The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 188 - Mengabulkan sebuah permohonan



“Aku mengeti Yang mulia… Walaupun beberapa harta karun itu sekalipun dijaga oleh para makhluk suci, aku tetap akan berusaha untuk mencarinya,” ucap Raquille dengan percaya diri, mendengarkan penjelasan dari sang ratu negeri Brizora bernama Harmae tersebut.


“Kurasa kau memiliki keinginan yang kuat sampai ingin mengumpulkan ketiga belas harta karun itu,” respon Harmae, nampak senang menlihat semangat dari pemuda Elfman itu.


Disaat Raquille merasa bersemangat, di sisi lain Hyphilia tampak tidak senang tentang hal tersebut. Elfman perempuan itu berpikir bahwa seharusnya mereka melakukan rencana mereka untuk menyerang negeri Ierua terlebih dahulu setelah beraliansi dengan negeri Brizora.


***


Beberapa saat kemudian, Raquille bersama dengan ketiga saudara kembar, Arn, Anhilde dan Asulf berada di dalam sebuah ruangan.


Raquille tiba-tiba merasa bingung serta khawatir menunggu Hyphilia tak kunjung-kunjung datang ke ruangan tersebut, padahal sejak dari ruangan pertemuan sebelumnya, Hyphilia ingin pergi ke suatu tempat sembari Raquille dan yang lain pergi terlebih dahulu.


“Kakak Raquille, ada apa?” Melihat ekspresi khawatir dari pemuda Elfman itu, Arn sontak bertanya kepadanya.


“Apa kalian tahu kakak Hyphilia sedang kemana?” Tanya balik Raquille.


Ketiga saudara kembar itu pun lantas menggelengkan kepala mereka, merespon bahwa mereka juga tidak tahu Elfman perempuan itu pergi kemana.


***


Di salah satu balkon kastil, tampak Hyphilia ternyata sedang berada sendirian sambil menatap pemandangan di luar.


“Kakak, kenapa sendirian di tempat ini?” Tak berapa Haltryg datang menghampiri Elfman perempuan dan sontak bertanya.


“Kakak…” Tidak mendengar jawaban dari Elfman perempuan itu, Haltryg kembali memanggilnya.


“Diam kau… Dan pergi dari sini.” Tiba-tiba Hyphilia membentak pemuda itu sambil mendorongnya hingga jatuh tersungkur.


“Baik…” Ucap Haltryg perlahan kembali berdiri sambil meninggalkan Hyphilia sendirian di tempat itu.


Haltryg terkejut disaat dirinya jatuh tersungkur akibat tidak bisa menahan kekuatan dorongan dari Hyphilia yang nampak kuat. Haltryg sebenarnya tahu betul bagaimana kekuatan fisik dari ras Elfman yang berada di atas rata-rata ras manusia murni, namun yang membuat pemuda itu heran sebenarnya apa yang terjadi dengan Hyphilia hingga membuat Elfman perempuan itu tiba-tiba merasa kesal.


Dalam benak pemuda itu, dia berpikir mungkin sikapnya kepada Hyphilia sebelumnya memang telah berlebihan hingga membuat Elfman perempuan itu nampak kesal ketika dia datang.


***


Tak berapa lama, Haltryg sampai di sebuah ruangan, dimana tempat Raquille dan tiga saudara kembar berada.


“Haltryg, apa kau melihat kakak Hyphilia?” Melihat pemuda itu datang, Arn seketika langsung bertanya mengenai Hyphilia.


“Aku tadi bertemu dengan kakak Hyphilia… Tapi, dia sepertinya sedang merasa kesal,” jawab Haltryg.


“Merasa kesal?” Tanya Arn kembali.


“Iya… Padahal aku datang dengan baik-baik dan bertanya mengapa dia sendirian, tapi dia tiba-tiba menunjukan bahwa dirinya lebih kuat dibandingkan pria dewasa dengan mendorong hingga terjatuh… Aku saat it…”


“Sudah-sudah, aku mengerti…” Arn pun langsung memotong perkataan dari Haltryg karena tidak mau mendengar penjelasan yang terlalu panjang dari pemuda itu.


“Kakak, apa yang kau lakukan dengan kakak Hyphilia?” Tanya Arn kepada Raquille.


“Hah? Aku juga tidak tahu...” Jawab Raquille.


“Hei Raquille, kakak Hyphilia itu adalah tunanganmu, walaupun kalian tidak saling menyukai, tapi kau setidaknya harus mengetahui alasan mengapa dia merasa kesal.”


