The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 271 - Saling menyerang



“Akh…” Dalam sekejap diagram sihir yang berada di bawah para murid Land Venerate memancarkan proyeksi elemen petir berwarna hitam, membuat mereka semua pun lantas menjerit kesakitan.


Sedangkan Arn dan Freynile tidak mengalami hal tersebut karena telah lebih dulu menghindar keluar dari jangkauan diagram sihir yang sebelumnya diinjak oleh mereka.


Dengan heran, keempat murid Land Venerate dengan sendirinya memunculkan senjata suci mereka dari ruang spasial di dalam sebuah gelang yang dipakai oleh mereka masing-masing.


Mereka berempat kemudian saling menyerang satu sama lain, membuat Arn dan Freynile pun terkejut melihat hal tersebut.


“Apa yang terjadi? Vandmar… Hentikan…” Ucap salah satu murid Land Venerate bernama Sigmar, nampak heran melihat rekannya yang bernama Vandmar menyerang ke arahnya, akan tetapi dirinya juga membalas serangan tersebut ke arah rekannya.


Walaupun sadar telah dikendalikan oleh teknik sihir milik Modolf, namun keempat murid Land Venerate itu tidak bisa berbuat apa-apa selain terus saling menyerang hingga membuat mereka pun menerima serangan satu sama lain.


Melihat hal tersebut, Arn serta Freynile pun mencoba untuk menghentikan mereka, namun mereka berdua lantas menerima langsung diserang secara bergantian oleh keempat rekan mereka tersebut, hingga membuat Arn maupun Freynile kini harus berhati-hati dengan pergerakan mereka.


**


“Aku akan kembali setelah hasilnya sudah terlihat… Selama itu bersenang-senanglah,” ucap Modolf, tiba-tiba berubah menjadi gerombolan burung gagak, terbang ke langit.


**


Sementara itu, Arn dan Freynile terus mencoba menghentikan keempat rekan mereka yang saling menyerang, namun mereka berdua tetap saja tidak bisa melakukan hal tersebut, karena baik Arn maupun Freynile tidak bisa menonaktifkan teknik sihir pengendali yang ditanamkan oleh Modolf pada keempat murid Land Venerate tersebut.


Karena keempat murid Land Venerate itu sesekali melancarkan serangan ke arah Arn dan Freynile, disamping saling menyerang satu sama lain, membuat Arn serta Freynile pun tidak mempunyai pilihan selain menyerang mereka juga.


“Arn… Freynile… Cepat lari dari sini… Hanya kalian yang masih belum berada dalam pengaruh teknik World Venerate itu…”


“Setidaknya lari dan selamatkan diri kalian sendiri… Kami sudah tidak punya harapan lagi untuk bisa selamat,” ucap murid Land Venerate bernama Sigmar, menyuruh Arn dan Freynile untuk pergi meninggalkannya serta ketiga rekan mereka.


Mendengar hal tersebut Arn maupun Freynile tidak tahu harus mengatakan apa, ataupun berbuat apa, karena mereka berdua tidak mungkin akan meninggalkan keempat rekan mereka dalam keadaan saling menyerang seperti itu.


“Cepat pergi dari sini! Jangan buang-bunga waktu!” Teriak Sigmar, kembali menyuruh Arn dan Freynile untuk pergi meninggalkan mereka.


“Lieferung zauberspruch…” Karena tidak punya pilihan lain, Arn terpaksa mengakses kekuatan sihir perpindahan ruang, menghilang bersama dengan Freynile dari tempat tersebut.


Setelah Arn dan Freynile menghilang, keempat murid Land Venerate itu tetap saling menyerang, hingga membuat mereka saling membunuh satu sama lain, dan tidak ada satu pun diantara mereka yang bisa selamat.


***


“Haah… Haah…” Setelah mereka berdua muncul, Arn tiba-tiba jatuh tersungkur akibat menggunakan teknik perpindahan ruang yang sebenarnya harus membawa mereka ke tempat yang jauh, namun karena kemungkinan pengaruh sihir Modolf di sekitar wilayah tersebut, membuat Arn dan Freynile hanya bisa muncul tidak jauh dari tempat pertama kali mereka menghilang.


“Arn…” Melihat pemuda itu terkapar, Freynile dengan cepat langsung membantunya kembali berdiri, dan berjalan sejauh mungkin.


