
Selanjutnya Cyffredinol pun memperhatikan bahwa Gazou akhirnya telah kembali ke wujud semulanya.
Tanpa pikir panjang Cyffredinol langsung menyerap energi dari alam dalam jumlah yang besar, berkumpul menjadi sebuah serangan proyeksi anak panah.
*
“Menyingkir dari situ Achilles…” Ucap Cyffredinol, memperingati Achilles melalui telepati.
**
Setelah memperingatkan saudaranya, Cyffredinol pun meluncurkan serangannya, yang seketika meluncur dengan sangat cepatnya ke arah Gazou.
***
“Lieferung zauberspruch…” Melihat serangan yang diluncurkan oleh Cyffredinol begitu cepat mengarah padanya, Achilles pun dengan sigap menggunakan teknik teleportasi untuk menghindar.
Serangan itu pun langsung diterima oleh Gazou hingga menciptakan ledakan yang begitu besar.
***
Tak jauh dari tempat itu, Azouraz yang sudah tak sadarkan diri serta telah kembali ke wujud semulanya, sontak diselamatkan oleh Wilrock karena masih terus meluncur dengan bebas ke bawah.
***
Ledakan yang besar itu kembali memancing perhatian dari semua Venerate yang sementara dalam pertarungan mereka masing-masing.
Beberapa dari mereka yang mengetahui pertarungan tersebut, nampak tidak bahwa empat Continent Venerate itu bisa mengalahkan seorang World Venerate, yang jelas-jelas memiliki kekuatan setidaknya lima kali lebih kuat dibandingkan dengan Continent Venerate.
***
Gazou seketika tak sadarkan diri setelah menerima serangan dari Cyffredinol. Dia pun jatuh meluncur menghantam permukaan dengan kerasnya.
***
“Haah… Haah…” Cyffredinol kelelahan setelah melancarkan serangan yang besar tersebut, namun pria Elfman akhirnya lega bisa mengalahkan World Venerate tersebut berkat kerja samanya dengan tiga Continent Venerate yang lain.
***
Begitu juga dengan Achilles dan Wilrock, tidak menyangka bahwa kerja sama mereka tersebut bisa berhasil mengalahkan Gazou.
Achilles sejenak merebahkan kakinya, sementara Wilrock membaringkan Azouraz yang ditolongnya. Pria dari negeri Brizora itu kemudian menonaktifkan kekuatan pelepasan keduanya hingga membuatnya serta kuda yang ditungganginya kembali ke wujud seperti semula.
Akan tetapi, walaupun sudah mengalahkan satu World Venerate Pavonas, hal itu masih belum bisa mengakhiri perang tersebut. Achilles dan Wilrock yang masih memiliki sisa tenaga meluncur ke arah pertarungan para Continent Venerate untuk membantu kubuh barat melawan para prajurit Pavonas.
***
Berpindah ke ibukota negeri Pavonas, dimana Raquille dan yang lain kini merasa bingung melihat kota tersebut kini telah kosong tanpa penghuni yang berada di dalamnya.
Tak berapa lama kemudian, para pasukan Pavonas datang menyambut tiga World Venerate itu dengan persenjataan mereka.
Ternyata pasukan Pavonas sudah mempersiapkan hal tersebut dikarenakan kemungkinan para Venerate tingkat atas Pavonas yang berada di kota itu sudah merasakan keberadaan dari Raquille dan yang lain.
“Mari pemanasan terlebih dahulu…” Ucap Raquille, merasa bersemangat sambil memunculkan pedang biru berbilah gandanya.
Sementara itu, Aguirre yang tidak mau kalah juga memunculkan sebuah pedang merah, yang merupakan senjata sucinya.
“Azuro Stroma… Apa kau yakin tidak berlebihan memakai itu?” Tanya Aguirre, merasa khawatir dengan senjata yang dimunculkan oleh saudaranya tersebut.
“Tenang saja… Kekuatan pedang ini tidak bisa aktif dengan begitu saja… Tapi, yang kukhawatirkan dengan pedang yang kau pegang itu,” balas Raquille, juga merasa khawatir melihat Aguirre memunculkan pedangnya.
“Jangan khawatir… Kekuatan pedang ini tidak bisa aktif dengan begitu saja,” ucap Aguirre, mengatakan kata yang sama seperti Raquille tentang senjatanya.
“Bagaimana mungkin? Bahkan satu kibasan saja kau bisa membakar mereka semua.” Mendengar pernyataan dari saudaranya membuat Raquille menjadi lebih khawatir lagi, karena sangat mengetahui dengan betul bagaimana kekuatan dari pedang yang akan digunakan oleh Aguirre itu.
