
Beberapa saat kemudian, seluruh pasukan kubuh barat pun akhirnya berpesta dengan bahagia setelah berhasil mencapai apa yang mereka harapkan selama ini.
Dibandingkan dengan negeri Fuegonia serta Lightio yang berada di benua Aizolica, khususnya untuk para Venerate yang berasal dari negeri-negeri di benua Greune akhirnya bisa mendapatkan kebebasan setelah bertahun-tahun mendapatkan penindasan dari negeri-negeri kubuh timur.
***
Beberapa saat kemudian, ketika pesta tersebut mulai larut, dimana semua prajurit Venerate satu per satu mulai beranjak untuk beristirahat hingga hanya tersisa beberapa orang saja yang bisa dihitung dengan jari tetap berada di tempat itu, termasuk Raquille dan tiga saudaranya yang masih tetap tinggal karena tidak bisa untuk tidur ataupun beristirahat.
Mereka berempat hanya bisa duduk terdiam di atas sebuah tembok sambil memperhatikan langit yang dipenuhi oleh bintang-bintang, menunggu pagi hari datang.
“Aku bosan…” Ucap Raquille.
“Kau pikir aku juga tidak…” Sambung Aguirre.
“Aku bahkan masih memikirkan Phyton… Dan bagaimana keadaan dari Aisling sekarang,” sambung Cyffredinol juga, yang nampak merindukan dua orang yang berharga baginya.
“Aku benci kalian semua… Bagaimana bisa aku ditinggal sendiri di kota Vinks itu?” Tiba-tiba Achilles merasa kesal akibat hanya dirinyalah yang tersisa di kota Vinks, sedangkan ketiga saudaranya telah berada di kota Vosmoc sebelumnya.
“Selamat malam Yang mulia...” Disaat sedang berdiam diri, keempat Elfman itu nampak sedikit terkejut ketika mendengar seseorang berbicara entah darimana, namun suara dari orang tersebut dapat dengan jelas didengar oleh Raquille dan yang lain karena memiliki pendengaran yang sangat tajam.
***
“Saulovas, Bagaimana keadaan kubuh barat sekarang?”
Ternyata orang yang sedang berbicara tersebut merupakan Saulovas, sang pemimpin negeri Riemic, dimana kini dia sedang berbicara dengan seseorang melalui sebuah alat komunikasi.
“Tentu saja, kubuh barat telah berhasil mengalahkan kubuh timur, termasuk negeri Pavonas…” Ucap Saulovas.
“Yang mulia Dokkalfar, apa mungkin saatnya kita menyerang mereka?” Lanjut Saulovas, menyarankan kepada seseorang yang disebutnya sebagai Yang mulia tersebut untuk menyerang kubuh barat.
“Kurasa ini bukan waktunya… Kita akan menyerang mereka jika saatnya sudah tiba.” Namun, orang misterius yang berbicara dengan Saulovas tampak masih belum mau untuk melakukan saran dari pemimpin negeri Riemic tersebut.
“Baiklah Yang mulia, aku akan menunggu jika saatnya sudah tiba… Jangan khawatir, aku dan negeri Riemic tetap setia menjadi bagian kubuh utara sembari kami menjadi penyusup diantara kubuh barat.”
Setelah Saulovas mengatakan hal tersebut, pria itu kemudian langsung menutup sambungan komunikasinya dengan orang misterius itu.
**
“Apa mungkin kau juga mengalami insomnia seperti kami?” Ketika Saulovas sedang berjalan, tiba-tiba dia melewati keempat Elfman yang sedang duduk di atas sebuah tembok serta langsung membuat Aguirre bertanya kepadanya.
“Kalian… Kenapa berada disini?” Tanya Saulovas tidak menyangka bahwa keempat Elfman itu masih belum beristirahat seperti para prajurit Venerate yang lain.
“Orang yang berbicara denganmu itu adalah Dokkalfar kan? Setahuku dia adalah raja dari negeri Einor yang berada di Greune utara,” ucap Aguirre, mengetahui siapa orang yang dihubungi atau menghubungi pemimpin negeri Riemic itu.
Mendengar pernyataan Aguirre, ekspresi Saulovas pun menjadi lebih terkejut lagi serta bertanya-tanya seberapa banyak mereka mendengarkan pembicaraannya dengan orang yang bernama Dokkalfar tersebut.
