
Disaat yang bersamaan para Elfman yang berada di sekitar langsung melancarkan serangan proyeksi serta berbagai macam elemen ke arah Bindo yang kini telah berada dalam wujud kekuatan pelepasan kedua miliknya.
Akan tetapi, serangan dari para Elfman tersebut langsung lenyap ketika Continent Venerate tersebut langsung memancarkan kobaran api, yang seketika juga membuat semua prajurit Elfman yang ada langsung terhempas ke jarak yang jauh.
Saat Bindo menghempaskan para prajurit Elfman menggunakan pancaran kobaran api, Cyffredinol pun langsung berkonsentrasi menarik energi yang berada di alam dalam jumlah yang besar masuk ke dalam tubuhnya.
“Geheimer feuerzauberspruch… Fegfeuer um bose geister auszutreiben…” Pria Elfman itu sontak langsung memproyeksikan energi alam yang diserapnya menjadi sebuah serangan proyeksi elemen api dalam skala besar, yang langsung diluncurkannya ke arah Bindo.
Melihat serangan tersebut, Venerate Fuegonia itu pun langsung mengantisipasinya dengan melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar, hingga menerjang serangan yang diluncurkan oleh Cyffredinol.
“Akh…” Serangan elemen api dari Cyffredinol pun kalah bersaing dengan serangan dari Venerate Fuegonia tersebut, hingga membuatnya langsung terhempas.
Ketika terseret di tanah, Cyffredinol dengan sigap kembali berdiri, namun tiba-tiba Bindo telah berada tepat di depannya, sambil hendak melancarkan serangan.
Dengan refleks, Cyffredinol pun langsung melompat ke atas menghindari serangan Bindo yang seketika langsung membongkar permukaan serta memancarkan kobaran api dalam skala yang besar.
Ketika berada udara, Cyffredinol dengan cepat menciptakan sebuah anak panah es, yang langsung diluncurkannya dan memecah menjadi banyak bagian ke arah Venerate Fuegonia tersebut.
Namun, dengan mudah serangan anak-anak panah es dari Cyffredinol langsung lenyap saat Bindo kembali memancarkan kobaran api dari tubuhnya.
“Akh…” Disaat yang bersamaan, Bindo pun melancarkan serangan proyeksi elemen api, hingga diterima oleh Cyffredinol, membuatnya langsung terhempas ke arah atas.
Venerate Fuegonia itu menggunakan kekuatan pancaran elemen apinya untuk meluncur ke atas dengan kecepatan tinggi mendekati Cyffredinol.
“Beschworungzauber…” Ketika Bindo hendak melancar serangan proyeksi elemen api, Cyffredinol pun dengan mengakses kekuatannya, memunculkan sebuah diagram sihir tepat berada di depannya.
***
“Asal kalian tahu… Kami para Elfman sebenarnya tidak bisa sepenuhnya menguasai sepenuhnya daratan pulau utama yang berada di negeri kita ini akibat seekor naga biru mendiami wilayah pulau itu.”
Berpindah pada Raquille, sedang berada di dalam akademi sihir negeri Blueland, dimana terlihat dirinya bersama dengan para murid-murid akademi yang merupakan para ras manusia, yang berasal dari wilayah pulau Whiteland, sedang menceritakan mengenai sesosok makhluk suci, tidak lain adalah naga Reonnog, yang mendiami wilayah pulau utama dari negeri mereka tersebut.
“Eh…” Saat sedang menceritakan hal tersebut, Raquille sontak terkejut melihat dirinya tiba-tiba bercahaya.
Hal tersebut juga lantas membuat para murid-murid dengan memiliki usia sebayah dengannya tersebut nampak kebingungan melihat Elfman itu tiba-tiba bercahaya.
*
“Apa mungkin ada yang memanggilku?” Gumam Raquille dalam hati, nampak mengetahui bahwa hal tersebut merupakan sebuah teknik pemanggil yang kini sedang dilakukan salah satu Venerate Blueland yang masih belum diketahui.
**
Tiba-tiba Raquille menghilang tepat di depan para murid-murid tersebut, hingga membuat mereka pun menjadi lebih kebingungan lagi serta terkejut.
***
Dalam sekejap Raquille seketika muncul tepat di depan Cyffredinol, menghadap ke arah Bindo yang sebelumnya akan melancarkan serangan kepada Cyffredinol.