***
“Sialan…” Keluh salah satu World Venerate Pavonas, sangat kesulitan melawan Javor, karena pria itu sangat lincah menghindari setiap serangannya serta rekannya.
“Tekhnika ekzortsista… Punisher astral beings…”
“Tekhnika ekzortsista… Astral awakening…”
World Venerate Pavonas itu menggunakan kekuatannya untuk menciptakan gerombolan makhluk astral, yang kemudian dilanjutkan oleh rekannya menyalurkan sebuah proyeksi energi kepada makhluk-makhluk tersebut.
“Aku yakin mereka bisa menyerangmu…” Ucap salah satu World Venerate Pavonas.
Seketika makhluk-makhluk astral tersebut bergerak dengan cepatnya melancarkan serangan mereka.
Javor sedikit terkejut melihat kecepatan dari makhluk-makhluk tersebut sulit untuk diprediksi olehnya.
“Tekhnika ekzortsista… Exterminator light…” Walaupun begitu, dengan berusaha Javor pun mencoba menghindari setiap serangan yang secara bergantian dari para makhluk astral itu sambil melancarkan serangan proyeksi cahaya kepada mereka.
“Apa? Bagaimana mungkin?” Bukannya berhasil, Javor kembali terkejut karena serangan yang dilancarkannya tidak mempan terhadap makhluk-makhluk itu, padahal serangan yang dilancarkan olehnya tersebut dikhususkan untuk menyerang para makhluk astral.
“Tekhnika ekzortsista… Holy light punisher…” Javor kembali melancarkan serangan proyeksi cahaya yang lebih kuat dibandingkan sebelumnya, namun masih sama saja, para makhluk astral tersebut masih tidak mempan menerima serangan tersebut.
“Akh…” Karena mulai lengah, tiba-tiba pria Riemic itu mendapatkan serangan yang cukup kuat dari salah satu World Venerate Pavonas.
Javor pun terhempas ke jarak yang cukup jauh menabrak puing-puing bangunan yang berada di dalam kota Vinks.
“Haah… Sial…” Keluh pria bernama Javor itu sambil dia kembali berdiri setelah terhempas.
“Darkness soul…” Javor sejenak menutup matanya, kemudian kembali membukanya lagi.
Dalam sekejap proyeksi energi berwarna hitam memancar dari tubuhnya. Dari proyeksi energi yang memancar tersebut, tiba-tiba tercipta gerombolan makhluk-makhluk berwarna hitam.
Melihat hal tersebut, salah satu World Venerate Pavonas langsung mengendalikan para makhluk astralnya untuk menyerang makhluk-makhluk hita yang diciptakan oleh Javor.
Akan tetapi, makhluk-makhluk astral itu langsung lenyap layaknya diserap ketika akan menyerang para makhluk hitam tersebut.
Kedua World Venerate Pavonas itu sontak terkejut melihat hal tersebut. Mereka tidak menyangka ternyata pria itu juga memiliki makhluk-makhluk astral yang jauh lebih hebat dibandingkan dengan mereka.
Makhluk-makhluk hitam tersebut, dengan cepat meluncur ke arah dua World Venerate itu.
“Tekhnika ekzortsista… Flame exterminator…”
“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…”
Dengan sigap dua World Venerate itu langsung melancarkan serangan mereka secara bersamaan, ketika makhluk-makhluk hitam itu mendekati mereka.
Bukannya lenyap, makhluk-makhluk itu berubah menjadi kepungan asap, lalu menutupi pandangan mereka berdua.
****
Saat kepungan asap hitam itu lenyap, mereka terkejut telah berada di tempat lain, dimana tempat tersebut memiliki penampilan yang mirip seperti tempat Alyara menjebak para World Venerate Graina sebelumnya menggunakan mata makhluk sucinya.
“Dimana kita berada?” Tanya salah satu World Venerate, memperhatikan tempat tersebut sambil melihat segerombolan makhluk-makhluk menyeramkan yang mendekat, seakan-akan mengincar mereka.
“Entahlah kita berada dimana? Tapi yang pasti ini bukan tempat yang bagus,” sambung World Venerate yang satunya, kini bersiap meladeni makhluk-makhluk mengerikan, yang datang mendekati mereka.
****
Kembali ke kota Vinks, dimana di depan Javor tiba-tiba muncul sebuah kepungan asap hitam.
Setelah asap hitam itu lenyap, tampak dua World Venerate Pavonas yang sebelumnya terjebak di dimensi yang mengerikan telah terkapar lemah.
“Haah… Sial… Kau menang. Aku sudah tidak kuat melawan mereka… Entah bagaimana mereka tidak ada habis-habisnya?” Ucap salah satu World Venerate, menyatakan bahwa dirinya telah menyerah.