Mendengar pernyataan tersebut sang pemimpin negeri Riemic itu tampak bersiaga untuk mengantisipasi keempat Elfman tersebut jika nantinya akan menyerangnya.
“Tuan Saulovas…” Tiba-tiba World Venerate Riemic yang bernama Javor datang ketempat itu dan langsung bersiap untuk hendak menyerang keempat Elfman tersebut.
Melihat kedatangan tiba-tiba dari salah satu World Venerate itu, Raquille dan yang lain nampak dengan santai memperhatikannya tanpa merasa takut sedikitpun.
“Javor tahan dulu… Selain memiliki dukungan dua Continent Venerate di pihak mereka, tempat ini juga merupakan wilayah utama kubuh barat… Mereka pasti akan mendukung para Elfman itu jika kita berseteru,” ucap Saulovas.
“Ternyata kau bijak juga walaupun sudah terang-terang menjadi penyelinap di dalam organisasi ini…” Balas Aguirre.
“Tapi tenang saja… Karena kami merupakan penduduk benua Aizolica, maka niatmu ataupun rencanamu itu kemungkinan tidak akan berpengaruh pada kami,” lanjut Aguirre.
“Kuharap si Yang mulia Dokkalfar itu dalam waktu dekat tidak melakukan rencana penyerangannya karena akan merepotkan jika harus kembali berperang lagi.”
Aguirre beserta tiga saudaranya melompat dari atas tembok dan pergi meninggalkan dua World Venerate itu dengan akhirnya mengetahui niat sebenarnya dari mereka.
Saulovas tidak menyangka bahwa kedoknya tersebut akan cepat diketahui oleh beberapa pihak kubuh barat, namun untung saja hal itu tidak sampai harus merugikannya karena para Elfman tersebut tampak masih mau membiarkannya terlebih dahulu serta kemungkinan tidak akan memberitahukannya kepada para Venerate dari kubuh barat yang lain.
–21 Juli 3029–
Dua hari kemudian, di sebuah kota negeri Pavonas yang bernama St. Redspurge, di dalam sebuah kastil terlihat Erissa sementara dinobatkan menjadi pemimpin agung negeri Pavonas dengan dipakaikan sebuah mahkota layaknya pemimpin dari negeri monarki seperti seorang raja ataupun ratu.
Untuk mahkota yang dipakaikan kepadanya tersebut merupakan sebuah mahkota yang berornamenkan bulu-bulu dari seekor burung merak, dimana merupakan simbol dari negeri Pavonas yang juga memiliki lambang burung merak.
Setelah perempuan itu dipakaikan sebuah mahkota, kini perempuan tersebut menerima sebuah tongkat yang juga berornamenkan bulu-bulu dari burung merak.
Erissa kemudian berjalan menuju balkon yang mengarah langsung ke sebuah lapangan yang luas dimana terdapat para penduduk negeri Pavonas yang sudah menanti pemimpin agung baru mereka.
“Panjang umur dewi merak…!” Sorak seluruh warga Pavonas yang berada di tempat itu melihat Erissa yang kini telah resmi menjadi pemimpin agung dari negeri Pavonas.
Berserta dengan sorakan dari para warga tampak bendera baru negeri Pavonas dengan memiliki tiga warna horizontal serta sebuah motif yang berada di sebelah kiri bendera tersebut, dinaikan pada sebuah tiang raksasa.
***
Setelah peperangan antara kubuh barat dan kubuh timur berakhir, beberapa Venerate tingkat atas Pavonas yang ditangkap oleh kubuh barat lantas diklaim oleh beberapa negeri di dalamnya, dimana yang pertama negeri Frieden pun mengklaim tujuh Continent Venerate Pavonas yang dikalahkan di kota Vinks untuk ikut bersama mereka.
Sedangkan negeri Riemic mengklaim satu-satunya World Venerate perempuan Pavonas yang dikalahkan di kota Pavonas bersamaan dengan enam orang Continent Venerate.
Selanjutnya negeri Fuegonia, Brizora serta Ledyana masing-masing mengklaim dua Continent Venerate untuk ikut dengan mereka, namun berbeda untuk Fuegonia, dimana negeri tersebut secara bersamaan mengklaim seorang World Venerate bernama Gazou.