
“Wah... Wah... Sepertinya kalian sudah terlebih dahulu sampai di tempat ini,” ucap Cadhan sambil memasang ekspresi senyuman di wajahnya, nampak senang bertemu dengan pasukan Brizora di tempat itu.
“Tentu saja, karena ini masih menjadi wilayah kami... Seharusnya kalian yang sadar diri bahwa sudah seenaknya memasuki wilayah negeri lain,” balas Magelline.
“Kalau begitu, kami meminta ijin untuk mengambil cawan yang berada pada pulau ini, wahai nyonya Magelline,” ucap Cadhan dengan nada suara sopan, namun menunjukkan ekspresi senyuman menyeringai di wajahnya tersebut.
“Maaf, tapi aku tetap tidak akan mengijinkannya karena kalian sudah beberapa kali masuk ke negeri orang... Lebih baik kalian pergi dari tempat ini, sebelum aku memaksanya dengan cara kasar.” Namun, Magelline tidak memperdulikan ucapan sopan dari perdana menteri Ierua itu, dan langsung menyuruh mereka semua untuk angkat kaki dari wilayah negeri Brizora tersebut.
“Sayang sekali, padahal kami datang kemari dengan damai... Kalau kalian mau mengusir kami, maka lakukanlah sebisa kalian, karena sepertinya Venerate tingkat atas hanya kalian berdua,” ucap Cadhan.
**
“Wilrock, apa kau siap melawan mereka?” Tanya Magelline kepada Wilrock dengan suara sedikit berbisik, mengenai kesiapan dari pria itu.
“Mau bagaimana lagi? Aku juga tidak tahu kalau Venerate tingkat atas Ierua akan datang sebanyak ini...” Wilrock pun lantas tidak bisa menolak, karena mau tidak mau dirinya bersama Magelline tetap harus melawan pasukan Ierua, khususnya para Venerate tingkat atas diantara mereka.
“Tapi nyonya Magelline, tenang saja... Karena sepertinya tuan muda Folvest bersama Guilmus dan Reminel akan segera datang kemari... Aku juga sempat mendengar bahwa tuan Raquille bersama Venerate lain dari Blueland juga akan berkumpul di pulau ini setelah mereka berhasil mengumpulkan harta karun yang berada di wilayah utara,” lanjut Wilrock berkata, meyakinkan kepada Magelline agar dia tidak perlu terlalu takut karena Folvest, Raquille, serta Venerate yang lain akan segera datang untuk membantu mereka.
“Setidaknya hal itu bisa membuatku sedikit legah, karena jika kita dikalahkan mereka pasti akan segera menyerang balik pasukan itu...” Respon Magelline.
Magelline serta Wilrock kemudian memunculkan senjata mereka masing-masing, dimana Magelline memunculkan sebuah tongkat sihir sebagai Venerate penyihir, sedangkan Wilrock memunculkan sebuah pedang sebagai Venerate bertipe kesatria.
Dua Venerate tingkat atas Brizora itu kemudian meluncur lebih dulu dari pasukan mereka menuju ke arah pasukan Ierua yang berada di depan.
**
“Aisling, kau lawan World Venerate itu... Sementara yang lain lawan Continent Venerate yang satunya,” Ucap Cadhan, memberi perintah kepada Aisling dan para Continent Venerate Ierua yang datang bersamanya.
Mendengar perintah dari perdana menteri mereka, tiga dari enam Continent Venerate Ierua seketika memunculkan senjata suci mereka masing-masing yang terdiri dari dua pengguna pedang dan satu pengguna tombak.
Tiga Continent Venerate tersebut langsung meluncur ke arah Wilrock untuk menyerangnya, sementara tiga Continent Venerate Ierua lain, termasuk putri mahkota mereka, Hazelise, masih tetap menunggu.
“Aisling, apa yang kau lakukan? Cepat lawan penyihir yang mendekat kemari.” Melihat Aisling masih berdiam diri, Cadhan pun langsung kembali memerintahkan putrinya tersebut untuk maju.
“Tidak, aku tidak mau bertarung untuk sekarang... Lagipula aku bukan tandingan dari penyihir itu.” Namun Aisling langsung menolak perintah ayahnya tersebut dengan beralasan bahwa dirinya bukan tandingan Magelline, yang padahal dirinya setarah dengan perdana menteri Brizora tersebut.
