The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 161 - Kemenangan kubuh barat



“Kurasa kau harus bersiap menerima hal ke depan setelah menjadi pemimpin negeri ini… Karena walaupun kau akan mengubah negeri ini menjadi lebih baik lagi, tapi negeri-negeri yang pernah berkonflik dengan Pavonas mungkin akan tetap membenci kalian,” ucap Raquille.


“Yah bisa dibilang bahwa itu benar, karena salah satu negeri yang membenci Pavonas adalah Fuegonia,” sambung Aguirre.


Mendengar pernyataan dari Aguirre, ekspresi dari Erissa pun menjadi serius karena mengetahui bahwa pria Elfman yang berada di depannya itu merupakan salah satu pemimpin negeri Fuegonia, walaupun sebenarnya berasal dari negeri lain.


“Tapi tenang saja… Anggap saja kali ini kita sedang berdamai, namun jika kita bertemu kembali kita akan menjadi musuh, biarpun Pavonas akhirnya akan masuk ke organisasi GANCO,” ucap Aguirre.


Erissa menjadi sedikit lega mendengar pernyataan dari Aguirre karena bagaimanapun juga walaupun mereka memiliki tingkatan Venerate yang setara, tetapi Erissa merasa kemungkinan tidak akan mampu menang melawan pria Elfman itu jika mereka bertarung.


***


Kembali ke kota Vinks, dimana kubuh barat kini telah berhasil mengalahkan semua pasukan negeri Pavonas tanpa tersisa lagi. Dengan aliansi dari empat negeri, kubuh barat akhirnya mampu mengalahkan negeri anggota kubuh timur yang terakhir serta yang terkuat tersebut.


Para Continent Venerate kubuh barat, termasuk Achilles dan Cyffredinol di dalamnya juga terlihat telah mengalahkan kedua puluh lima Continent Venerate Pavonas yang sebelumnya dilawan oleh mereka.


Para prajurit kubuh barat pun bersorak akhirnya bisa menundukkan kubuh timur yang menjadi pemicu peperangan sejak beberapa tahun yang lalu.


***


Masih di kota tersebut, dimana keenam World Venerate yang semuanya telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua mereka akhirnya berhasil mengalahkan makhluk suci berwujud manusia yang mereka lawan tersebut.


“Aku tidak menyangka, ternyata kalian bisa mengalahkanku setelah menggabungkan kekuatan kalian,” ucap makhluk suci tersebut dengan keadaan yang lemah.


Perlahan-lahan makhluk suci itu mulai berubah menjadi butiran-butiran cahaya. Makhluk suci tersebut disaat-saat terakhir tiba-tiba mengingat memori masa lalunya, dimana dia pernah bertemu dengan seorang anak laki-laki yang tidak lain merupakan Rumen Sayruz, yang pada saat itu masih berusia muda.


Makhluk suci yang merupakan penguasa di sebuah hutan yang luas, di wilayah negeri Pavonas dan sangat ditakuti oleh para Venerate negeri tersebut dengan mudah di dekati oleh Rumen tanpa merasa takut sedikitpun.


Ketika bertahun-tahun kemudian saat Rumen menjadi pemimpin agung negeri Pavonas, sang makhluk suci tersebut mengikuti pria itu ke kota Vosmoc dan menjadi salah satu prajurit World Venerate Pavonas.


Selama hidupnya, makhluk suci tersebut sangat mempercayai Rumen karena pria itu tidak sekalipun menganggapnya sebagai sebuah ancaman. Rumen bahkan menganggap makhluk suci tersebut sebagai satu-satunya sahabatnya yang sudah dikenal Rumen sejak dia masih berusia muda.


“Rumen… Kurasa sampai disini saja…” Ucap sang makhluk suci kemudian sepenuhnya berubah menjadi butiran-butiran cahaya, terbang ke langit dan lenyap.


Keenam World Venerate pun merasa lega dan sontak kembali ke wujud mereka semula setelah benar-benar mengalahkan makhluk suci tersebut.


“Haah… Sialan, akhirnya kita menang,” Ucap Frodor sambil merentangkan tubuhnya ke tanah, merasa sangat lelah setelah pertarungan tersebut selesai.


“Javor, bagaimana dengan keadaan kota Vosmoc,” ucap Saulovas, menyuruh Javor untuk memeriksa keadaan di ibukota Pavonas.


