
“Lantas kau mau apa?” Tanya Tianhui.
Tanpa pikir panjang Vahal tiba-tiba menggunakan kekuatannya yang mampu membuat Tianhui seketika tidak bisa bergerak.
“Ice spring…”
“Akh!” Namun, Vahal tiba-tiba tertusuk oleh sebuah bongkahan es yang ternyata diciptakan oleh Cyffredinol.
Pria Elfman itu pun datang menghampiri Vahal sambil mengarahkan busur panahnya pada pria Pavonas itu.
Melihat keadaan itu Vahal pun langsung berkonsentrasi mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya yang tersegel di dalam gelangnya.
Akan tetapi, karena sedang dalam keadaan yang lemah, Vahal pun gagal melakukan pengaktifan kekuatan pelepasan keduanya, namun efek pancaran energi yang keluar dari dalam gelangnya langsung menciptakan tekanan kekuatan, yang membuat Cyffredinol, Tianhui dan Lucierence pun terhempas.
**
Akibat hal tersebut, Cyffredinol pun terhempas ke sebuah puing bangunan yang belum hancur sepenuhnya. Puing bangunan tersebut dalam sekejap runtuh, membuat Cyffredinol tidak sempat untuk melarikan diri untuk membuat pertahanan.
Namun, tiba-tiba sebuah kubuh yang tercipta dari elemen es muncul disekitarnya, membuat pria Elfman itu selamat dari hantaman puing bangunan yang runtuh tersebut.
Cyffredinol seketika terkejut sambil melihat Phyton berada di depannya, yang tidak lain merupakan putranya.
“Teknik es yang bagus… Terima kasih sudah membantuku,” ucap Cyffredinol, berterima kasih pada pemuda itu.
“Sama-sama… Sekedar informasi saja bahwa ibuku pernah mengatakan bahwa kekuatan elemen esku diwariskan oleh ayahku, yang bahkan belum pernah kulihat sejak aku kecil,” ucap Phyton sambil melenyapkan kubuh es itu agar Cyffredinol bisa keluar.
Cyffredinol kemudian berdiri kembali lalu memegang pundak pemuda yang merupakan putranya itu.
“Kuharap kau bisa segera bertemu dengan ayahmu,” ucap Cyffredinol kemudian beranjak dari tempat itu.
***
Di sisi lain, Vahal yang sebelumnya gagal mengaktifkan kekuatan pelepasan keduanya, kini telah melarikan diri sambil dikejar-kejar oleh Tianhui dari arah belakang.
Dengan berusaha keras pria Pavonas itu menghindari setiap serangan proyeksi energi yang dilancarkan oleh Tianhui.
“Tuan Rumen…” Setelah beberapa lama pria itu terus berlari tanpa arah dari kejaran Tianhui, dia pun langsung melihat Rumen yang telah terkapar tak sadarkan diri.
Dengan cepat pria itu meluncur ke arah Rumen, Namun tepat di dekat pemimpin negeri Pavonas itu terlihat Raquille, Aguirre dan Erissa.
“Tekhnika ekzortsista… Evil vanisher light…” Mengetahui bahwa dia tidak akan bisa lolos, Vahal pun langsung melancarkan serangan proyeksi cahayanya ke arah tiga World Venerate tersebut.
Dengan sigap Erissa yang menyadarinya dan langsung menciptakan sebuah perisai proyeksi untuk menghalangi serangan tersebut.
Raquille dan Aguirre sontak terkejut tiba-tiba melihat Erissa menciptakan sebuah penghalang. Disaat bersamaan kedua Elfman itu pun sadar bahwa Vahal ternyata sedang menuju ke arah Rumen.
“Pria itu kenapa ada disini?” Ucap Raquille.
Tanpa pikir panjang lagi, kedua Elfman bersaudara itu langsung meluncur ke arah Vahal untuk menyerangnya.
Raquille menganyunkan pedang senjata sucinya ke arah Vahal sembari Aguirre pun dengan cepat menciptakan sebuah pedang dari kekuatan elemen esnya kemudian mengarahkannya pada pria Pavonas itu.
Layaknya mendapatkan keberuntungan, pria itu dengan mudah dapat menghindari serangan dari Raquille maupun Aguirre. Vahal dengan cepat terus meluncur ke arah Rumen sembari Raquille, Aguirre serta Tianhui mengejarnya dari belakang.
“Akh…” Tiba-tiba Vahal menerima serangan proyeksi dari Cyffredinol hingga membuatnya terhempas lalu jatuh terkapar.
Masih belum mau menyerah, pria itu dengan cepat berdiri kembali dan terus bersikeras menuju ke arah Rumen.