“Haah... Dasar...” Tidak mau berlama-lama sembari Magelline terus meluncur ke arah mereka, Cadhan pun langsung memunculkan tombak senjata suci miliknya dan seketika meluncur untuk melawan perdana menteri Brizora itu.
Cadhan mendekati Magelline kemudian saling menabrakan tombaknya bersama dengan tongkat sihir dari Magelline, hingga menciptakan sebuah hempasan angin yang kencang.
Kedua World Venerate itu kemudian saling beradu serangan proyeksi secara bergantian, dimana Cadhan melancarkan serangan proyeksi energi, sementara Magelline melancarkan serangan proyeksi dalam beberapa elemen.
Serangan yang mereka lancarkan secara bergantian, terus saja ditepis, dihindari serta ditahan oleh mereka masing-masing satu sama lain.
***
“Hei, hati-hati…” Wilrock pun langsung mengeluh ketika hampir saja menerima serangan langsung dari ayunan pedang salah satu Continent Venerate Ierua.
“Uwaah…!” Disaat yang bersamaan, pria Brizora itu pun hampir saja mendapatkan serangan ayunan pedang dari Continent Venerate Ierua yang lain.
“Ukh…” Dan akhirnya pada serangan yang ketika, Wilrock akhirnya terhempas ketika menerima serangan dari Continent Venerate pengguna tombak, walaupun sempat menangkis menggunakan pedang senjata sucinya.
Ketika Wilrock tersungkur, tiga Continent Venerate yang berhadapan dengannya, seketika melancarkan serangan secara bersamaan, namun untungnya, pria Brizora itu dengan sigap langsung memutar tubuhnya sambil kembali berdiri, menghindari serangan tersebut.
“Holy flame strike… Wheel of death…” Tidak mempunyai pilihan lain, Wilrock seketika melancarkan serangan roda api yang berpotensi bisa meluncur ke arah pasukannya sendiri serta Magelline yang sedang bertarung melawan Cadhan.
“Akh…” Akibat berada di depan roda api tersebut, ketiga Continent Venerate itu lantas terhempas ke jarak yang cukup jauh. Setelah menghempaskan para Continent Venerate Ierua, untung saja roda api itu meluncur ke arah para pasukan Ierua.
“Ah…!” Melihat serangan tersebut, Hazelise dengan sigap melompat ke arah Aisling, hingga langsung memeluk perempuan itu untuk menghindar.
Sembari dua Continent Venerate yang berada di samping putri Eirua Ierua itu dengan santainya bergerak menghindar karena mengetahui arah pergerakan yang tak tentu dari roda api tersebut.
“Uakh…!” Akan tetapi, beberapa prajurit Venerate Ierua seketika diterjang oleh roda api tersebut, karena tidak mengiranya.
***
Kembali pada Wilrock, dimana pria Brizora itu lagi-lagi dibuat kesulitan karena tiga Continent Venerate yang dihempaskan olehnya sebelumnya seketika kembali untuk menyerangnya secara bergantian.
“Akh…!” Karena tidak mampu menangani tiga Continent Venerate sekaligus, Wilrock pun seketika menerima serangan beruntun dari mereka hingga membuatnya terkapar dengan keadaan lemah.
“Ukh…” Ketika akan mengakhiri Wilrock, salah satu Continent Venerate Ierua yang menggunakan tombak seketika menerima serangan ayunan kapak dari Haltryg yang tiba-tiba saja muncul di depannya sampai terhempas.
“Akh…” Dalam waktu yang bersamaan, Continent Venerate Pavonas yaitu Jack dan Sciath pun muncul dan langsung menyerang dua Continent Venerate Ierua yang lain hingga terhempas.
“Kau baik-baik saja tuan Wilrock,” ucap Jack, sambil membantu Venerate Brizora itu berdiri.
“Terima kasih sudah membantu… Ternyata kalian datang lebih cepat dari perkiraanku,” respon Wilrock.
***
Disaat yang bersamaan Phyton muncul tepat di depan Aisling ibunya hingga membuat perempuan itu pun terkejut.
“Phyton…” Ucap Aisling, terkejut melihat pemuda yang merupakan putranya tersebut.
Selanjutnya, Raquille pun bersama dengan Hyphilia muncul menyusul pemua tersebut.
“Hai kakak ipar…” Ucap Raquille, menyapa Aisling.