The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 306 - Pertanda mengarah pada suatu konflik besar



“Apa itu ibu Xirdinth?” Tanya Raquille dengan ekspresi penasaran.


“Apa kau ingat naga di wilayah Lightio yang beberapa tahun lalu pernah diincar olehmu beberapa tahun yang lalu? Perempuan bernama Everwhite itu merupakan pemegang dari kekuatan naga itu, yang bahkan sudah jauh terlebih dahulu memegang tersebut sebelum kau datang menemui naga itu,” jawab Xirdinth, memberikan sebuah fakta mengenai sesosok makhluk suci yang kemungkinan memiliki kekuatan membangkitkan orang yang telah tiada, yang pernah dibahas oleh Raquille kepada Arn sebelumnya.


“Apa katamu? Kekuatan yang disebut sebagai kesuburan abadi dipegang oleh perempuan itu…”


“Iya… Perempuan itu sudah mendapatkan kekuatan kesuburan abadi beberapa bulan setelah kelahirannya,” ucap Xirdinth sambil mengangguk, merespon pertanyaan dari pemuda Elfman tersebut.


“Tuan Haniwa, apa kau mengetahui hal ini?” Tanya Raquille pada Haniwa.


“Tentu saja… Salah satu alasan mengapa Everwhite mampu menjadi Venerate tingkat tinggi adalah kekuatan makhluk suci pada dirinya,” jawab Haniwa.


Raquille lantas memasang ekspresi senyuman menyeringai setelah mendengar penjelasan dari Xirdinth maupun Haniwa.


“Ayo kita berangkat…” Ucap Raquille, mengajak semua Venerate yang hendak berangkat ke kota Vegoblashchenks.


***


Beberapa saat kemudian, ribuan prajurit Pavonas telah berkumpul di sebuah tempat terbuka, dimana terdapat puluhan pesawat tempur yang akan digunakan mereka untuk menuju ke kota Vegoblashchenks.


Prajurit Pavonas yang bersiap untuk berangkat seketika berbaris dengan rapih ketika melihat Raquille datang bersama dengan beberapa Venerate yang sebagian besar berada di ruangan pertemuan, dimana mereka diantaranya merupakan Hyphilia, Phyton, Haniwa, Verre dan Gudov, serta Anatoliv yang sebelumnya tidak ditunjuk atau mengunjuk diri nampak hendak ikut dalam misi penyerangan tersebut.


Sedangkan beberapa Venerate yang tidak berada di dalam ruangan pertemuan sebelumnya diantaranya merupakan Viecion, Sineto dan seorang perempuan bernama Spierra yang merupakan saudara dari Verre.


Raquille naik ke atas sebuah panggung yang berada di lapangan terbuka tersebut dan menghadap ke arah ribuan prajurit Pavonas yang berberis dengan rapih di depannya.


“Salam para Venerate Pavonas… Sebelumnya perkenalkan namaku adalah Raquille Noroh, Venerate yang baru saja bergabung…”


“Sebenarnya ada beberapa hal yang membuatku tidak cocok untuk memimpin pasukan ini… Yang pertama mungkin saja diantara kalian ada yang tidak setuju bahwa seorang ras keturunan campuran memimpin pasukan ras manusia murni… Dan yang kedua kemungkinan kalian juga merasa ragu dipimpin karena harus dipimpin oleh seorang pemuda yang bahkan masih belum sepenuhnya berumur dua puluh tahun…” Ucap Raquille, memberikan pidato sambil memberikan alasan mengenai ketidakcocokannya untuk memimpin pasukan tersebut.


“Tidak masalah… Aku percaya padamu…” Ucap prajurit Pavonas secara serentak, yang membuat Raquille sedikit lega mendengarnya.


“Terima kasih karena sudah mempercayaiku… Kalau begitu kalian juga harus mempercayaiku bahwa aku akan berusaha keras agar tidak ada satupun korban yang gugur dalam usaha merebut kembali wilayah kita,” ucap Raquille dengan percaya diri.


***


Di sebuah balkon kastil kota Vosmoc, tampak Erissa memperhatikan pasukan Pavonas yang sedang mendengarkan Raquille berbicara, yang memang dapat dilihatnya dari tempat tersebut.


“Jadi Elfman itu yang akan memimpin penyerangan…” Tiba-tiba Zero yang sudah sadarkan diri setelah menerima serangan dari Xirdinth sebelumnya, tampak menghampiri Erissa di balkon tersebut.


