The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 211 - Raja negeri Ereise



“Raquille…”


“Kakak…” Raquille pun seketika terkejut ketika melihat Hyphilia telah tertusuk oleh senjata suci milik Elfman perempuan itu sendiri.


“Apa yang terjadi?” Tanya Raquille, nampak khawatir melihat keadaan dari Hyphilia.


“Aku juga tidak paham… Padahal sebelumnya… Aku sudah berhasil menyerang… Tapi, entah kenapa aku tiba-tiba yang menerima serangan tersebut,” jawab Hyphilia, menjelaskan kepada Raquille, walaupun keadaannya mulai melemah.


“Baiklah, aku mengerti… Jangan dulu berbicara, aku akan menyembuhkanmu terlebih dahulu,” ucap Raquille.


Pemuda Elfman itu kemudian menonaktifkan kekuatan insting emasnya, dan kemudian berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan yang lain.


“Celestial wisdom…” Raquille pun mengaktifkan kekuatan kebijakan surgawi miliknya, hingga membuat tubuhnya memancarkan proyeksi energi berwarna putih.


“Akh…” Raquille mencabut rantai pisau yang menancap pada tubuh Hyphilia, yang seketika membuat Elfman perempuan itu sejenak menjerit karena tidak bisa menahan rasa sakit.


Raquille kemudian mulai menyalurkan proyeksi energi berwarna putih yang memancar dari tubuhnya, membuat luka tusukan Hyphilia pun perlahan-lahan mulai sembuh hingga tidak menimbulkan sebuah bekas luka.


**


Setelah Raquille menyembuhkan luka dari Hyphilia, tiba-tiba kawanan burung gagak yang sebelumnya menyebar kembali bersatu dan menjadi pria misterius yang sebelumnya.


“Aku tidak menyangka ternyata kau juga ada di tempat ini tuan muda,” ucap pria itu nampak mengenal Raquille.


**


“Kau…” Melihat pria itu, lebih dekat Raquille pun langsung menyadari bahwa dirinya juga nampak mengenal pria misterius tersebut.


“Dia kan…” Begitu juga dengan Arn, yang nampak terkejut ketika melihat pria tersebut seperti dikenal olehnya.


“Raquille, siapa dia?” Tanya Hyphilia penasaran.


“Namanya adalah Modolf… Modolf V, raja dari negeri Ereise,” jawab Raquille, mengatakan bahwa pria misterius itu merupakan raja negeri Ereise, dimana merupakan sebuah negeri yang terletak di bagian utara benua Greune, serta berada di dalam kubuh yang sama dengan negeri Ierua, yaitu kubuh utara.


“Aku mengerti mengapa negeri Ierua bisa menemukan cincin yang berada di dalam labirin keputusasaan serta menaklukan kuda putih itu… Ternyata mereka meminta bantuan kepadamu untuk mengambilkannya,” ucap Raquille, nampak mengerti dengan kemampuan yang dimilik oleh pria yang merupakan seorang raja tersebut.


**


“Kau sepertinya sudah tahu banyak tentangku, tuan muda Raquille,” respon pria bernama Modolf tersebut.


**


Entah kenapa ketika melihat pria tersebut, Arn nampak merasa kesal hingga membuatnya seketika menggenggam erat tombak senjata suci yang dipegang olehnya.


“Beraninya kau menunjukan wajahmu kemari…!” Tanpa pikir panjang Arn pun langsung meluncur mendekati pria itu dan hendak melancarkan sebuah serangan.


**


“Arn tunggu… Apa kau sudah lupa dengan kemampuan yang dimilikinya?!” Teriak Raquille, memperingati Arn agar tidak gegabah menyerang pria tersebut.


**


Akan tetapi, karena sudah dipenuhi oleh amarah, Arn pun tidak menanggapi peringatan Raquille, dan tetap pada pendiriannya menyerang pria tersebut.


Seketika Arn pun melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah dari tombak senjata sucinya ke arah pria bernama Modolf itu.


Namun, dengan satu jentikan jari, tiba-tiba Arn bersama pria tersebut betukar posisi dalam sekejap.


Tidak mau menyerah setelah menerima sebuah teknik yang langsung membuatnya menerima serangannya sendiri, Arn pun kembali berdiri kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga membuatnya seketika memancarkan pancaran proyeksi energi berwarna merah yang merupakan kekuatan dari tombak senjata suci miliknya.


