
“Raquille, dan Tuan Elfman, ayo mendekat… Kita akan langsung pergi ke kota Vosmoc. Aku sebelumnya pernah menandai tempat yang berada di dekatnya,” ucap Alyara, menyuruh dua bersaudara itu untuk mendekat agar mereka bisa masuk ke dalam jangkauan tekniknya.
“Eh… Maaf kalian terlalu dekat.” Alyara merasa tidak nyaman ketika dua Elfman salah terlalu dekat dengannya.
Mereka tampak salah paham dengan ucapan Alyara yang sebenarnya menyuruh mereka agar tidak terlalu jauh darinya.
“Eh, maaf-maaf… Aku sudah salah paham,” ucap Aguirre sedikit menjauh.
“Maaf tuan putri, tapi sebelumnya kupikir kau menyuruhku untuk memelukmu.” Begitu juga dengan Raquille, melakukan hal yang sama seperti Aguirre walaupun sedikit mengeluarkan kata-kata gurauannya.
Alyara kemudian sejenak berkonsentrasi untuk menggunakan tekniknya.
“Tekhnika ekzortsista… Possession room switch…” Dalam sekejap putri Morseli itu bersama dengan dua Elfman tersebut menghilang digantikan oleh seekor kuda.
“Aneh sekali… Kenapa dia menandai seekor kuda,” ucap Azouraz, nampak bingung melihat mereka berganti tempat dengan seekor kuda yang berada di kota Vosmoc.
***
Raquille dan yang lain pun muncul di dalam sebuah kandang kuda. Mereka perlahan keluar lalu berpapasan dengan seseorang yang berada di luar.
“Siapa kalian?” Tanya orang itu, terkejut melihat tiga yang asing baginya muncul di dalam kandang kuda.
“Maaf tuan sudah mengorbankan satu kudamu… Kalau begitu ambil ini sebagai gantinya.” Alyara meminta maaf lalu mengambil melepas sebuah gelang permata dan memberikannya kepada orang itu.
“Lebih baik kau pergi dari tempat ini karena kami bukanlah orang baik,” ucap Alyara dengan ekspresi mengancam, memperingati orang itu untuk pergi.
Akan tetapi, orang tersebut hanya bingung dengan ucapan Alyara. Dia berpikir mengapa seorang gadis cantik dan tidak sama sekali memiliki tampang jahat tersebut harus ditakuti olehnya.
Tidak berhasil dengan gertakan tersebut, Alyara lantas menatap Aguirre dan memberikan kode untuk menakuti orang itu karena pria Elfman itu memiliki postur yang lebih besar dibandingkan dengan mereka.
“Hei pak tua, lebih baik kau pergi sekarang. Atau kupatahkan lehermu,” ucap Aguirre, mengancam orang itu, walaupun sebenarnya kesal harus melakukan hal konyol seperti tersebut.
Karena melihat ekspresi Aguirre yang sangat meyakinkan, orang itu tanpa pikir panjang melarikan diri meninggalkan kandang kudanya.
“Baiklah, waktunya kita pergi menuju ke kota itu,” ucap Alyara menunjuk ibukota Pavonas yang berada di depan mereka.
***
Kembali ke kota Vinks, dimana masing-masing dari empat orang itu memunculkan senjata suci mereka. Cyffredinol memunculkan sebuah busur panah, sedangkan Achilles dan Willrock memunculkan sebuah pedang.
“Dimana senjata sucimu?” Tanya Cyffredinol, melihat Azouraz masih belum kunjung memunculkan senjata sucinya.
“Tenang saja, senjataku sudah kusiapkan sebelum kalian,” jawab Azouraz, mengangkat salah satu tangannya, menunjukan sebuah gelang perak yang dipakainya.
Setelah Azouraz menunjukan senjata sucinya yang merupakan sebuah gelang, keempat orang itu kemudian secara bersamaan berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka.
Dalam sekejap proyeksi energi yang keluar dari senjata suci keluar dan menyelimuti tubuh mereka masing-masing.
“I defteri ekdosi… Vargry the spring dawn…”
“I defteri ekdosi… Schmerzat the greatest Geracian warriros…”
“I defteri ekdosi… Angmore the holy red knight…”
“I defteri ekdosi… Agasra the white astral creature…”
Lalu perubahan wujud pelepasan kedua milik Achilles, dimana rambut pria Elfman itu yang sebelumnya bewarna putih kini berubah menjadi emas. Tubuhnya telah dilapisi zirah berwarna emas selain di bagian kepala, dengan jubah berwarna merah yang berkibar-kibar ditiup angin. Tidak lupa sebuah tombak serta perisai emas yang kini dipegang di kedua tangannya.
