
“Kalau begitu, siapa World Venerate yang satunya lagi?” Tanya Rumen.
“Dia adalah Alyara, putri mahkota negeri Morseli,” jawab si prajurit.
“Alyara… Ternyata benar kalau Ledyana bahkan Morseli sudah mengkhianati kita,” ucap Rumen, sedikit terkejut mengetahui salah satu penyerang kota Vosmoc adalah Alyara.
“Bukan hanya Ledyana dan Morseli… Bahkan Riemic juga sudah ada di pihak mereka,” ucap Ienin, tiba-tiba berdiri dari kursinya.
“Sial… Jadi kubuh timur hanya tinggal kita satu-satunya,” ucap Rumen kini nampak khawatir mendengar informasi penghianatan negeri-negeri yang sebelumnya berada dalam satu kubuh dengan Pavonas.
“Rumen, jangan terlalu lama lagi, di depan kita ada tiga World Venerate… Aku duluan…” Ienin tiba-tiba berdiri dari kursinya hendak pergi untuk melawan Raquille dan yang lain.
“Tunggu Ienin…” Namun Rumen pun langsung memerintahkannya untuk tetap menunggu.
“Mereka hanya bertiga, ini kesempatan kita untuk maju…”
“Tetap disini kubilang… Aku tidak akan mengulang kata-kataku lagi.” Rumen tiba-tiba mengeluarkan tekanan kekuatannya sambil menatap Ienin dengan tatapan serius ketika pria itu masih keras kepala tidak mau mendengarkannya.
Ienin pun tidak mempunyai pilihan dan lebih memilih kembali duduk, mengurungkan niatnya untuk maju menyerang.
***
Di luar kastil, Raquille, Aguirre dan Alyara yang baru saja mengalahkan pasukan Pavonas tiba-tiba kembali dihalangi oleh beberapa Venerate yang memiliki tingkatan lebih tinggi dari sebelumnya.
Beberapa diantara mereka merupakan orang-orang yang pernah berkumpul bersama Erissa untuk merencanakan sebuah kudeta terhadap Rumen Sayruz.
Mereka juga datang bersama beberapa Venerate dari Pavonas serta para Venerate yang ditangkap.
“Minggirlah kalian… Lagipula aku hanya membutuhkan satu serangan saja untuk bisa mengalahkan kalian semua,” ucap Raquille dengan percaya diri.
Akan tetapi, mereka semua tidak gentar dengan ucapan Raquille, walaupun memang mengetahui bahwa kekuatan Elfman itu jauh lebih besar dibandingkan dengan mereka.
“Mereka bukanlah Venerate sembarangan… Pria putih ditengah itu adalah Elf iblis, yang nona Erissa maksud… Sedangkan pria tinggi di sebelahnya adalah saudara Elfman itu, Aguirre Noroh, salah satu World Venerate terkat di benua Aizolica,” ucap Viecion.
“Bukan hanya itu saja… Bahkan perempuan yang bersama mereka adalah putri Alyara… Ini gawat,” sambung Sineto.
**
“Hei, apa kalian tidak mau menyerang?” Tanya Raquille, karena melihat mereka seperti membincangkan sesuatu.
**
“Jangan khawatir soal putri Alyara... Selama kita tidak merasa takut, tekniknya tidak akan berguna,” ucap Viecion.
“Kalau begitu, keluarkan seluruh kemampuan kalian...” Lanjutnya, menyuruh semua Venerate untuk bersiap menyerang.
Dengan serentak beberapa Venerate itu langsung bergerak membagi kelompok mereka menjadi tiga bagian.
Dengan sigap serta lincah, para Venerate itu secara bergantian menyerang tiga World Venerate tersebut.
Serangan dari mereka tidak ada satupun mengenai Raquille, Aguirre bahkan Alyara, karena dengan sigapnya pula tiga World Venerate itu menghindar serta menangkis tiap-tiap serangan mereka.
Tiba-tiba Aguirre mengibaskan pedang, yang membuat semua Venerate Pavonas yang menyerang dengan refleks melompat ke belakang.
Untung saja mereka dengan cepat bergerak karena terlambat sedikit pun, para Venerate tersebut akan terbakar oleh kobaran api besar dari kibasan pedang Aguirre.
