
Semua prajurit Midauz pun meluncur dari pesawat tempur mereka masing-masing. Para prajurit dibawah tingkatan Continent Venerate merasakan pengalaman pertama terbang menggunakan sayap proyeksi sihir yang bisa dikendalikan oleh mereka sendiri.
Karena hal tersebut, jarak akurasi serangan mereka menjadi lebih akurat serta memiliki pergerakan yang lebih lincah untuk menghindari serangan para Venerate Graina yang mempertahankan kota Lavarabsky.
“Bagaimana mereka bisa menggunakan kemampuan untuk terbang?” Tanya salah satu prajurit Graina, kebingungan melihat pasukan Midauz.
***
“Oke, waktunya untuk kita juga beraksi…”
Raquille dan para Venerate tingkat atas Midauz kemudian melompat keluar dari pesawat mereka bergabung ke medan peperangan.
Masih berada di udara, mereka langsung disambut oleh enam Continent Venerate Graina yang datang menyerang mereka.
Pertarungan antara Venerate Midauz dan Graina pun pecah. Delapan Continent Venerate Midauz maju menyerang enam Continent Venerate Graina.
Sedangkan Raquille hanya diam melayang di udara memperhatikan pertarungan para Continent Venerate tersebut.
Pemuda itu merasa bahwa dia perlu ikut andil dalam pertarungan itu karena walaupun tanpa World Venerate sekalipun pertarungan tersebut akan tetap dimenangkan oleh pihak Midauz.
Dia juga berpikir walau hanya berdiam saja, namun sebelumnya dia telah membuat para prajurit Midauz mendapatkan kemampuan terbang, yang secara bersamaan meningkatkan kemampuan serangan serta pertahanan mereka.
**
“Sial…” Umpat salah satu Continent Venerate Graina, mulai kesusahan menangani para Continent Venerate Midauz.
Begitu juga dengan rekan-rekannya yang lain, yang mulai tersudut akibat jumlah Continent Venerate Midauz lebih unggul dibandingkan dengan mereka.
“Kita harus menggunakan gelang itu…” Ucap salah satu Continent Venerate Graina yang lain, memberikan sebuah saran agar mereka bisa mengungguli kemampuan Venerate musuh mereka.
Masing-masing dari Continent Venerate itu memunculkan sepasang gelang yang mirip seperti yang dipakai oleh Alyara sebelumnya.
Mereka langsung meluncurkan gelang-gelang itu ke arah Continent Venerate Midauz, hingga sebagian besar diantara gelang-gelang tersebut langsung terpakai oleh para Continent Venerate Midauz itu.
“Uwaah…”
Tiba-tiba empat diantara para Venerate Midauz itu kehilangan kemampuan melayang dan sontak jatuh meluncur kebawah.
Venerate yang tidak terpasang oleh gelang tersebut dengan cepat langsung menolong rekan mereka yang meluncur kebawah.
“Uakh…!” Akan tetapi, disaat mereka lengah, para Venerate Graina langsung melancarkan serangan pada mereka.
Dengan sigap Venerate Graina kemudian langsung memunculkan kembali gelang-gelang yang lain lalu meluncurkannya ke arah para Continent Venerate Midauz.
Kini semua Continent Venerate Midauz pun memakai gelang-gelang tersebut hingga membuat kemampuan mereka tak bisa digunakan lagi.
**
“Apa yang terjadi?” Ucap Raquille terkejut melihat semua Continent Venerate Midauz seketika dikalahkan oleh musuh yang dihadapi mereka.
**
Enam Continent Venerate Graina membentuk sebuah formasi.
“Tekhnika ekzortsista… Light of purge…” Mereka melancarkan sebuah teknik proyeksi cahaya yang seketika membesar dalam jangkauan yang sangat luas.
**
“Uwaah…!”
Hal tersebut sontak membuat sayap sihir yang digunakan oleh para pasukan Midauz seketika menghilang hingga membuat mereka jatuh meluncur kebawah.
**
Akan tetapi, Raquille dengan sigap menggunakan kekuatan sihirnya membuat momentum kecepatan para prajurit Midauz yang meluncur ke permukaan menjadi berkurang agar mereka tidak membentur dengan keras.
Semua prajurit Midauz pun mendarat dengan selamat dan tidak ada satupun dari yang terluka parah akibat kejadian sebelumnya.
**
“World Venerate…” Ucap salah satu Venerate Graina.
“Sepertinya aliansi dari negeri anggota kubuh barat…” Sambung Venerate Graina yang lain.
Kini perhatian enam Continent Venerate itu pun tertuju kepada Raquille yang dianggap mereka sebagai ancaman.
Mereka langsung memunculkan lagi gelang-gelang pengikat kekuatan Venerate yang sama seperti sebelumnya kemudian meluncur mengincar pemuda Elfman itu.
