The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 92 - Geracie menduduki ibukota Nascunia



Clava dan Vingto secara bersamaan maju, bergantian melancarkan serangan kepada pemimpin negeri Geracie itu.


Akan tetapi Chrolexius masih dengan mudah menghindari serta menepis semua serangan mereka.


“God aura… Superior punches…”


Seketika pria itu melancarkan serangan proyeksi energi berwarna emasnya secara bertubi-tubi, yang langsung diterima oleh Clava dan Vingto, hingga membuat mereka berdua sontak terhempas.


Masih bisa bertahan menerima serangan bertubi-tubi dari Chrolexius, mereka berdua pun kembali berdiri.


Vingto memunculkan senjata sucinya kemudian berkonsentrasi untuk mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.


Bersamaan dengan pria itu, Clava juga berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya.


Tiba-tiba kedua Venerate itu terkejut melihat kemunculan pasukan Geracie yang lebih banyak lagi muncul bersamaan dengan kendaraan-kendaraan tempur mereka.


Walaupun akan mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua, Clava maupun Vingto menjadi kehilangan kepercayaan diri setelah melihat pasukan bala bantuan musuh, dimana pada pihak musuh mereka juga masih memiliki dua orang Continent Venerate serta satu World Venerate, yang menambah peluang mereka untuk menang menjadi menipis.


“Sial…” Umpat Clava, pasrah dengan keadaan dari pasukan kubuh barat.


–7 Juli 3029–


Dua hari kemudian, terlihat armada kapal dari pasukan Tsureya dan Ledyana sedang berlayar menuju negeri Nascunia.


Di dalam suatu ruangan pada salah satu kapal nampak Zitkavena baru saja tersadar setelah menerima serangan dari Asseios ketika mereka menyerang kota Geracie sebelumnya.


Saat perempuan itu membuka matanya, orang pertama yang dilihat adalah Raquille.


“Tuan Raquille…”


“Aku heran, memangnya seberapa parah pria itu menyerangmu, sampai kau bisa tidak sadar sekitar hampir dua hari lamanya?”


“Entahlah…”


“Tapi, kita sekarang berada dimana ini? Apakah penyerangan sebelumnya berhasil?” Tanya Zitkavena.


“Penyerangannya berhasil… Kita bahkan sedikit lagi akan sampai ke negeri Nascunia,” jawab Raquille.


“Tuan… Nona… Kita sudah sampai.” Baru saja Raquille mengatakan hal tersebut, salah satu prajurit datang dan memberitahu bahwa mereka sudah sampai di negeri Nascunia.


Raquille membantu Zitkavena untuk berdiri dan lalu meninggalkan ruangan tersebut.


***


Armada kapal Tsureya dan Ledyana sampai dan berlabuh di sebuah kota pelabuhan negeri Nascunia.


“Aneh… Kenapa tidak ada satupun orang ditempat ini?” Tanya Kurmer merasa heran melihat suasana kota yang sunyi tanpa seseorang pun berlalu lalang.


“Benar juga… Padahal sewaktu aku berangkat ke negeri kalian, kota ini tidak terlihat sunyi seperti ini.” Zitkavena juga nampak heran melihat tidak ada satupun orang di tempat itu.


Walaupun wilayah tersebut pernah dikendalikan sebentar oleh pasukan Geracie, namun kota yang didatangi oleh mereka itu masih baik-baik saja sebelum Raquille dan Zitkavena berangkat ke negeri Tsureya.


Tidak mau terlarut lebih lama dengan kebingungan, pasukan dari Tsureya maupun Ledyana seketika bergerak menurunkan kendaraan-kendaraan tempur mereka yang diangkut di dalam kapal.


Mereka kemudian berjalan menyusuri kota yang sunyi tersebut sambil melihat-lihat ke segala arah.


“Tunggu dulu…!” Tiba-tiba muncul beberapa prajurit di depan yang langsung menghentikan armada mereka.


“Siapa kalian?”


**


“Apa…? Itu kan prajurit Geracie.” Di dalam salah satu kendaraan tempur, Zitkavena tampak terkejut melihat beberapa prajurit itu, yang langsung diketahuinya merupakan prajurit Geracie.


“Biar aku saja…”


“Salam tuan-tuan… Perkenalkan namaku adalah Azouraz Margvil, Continent Venerate dari Ledyana.”


Dia meyakinkan para prajurit Geracie bahwa pasukan yang dibawah bersamanya merupakan pasukan bantuan dari Ledyana yang diminta oleh negeri Geracie untuk membantu mereka.


Para prajurit Geracie percaya dengan pernyataan dari pria tersebut, karena mengetahui bahwa negeri Ledyana juga merupakan bagian dari aliansi GSG.


Setelah para prajurit Geracie yakin, mereka pun memperbolehkan armada Tsureya dan Ledyana untuk melanjutkan perjalanan mereka.


