The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 242 - Aliansi Blueland dan Ierua



“Apakah kau memiliki kemampuan agar kita bisa pergi dari tempat ini lebih cepat?” Di sisi lain, tampak Eiseach bertanya sebuah teknik yang kemungkinan dimiliki oleh pemuda Elfman tersebut untuk membuat mereka bisa keluar lebih cepat dibawah permukaan tersebut.


“Baiklah… Akan kucoba…” Ucap Drannor, kemudian mulai berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya.


“Geheimer feuerzauberspruch… Langvejs brand…”


Pemuda Elfman itu kemudian langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi elemen api dalam skala yang besar ke arah langit-langit, hingga dalam sekejap meluncur sampai menembus ke atas permukaan kota Realmton.


Hal tersebut langsung membuat para Venerate Fuegonia pun terkejut melihat kobaran api keluar dari bawah permukaan kota tersebut.


Hingga tak berapa lama, Drannor dan Eiseach pun terbang keluar dari dalam lubang yang diciptakan oleh Drannor menggunakan serangan proyeksi elemen api sebelumnya.


**


“Mereka keluar dari titik penyimpanan senjata penghancur… Ayo kejar mereka…” Mengetahui bahwa kedua Venerate tersebut keluar dari ruangan dimana tempat disimpannya senjata penghancur tersebut, membuat Valenvatia pun langsung terkejut dan menyuruh para Contient Venerate Fuegonia untuk mengejar Drannor dan Eiseach bersamaan dengannya.


Dengan serentak para Continent Venrate Fuegonia, termasuk Boulet pun langsung meluncur mendekati Drannor dan Eiseach.


“Ukh…” Akan tetapi, semua Continent Venerate tersebut secara bersamaan langsung terhempas ke jarak yang jauh karena menerima dua serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Cyffredinol serta Galcael dari atas salah satu armada pesawat pasukan Blueland.


“Lieferung zauberspruch…” Hal tersebut langsung dimanfaatkan oleh Drannor dengan mengakses sebuah teknik perpindahan ruang untuk memindahkan dirinya bersama dengan Eiseach ke dalam pesawat dimana Cyffredinol dan yang lain berada.


**


Berpindah pada Cyffredinol dan Galcael yang berada di bagian atas pesawat, dimana tak berapa lama Raquille naik ke atas menghampiri mereka.


“Serahkan saja padaku kali ini…” Ucap Raquille.


Cyffredinol bersama dengan Galcael kemudian kembali masuk ke dalam meninggalkan Raquille sendirian di bagian atas pesawat tersebut.


**


Dari kejauhan terlihat Boulet meluncur ke arah armada pesawat tempur pasukan Blueland yang berputar balik hendak untuk kabur meninggalkan kota tersebut.


Dalam sekejap, Boulet menarik energi alam dalam jumlah yang banyak masuk ke dalam tubuhnya, dan seketika langsung melancarkan serangan proyeksi elemen api dengan skala yang begitu besar, yang sontak langsung memecah menjadi ribuan bagian.


**


Melihat hal tersebut, Raquille pun sejenak menutup kedua matanya dan berkonsentrasi, tak berapa lama kemudian, Elfman itu kembali membuka matanya yang kini telah memancarkan cahaya biru yang cukup terang.


“Divine ice…” Raquille pun langsung mengakses kekuatan makhluk suci es ilahi yang telah dikuasainya hingga dalam sekejap langsung membekukan ribuan serangan proyeksi yang dilancarkan oleh Boulet.


**


Ribuan proyeksi elemen api dari Continent Venerate Fuegonia yang seketika membeku itu langsung berjatuhan ke kota Realmton, yang membuat Boulet serta Continent Venerate Fuegonia yang lain langsung terkejut, tidak menyangka bahwa Elfman tersebut memiliki kemampuan membekukan sebuah serangan proyeksi elemen api.


**


Ketika Raquille kembali masuk ke dalam, armada pesawat dari pasukan Blueland tersebut, secara bersamaan armada pesawat tersebut langsung meluncur dengan kecepatan penuh, hingga tidak bisa lagi dikejar oleh para Continent Venerate Fuegonia.


“Sial…” Boulet pun hanya bisa mengumpat dengan kesalnya melihat armada pasukan Blueland berhasil kabur dengan membawa lari senjata penghancur dari bangsa Fuegonia.