“Ice shaping… Mythical ice dragon…” Dalam sepersekian detik Raquille sontak mengangkat tangannya ke arah Venerate Fuegonia itu, dan langsung mengakses kekuatan elemen es miliknya, hingga dalam sekejap menciptakan seekor naga es berukuran raksasa.
Naga es yang diciptakan oleh Raquille pun seketika mengibaskan tangannya, hingga membuat Bindo terhempas ke jarak yang jauh.
“Kekuatan pelepasan kedua…” Ucap Raquille, nampak terkejut mengetahui bahwa Bindo yang terhempas itu telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua karena mampu dirasakan oleh Elfman itu bahwa Venerate Fuegonia itu memiliki tekanan kekuatan yang setarah dengan World Venerate.
“Tentu saja kita berada di wialyah Fuegonia,” jawab Cyffredinol.
“Karena membutuhkan satu Continent Venerate, maka aku terpaksa harus memanggilmu sebagai pilihan terakhir…”
“Bukankah kau bisa melawannya menggunakan kekuatan pelepasan kedua juga…”
“Memang benar, namun aku tidak yakin jika bisa mengalahkannya… Aku tidak tahu seberapa kuat kekuatannya itu. Lagipula aku juga tidak terlalu mahir dalam pertarungan jarak dekat…”
“Setidaknya jika kita menggunakan kekuatan pelapasan kedua bersama-sama, hal itu pasti akan lebih mudah untuk mengalahkannya,” ucap Cyffredinol, menjelaskannya kepada Raquille.
“Baiklah… Karena sudah terlanjur dipanggil ke tempat ini, setidaknya aku juga akan menggunakan kekuatan penuh untuk melawan Venerate Fuegonia itu.” Raquille pun mengerti dengan penjelasan dari kakak pertamanya tersebut, dan seketika langsung memunculkan pedang berbilah ganda yang merupakan senjata sucinya.
Raquille memisahkan pedangnya tersebut, hingga langsung mengaktifkan kekuatan dari senjata sucinya tersebut.
**
Disaat yang bersamaan, Bindo yang sebelumnya terhempas kembali meluncur ke arah dua Elfman tersebut. Venerate Fuegonia itu seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar, hingga seketika menghancurkan naga es yang diciptakan oleh Raquille, yang menghalangi Venerate itu meluncur ke depan.
**
“Aku akan menyerangnya dari jarak dekat sementara kau serang dia dari jarak jauh…” Ucap Raquille.
“Baik… Sesuai perkataanmu adik…”
Setelah sepakat dengan rencana mereka untuk melawan Venerate Fuegonia itu, Cyffredinol serta Raquille secara bersamaan berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua dari senjata suci mereka masing-masing.
“I defteri ekdosi…”
***
Berpindah ke kota dimana tempat beradanya Ackerlind dan pasukan Elfman yang dipimpin olehnya. Terlihat juga bahwa Achilles serta kelompok pasukan Elfman yang dipimpinnya telah tiba di kota tersebut, dan langsung menghampiri Ackerllind.
“Kakak, waktunya kita berangkat ke kota yang sudah dikuasai oleh kakak Cyffredinol,” ucap Achilles pada Ackerlind.
“Iya, tapi sebelumnya aku ingin mengetahui keadaan yang lain,” balas Ackerlind.
Elfman perempuan itu kemudian mengambil sebuah alat komunikasi kemudian mencoba menghubungi pemimpin pasukan lain, diantara Aguirre ataupun Drannor.
“Disini Aguirre kakak…” Tak berapa lama, Aguirre pun menjawab panggilan tersebut.
“Aguirre, kami akan segera menuju ke kota yang sudah dikuasai oleh kakak Cyffredinol… Kurasa kau juga harus segera berangkat untuk berkumpul dengan kami disana,” ucap Acerlind.
“Baik kakak… Kami sebenarnya sudah mau berangkat karena kakak Drannor dan yang lain sudah datang menemui kami disini,” ucap Aguirre.
“Baiklah… Kami akan menunggu kalian disana.”
Setelah selesai berbicara dengan Aguirre, Ackerlind pun langsung menutup sambungan komunikasinya dengan saudaranya tersebut.
“Ngomong-ngomong kakak… Kenapa kau tidak menghubungi Aguirre? Kenapa tidak menghubungi kakak Drannor saja?” Tanya Achilles.
“Apa? Memangnya kenapa?” Mendengar hal tersebut, tiba-tiba Ackerlind langsung membentak Achilles dengan nada suara yang tinggi.