The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 267 - Terjebak



–Tahun 3013 sampai 3016–


Setelah pernyataan perasaan Arn kepada Freynile hari itu, mereka berdua pun tidak menjadi canggung satu sama lain, namun malah menjadi lebih akrab dari sebelumnya. Dalam benak Arn, dia sendiri tidak menyangka bahwa ternyata Freynile juga memiliki perasaan tertarik kepadanya, padahal Arn telah berpikir bahwa Elfman perempuan itu tidak serius menanggapi pernyataannya tersebut.


Selama sekitar satu tahun mereka menjadi semakin akrab, namun disamping itu hubungan antara Arn dan Freynile memiliki sebuah penghalang, Raquille yang pada saat tersebut telah berhasil mencapai tingkatan World Venerate, dan secara resmi menjadi putra mahkota negeri Blueland, dimana Freynile ternyata ditunjuk untuk menjadi calon pendamping Raquille yang merupakan putra mahkota.


Akan tetapi, Freynile mengatakan sejujurnya kepada Raquille bahwa dirinya tidak mau bertunangan apalagi menikahi Elfman laki-laki itu, karena telah memiliki orang yang disukai.


Raquille mengerti dengan hal tersebut, dan tahu bahwa orang yang disukai oleh Elfman perempuan itu tidak lain merupakan Arn, namun walaupun Raquille paham dan tidak akan memaksa, keputusan tidaklah berada di tangan Elfman laki-laki itu ataupun Freynile, karena yang telah memutuskan semua itu adalah tradisi dari para ras Elfman yang selalu mempertahankan lima persen darah ras manusia serta lima puluh persen ras Elfman, terutama untuk keturunan dari pemimpin serta keluarga kerajaan Blueland.


Karena penolakan Freynile untuk ditunangkan dengan Raquille, membuat clan dari Elfman perempuan itu, yaitu clan Moira dikucilkan oleh para clan-clan ras Elfman lainnya, termasuk clan Noroh yang pada dasarnya merupakan clan keluarga kerajaan, dimana secara turun-temurun memiliki kekuatan serta kuasa dari clan-clan Elfman lain, ser clan-clan ras manusia yang berada di dua wilayah lain negeri Blueland.


***


Dua tahun setelah penolakan Freynile menjadi calon pasangan Raquille, Freynile sendiri tetap merasa bahagia bersama Arn yang kini telah saling menjalin hubungan sebagai pasangan. Sementara itu, masalah pengucilan clan Moira, yang merupakan clan dari Freynile, oleh clan Noroh dan clan lain, tidak lagi terjadi karena Raquille, sang putra mahkota sudah mendapatkan pengganti Freynile, sejak beberapa bulan setelahnya. Elfman perempuan yang ditunjuk menggantikan Freynile menjadi tunangan Raquille, tidak lain merupakan Hyphillia, kakak sepupu Raquille yang berbeda tiga tahun dari Elfman laki-laki itu.


Sementara Arn yang sebelumnya merupakan murid kelas District Venerate dalam akademi sihir, dalam tiga tahun telah berhasil naik ke satu tingkatan ke tingkatan lain hingga mencapai Land Venerate, dan kini telah menjadi setarah dengan Freynile yang saat masih berusia tiga belas tahun telah berada di kelas Land Venerate.


–16 Mei 3016–


Suatu hari Arn dan para murid Land Venerate yang berjumlah tujuh orang, termasuk dirinya serta Freynile, mendapatkan panggilan khusus menemui tetua kepala akademi sihir, dimana mereka akan ditugaskan untuk membantu pasukan negeri Blueland dari segala wilayah menyerang balik negeri Ereise akibat sebelumnya pasukan negeri tersebut telah menyerang wilayah Blueland terlebih dahulu.


Arn, Freynile, serta kelima murid Land Venerate lain berangkat dari akademi sihir negeri Blueland yang berada di pulau Janenmay ke kepulauan Valars yang berada di wilayah timur lepas dari pulau utama negeri Blueland.


