
“Tuan…” Ucap Haniwa, karena melihat pria itu hanya terdiam.
“Zchaira sekarang suda tidak berada di negeri Lightio lagi.”
“Apa?” Mendengar penyataan dari Hefaistos, Haniwa sontak terkejut.
“Apa yang terjadi? Kenapa dia sudah tidak berada di Lightio? Kemana sebenarnya Zchaira pergi?” Ucap Haniwa, melontarkan beberapa pertanyaan saking penasaran tentang apa yang terjadi pada anak dari presiden penyihir itu.
“Ceritanya panjang, aku tidak bisa menceritakannya disini… Zchaira terpaksa harus meninggalkan Lightio karena suatu alasan,” jawab Hefaistos, belum bisa menjelaskan hal tersebut kepada Haniwa dengan melihat keadaan mereka sekarang.
“Kalau begitu, ayo pergi dan tetap bersamaku sampai kita mengalahkan semua Venerate Pavonas… Aku berjanji akan memulangkanmu ke Lightio kembali.”
“Tidak apa-apa tuan… Aku lebih baik tetap berada di Pavonas karena mereka membutuhkanku… Jika kau bertemu dengan ayah dan ibuku, sampai saja pada mereka bahwa aku baik-baik saja di negeri Pavonas ini,” namun, Haniwa menolak tawaran Hefaistos dan lebih memilih untuk menetap di negeri tersebut.
“Apa kau yakin nak?” Tanya Hefaistos.
Haniwa pun menjawab pertanyaan Hefaistos dengan menganggukkan kepalanya, yakin dengan pilihannya.
“Kalau begitu, baik-baik di tempat ini… Jangan khawatir, setelah kembali ke Lightio aku akan memberitahukan pada orangtuamu bahwa kau baik-baik saja.”
Setelah Hefaistos mengatakan hal tersebut, dia dan Gahaelix pun pergi meninggalkan Haniwa di penjara itu.
***
Kembali pada Raquille, Aguirre dan Alyara, dimana kini berjalan mendekati kastil yang berada di kota Vosmoc karena merasakan tekanan kekuatan dari para World Venerate berada di dalam bangunan tersebut.
Tiba-tiba mereka bertiga berhenti ketika melihat sepuluh Continent Venerate muncul menghalangi jalan mereka.
Diantara mereka nampak tiga Venerate yang pernah berkumpul bersama Erissa, Venerate pemegang kekuatan kekangan surgawi serta perempuan yang sebelumnya diancam oleh Vahal di kota Vinks.
Dua juga diantara mereka merupakan Continent Venerate yang ditangkap oleh Vahal, dimana salah satunya pernah direkrut oleh Erissa serta pernah berhadapan dengan Venerate pemegang kekuatan kekangan surgawi.
“Ini seperti di dalam gim saja, dimana musuh yang selanjutnya tingkatan kekuatannya lebih kuat dibandingkan sebelumnya,” ucap Raquille.
***
“Kalian semua diam disini saja, biar aku yang melawan mereka,” ucap Continent Venerate bernama Gudov, yang merupakan pemegang dari kekuatan kekangan surgawi.
“Jangan bodoh Gudov… Mereka semua adalah World Venerate, baik dua Elfman itu maupun putri Morseli tersebut,” lantas Continent Venerate bernama Anatoliv langsung melarangnya untuk menyerang tiga World Venerate itu sendirian.
Akan tetapi Gudov tidak memperdulikan ucapan perempuan itu. pria itu langsung memunculkan sepasang pisau belati yang merupakan senjata sucinya, lalu meluncur untuk menyerang Raquille dan yang lain.
Para Continent Venerate pun tidak ada yang bergerak setelah Gudov meluncur, mereka semua ingin melihat kesombongan dari pria itu ingin mengatasi tiga World Venerate tersebut sekaligus.
**
“Tuan putri, biar aku dan kakakku yang mengatasinya… Kau mundur dulu,” ucap Raquille pada Alyara.
Putri negeri Morseli itu sontak mengikuti ucapan Raquille dan kemudian mundur ke belakang untuk tidak ikut campur pertarungan mereka.
Gudov meluncur dan langsung menganyunkan salah satu pisau belatinya ke arah Raquille, namun dengan sigap pemuda Elfman itu langsung menangkis serangan tersebut dengan pedangnya.
Dengan lincah Gudov melompat lalu kemudian mengincar Aguirre.
“Tekhnika ekzortsista… Evil exterminator light…” Dalam sekejap Gudov langsung melancarkan serangan proyeksi cahaya ke arah Aguirre.
“Akh…” Melihat serangan tersebut dengan cepat Aguirre mengibaskan pedangnya menciptakan kobaran api yang besar hingga serangan proyeksi pria itu pun lenyap serta membuatnya langsung terhempas.