**
“Tuan Rumen…” Akhirnya Vahal berhasil menghampiri Rumen kemudian mengangkat pemimpin negeri Pavonas itu.
“Tekhnika ekzortsista… Possession room switch…” Melihat Raquille, Aguirre dan Tianhui menuju ke arahnya, Vahal langsung berkonsentrasi menggunakan sebuah teknik.
“Sial…” Umpat Tianhui, gagal menghentikan Vahal.
Tak berapa lama Erissa pun datang menghampiri mereka dan melihat bahwa Rumen yang diketahuinya terkapar di tempat itu kini sudah tidak ada lagi.
“Kemana perginya Rumen?” Tanya Erissa.
“Maaf nona Erissa, aku gagal menghentikan Vahal… Dia berhasil membawa Rumen kabur,” jawab Tianhui.
Walaupun sedikit kesal kehilangan Rumen, namun hal tersebut telah terjadi dan bahkan semuanya juga tidak tahu kemana Vahal membawa Rumen pergi.
***
“Ienin… Kau mau kemana?” Di sisi lain, terlihat Alyara bertanya ketika Ienin akan beranjak dari tempat itu.
“Aku mau kembali ke negeri Hriffinsyria,” jawab Ienin.
“Apa kau ingin menemui ibumu?” Tanya Alyara lagi.
Namun Ienin tidak menjawab pertanyaan Alyara dan kemudian pergi dari tempat itu tanpa mengatakan sepatah kata lagi kepada Alyara.
Alyara tampak sedih melihat orang yang disukainya tersebut pergi begitu saja. Walaupun begitu, Alyara tetap mengerti bahwa perasaan Ienin hanya untuk Erissa saja, membuatnya lebih baik merelakan saja pria yang perlahan-lahan pergi menjauhinya itu.
“Kau masih saja mengharapkan pria sialan itu tuan putri...” Tiba-tiba Siramarg datang menghampiri Alyara.
“Kau sudah sadar Siramarg…” Ucap Alyara, sedikit terkejut melihat pria itu datang.
“Bagaimana denganmu? Apa kau memiliki seorang perempuan yang kau sukai?” Tanya Alyara, tiba-tiba menanyakan tentang orang yang disukai oleh pria itu.
“Aku sedari dulu hanya menyukai satu perempuan saja, bahkan mungkin hal itu tidak diketahui olehnya… Lagipula aku mungkin tidak cocok dengannya karena perempuan itu sudah jauh lebih kuat dibandingkan denganku,” ucap Siramarg, yang sebenarnya membahas tentang putri Morseli itu sendiri.
Mendengar pernyataan tersebut, Alyara sontak merasakan bahwa perempuan yang dibahas oleh pria itu sebenarnya adalah dirinya sendiri.
“Siramarg, apa mungkin perempuan itu adalah aku…” Namun, saat Alyara ingin memastikan hal tersebut, pria bernama Siramarg itu sudah jauh berjalan di depannya.
“Siramarg… Tunggu…” Alyara lantas pergi menyusul pria itu untuk memastikan bahwa hal tersebut memang benar adanya.
***
Kembali ke pada Raquille dan yang lain, dimana mereka dihampiri oleh Cyffredinol yang membuat Raquille serta Aguirre pun terkejut, karena mengetahui bahwa saudaranya sebelumnya berada di kota Vinks.
“Kakak, kenapa kau ada disini?” Tanya Aguirre.
“Aku berada di tempat ini karena terbawa oleh teknik yang dilancarkan oleh Venerate Pavonas tadi,” jawab Aguirre.
Disaat bersamaan, Phyton datang menghampiri mereka karena sebenarnya ingin menghentikan Vahal, namun hal tersebut sudah terlambat.
Ketika melihat Phyton, Raquille sontak terkejut karena tidak menyangka bahwa ayah pemuda itu kini sedang berada dihadapannya. Begitu juga dengan Erissa lantas terkejut karena memang mengetahui hubungan dari Cyffredinol dengan pemuda itu.
“Phyton…” Ucap Erissa dengan sengaja memanggil nama pemuda itu untuk memperdengarkannya pada Cyffredinol.
“Namamu adalah Phyton?” Tanya Aguirre pada pemuda itu.
“Iya… Memangnya ada yang salah dengan namaku?” Tanya balik Phyton.
“Tidak… Hanya saja aku mengingat seseorang karena namanya mirip sepertimu,” jawab Cyffredinol.
“Apa mungkin kau juga tahu seseorang bernama Aisling?”
Mendengar pertanyaan dari Phyton, Cyffredinol pun seketika menjadi terkejut.