“Mereka mengejarku…!” Raquille seketika lari sambil berteriak layaknya dikejar oleh makhluk-makhluk buas.
“Apa-apaan orang itu?” Ucap salah satu Venerate Graina, merasa heran melihat Raquille tampak ketakutan ketika dikejar, yang padahal pemuda Elfman bisa dengan mudah melawan mereka semua.
Mereka tidak terlalu memperdulikan hal tersebut dan terus mengejar Raquille kemanapun arahnya pergi.
Para meluncurkan gelang-gelang tersebut ke arah pemuda tersebut dan dengan mudahnya langsung terjerat pada kaki pemuda itu.
“Uwaah…” Raquille seketika kehilangan kemampuan melayangnya dan cepat meluncur ke bawah, menghantam permukaan dengan keras.
Pemuda Elfman itu pun terkapar tak berdaya setelah jatuh dari ketinggian lebih dari tiga ribu kaki.
“Aku tidak percaya bisa mengalahkan World Venerate dengan mudah seperti ini…”
Mereka tidak percaya sebelumnya meluncurkan gelang itu, pemuda Elfman itu nampak tidak berusaha untuk menghindarinya dan dengan mudah terjerat oleh benda tersebut.
“Apa…?”
Mereka sontak terkejut melihat Raquille tiba-tiba berubah menjadi es dan perlahan mulai mencair.
“Sudah kukatakan itu mustahil…”
Benar saja ternyata keanehan yang merasa rasakan merupakan sebuah strategi dari pemuda Elfman itu. Sejak berdiam diri di udara sebelumnya Raquille ternyata sudah mempersiapkan sebuah kloningan dirinya untuk menipu para Continent Venerate itu.
“Mencariku?” Tiba-tiba Raquille muncul tepat dibelakang mereka semua dengan memasang ekspresi senyuman menyeringai.
Mendengar sebuah suara di belakang mereka, para Continent Venerate dengan serentak langsung berbalik.
“Feuerzauber… Long way fire…” Dengan sekejap Raquille langsung melancarkan serangan elemen api.
Tak tanggung-tanggung, serangan api itu langsung menghempaskan enam Continent Venerate tersebut sampai ke jarak yang cukup jauh dari tempat mereka sebelumnya.
**
“Boleh juga bocah itu…” Ucap Rostyana yang sedang memperhatikan Raquille dari dalam pesawat tempur bersama dengan salah satu World Venerate Midauz juga.
“Tapi, mengkhawatirkan keadaan Vlagomir… Apa dia baik-baik saja?” Rostyana kemudian melihat keadaan para Continent Venerate Midauz termasuk suaminya yang jatuh meluncur kebawah setelah kehilangan kekuatan mereka.
Para Continent Venerate itu telah terkapar tak sadarkan diri dan kemungkinan telah terluka parah akibat membentur permukaan dengan keras sebelumnya.
“Rolentin, ayo kita selesaikan dengan cepat…”
Kedua World Venerate Midauz itu lalu bersiap keluar dari pesawat tempur mereka untuk bergabung ke peperangan yang berada di bawah.
***
Beberapa saat kemudian, waktu berlalu, semua Venerate Graina akhirnya berhasil dikalahkan setelah Raquille sekaligus mengalahkan enam Venerate tingkat atas mereka terlebih dahulu.
Pasukan Midauz pun berhasil mengambil alih kembali kota Valoskia yang terletak di ujung barat wilayah Valoskia.
Para prajurit Venerate Graina yang telah menyerah kemudian satu per satu mulai diborgol oleh pasukan Midauz.
Delapan Continent Venerate Midauz yang terluka parah kini berangsur-angsur mulai pulih kembali karena kemampuan sihir penyembuhan yang dilakukan oleh Raquille.
Tak jauh dari tempat tersebut, keenam Continent Venerate Graina telah dikumpulkan ke dalam sebuah lingkaran sihir yang diciptakan oleh Raquille.
Mereka ditempatkan dibawah lingkaran sihir tersebut untuk menjaga agar nantinya orang-orang itu tidak akan melakukan serangan pada para prajurit Midauz.
Tak berapa lama, Rostyana datang menghampiri mereka sambil membawa gelang yang dipakai mereka untuk menonaktifkan kekuatan para Venerate Midauz.
“Darimana kalian mendapatkan benda ini? Setahuku negeri Nascunia tidak akan pernah sekalipun membiarkan gelang-gelang ini jatuh ke tangan negeri lain, khususnya negeri-negeri kubuh barat…” Tanya Rostyana sambil memperlihatkan benda tersebut.
Namun, keenam Venerate itu lebih memilih untuk diam, enggan memberikan jawaban kepada Rostyana.
Melihat hal tersebut, Raquille tiba-tiba datang mendekati mereka dengan ekspresi yang terlihat mengancam.
“Kalau kalian tidak mau dengan cara halus, maka akan kucoba dengan ancaman…”