The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 265 - Pertemuan pertama dengan Freynile



Ketika berada di dalam bangunan tersebut, tiba-tiba mereka Arn dan kedua saudara kembarnya berpapasan dengan beberapa murid kelas Land Venerate.


“Hei, apa yang kalian lakukan disini?” Tanya salah satu murid Land Venerate kepada tiga saudara kembar itu sambil memasang ekspresi wajah serius, karena merasa tidak senang dengan kehadiran mereka di dalam bangunan tersebut.


“Salam kakak-kakak… Aku adalah Arn dari clan Skoedir daerah Sevthirift, dan ini adalah saudaraku, Anhilde dan Asulf,” jawab Arn, memperkenalkan dirinya dan kedua saudaranya.


“Bodoh… Aku tidak bertanya tentang siapa kau… Kalian pikir ini adalah tempat yang bisa kalian datangi sesuka hati kalian… Setidaknya naiklah ke tingkatan Land Venerate agar kalian bisa masuk ke tempat itu, cepat pergi dari sini…” Ucap murid Land Venerate itu, langsung mengusir Arn serta kedua saudara kembarnya untuk segera angkat kaki dari bangunan tersebut.


“Tapi, tidak aturan yang pasti agar kami bisa mengunjungi tempat ini… Lagipula jika kalian tidak mau murid dari kelas lain datang kemari, setidak gunakan sebuah penghalang di pintu masuk ini,” balas Arn, tidak mau beranjak dari bangunan tersebut, serta menyangga ucapan murid Land Venerate itu dengan sebuah alasan.


“Beraninya kau menantangku bocah…” Mendengar ucapan Arn yang nampak menantangnya, murid Land Venerate itu pun langsung menjadi kesal.


“Akh…” Tanpa pikir panjang, Arn pun ditampar oleh murid tersebut hingga jatuh tersungkur ke lantai.


“Arn…” Melihat hal tersebut, Anhilde serta Asulf pun langsung mengkhawatirkan saudara kembar mereka tersebut.


“Hei, pergi dari tempat ini sebelum aku terpaksa harus mengusir kalian dengan cara yang kasar,” ucap murid itu sambil mengangkat salah satu tangannya yang memancarkan proyeksi energi sihir, mengancam Arn serta kedua saudara kembarnya untuk pergi dari tempat tersebut.


“Hentikan itu…!” Tiba-tiba seseorang berteriak, yang langsung membuat para murid Land Venerate pun menoleh.


Seketika seorang perempuan dengan penampilan memiliki rambut panjang berwarna putih serta mata biru, yang tidak lain merupakan salah satu ras Elfman datang menghalangi murid Land Venerate itu yang sedang mengancam Arn dan kedua saudara kembarnya.


“Freynile… Cepat menyingkir, aku mau membuat perhitungan pada bocah itu, beraninya dia menantangku,” ucap murid Land Venerate itu kepada Elfman perempuan yang ternyata merupakan Freynile.


“Tidak… Kau tidak bisa melakukan itu… Aku juga mendengar bahwa dia dan kedua saudaranya hanya datang melihat-lihat saja…” Namun, Feynile menolaknya karena mengetahui alasan yang sebenarnya dengan sebelumnya mendengar perbincangan mereka walaupun berada di tempat yang sedikit jauh untuk bisa didengar oleh ras manusia biasa.


“Kau selalu saja menguping pembicaraan kami yang sebenarnya bukanlah urusanmu sendiri…”


“Memangnya kenapa jika para ras Elfman suka sekali menguping? Setidaknya jangan salahkan kami yang sudah terlahir dengan kemampuan pendengaran melebihi manusia biasa.” Tiba-tiba seseorang memotong ucapan dari murid Land Venerate tersebut, yang tidak lain merupakan Raquille, yang pada saat itu masih berusia sekitar empat belas tahun.


“Tuan muda…” Murid Land Venerate itu pun lantas menjadi segan ketika Raquille, yang pada saat itu merupakan murid Continent Venerate datang menghampirinya.


“Kakak… Kurasa kau harus diberi paham kembali karena tidak perlu memanggilku dengan sebutan formal di tempat ini… Aku juga ingin menekankan agar kalian tidak perlu mengganggu para murid lain, walaupun masuk ke bangunan kalian,” ucap Raquille sambil memasang ekspresi wajah yang serius.