***


Setelah sampai di kepulauan Valars, Arn dan lain, yang menggunakan pesawat, harus diganti menjadi sebuah kapal yang berukuran sedikit kecil untuk mencoba mengendap-ngendap masuk ke wilayah Ereise tanpa bisa diketahui oleh para Venerate negeri tersebut.


***


“Apa kalian siap?” Tanya Arn kepada para murid kelas Land Venerate, ketika melihat sebuah daratan di depan mereka, yang tidak lain merupakan wilayah daratan di bagian utara negeri Ereise.


Semua murid kelas Land Venerate pun langsung menganggukkan kepala mereka secara bersamaan, merespon pertanyaan Arn bahwa mereka semua telah siap untuk memasuki wilayah dari negeri Ereise.


**


Beberapa saat berlalu, kapal mereka berlabuh di pinggir pantai daratan negeri Ereise, tak berapa lama mereka pun satu per satu mulai turun dan tiba-tiba saja langsung menghancurkan serta menenggelamkan kapal yang mereka naiki sebelumnya. Setelah itu, mereka semua kemudian berjalan menyusuri hutan pegunungan yang permukaannya diselimuti oleh salju yang cukup tebal.


***


Sementara itu, di wilayah invasi pasukan Blueland di negeri Ereise, mereka mendapatkan laporan bahwa Venerate tingkat tinggi telah meninggalkan medan pertempuran karena suatu alasan.


“Apa...? Mereka meninggalkan tempat ini...” Ruvaen, perdana menteri negeri Blueland, serta merupakan salah satu dari ras Elfman, sontak terkejut ketika mendapatkan informasi tersebut.


“Perdana menteri, bukan hanya itu... Mereka bahkan memberikan pesan bahwa telah mengetahui para Venerate kita yang secara diam-diam masuk ke dalam negeri,” ucap salah satu prajurit yang menemui perdana menteri negeri Blueland tersebut.


“Sial...” Umpat Ruvaen, menjadi lebih terkejut lagi saat mendengar informasi yang selanjutnya.


Karena keadaan dari Ruvaen yang kini harus berhadapan dengan para Venerate tingkat tinggi negeri Einor, yang menjadi negeri aliansi Ereise, sang perdana menteri itu pun tidak tahu harus berbuat apa untuk menolong para murid Land Venerate yang akan dijebak.


Akan tetapi, Ruvaen tiba-tiba mengingat seseorang untuk bisa membantu Arn, Freynile, serta para murid kelas Land Venerate lain.


“Ambilkan alat komunikasi kemari...” Ucap Ruvaen.


“Baik...” Mendengar perintah tersebut prajurit yang memberikan informasi sebelumnya langsung bergegas untuk mengambil Ruvaen sebuah alat komunikasi.


***


Beberapa saat kemudian, kini sebuah alat komunikasi telah berada di tangan perdana menteri Blueland itu, dan langsung pria Elfman itu menghubungi seseorang untuk meminta bantuan.


***


Tiba-tiba sambungan komunikasi dari Ruvaen tersambung pada seseorang yang tidak lain merupakan Raquille yang sedang berada di sebuah padang stepa. Ketika alat komunikasi miliknya berbunyi, Raquille dengan cepat mengambil dari saku baju miliknya, kemudian mengangkat sambungan komunikasi tersebut, walaupun sedang melawan kawanan para ras Goblinman, bersama dengan dua rekan Guardian tingkat Continent Venerate, yaitu Morten dan Demesa.


“Ini dengan Raquille, pria paling tampan diantara sebuah ras Elfman yang ada...” Ucap Raquille, dengan sedikit meninggikan dirinya sendiri.


“Raquille... Ini paman...” Ucap Ruvaen.


“Eh... Paman... Ada apa?” Mendengar bahwa Ruvaen menghubungi dirinya, pemuda Elfman itu pun langsung mengubah nada suaranya menjadi lebih formal.


“Kira-kira kau berada dimana sekarang? Jika bisa, aku ingin memintamu untuk menolong para Venerate Blueland yang terjebak, padahal mereka sedang masuk ke wilayah Ereise secara diam-diam,” ucap Ruvaen, menginformasikan kepada Raquille mengenai hal tersebut, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk menolong mereka.