The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 157 - Rumen melawan para World Venerate kubuh barat



“Alyara, kurasa kau benar… Aku mungkin…” Ucapan Ienin terpotong karena tiba-tiba dia merasakan sebuah tekanan kekuatan yang kuat dari arah belakang.


Disaat World Venerate Pavonas itu menghadap ke belakang, dia pun terkejut melihat Rumen, ayahnya sekaligus pemimpin negeri Pavonas akhirnya turun untuk melawan para Venerate dari kubuh barat.


Hefaistos serta Artemis seketika langsung bersiaga melihat pemimpin negeri Pavonas itu yang menjadi sasaran utama mereka.


“Ekh…” Disaat dua World Venerate dari negeri Lightio itu akan bersiap melancarkan serangan, tiba-tiba ketika Rumen mengangkat salah satu tangannya ke depan, mereka pun seketika tidak bisa menggerakkan tubuh mereka.


Dengan menggunakan kekuatannya, Rumen mampu membuat dua World Venerate itu seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Setelah menghempaskan Hefaistos dan Artemis, pandangan Rumen kemudian tertuju pada Alyara, yang diketahuinya sudah tidak berada di pihak kubuh timur lagi.


“Ukh…” Dengan sigap Ienin langsung menarik Alyara, lalu mencengkram leher perempuan itu dari arah belakang menggunakan tangannya.


“Rumen, aku yang akan mengurusnya, kau tangani dua World Venerate itu saja,” ucap Ienin, berpura-pura kepada ayahnya bahwa dirinya akan menangani Alyara.


Rumen pun percaya dan kemudian perlahan-lahan melayang menuju ke arah Hefaistos dan Artemis yang sebelumnya terhempas.


“Kau tetap disini saja bersamaku… Aku hanya bisa melindungimu agar tidak berhadapan dengan orang itu,” ucap Ienin pada Alyara.


***


Hefaistos dan Artemis kembali berdiri dan dengan cepat meluncur ke arah Rumen. Dengan kuat Hefaistos menganyunkan palunya ke arah Rumen.


Dengan sigap pun Rumen langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menahan serangan dari pemimpin negeri Lightio itu, namun karena tekanan kekuatan yang besar dari ayunan serangan tersebut, Rumen pun seketika terhempas.


Dengan cepat Rumen kembali berdiri. Disaat yang bersamaan sebuah serangan proyeksi anak panah yang diluncurkan oleh Artemis ke arah Rumen.


“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…” Melihat serangan yang meluncur tersebut, Rumen langsung melancarkan serangan proyeksi cahaya.


Kedua serangan tersebut sontak menciptakan sebuah ledakan serta hempasan angin yang kuat ketika saling bertabrakan.


Hefaistos dengan cepat meluncur


mendekati Rumen kemudian kembali menganyunkan palunya.


“Fiamma sillabare…” Disaat yang bersamaan, Artemis juga meluncur serangan proyeksi elemen api ke arah Rumen.


“Akh…” Karena tidak bisa menangani dua serangan sekaligus, Rumen pun langsung menerima salah satu dari serangan Hefaistos dan Artemis hingga membuatnya terhempas.


Rumen yang menerima serangan proyeksi tersebut, dibawah terhempas hingga menabrak sebuah bangunan. Kemudian serangan yang meluncur bersama pemimpin negeri Pavonas langsung menciptakan sebuah ledakan yang besar.


Walaupun mendapatkan beberapa luka bakar akibat efek serangan tersebut, Rumen pun masih tetap bertahan kembali berdiri.


Pria itu terbang ke udara kemudian mengangkat salah satu tangannya ke depan untuk berusaha mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya yang tersegel pada cincin-cincin yang dipakai olehnya.


“I defteri ekdosi… Znevaz the unvoidtable ruler…” Sontak pancaran proyeksi energi dalam skala besar keluar dari cincin-cincin yang merupakan senjata suci pria itu dan menyelimuti seluruh tubuhnya.


Rumen berubah menjadi sesosok makhluk yang memancarkan energi berwarna biru dengan memiliki beberapa bola energi yang melayang disekitarnya.


“Apa-apaan benda yang berada di sekitarnya itu?” Tanya Artemis, penasaran dengan bola energi yang berada disekitar Rumen.


Dengan sigap, Hefaistos meluncur sembari Artemis membidik Rumen untuk melancarkan serangannya dari jauh.


