegonia waktu itu?” Raquille kemudian melihat pria itu dan langsung mengenalinya.
“Apa kau yakin dia bukan musuh kita tuan Yugro?” Tanya salah satu prajurit Midauz.
“Dia adalah prajurit Fuegonia… Jangan khawatir, dia sebenarnya adalah saudara dari gubernur letnan jendral kami.” Yugro kemudian membantu Raquille berdiri dan kemudian menjelaskan bahwa pemuda Elfman bukanlah bagian dari Graina ataupun musuh negeri Midauz.
Setelah para prajurit Midauz yakin, mereka pun lalu meninggalkan tempat itu.
***
Tak berapa lama mereka lalu menuju ke suatu tempat dengan menggunakan beberapa kendaraan.
“Sebelumnya aku bersama dengan Venerate negeri Morseli serta negeri Ledyana akan melakukan sebuah misi, namun kami gagal karena diketahui oleh pemimpin mereka…”
“Aku terpaksa harus pergi melarikan diri agar bisa memberikan informasi yang sangat besar pada kubuh barat.” Raquille yang duduk di dalam kendaraan bersama Yugro kemudian menjelaskan mengapa dirinya bisa berada di dalam negeri Graina.
“Memangnya apa misi kalian?” Tanya Yugro.
“Kami berencana ingin menyegel senjata yang dikatakan oleh pemimpin Pavonas sebelumnya, yang ternyata merupakan hulu ledak yang terbuat dari kristal berpijar.”
Semua orang yang berada di kendaraan tersebut seketika terkejut mendengar pernyataan dari Raquille. Begitu juga dengan Yugro yang memang sangat mengetahui tentang benda tersebut.
“Kristal berpijar… Mereka pasti mendapatkannya dua belas tahun yang lalu di wilayah Akalsa…”
“Ini tidak bisa dibiarkan. Kita harus segera menemui para pemimpin Midauz secepatnya,” ucap salah satu prajurit Midauz yang berada di dalam kendaraan.
Sontak pengemudi yang mengendarai kendaraan tersebut langsung menancap gas untuk segera melaporkan apa yang mereka dengar sebelumnya.
“Hubungi para World Venerate dan Continent Venerate untuk berkumpul di kota Ennavi. Dan katakan bahwa ini adalah informasi yang sangat penting.”
***
Setelah menempuh jarak yang cukup jauh, kendaraan-kendaraan yang sebelumnya akhirnya sampai di kota Ennavi, salah satu kota pusat di negeri Midauz.
Para prajurit Midauz dengan cepat turun dari kendaraan dan mengawal Raquille menuju ke sebuah kastil.
***
Setelah masuk di dalam kastil tersebut, Raquille bertemu dengan para Venerate tingkat atas negeri Midauz, termasuk dua Venerate yang pernah ditemuinya sewaktu pertemuan organisasi GANCO di kota Nerbil.
“Kau kan Venerate dari Fuegonia itu?” Venerate yang bernama Rostyana seketika mengenali Raquille yang ditemuinya di ibukota negeri Frieden.
“Iya nona… Aku kemari ingin memberitahukan hal yang sangat penting tentang ancaman yang dikatakan oleh pemimpin Pavonas sebelumnya.”
“Aku mengerti… Tahan dulu, sebelum dua World Venerate kami sampai kemari,” ucap Venerate bernama Rostyana itu menyuruh Raquille untuk menunggu agar semua Venerate tingkat atas Midauz bisa mendengarnya.
***
“Kyreas Waisnner, ketua dewan federal Midauz memasuki ruangan.” Tak berapa lama, prajurit yang berada di luar ruangan seketika menginformasikan kedatangan pemimpin negeri Midauz.
“Egata Grelova, wakil ketua dewan federal Midauz memasuki ruangan.” Kemudian pemimpin Midauz yang lainnya juga masuk ke ruangan itu, yang ternyata merupakan Egata, Venerate yang pernah menjadi bagian negeri Graina.
“Apa yang terjadi? Aku mendapatkan panggilan bahwa kita mendapatkan informasi yang sangat penting,” Tanya Egata.
“Iya, orang ini akan mengatakannya,” ucap Rostyana, menunjuk Raquille.
“Kalau begitu, kalian semua dengarkan aku… Ancaman yang dikatakan sebelumnya memanglah nyata karena aku sudah melihatnya langsung setelah memasuki negeri Graina,” ucap Raquille.