“Kau sudah sadar tuan Zero…”


“Untuk kali ini tolong percayakan saja pada Elfman itu… Dan kumohon agar kau bisa bersabar karena aku merasa akan ada masalah lain, selain penyerangan negeri Tengal,” ucap Erissa kepada Zero, merasa bahwa negeri Fuegonia yang sedang bersitegang dengan Pavonas juga akan melakukan hal yang sama seperti negeri Tengal.


“Ngomong-ngomong… Seberapa dekat kau dengan Elfman bernama Raquille itu?” Tanya Zero.


“Namun, aku yakin bahwa Raquille tetaplah adalah Elfman yang baik… Jika kau bertanya mengenai hubungan kami, aku selama ini hanya menganggap dia sebagai temanku saja…” Lanjut Erissa, menyatakan bahwa Raquille merupakan orang yang baik, serta menyatakan bahwa dia hanya melihat Raquille sebagai teman dan tidak lebih.


“Begitu yah…” Respon Zero.


“Ada satu hal yang ingin kukatakan padamu… Entah apakah kau percaya atau tidak, namun aku memiliki kemampuan untuk melihat masa depan melalui sebuah mimpi,” lanjut Zero.


Mendengar hal nampak meyakinkan yang dikatakan oleh pria tersebut, Erissa pun langsung memasang ekspresi wajah penasaran.


“Di dalam mimpiku aku melihat Elfman itu… Maksudku Raquille bertarung dengan seorang pria yang memiliki penampilan yang sama sepertinya, dan kemungkinan memang merupakan ras Elfman juga…”


“Raquille bertarung degan ras Elfman…” Ucap Erissa, lebih penasaran mendengar penjelasan Zero.


Zero kemudian lanjut menjelaskan mengenai mimpi yang dilihatnya, dimana Raquille tiba-tiba dikalahkan oleh Elfman yang tidak lain merupakan Aguirre di dalam mimpinya tersebut.


Ketika akan disahabisi oleh Aguirre, tiba-tiba Zero melihat seorang gadis berlari, dan membuat pria itu terkejut bahwa gadis tersebut sangat mirip dengan gadis yang diperlihatkan oleh Xirdinth di dalam cermin sebelumnya.


“Kau melihat gadis bernama Everwhite berlari untuk menghalangi seorang Elfman yang ingin menghabisi Raquille…” Respon Erissa, sedikit terkejut mendengar penjelasan tersebut.


“Entah bagaimana perempuan itu bisa ada di tempat tersebut, namun aku sangat yakin bahwa mimpiku itu tetap akan menjadi sebuah kenyataan,” ucap Zero.


“Ngomong-ngomong untuk Elfman yang bertarung dengan Raquille kemungkinan merupakan World Venerate… Ada salah satu Elfman yang menjadi kemungkinan bisa berseteru dengan Raquille… Pria itu tidak lain adalah Aguirre Noroh, saudara dari Raquille dan merupakan salah satu Venerate Fuegonia…” Ucap Erissa, menduga bahwa Elfman di dalam mimpi Zero tidak lain merupakan Aguirre.


“Aku rasa Pavonas akan memiliki perseteruan besar dengan Fuegonia…” Erissa pun mulai merasa khawatir bahwa mimpi yang dialami oleh Zero akan merujuk pada perseteruan Pavonas dan Fuegonia yang perlahan-lahan menjadi lebih panas.


***


Sementara itu, para prajurit Pavonas yang telah selesai mendengarkan pidato dari Raquille, satu per satu mulai masuk ke dalam puluhan pesawat tempur Pavonas.


Bersamaan dengan para prajurit, Raquille bersama dengan Venerate lain pun ikut masuk ke dalam pesawat untuk segera berangkat ke wilayah Briseria Tenggara.


Satu per satu pesawat mulai naik ke atas, kemudiann meluncur meninggalkan kota Vosmoc dalam kecepatan tinggi.


***


Berpindah ke kota Ulaangol yang bersebrangan dengan kota Vegoblashchenks, tampak Zchaira berada di salah satu ruangan di kediaman utama kota tersebut sedang duduk sambil memangku putrinya yang sudah sementara tertidur.


“Zchaira…” Tiba-tiba terdengar suara memanggil gadis tersebut, namun tampak Zchaira tidak mendengarnya akibat sementara termenung memikirkan sesuatu.


Orang yang memanggil datang memasuki ruangan, yang ternyata merupakan saudara dari gadis itu sendiri.


“Zchaira…” Sekali lagi pria itu memanggil Zchaira, namun tetap tidak didengar oleh gadis tersebut akibat sudah terlalu termenung pada apa yang sedang dipikirkannya.