Mendengar ucapan Arn, Raquille sontak teringat bahwa Hyphilia nampak kesal ketika dirinya memutuskan untuk mencari ketiga belas harta karun yang dibahas sebelumnya.


“Dia ada di sebuah balkon… Setelah kau keluar dari ruangan ini, belok ke kiri, kemudian belok ke…”


“Baik terima kasih… Lagipula dia masih di dalam kastil ini kan,” Raquille pun langsung memotong penjelasan yang panjang dari pemuda itu karena sebenarnya dia bisa mencari Hyphilia di di dalam kastil itu dengan hanya merasakan hawa keberadaan dari Elfman perempuan tersebut.


Raquille kemudian berdiri dari tempat duduknya dan berjalan keluar dari ruangan itu untuk menemui Hyphilia.


“Kakak Arn, apakah benar kakak Raquille dan kakak Hyphilia itu tidak saling menyukai?” Tanya Haltryg, seperti mendapatkan sebuah harapan dari pernyataan Arn sebelumnya.


“Diam kau…” Mendengar pertanyaan yang tidak penting tersebut, Arn lantas menyuruh pemuda itu untuk diam.


***


Berpindah kembali pada Hyphilia yang masih berada di sebuah balkon. Tak berapa lama, Raquille pun sampai ke tempat itu dan menghampiri Elfman perempuan tersebut.


“Ternyata kau disini kakak…” Ucap Raquille.


“Aku ingat bahwa jika kau sedang marah ataupun kesal, kau selalu menyendiri seperti ini tanpa harus meluapkan kemarahan atau kekesalanmu itu…”


“Apa kau kesal karena aku tiba-tiba memutuskan untuk mencari harta karun yang dibahas sebelumnya?” Tanya Raquille.


“Kau bisa menebaknya kan,” jawab Hyphilia.


“Aku tahu bahwa tujuan kita kemari adalah untuk beraliansi dengan pasukan Brizora… Tapi, setelah mendengar tentang harta karun yng bisa mengabulkan sebuah permohonan, aku sempat berpikir bahwa aku ingin mengumpulkannya untuk membuat sebuah permohonan agar bisa mengembalikan rekan-rekan Guardian yang telah kubunuh sepuluh tahun yang lalu…”


“Aku tidak berniat ingin mendapatkan pengakuan atau menghapus kesalahanku, tapi aku hanya ingin orang-orang yang memiliki hubungan dengan mereka bisa kembali merasakan bahagia,” ucap Raquille, menjelaskannya kepada Hyphilia.


“Mungkin aku sudah terlalu berlebihan… Lagipula sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Yang mulia Harmae bahwa hal itu dapat menunda penyerangan Ierua ke negeri kita.” Hyphilia pun akhirnya mengerti dan menghilangkan kesalahpahamannya untuk menyutujui hal tersebut.


“Apa kau ikut dalam perburuan harta karun ini?” Tanya Raquille.


“Tentu saja… Aku tetap akan menyetujui hal yang akan dilakukan oleh tunangan tampanku ini,” jawab Hyphilia sambil mengelus rambut pemuda Elfman itu.


“Ekh…” Raquille tiba-tiba tersipu malu ketika Hyphilia itu mengelus rambutnya, hingga wajah pemuda Elfman itu seketika memerah.


“Kenapa? Apakah aku tidak boleh menggodamu?” Tanya Hyphilia.


“Tentu saja boleh… Setidaknya lakukan itu setiap hari,” jawab Raquille.


“Aku tidak mau.” Hyphilia sontak menolak ucapan Raquille dan langsung pergi meninggalkannya.


“Kakak, tunggu…” Raquille pun sontak mengejar Elfman perempuan itu.


***


Beberapa saat kemudian, Raquille dan Hyphilia kembali ke ruangan dimana Arn, Anhilde, Asulf serta Haltryg berada.


“Akhirnya kalian datang tuan muda… Tuan putri…” Di ruangan tersebut ternyata sudah berada Folvest, yang sudah cukup lama menunggu kedua Elfman itu.


“Ini peta dimana letak ketiga belas harta karun itu muncul.” Folvest datang menghampirii Raquille dan Hyphilia sambil memberikan sebuah kertas yang merupakan peta dari letak ketiga belas harta karun tersebut.


Raquille pun mengambil peta itu dan kemudian membukannya. Tampak di peta tersebut menampakan wilayah Brizerua yang merupakan gabungan wilayah dari negeri Brizora serta negeri Ierua, yang dimana letak dari ketiga belas harta karun itu telah ditandai pada tempat tertentu.