Berbeda dengan wujud pelepasan kedua milik Wilrock, dimana seluruh tubuh pria itu dilapisi zirah berwarna putih dengan aksen kain berwarna merah, serta memegang sebuah pedang yang terus berkobar.
Sedangkan wujud pelepasan kedua milik Azouraz tidak menampakan perubahan wujud pada penampilannya, namun pria Ledyana itu terlihat berada di dalam sesosok makhluk astral dengan berukuran empat sampai lima kali lebih besar dibandingkan dengannya.
“Kalau begitu, kalian bertiga urus pertarungan jarak dekat,” ucap Cyffredinol kepada tiga rekannya lalu meluncur mengambil tempat yang aman untuk bisa menggunakan kekuatannya secara leluasa.
***
Tanpa tangung-tangung, Cyffredinol pergi ke tempat yang jauh berkilo-kilometer dari tempat titik mereka berada sebelumnya.
***
Setelah semuanya selesai dengan persiapan mereka, kini Gazou kembali dan bersiap untuk berhadapan dengan empat Continent Venerate yang telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua.
“Hmph… Apa kalian yakin bisa…” Belum saja menyelesaikan ucapan yang nampak merendahkan ketiga Continent Venerate tersebut, seketika Achilles bergerak dan langsung mengayunkan tombaknya yang telah dilapisi oleh proyeksi energi berwarna merah hingga pria Pavonas itu pun terhempas.
Selanjutnya Wilrock bergerak dan langsung mengayunkan pedangnya hingga menciptakan sebuah kobaran api yang sangat besar, kembali menghempaskan pria Pavonas itu.
Tidak terima dengan dua serangan kejut itu, Gazou pun menjadi geram, pria itu dalam sekejap melancarkan dua serangan elemen petir dari kedua tangannya ke arah Achilles dan Cyffredinol.
Akan tetapi, Azouraz yang telah dilapisi oleh makhluk astralnya langsung menahan kedua serangan itu sekaligus.
Makhluk astralnya menyerap serangan elemen petir tersebut lalu melancarkannya kembali ke arah Gazou.
Karena merupakan elemen alaminya, serangan yang diluncurkan kembali kepadanya tidak membuat pria kenapa-kenapa. Dia kemudian memasang ekspresi menyeringai kepada tiga Continent Venerate tersebut.
Dalam sekejap Gazou meluncur dan tiba di depan Azouraz sambil hendak melancarkan serangan elemen petir kembali.
Dengan sigap, Achilles bergerak menepis tangan pria Pavonas itu menggunakan perisai emasnya yang telah dilapisi proyeksi energi berwarna hingga serangan petir tersebut meluncur ke atas.
Tidak sampai disitu, Wilrock juga meluncur ke arah Gazou lalu mengayunkan pedang berapinya, hingga Gazou pun kembali terhempas.
Dengan cepat Achilles dan Wilrock meluncur mendekati Gazou hendak menyerangnya lagi.
Melihat hal tersebut, Gazou menyeimbangkan kembali tubuhnya lalu menahan serangan dua Continent Venerate itu secara bersamaan.
Mereka pun kemudian saling memamerkan kemampuan bertarung jarak dekat mereka.
Dengan kemampuan serta kerja sama dari Achilles dan Wilrock, mereka mampu menyeimbangkan kemampuan bertarung dari Gazou yang tampak sangat lincah.
Beberapa kali Achilles dan Wilrock menabrakkan serangan mereka dengan serangan yang diluncurkan oleh Gazou hingga menciptakan ledakan yang besar. Pancaran petir, kobaran serta energi berwarna merah tidak pun tidak henti-hentinya tercipta saat serangan mereka terus saja saling bertabrakan.
***
Berkilo-kilo meter dari tempat mereka bertarung, tampak Cyffredinol telah bersiap meluncurkan sebuah serangan proyeksi dari busur panahnya.
Ketika serangan tersebut diluncurkan olehnya, dalam sekejap serangan tersebut langsung menghantam Gazou hingga terhempas.
***
“Apa? Ada satu orang lagi?” Ucap Gazou, terkejut setelah mendapatkan serangan kejut dari Cyffredinol.