Baru saja Hefaistos akan melancarkan serangannya, tiba-tiba bola-bola energi dari Rumen bergerak dan langsung melancarkan sebuah serangan proyeksi energi secara bersamaan.


“Ukh…” Hefaistos pun langsung terhempas ke jarak yang jauh menerima serangan tersebut.


Selanjutnya, ketika Artemis meluncurkan serangan proyeksi anak panah, dengan sigap bola-bola energi itu membentuk formasi kemudian melancarkan serangan proyeksi hingga serangan dari Artemis pun seketika lenyap.


“Ukh…” Serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh bola-bola energi milik Rumen sebelumnya langsung meluncur menghantam Artemis, hingga wanita itu seketika juga terhempas ke jarak yang jauh.


Masih bisa bertahan Hefaistos dan Artemis pun kembali meluncur ke arah Rumen untuk berusaha menyerang pemimpin negeri Pavonas itu.


***


Di sisi lain, terlihat Aguirre, yang masih dalam wujud pelepasan kedua serta Raquille memperhatikan Erissa yang masih belum bergerak untuk berusaha menyerang mereka kembali.


Tiba-tiba Hefaistos dan Artemis terhempas ke arah mereka hingga tak sadarkan diri, membuat Raquille, Aguirre dan Erissa pun terkejut.


Disaat yang bersamaan Rumen pun datang menghampiri mereka sambil sedang terbang melayang di udara.


“Hmph… Pantas saja kau sedikit kesulitan Erissa, ternyata ada Venerate yang telah mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya juga,” ucap Rumen.


Raquille dan Aguirre pun menatap dengan ekspresi yang serius ketika pemimpin negeri Pavonas dalam wujud pelepasan keduanya itu datang menghampiri mereka.


“Kira-kira siapa Elfman membuatmu begitu ketakutan, apakah yang tinggi itu atau yang pendek dibelakangnya?” Tanya Rumen pada Erissa.


“Yah… Bagaimanapun juga yang terlihat menarik adalah kau yang sudah menggunakan kekuatan pelepasanmu… Hei, apa kau berani melawanku?” Lanjut Rumen, bertanya pada Aguirre, menantang pria Elfman itu untuk menyerangnya.


“Tentu saja… Siapa takut…” jawab Aguirre, menerima tantangan dari pemimpin negeri Pavonas itu.


Dalam seketika Aguirre bergerak muncul di depan Rumen, hingga membuat pria Pavonas itu langsung terkejut. Dengan cepat juga pria Elfman itu langsung menganyunkan pedangnya ke arah Rumen hingga menciptakan kobaran api, menciptakan efek ledakan yang sangat besar, membuat Rumen langsung terhempas ke jarak yang cukup jauh.


Masih belum puas, Aguirre kembali meluncur ke arah Pria Pavonas itu, namun Rumen dengan sigap mengendalikan bola-bola energinya, membentuk suatu formasi kemudian melancarkan serangan proyeksi energi yang besar secara bersamaan.


Aguirre dengan cepat menangkis serangan proyeksi energi tersebut menggunakan pedang yang dipegang olehnya, hingga membuat serangan tersebut berbelok ke arah yang lain.


Aguirre menepis serangan lalu mengibaskan pedangnya, kembali menciptakan sebuah serangan proyeksi elemen api yang besar hingga serangan proyeksi energi dari bola-bola energi milik Rumen pun lenyap.


Sekali lagi Rumen terhempas ke jarak yang jauh, dibawah oleh serangan elemen api dari Aguirre.


“Sial… Apa-apaan kekuatannya itu?” Rumen pun terkejut tidak menyangka kekuatan pelepasan kedua dari pria Elfman itu bisa mengimbangi, bahkan mengungguli kekuatan pelepasan keduanya.


Ketika Rumen masih belum siap untuk kembali berdiri, tiba-tiba Aguirre muncul tepat di depannya. Aguirre dalam sekejap menarik energi yang berada di alam dalam jumlah yang besar. Dia kemudian memfokuskan energi yang diserapnya tersebut pada salah satu tangannya kemudian hendak melancarkan serangan elemen api yang kemungkinan besar dalam skala masif.


Akan tetapi, tiba-tiba Aguirre kembali ke wujudnya semula, yang menandakan bahwa batas waktu dari kekuatan pelepasan keduanya sudah habis.


Rumen terkejut, tidak percaya akhirnya dia bisa selamat dari serangan yang akan dilancarkan oleh pria Elfman itu sebelum akhirnya gagal.