
“Baiklah kalau begitu...” Respon Raquille mendengar jawaban dari Raindlas.
Disaat Raquille, Hyphilia serta Haltryg ingin segera berangkat, tiba-tiba Arn, Anhilde dan Asulf sampai ke tempat itu.
“Haah… Haah... Sialan, kecepatan terbang kalian sangat cepat,” ucap Arn, nampak merasa kelelahan setelah mendarat ke akademi sihir tersebut.
Sebelumnya menuju ke pulau tempat akademi tersebut, Raquille dan Hyphilia ternyata akan berangkat bersama ketiga saudara kembar itu, akan tetapi Arn beserta kedua saudara kembarnya yang terbang menggunakan sayap proyeksi energi sihir mereka langsung tertinggal karena tidak bisa menandingi kecepatan terbang dari kedua Elfman itu sebagai Venerate tingkat atas.
“Kalian kan tiga kembar dari clan Skoedir…” Ucap Haltryg, mengenali ketiga saudara kembar itu.
“Oh, ternyata kalian baru sampai… Padahal orang yang kita cari sudah ditemukan. Dan sebenarnya kami baru saja mau kembali ke pulau Whiteland,” ucap Raquille.
“Apa?” Arn, Anhilde dan Asulf pun bersama-sama terkejut ketika mendengar pernyataan dari Raquille, yang padahal mereka dengan susah payah harus mengejar Raquille dan Hyphilia sampai ke tempat itu.
“Dengarkan… Karena aku sekarang lebih tua dibandingkan denganmu, maka kau harus ikut perintahku sekarang… Kita berangkat setelah kami memulihkan keadaan kami,” ucap Arn kepada Raquille.
“Baik… Lagipula aku mau berkeliling sebentar,” ucap Raquille, langsung menyetujui ucapan dari pria tersebut.
“Baik Harry, mari kita berjalan berkeliling terlebih dahulu,” ucap Raquille memanggil nama Haltryg yang salah diucapkannya sambil menarik pemuda itu untuk berkeliling akademi sihir.
Raquille dan Haltryg pun pergi bersama Hyphilia meninggalkan ketiga saudara kembar itu bersama para tetua akademi sihir di tempat itu.
***
Beberapa saat kemudian Raquille dan Hyphilia berjalan mengelilingi akademi sihir bersama dengan Haltryg.
“Kakak, apa kau masih ingat bagaimana kita dulu di tempat ini?” Tanya Raquille.
“Tentu saja aku masih mengingat dengan jelas walaupun hal itu sudah berlalu sekitar beberapa tahun yang lalu,” jawab Hyphillia.
“Berarti kau masih ingat jelas bagaimana kakak Aguirre menyatakan perasaannya padamu sewaktu dulu di depan para murid-murid akademi?” Tanya Raquille sekali lagi.
Mendengar pertanyaan yang diucapkan oleh pemuda Elfman itu, Hyphilia sontak berhenti dan terkejut ketika mengingat memori masa lalunya, dimana saat Aguirre menyatakan perasaannya kepada Elfman perempuan itu, tak berapa lama setelahnya Hyphilia pun langsung ditunjuk untuk bertunangan dengan sang penerus tahta kerajaan Blueland yang tidak lain merupakan Raquille.
Hyphilia pun mengingat jelas bagaimana Aguirre sebenarnya merasa kecewa dengan hal tersebut, namun tidak bisa berbuat apa-apa karena hal tersebut merupakan sebuah kewajiban yang tidak bisa diubah olehnya.
“Kakak, kau baik-baik saja?” Raquille pun berhenti dan langsung menanyakan keadaan dari Elfman perempuan, karena melihatnya tiba-tiba berhenti.
“Aku baik-baik saja…” Jawab Hyphilia, walaupun hal tersebut berbeda dengan yang dia rasakan.
Raquille, Hyphilia bersama dengan Haltryg pun kembali berjalan meneruskan perjalanan mereka berkeliling di dalam akademi sihir tersebut.
***
Tak berapa lama setelah mereka melanjutkan perjalanan berkeliling akademi sihir, beberapa dari para murid yang berjalan melewati mereka nampak heran melihat Haltryg berjalan dengan dua Elfman yang sepertinya pernah dilihat oleh mereka.
“Hei, apa mungkin perempuan itu adalah Hyphilia dari clan Noroh?” Tanya seorang murid ketika melihat Hyphilia.