Dua Elfman bersaudara itu tampak tidak terlihat menyerang setelah karena dengan santai menunggu Gudov kembali berdiri.
Masih belum menyerah dengan perbedaan kekuatannya dari dua Elfman itu, Gudov pun berdiri kembali.
Dengan cepat dia meluncur ke arah Raquille dan Aguirre, melawan mereka secara bersamaan dengan melancarkan serangan secara berturut-turut, tetapi hal tersebut tetap dengan mudah dapat ditangani oleh mereka.
**
**
“Kakak, sepertinya aku merasakan sebuah firasat buruk pada Venerate ini.”
“Firasat buruk? Memangnya ada apa dengannya?”
“Entahlah… Hanya saja aku merasakan dia belum memperlihatkan kekuatannya yang sebenarnya.”
Disamping menepis serta menghindari semua serangan yang dilancarkan oleh Gudov, kedua Elfman bersaudara itu nampak berbincang dengan santainya mengenai firasat buruk yang dirasakan oleh Raquille.
“Berhenti bermain-main ras campuran…” Saking kesalnya dipermainkan oleh dua Elfman itu, Gudov dalam sekejap melancarkan serangan proyeksi energinya yang membuat Raquille dan Aguirre sedikit terhempas.
Tidak terlalu terkejut dengan serangan tersebut, Raquille serta Aguirre pun kembali meluncur ke arah pria Pavonas dan melanjutkan pertarungan mereka.
“Elfman sword technique… Double-edged slasher…”
“Akh...!” Raquille memutar-mutar pedang berbilah gandanya, melancarkan serangan tebasan secara berturut-turut pada Gudov.
“Elfman sword technique… Heavy slash…” Selanjutnya, Aguirre pun menganyunkan pedang ke arah Gudov sampai membuatnya langsung terhempas, walaupun sempat menahannya menggunakan kedua belatinya.
Dengan kerasnya Gudov menabrak bangunan yang berada di jalurnya hingga seketika roboh menimpahnya.
**
Melihat hal tersebut Anatoliv pun nampak khawatir karena bagaimanapun Continent Venerate tidak bisa mengungguli kekuatan dari dua World Venerate sekaligus.
Para Continent Venerate Pavonas sontak sedikit tertawa melihat perlawanan percuma dari pria itu yang membuat kekuatan mereka pun menjadi berkurang.
***
Beberapa kilometer dari kota Vosmoc, terlihat sebuah pesawat tempur berukuran lebih kecil pesawat tempur pada umumnya sedang mendekat.
Di dalam ruang kendali pesawat tersebut, nampak Artemis Hairowl, wakil presiden penyihir Lightio yang pernah ditemui oleh Raquille dan Aguirre tepatnya di perbatasan negeri Fuegonia dan Lightio sedang duduk dengan memperlihatkan ekspresi cemasnya.
“Kakak, tenang dulu… Kita akan segera sampai,” ucap seorang pria yang sedang mengemudikan pesawat tersebut, memanggil wanita itu dengan sebutan kakak.
Disamping pria tersebut terlihat juga seorang pria dengan penampilan memiliki warna kulit yang pucat seperti ras Vampireman.
“Kau juga Silvan, lebih baik tenang… Aku tahu kau mengkhawatirkan saudara angkatmu,” lanjut pria itu berkata.
“Diam kau… Aku berinisiatif untuk ikut karena tidak mau nyonya Artemis pergi sendirian,” ucap pria berkulit pucat tersebut.
Wanita bernama Artemis itu pun berdiri dari tempat duduknya dan kemudian keluar ke bagian atas pesawat tersebut.
“Kakak, apa yang kau lakukan? Setidaknya jangan pergi sendirian.” Melihat wanita itu keluar ke bagian atas pesawat, pria yang sedang mengemudi itu pun lantas bertanya.
“Jangan khawatir, aku hanya mau mengawasi,” jawab Artemis.
Wanita kemudian memunculkan sebuah busur panah emas dan kemudian membidik ke arah kota Vosmoc.
Dia kemudian menggunakan kekuatannya untuk meningkatkan jarak penglihatannya agar bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi di kota Vosmoc.
***
Kembali ke kota Vosmoc, dimana setelah Gudov terhempas dan menimpah puing-puing bangunan, tiba-tiba pria itu pun keluar dengan keadaan memancarkan proyeksi energi serta pancaran kilauan cahaya pada kedua matanya.
**
“Jadi itu yah mengapa aku merasakan firasat buruk… Ternyata pria itu pemilik kekuatan kekangan surgawi selain nona Zitkavena,” gumam Raquille.
Dalam sekejap, Raquille dan Aguirre yang sedang memperhatikan Gudov tiba-tiba terkejut ketika pria itu seketika menghilang.
Baru saja mereka berdua sadar, pria Pavonas itu kini telah berada tepat dibelakang mereka sambil hendak melancarkan sebuah serangan.