Ketika Arn melancarkan serangan proyeksi energi merah dari tombak miliknya, seketika dirinya bersama pria itu pun kembali bertukar tempat.


Untuk yang kedua kalinya, Arn pun menerima serangannya sendiri, dan terhempas ke jarak cukup jauh. Saat Arn sedang terhempas, dengan sigap pria itu meluncur mendekatinya, kemudian langsung mengambil jubah yang dikenakan oleh pemuda itu.


“Lynspel…” Raja negeri Ereise itu pun sontak melancarkan serangan proyeksi elemen petir bertegangan tinggi.


“Uakh…!” Karena tidak bisa berbuat apa-apa, Arn pun langsung menerima serangan tersebut hingga terkapar dan seketika tak sadarkan diri.


Setelah merebut jubah pertahanan dari Arn, pria bernama Modolf tersebut kemudian langsung mengenakannya.


“Siapa selanjutnya?” Tanya pria tersebut, menantang siapapun yang ingin menyerangnya.


**


Phyton berserta dua Continent Venerate Pavonas yang berada di tempat itu lantas merasa ragu untuk berusaha menyerang, karena mengetahui bahwa mereka tetap akan dikalahkan menggunakan teknik yang digunakan oleh pria tersebut. Keraguan mereka juga sontak bertambah ketika melihat bahwa pria tersebut kini telah mengenakan jubah pertahanan yang berhasil direbutnya dari Arn tersebut.


Ketika semuanya menjadi ragu, Raquille pun tidak punya pilihan selain harus bertarung dengan pria tersebut.


Akan tetapi, saat Raquille pun mulai bersiap, tiba-tiba Haltryg memunculkan kapak senjata sucinya kemudian meluncur ke arah pria tersebut.


“Haltryg, hati-hati… Pria itu menguasai teknik sihir persepsi tingkat tinggi,” ucap Raquille, memperingati Haltryg akan kemampuan dari raja negeri Ereise tersebut.


**


“Jangan khawatir kakak. Aku sedari dulu sangat tertarik mempelajari teknik pembalik takdir seperti itu… Walaupun masih belum bisa menguasai teknik seperti itu, namun aku mengetahui cara untuk menanggulanginya.”


Pemuda itu pun mengayunkan kapaknya ke arah pria tersebut, namun serangan tersebut dengan cepat berhasil dihindari.


Akan tetapi, raja Ereise itu pun seketika terkejut karena pemuda yang mengayunkan kapak ke arahnya tersebut tidak bisa berpengaruh terhadap tekniknya tersebut.


“Menarik juga… Sepertinya kau lebih menguasai tentang teknik sihir persepsi,” ucap pria bernama Modolf itu sambil tersenyum.


“Feuerzauber…” Tanpa merespon ucapan dari pria itu, Haltryg seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api.


“Flammespel…” Pria itu pun juga langsung membalas serangan Haltryg dengan melancarkan serangan proyeksi elemen api.


Kedua serangan elemen api dari Haltryg serta pria itu pun saling bertabrakan. Hingga beberapa lama kedua serangan tersebut terus berlangsung, tiba-tiba Haltryg pun terhempas, karena tidak mampu lagi mengimbangi serangan elemen api dari raja negeri Ereise tersebut.


Walaupun dapat mematahkan teknik dari pria itu, namun Haltryg tetap saja tidak bisa mengalahkan pria tersebut karena memiliki perbedaan tingkatan, yang tentu saja membuat kekuatan mereka menjadi cukup berbeda jauh.


**


Melihat Haltryg tetap tidak mampu melawan pria bernama Modolf tersebut, Raquille pun langsung bersiap sambil menngambil senjata suci milik Hyphilia.


“Apa aku terlihat cocok menggunakan senjata ini?” Tanya Raquille, sambil memutar-mutar rantai pisau milik Hyphilia.


“Tentu saja… Apapun senjata yang kau gunakan, kau tetap bisa menggunakannya dengan baik,” jawab Hyphilia.


“Gold instrict…” Pemuda Elfman seketika kembali mengaktifkan kekuatan insting emas miliknya, yang secara otomatis langsung menonaktifkan kekuatan kebijakan surgawi yang sementara aktif.


Dengan cepat Raquille bergerak mendekati pria bernama Modolf tersebut sambil meluncurkan rantai pisau yang dipegangnya, namun dengan mudah langsung dihindari oleh pria itu.