***


Setelah jauh dari jangkauan para prajurit Geracie sebelumnya, armada dari dua negeri tersebut kemudian berhenti di suatu tempat untuk berdiskusi.


“Menurut informasi yang kudengar dari prajurit sebelumnya, mereka mengatakan bahwa wilayah ini sudah dikuasai oleh pasukan Geracie.”


“Bagaimana bisa? Padahal kita sudah berusaha merebut wilayah ini kembali… Pergerakan mereka memang lebih cepat dari yang kukira.” Zitkavena nampak lebih terkejut saat mendengar pernyataan dari pria tersebut dibandingkan ketika dia melihat prajurit-prajurit Geracie di kota pelabuhan sebelumnya.


“Apa tuan Grelic dan yang lainnya baik-baik saja?” Perempuan itu merasa khawatir dengan keadaan dari pasukan kubuh barat, yang sebelumnya berada di wilayah tersebut, saat dia dan Raquille pergi ke negeri Tsureya.


“Nona, untuk sekarang kita lebih baik membagi pasukan kita menuju kota Chrabuest…”


Raquille mengusulkan untuk membagi pasukan mereka, dimana pasukan Ruhavsari dan Urusari akan mengikuti Continent Venerate Ledyana bersama dengan pasukannya, sedangkan Raquille sendiri bersama Zitkavena, Kurmer dan pasukan Almasari akan menyamar memasuki kota Chrabuest agar tidak dicurigai oleh pasukan Geracie.


Setelah menyetujuinya, pasukan Ruhavsari dan pasukan Urusari mengubah penampilan mereka menyerupai penampilan dari para pasukan dari Ledyana dan kemudian berangkat lebih dahulu menuju ke kota yang dikatakan oleh Raquille.


Sementara itu Raquille dan yang lain menempuh rute yang berbeda menuju ke kota tersebut.


***


Di kota Dustepa, ibukota dari negeri Nascunia, tampak para prajurit Geracie mengumpulkan prajurit-prajurit Nascunia di satu tempat untuk diborgol satu per satu.


Ternyata pasukan Geracie yang sebelumnya melawan pasukan kubuh barat berhasil menang dan kini kembali menguasai wilayah yang pernah mereka rebut.


Mereka juga kini telah menduduki ibukota Nascunia sehingga membuat pengaruh mereka terhadap negeri tersebut menjadi lebih besar lagi.


***


Di dalam kastil istana kota Dupstepa, terlihat beberapa prajurit membawa paksa pemimpin negeri Nascunia yang diborgol mereka ke depan Chrolexius, yang sedang bersama dengan para petinggi clan Magchora.


Mereka mendorong pria itu hingga jatuh tersungkur di depan pemimpin negeri Geracie tersebut.


“Waah… Waah… Dovian Sirozov, sepertinya penyakitmu ini menjadi lebih parah dari sebelumnya… Percuma saja memiliki World Venerate yang sakit-sakitan sepertimu ini,” ucap Chrolexius, sambil dia meletakkan kakinya dengan kuat menginjak pria itu.


“Hei Chrolexius, jika kau ingin membunuhku, lebih baik lakukan sekarang juga… Tapi, jangan sakiti orang-orang yang berada di negeri ini.”


“Heh… Belum waktunya kau untuk mati, lagipula kau tidak menjadi ancaman bagiku karena penyakitmu itu.”


Tak lama kemudian Penkanor Soloneus, World Venerate Geracie yang pernah menyerang ibukota Nascunia datang menemui Chrolexius, bersama dengan lima Continent Venerate, yang juga pernah datang menyerang bersama pria itu.


“Tuan Chrolexius, kalau bukan berkat anda yang menyerang kota ini, kami pasti tidak akan terbebas,” ucap pria itu.


“Iya, untung saja aku berhasil mencapai kota ini… Kalau tidak Geracie akan kehilangan satu World Venerate-nya,” balas Chrolexius.


“Iya tuan, Maafkan aku karena sebelumnya terlalu gegabah mengambil keputusan…”


“Aku tidak menyangka bahwa aliansi mereka datang lebih cepat, dan secara tidak langsung aku telah berhadapan dengan tiga world Venerate sekaligus.”


“Tiga World Venerate? Setahuku di kota Chrabuest hanya ada dua World Venerate… Apa orang ini juga yang kau lawan?” Tanya Chrolexius sambil menunjuk pemimpin negeri Nascunia, tampak bingung mendengar pernyataan dari pria bernama Penkanor tersebut.


“Bukan tuan, aku baru ingat salah satu World Venerate yang berhadapan denganku adalah pria berambut putih ras campuran yang dulu pernah datang ke negeri kita.”


“Jadi pria itu bagian dari kubuh barat yah… Tapi, sedang kemana dia?”