
Tak lama kemudian Gazou dihujani oleh serangan proyeksi secara beruntun, hingga membuatnya harus bergerak dengan cepat untuk menghindarinya.
***
“Ice spring…” Aguirre sejenak meniupkan uap es yang keluar dari mulutnya ke serangan proyeksi yang akan siap untuk luncurkannya.
Dalam sekejap serangan tersebut meluncur dan seketika memecah menjadi banyak bagian.
***
Serangan tersebut menuju ke arah Gazou, yang sontak langsung dihindarinya. Tiba-tiba anak-anak proyeksi energi dari Cyffredinol tersebut berubah menjadi bongkahan duri es, yang membuat Gazou kini harus meningkatkan fokus untuk menghindari serangan Cyffredinol yang masih terus meluncur ke arahnya serta bongkahan-bongkahan es yang bermunculan tersebut.
“Akh…” Saking sulit menghindari, Gazou sampai menerima serangan beruntun hingga tersebut hingga sebagian dari beberapa bagian tubuhnya pun terluka.
**
“Boleh juga Elfman itu… Ternyata dia menyiapkan serangan yang cukup hebat dari jarak sejauh itu,” ucap Wilrock, terkesima dengan kemampuan yang diperlihatkan oleh Cyffredinol.
**
“Sialan, padahal kalian hanyalah Continent Venerate… Beraninya meremehkanku,” keluh Gazou, merasa kesal karena serangan yang diluncurkan oleh Cyffredinol mampu membuatnya terluka.
Pria itu kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya hingga menciptakan pancaran petir di sekitar, yang langsung membuat lukanya seketika sembuh.
**
Melihat hal tersebut, Achilles maupun Wilrock langsung bersiaga. Dengan cepat kedua Venerate itu meluncur secara bersamaan lalu melancarkan serangan proyeksi mereka ke arah Gazou.
Akan tetapi, Gazou tiba-tiba menghilang. Pria dengan cepat kembali muncul tepat di belakang mereka berdua sambil melancarkan serangan elemen petir dalam skala yang besar.
“Ukh…” Achilles serta Wilrock yang tidak mengira kecepatan pria Pavonas itu telah meningkat, lantas menerima serangannya hingga terhempas.
Mereka mampu bertahan dari serangan yang dilancarkan Gazou hingga tidak bisa membuat mereka terkapar. Kedua Venerate itu lalu memperhatikan Gazou yang berada di depan mereka, namun dengan sekejap Gazou kembali bergerak sampai membuat mereka tidak bisa mendeteksi keberadaannya.
“Lightning elbow strike…” Gazou dalam sekejap muncul tepat di atas dua Venerate itu sambil melancarkan serangan elemen petir dengan gaya menyiku.
“Uakh…!” Achilles dan Wilrock pun sontak menerima serangan tersebut, membuat mereka langsung menghantam permukaan dengan kerasnya.
“Thunderous god howls…”
“Akh…!”
Tidak sampai disitu saja, Gazou selanjutnya melancarkan serangan elemen petir dalam skala besar, yang meluncur dari atas langit.
Akibatnya Achilles dan Wilrock pun terkapar lemah setelah menerima dua serangan beruntun dari pria itu.
Masih belum puas membuat dua Venerate itu terbaring lemah, Gazou pun hendak melanjutkan serangannya, tetapi hal tersebut langsung dihalangi oleh Cyffredinol, yang langsung melancarkan serangan proyeksi dalam jumlah yang banyak.
Gazou yang sudah tidak mau tertipu untuk kedua kalinya dengan sigap melancarkan serangan balik ke arah Cyffredinol yang berada di jarak yang jauh.
***
“Uh… Hampir saja…” Serangan elemen petir yang meluncur dengan cepatnya ke arah Cyffredinol dengan refleks serta keberuntungan dapat dihindari olehnya.
***
“Hei tuan petir, musuhmu masih ada satu lagi…”
Ketika Gazou lengah, Azouraz yang telah berada di depannya langsung menyerang pria Pavonas itu.
Azouraz mengendalikan makhluk astral yang melapisinya, menyerang Gazou dengan kuat hingga terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Setelah Gazou terhempas, dengan cepat pria Ledyana itu memulihkan tenaga Achilles dan Wilrock melalui makhluk astralnya.
Achilles dan Wilrock kembali pulih dan berdiri lagi setelah menerima energi yang diberikan oleh Azouraz.
“Azouraz Margvil, salam kenal… Padahal kita sudah bekerja sama dari tadi, tapi masih belum mengenal satu sama lain,” balas Azouraz memperkenalkan dirinya.
“Kalau begitu, apa kalian memiliki cara yang ampuh untuk mengalahkan World Venerate itu?” Lanjut Azouraz, bertanya rencana untuk mengalahkan Gazou.