Tiba-tiba sebuah diagram sihir yang sama seperti sebelumnya, muncul tepat dibawah kaki Arn dan Freynile.


“Akh…” Alhasil, Freynile pun langsung menerima sebuah proyeksi elemen petir berwarna hitam, yang langsung membuatnya menjerit kesakitan.


“Freynile…” Melihat hal tersebut, Arn pun merasa khawatir, hingga langsung bergerak mendekati Elfman perempuan itu.


“Jangan bergerak… Tetap disana…” Akan tetapi, Arn pun berhenti sesuai dengan perkataan Freynile, karena mengetahui bahwa Freynile juga sudah berada dalam pengaruh teknik sihir milik Modolf, setelah menerima pancaran elemen petir berwarna hitam sebelumnya.


Dalam sekejap Freynile dengan sendirinya mengakses kekuatan miliknya, menciptakan sebuah pedang dari elemen es, lalu dengan cepat meluncur ke arah Arn, dan mengayunkan pedang es tersebut.


“Arn… Menghindar!” Teriak Freynile, memperingati pemuda itu.


“Ukh…” Dengan sigap Arn pun langsung menghindar, namun karena pergerakan Freynile yang dalam pengaruh kekuatan Modolf nampak leih gesit, Arn pun sontak menerima serangan tebasan dari ayunan pedang es yang dipegang oleh Elfman perempuan itu.


“Arn…” Melihat hal tersebut, Freynile pun nampak khawatir, namun tetap tidak bisa berbuat apa-apa selain bergerak dengan sendirinya mencoba menyerang pemuda itu.


“Akh…” Sekali lagi, Arn menerima serangan tebasan dari Freynile, hingga membuatnya mendapatkan luka serius.


“Freynile… Kurasa kau harus membunuhku agar World Venerate itu bisa mengampuni nyawamu,” ucap Arn, sambil menghindari serangan Freynile, serta menahan rasa sakit setelah beberapa kali menerima serangan dari Elfman perempuan itu.


“Tidak… Jangan katakan itu… Kau tetap harus selamat… Cepat gunakan teknik sihir ruang sekali lagi agar aku tidak bisa menyerangmu.” Namun, Freynile menolak karena lebih baik Arn yang pergi meninggalkannya, agar pemuda itu bisa selamat.


“Percuma aku sudah tidak kuat lagi untuk menggunakan teknik itu… Walaupun aku bisa, aku tetap tidak akan rela jika kau yang harus berkorban… Jadi lebih baik aku membiarkanmu tetap hidup,” ucap Arn, kemudian berdiam menutup kedua matanya, pasrah menerima serangan yang akan dilancarkan oleh Freynile.


Dengan sendirinya, Freynile mengayunkan pedang esnya yang kini telah dilapisi oleh proyeksi energi ke arah Arn yang tengah pasrah dengan keadaannya.


Karena merasa bahwa dirinya masih baik-baik saja, Arn seketika membuka kembali kedua matanya. Betapa terkejutnya pemuda itu melihat pedang es milik Freynile yang dilapisi proyeksi energi kini telah menancap ke dada, menembus jantung Elfman perempuan itu.


“Arn… Aku juga… tidak akan rela jika harus kehilanganmu,” ucap Freynile, kemudian dalam sekejap jatuh terkapar ke tanah.


“Freynile…” Dengan sigap, Arn pun langsung datang menghampiri Freynile dengan menunjukan ekspresi yang sangat khawatir, karena melihat keadaan dari Elfman perempuan itu.


Dengan cepat pemuda itu langsung mengakses sihir penyembuhan miliknya, namun tidak bisa menyembuhkan luka tusukan dari Freynile yang sudah sangat parah.


“Ternyata… Sihir penyembuhanmu masih buruk seperti dulu…”


“Tidak… Jangan dulu berbicara… Sedikit lagi… Aku pasti bisa menyembuhkan lukamu…”


Dengan berusaha Arn mencoba menyembuhkan luka tusukan Freynile, namun tetap tidak bisa disembuhkan olehnya karena luka Elfman perempuan itu memang sulit untuk bisa dipulihkan oleh Venerate yang menguasai sangat teknik sihir penyembuhan sekalipun.


“Hentikan Arn… Percuma saja… Aku sudah tidak memiliki harapan lagi…”


“Tidak… Jangan bicara seperti itu… Aku pasti bisa menyembuhkanmu…”