“Kau pikir telah berada di puncak akademi ini, karena itu selalu menindas murid yang lebih lemah dibandingkan dengan dirimu,” lanjut Raquille berkata, yang langsung membuat murid Land Venerate itu serta rekan-rekannya menjadi tegang.


“Baik Raquille… Maafkan kami karena telah bersikap sombong,” ucap murid Land Venerate itu, kemudian tanpa pikir panjang langsung pergi bersama dengan rekan-rekannya meninggalkan Raquille dan yang lain.


Ketika para murid Land Venerate itu pergi, Raquille tiba-tiba memasang ekspresi tersenyum sambil menatap ke arah Freynile.


“Freynile… Bagaimana? Apakah barusan aku terlihat keren?” Tanya Raquille pada Elfman perempuan bernama Freynile, yang ternyata ekspresi serius yang ditunjukannya hanyalah sebuah kiasan untuk menakuti para murid Land Venerate sebelumnya.


“Ngomong-ngomong kau tidak apa-apa?” Karena mengetahui bahwa Arn masih terduduk di lantai, Freynile pun langsung mengulurkan tangannya sambil memperlihatkan senyuman kepada anak laki-laki itu.


Arn pun lantas terpesona melihat kecantikan dari Elfman perempuan itu sambil tidak bisa berkata apa-apa karena nampak merasa jatuh hati pada pandangan yang pertama.


Dengan refleks anak laki-laki itu langsung memegang uluran tangan Freynile, dan kembali berdiri.


“Terima kasih kakak-kakak sudah membantu kami dari murid-murid itu… Aku tidak tahu bagaimana yang akan terjadi kepada kami nantinya,” ucap Arn, berterima kasih kepada dua murid ras Elfman tersebut.


“Sama-sama Arn…” Respon Freynile.


“Eh… Darimana kau mengetahui namaku?” Tanya Arn, tiba-tiba terkejut ketika Elfman perempuan itu menyebut namanya.


“Tentu saja dia tahu… Bahkan aku juga mengetahui nama kalian karena sebelumnya sempat mendengar kau memperkenalkan namamu… Arn dari clan Skoedir daerah Sevthirift, dan saudaramu Anhilde dan Asulf…” Ucap Raquille, yang malah menjawab pertanyaan dari Arn sambil menunjuk Anhilde dan Asulf.


“Ternyata kalian berasal dari clan komisioner besar wilayah Whiteland,” lanjut Raquille berkata.


“Jika kami sudah mengetahui nama kalian, sekarang giliran kalian mengetahui nama kami… Aku adalah Freynile dari clan Moira daerah Ataannava, salam kenal,” ucap Freynile, memperkenalkan namanya.


Arn, Anhilde serta Asulf pun langsung merespon perkenalan nama Freynile dengan tersenyum.


“Kalau aku adalah Raquille…” Begitu dengan Raquille, yang juga langsung memperkenalkan namanya kepada ketiga saudara kembar itu, tanpa nama clan serta asal daerahnya.


“Hanya Raquille kakak?” Tanya Arn, nampak bingung karena jarang mendengar para murid-murid akademi sihir hanya menyebut namanya saja.


“Iya… Salam kenal…” Jawab Raquille sambil tersenyum kepada tiga saudara kembar tersebut.


“Kalau begitu, aku pergi dulu, karena aku hanya sekedar lewat saja untuk pergi ke suatu tempat.” Elfman laki-laki itu pun kemudian langsung pergi meninggalkan mereka.


“Sebenarnya Elfman bodoh itu tidak mau memperkenalkan nama clannya karena kemungkinan kalian akan segan kepadanya,” ucap Freynile.


“Memangnya kakak itu berasal dari clan mana?” Tanya Arn, penasaran.


“Dia adalah salah satu anggota clan bangsawan Noroh ibukota Nuku… Dan merupakan anak termuda dari raja negeri kita…” Jawab Freynile.


“Kakak itu bahkan adalah salah satu kelas murid Continent Venerate clan Noroh yang berada di akademi sihir ini… Dia bisa menjadi sekuat itu karena dia adalah murid paling jenius serta berbakat di tempat ini,” lanjut Freynile berkata.


Mendengar penjelasan tersebut, Arn, Anhilde, serta Asulf pun langsung terkejut, karena tidak menyangka bahwa Elfman yang membantu mereka merupakan salah satu murid terkuat di akademi sihir, dan merupakan salah satu pangeran Blueland.