Achilles sejenak berpikir lalu mengingat sebuah teknik yang kemungkinan bisa mengatasi World Venerate yang mereka lawan tersebut.
“Aku memiliki sebuah teknik yang bisa membatalkan wujud pelepasan kedua, walaupun itu adalah seorang World Venerate sekalipun…”
“Namun, untuk sekarang kita tidak bisa menandingi kecepatannya,” ucap Achilles.
“Kalau untuk menandingi kecepatan akan kulakukan… Akan mencoba menyerang sembari kau melihat celah.” Saat mendengar bahwa kekurangan mereka adalah kecepatan, Wilrock lantas mengunjuk diri bahwa dirinya bisa bergerak lebih cepat dari pergerakan Gazou yang sekarang.
Pria dari Brizora itu lalu melihat seekor kuda yang sebelumnya berganti tempat dengan Raquille dan yang lain. Dia kemudian melompat dan menaiki kuda tersebut.
Dalam sekejap Wilrock menyalurkan energinya pada kuda tersebut hingga kuda itu pun memancarkan kobaran api.
Wilrock lalu mengubah senjata yang dipegangnya, yang sebelumnya merupakan sebuah pedang kini menjadi sebuah tombak ganjur yang sering digunakan oleh prajurit berkuda.
“Baiklah, kau maju menyerangnya sedangkan aku akan berusaha menyerap serangan yang dilancarkan oleh World Venerate itu,” ucap Azouraz.
Setelah rencana mereka telah matang, Wilrock dan Azouraz pun meluncur hendak mengalihkan perhatian dari Gazou.
*
“Kakak, apa kau bisa melihat pertarungan kami dengan jelas,” ucap Achilles pada saudaranya melalui telepati.
“Tenang saja, dengan wujud pelepasan ini aku bisa dengan leluasa memperhatikan kalian walaupun dalam jarak yang sangat jauh sekalipun,” jawab Cyffredinol berkomunikasi dengan Achilles melalui telepati juga.
“Baiklah, setelah mendapatkan celah aku aku akan melancarkan teknik es terkutuk pada World Venerate itu… Disaat bersamaan kau lancarkan serangan pamungkasmu,” lanjut Achilles, menjelaskan rencananya pada Cyffredinol.
***
Kembali ke sisi Wilrock, dimana Venerate tersebut kini bertarung sendirian melawan Gazou. Dengan lincah Wilrock yang sedang menunggangi kuda api tersebut, dapat dengan mudah menghindari serangan dari Gazou yang meluncurkan sambaran petir bertegangan tinggi.
Wilrock yang kini memiliki kecepatan yang lebih unggul dibandingkan Gazou, dengan mudah mampu melancarkan serangan beruntun dengan mengacungkan tombak ganjurnya ke depan hingga menciptakan kobaran api yang besar.
Akan tetapi, dengan daya tahan tubuh Gazou yang dalam wujud pelepasan keduanya, tidak membuat dirinya mendapatkan efek yang signifikan dari serangan Wilrock tersebut.
**
“Haah… Gerakan mereka terlalu cepat. Aku bahkan tidak bisa melihatnya dengan jelas,” keluh Achilles, merasa sulit untuk memperhatikan pergerakan Wilrock maupun Gazou.
**
Wilrock berhenti sejenak di atas udara untuk memikirkan langkah selanjutnya, namun dengan cepat Gazou muncul sambil melancarkan serangan elemen petir dalam skala yang besar.
Disaat itu pun Azouraz muncul di depan Wilrock dan menyerap serangan elemen petir tersebut.
Saking lamanya serangan yang dilancarkan Gazou itu berlangsung, Azouraz sedikit demi sedikit tidak bisa menahannya.
Melihat hal tersebut, Wilrock dengan cepat menyerap energi yang banyak dari alam masuk ke dalam tubuhnya hingga memancarkan kobaran api yang besar.
Ketika Azouraz terhempas karena tidak kuat menahan serangan elemen petir tersebut, Wilrock pun meluncur dan dengan sekejap langsung menyeruduk Gazou, hingga pria Pavonas itu pun terpental.
**
“Akhirnya…” Melihat kesempatan tersebut, Achilles dengan sekejap menonaktifkan kekuatan pelepasan keduanya, kembali ke wujudnya semula.
Pria Elfman itu terbang ke langit menuju ke arah Gazou sambil melewati Azouraz yang meluncur ke bawah akibat terlalu banyak menyerap serangan elemen petir sebelumnya.
“Ice cursed… Absolute cold hell…”
“Ukh…” Achilles melancarkan tekniknya, yang seketika mengubah Gazou kembali ke wujud semulanya.