***


“Jadi siapa pemimpin diantara kalian?” Tanya Cyffredinol.


“Aku adalah pemimpinya,” jawab Aisling sambil mengangkat salah satu tangannya.


“Jadi bagaimana dengan senjata penghancur yang sekarang berada di tangan kalian?” Tanya Cyffredinol lagi.


“Kurasa kalian harus berkunjung ke negeri Ierua untuk bernegosiasi dengan raja kami mengenai senjata itu disana.”


Mendengar pernyataan dari Aisling, membuat semua Elfman yang berada di dalam pesawat itu sontak terkejut.


“Aku kurang yakin kalian mau menerima kami kesana,” ucap Cyffredinol, nampak ragu mendengar ucapan dari Aisling.


“Tenang saja… Selain negeri Fuegonia yang selalu bersitegang dengan kalian, tidak ada negeri yang lain termasuk negeri kami yang sedang bersitegang dengan negeri kalian… Kami dengan senang hati bisa menerima kedatangan kalian,” ucap Aisling, meyakinkan Cyffredinol serta para Elfman yang lain untuk pergi menuju ke negeri Ierua mengantar dirinya bersama dengan rekan-rekannya.


“Kurasa memang tidak ada pilihan yang lain…” Cyffredinol pun langsung menerima pernyataan dari Aisling karena merasa pilihan tersebut merupakan sebuah pilihan yang tepat.


–Desember 3011 sampai Februari 3012–


Setelah mengikuti ucapan Aisling, pasukan Blueland pergi ke negeri Ierua dan bertemu dengan raja serta perdana menteri negeri tersebut.


Cyffredinol menjelaskan bahwa tujuan mereka ingin merebut senjata tersebut dari tangan pasukan Fuegonia adalah untuk menyingkirkannya, agar membuat negeri Fuegonia tidak memiliki kesempatan untuk mengalahkan negeri mereka.


Sheafear beserta Cadhan pun mengerti dengan penjelasan pria Elfman tersebut dan menyarankan agar senjata penghancur itu dipegang oleh negeri Ierua, sementara negeri Ierua beserta negeri Blueland akan menjalin sebuah aliansi untuk tidak membuat pasukan Blueland menjadi khawatir mngenai mereka yang kini memegang senjata tersebut.


Mendengar hal tersebut, Cyffredinol pun langsung menyetujuinya karena pilihan tersebut adalah sebuahh pilihan yang sangat tepat dalam keadaan seperti itu.


***


Setelah Cyffredinol menyetujui mengenai aliansi Ierua dan Blueland, pria Elfman itu bersama dengan pasukannya kemudian kembali ke negeri Blueland untuk menceritakan hal tersebut kepada Razoranos.


Mendengar informasi tersebut dari Cyffredinol, raja negeri Blueland itu pun paham dengan keputusan yang diambil oleh putra pertamanya tersebut.


***


Waktu pun berlalu, setelah menjalin aliansi dengan negeri Ierua, pasukan Blueland kemudian membantu negeri tersebut untuk melawan negeri Brizora yang merupakan musuh bebuyutan mereka, dimana dalam hal tersebut Cyffredinol-lah yang terus mengambil alih memimpin pasukan Blueland yang membantu pasukan Ierua.


Karena dalam beberapa bulan terus datang ke negeri Ierua membuat Cyffredinol pun menjadi akrab dengan Aisling, dan mulai memiliki perasaan dengan perempuan tersebut.


–Tahun 3012 sampai 3014–


Dalam tahun itu, Cyffredinol dan Aisling yang telah saling mengetahui bahwa memiliki perasaan satu sama lain, langsung memutuskan untuk menikah, dimana Cyffredinol pun memutuskan juga untuk menjadi Venerate negeri Ierua dan hidup bahagia dengan Aisling.


Setahun kemudian mereka dikarunai seorang putra, yang tidak lain merupakan Phyton. Dalam satu tahun Cyffredinol hidup dengan bahagia bersama dengan Aisling dan Phyton.


Akan tetapi, pada suatu hari Cyffredinol mengetahui bahwa Cadhan memiliki sebuah rencana yang belum diketahui alasannya untuk menyerang negeri Blueland. Karena mengetahui rencana tersebut, Cyffredinol dan Aisling pun langsung memutuskan untuk meninggalkan negeri Ierua dengan membawa Phyton, putra mereka yang masih berusia satu tahun.