“Benar juga… Dia memang mirip sekali dengan putri Hyphilia,” sambung murid yang satunya.
Karena penasaran, dua murid itu lantas datang menghampiri Hyphilia yang sedang berjalan bersama Raquille dan Haltryg.
“Maaf nona, apa benar kau adalah putri Hyphilia?” Tanya salah satu murid.
“Eh… Bisa dibilang akulah orang yang kalian maksud.” Hyphilia awalnya tidak ingin mengatakan identitas sebenarnya, namun setelah dipikir olehnya sekali lagi dia pun langsung mengatakan kepada kedua murid itu bahwa dialah orang yang mereka maksud.
Hyphilia pun menganggukkan kepalanya, merespon pertanyaan murid tersebut dengan sambil merasa khawatir dengan apa yang akan terjadi setelahnya.
“Hei semua! Tuan putri Hyphilia dari clan Noroh datang ke tempat ini!” Salah satu murid itu pun langsung berteriak, membuat semua murid yang berada di sekitar tempat itu langsung datang mengerumuni mereka.
“Putri Hyphilia katamu?”
“Ternyata benar…”
“Wah… Dia cantik sekali…”
“Aku tidak menyangka dia datang kemari.”
Ucap para murid-murid yang datang menghampiri Elfman perempuan itu, sampai membuat Hyphilia tidak percaya bahwa dia seterkenal itu.
“Hei…” Beberapa murid-murid yang mencoba mendekati Hyphilia tiba-tiba satu per satu mulai mendorong Raquille karena merasa bahwa pemuda Elfman itu menghalangi mereka.
Raquille pun terkejut saat mengetahui bahwa dirinya dengan sekejap keluar dari kerumunan para murid yang sedang mendekati Hyphilia.
“Ini keterlaluan… Aku yang seterkenal dulu bahkan tidak menyangka bisa diacuhkan seperti ini,” gumam Raquille.
Karena tidak bisa mendekati Hyphilia lagi akibat telah terhalang oleh para murid-murid, Raquille lantas pergi untuk berkeliling akademi sihir itu sendirian.
***
Di sisi lain, terlihat Arn berada di suatu tempat dalam akademi sihir tersebut sambil berdiri dan mengamati sebuah pohon berukuran besar.
Disaat pria itu menatap bagian atas pohon tersebut, dia pun seketika mengingat memori masa lalunya, dimana pria itu pernah duduk pada dahan pohon tersebut besama dengan seorang perempuan berambut putih, yang tidak lain merupakan salah satu dari ras Elfman.
Ketika mengingat memori masa lalu itu, Arn tiba-tiba langsung meneteskan air matanya, merasa sedih harus kembali mengingat kenangan tersebut.
**
“Eh…” Tak jauh dari tempat itu, tampak Raquille yang berjalan sendirian seketika berhenti ketika melihat Arn berdiri di depan pohon tersebut.
Raquille pun berjalan dari arah belakang untuk menghampiri pria bernama Arn tersebut.
“Arn… Apakah mungkin kau kembali mengingatnya lagi?” Tanya Raquille, seperti mengetahui Elfman perempuan yang berada di dalam memori pria tersebut.
Mendengar suara berbicara dari belakang, Arn pun langsung menghapus air matanya kemudian menoleh ke belakang.
“Kakak, bukankah kau sedang berkeliling?” Tanya Arn.
“Tadi aku terpisah bersama Hyphilia saat para murid-murid akademi mengerumuninya,” jawab Raquille.
“Begitu yah… Kurasa kau sudah tidak seterkenal dulu,” ucap Arn.
Setelah mengatakan hal tersebut, Arn kemudian menatap ke bagaian dahan pohon tempat dimana dia pernah duduk bersama dengan seorang Elfman perempuan pada masa lalu.
“Bagaimana mungkin aku tidak mengingatnya lagi setelah melihat pohon yang berada di tempat ini?” ucap Arn, menjawab pertanyaan awal dari Raquille.
“Aku tidak bisa lupa bahwa kejadian waktu itu adalah murni kesalahanku,” lanjut Arn berkata, merasa menyesal mengungkit sebuah kejadian yang sepertinya merupakan perbuatannya.
“Arn… Dengarkan aku. Kau tidak boleh menyalahkan dirimu sendiri karena kejadian waktu itu bukanlah salahmu atau salah dari siapapun,” ucap Raquille, meyakinkan Arn tentang kejadian yang terjadi di masa lalu.