World Venerate Riemic itu pun kemudian mengaktifkan kekuatannya yang dapat melihat sesuatu bahkan dalam jarak puluhan hingga ratusan kilometer jauhnya. Dari penglihatan Javor, pria itu pun langsung dapat melihat serta mengamati bagaimana keadaan yang ada di kota Vosmoc, yang juga hampir sama seperti keadaan yang ada kota Vinks, dimana hampir semua bangunan-bangunan yang terdapat di dalamnya telah hancur menjadi puing-puing akibat pertarungan dari para Venerate tingkat tinggi, termasuk pertarungan antara Raquille dan Rumen terakhir kali, yang mendapatkan dampak paling besar dari kehancuran ibukota negeri Pavonas itu.


“Aku melihat Elfman itu bersama dengan World Venerate Pavonas, serta Elfman lainnya,” ucap Javor dapat melihat Aguirre yang sedang bersama dengan Erissa dan Raquille.


“Ternyata Rumen Sayruz sudah berhasil dikalahkan… Tapi, masih ada pertarungan para Venerate yang masih berlangsung,” lanjut Javor, menginformasikan kepada semua World Venerate bahwa Rumen telah dikalahkan serta melihat pertarungan yang masih berlangsung, yang tidak lain merupakan pertarungan antara Venerate Lightio bernama Lucierence melawan Venerate Pavonas bernama Tianhui.


***


Di sisi lain, Vahal terlihat kembali sadar akibat sebelumnya dikalahkan oleh Alyara. Pria itu terkejut melihat keadaan dari kota Vinks yang telah hancur akibat pertarungan para Venerate sebelumnya.


Tiba-tiba terbesit ke dalam pikirannya bahwa sebelumnya dia akan pergi melarikan diri ke kota Vosmoc untuk memberitahukan rencana Erissa kepada Rumen.


**


Seketika Cyffredinol yang berada di dekat tempat itu, melihat Vahal yang akan segera mengaktifkan tekniknya. Dengan cepat Cyffredinol pun meluncur ke arah Vahal untuk berusaha menghentikan pria itu.


“Kakak…!” Teriak Achilles, tiba-tiba terkejut melihat saudaranya meluncur entah kemana.


***


“Tekhnika ekzortsista… Possession room switch…”


Dalam waktu bersamaan Cyffredinol berhasil melancarkan pukulannya pada Vahal, namun hal tersebut langsung membuat keduanya menghilang digantikan oleh sebuah pajangan yang biasanya digantung pada sebuah dinding.


***


Kembali ke kota Vosmoc, dimana pertarungan antara Lucierence bersama Tianhui masih tetap berlanjut.


“Tuan tunggu dulu…” Ucap Tianhui, tiba-tiba menjatuhkan pedangnya.


“Ada apa?” Hal tersebut lantas membuat Lucierence pun langsung berhenti untuk mencoba menyerangnya.


“Aku menyerah… Lagipula kami memiliki tujuan yang sama untuk menundukkan Rumen Sayruz,” ucap Tianhui.


“Baiklah jika kau mengatakan itu…” Mendengar pernyataan tersebut Lucierence pun percaya dan menghentikan pertarungan mereka yang percuma itu.


***


Di sisi lain, terlihat Continent Venerate bernama Gudov akhirnya kembali tersadar dan langsung melihat bahwa Anatoliv yang juga sudah tersadar kembali, sedang bersamanya.


“Apakah kita sudah kalah?” Tanya Gudov pada Anatoliv.


“Tentu saja kita menang… Rumen Sayruz sudah berhasil dikalahkan oleh Elfman dan nona Erissa,” jawab Anatoliv.


Di sekitar tempat itu Gudov juga melihat para Continent Venerate, Land Venerate, serta Venerate-Venerate tingkatan bawah telah kembali sadar.


***


Di sisi lain Vahal akhirnya muncul bersama Cyffredinol diantara puing-puing bangunan yang berada di kota Vosmoc.


“Akh…” Karena sebelum menghilang Cyffredinol sempat melancarkan sebuah pukulan, maka saat mereka muncul Vahal pun langsung terhempas ke jarak yang cukup jauh.


**


Vahal yang terhempas tiba-tiba tersungkur di depan Tianhui dan Lucierence yang pada saat itu telah mengakhiri pertarungan mereka.


“Vahal Izumir…” Ucap Tianhui sedikit terkejut melihat Venerate Pavonas itu.


“Li Tianhui, aku tahu kau juga adalah salah satu Venerate yang menentang tuan Rumen,” ucap Vahal kepada Tianhui, sambil dia kembali berdiri.