Para Venerate Pavonas masih tidak gentar setelah serangan ancaman dari Aguirre sebelumnya. Mereka kembali maju menyerang tiga World Venerate itu dengan lebih ganas lagi.
“Shining slash…” Venerate bernama Yankee seketika melancarkan serangan proyeksi tebasan ke arah Raquille.
Akan tetapi, dengan mudah Raquille langsung menepisnya hingga lenyap menggunakan pedang berbilah gandanya.
Raquille mengibaskan pedangnya ke depan, menciptakan sebuah bongkahan es, namun dengan kelincahannya, Venerate bernama Yankee itu langsung menghindarinya.
“Horizon stab…” Selanjutnya, Venerate bernama Hangrao maju dan melancarkan serangan dengan mengacungkan tombak yang telah dilapisi oleh proyeksi energinya ke arah Raquille.
Serangan tersebut dengan mudah ditahan oleh Raquille menggunakan pedangnya, walaupun bangunan yang berada di belakang pemuda Elfman itu seketika hancur menerima efek serangan dari Hangrao.
“Ukh…” Raquille dengan kuat menepis acungan tombak dari Hangrao, membuat pria seketika terhempas ke jarak yang cukup jauh.
Sedikit jauh dari tempat Raquille berdiri, tampak seorang Venerate bernama Vaster meluncurkan serangan proyeksi dari busur panahnya.
Walaupun tanpa melihat serangan yang datang itu, Raquille dengan refleks melempar pedangnya ke atas, lalu menciptakan sebuah busur panah menggunakan kekuatan elemen esnya.
“Ice cursed… Cold arrow…” Dalam sekejap Raquille meluncurkan serangan proyeksi, hingga membuat serangan yang dilancarkan oleh Vaster seketika lenyap saat bertabrakan.
“Akh…” Serangan dari pemuda Elfman itu diterima oleh Vaster sampai membuat langsung jatuh terkapar tak sadarkan diri.
**
Setelah pedang yang dilempar Raquille kembali jatuh, dia kemudian dengan refleks menangkapnya.
Yankee yang sedang berdiam diri, tidak menyangka bahwa serangan yang dilancarkan oleh mereka bahkan masih cukup efektif untuk membuat pemuda Elfman kesulitan ataupun tersudut.
“Hei, Kemarilah dan serang aku sekarang…” Ucap Raquille dengan memasang ekspresi senyuman menyeringai, menantang pemuda itu untuk menyerangnya.
“Eh…” Tiba-tiba Raquille sesuatu yang aneh dari arah belakang, yang langsung membuat pemuda Elfman itu dengan refleks menggerakkan pedangnya ke belakang.
“Hiyaah…! Terima ini!” Ternyata seorang Venerate yang sebelumnya ditangkap oleh Vahal, sedang melancarkan sebuah serangan dengan mengayunkan kapak besar yang telah dilapisi oleh proyeksi energinya ke arah Raquille.
Walaupun sempat menangkis menggunakan pedangnya, namun efek tekanan kekuatan dari ayunan kapak tersebut tidak bisa ditahan oleh Raquille, hingga membuatnya langsung terhempas.
Dengan lincah saat sedang terhempas, pemuda Elfman itu langsung memutar tubuhnya agar tidak jatuh terkapar.
Baru saja bersiap, tiba-tiba dua Venerate perempuan yang juga pernah ditangkap oleh Vahal, langsung menyerangnya secara bergantian.
Mereka mengayunkan kapak kecil di kedua tangan mereka masing-masing secara berulang kali dengan brutalnya, walaupun setiap serangan tersebut langsung ditepis oleh Raquille dengan memutar-mutar bilah ganda pedangnya secara bergantian.
“Windzauber…” Raquille seketika melancarkan serangan hempasan angin yang kuat hingga kedua perempuan yang sedang menyerangnya dalam sekejap terhempas.
“Hiyah…!” Venerate yang membuat Raquille terhempas sebelumnya, tiba-tiba datang dan langsung mengayunkan kapak besarnya yang masih dilapisi proyeksi energi pada Raquille dari arah atas.
Dengan sigap Raquille menangkis serangan tersebut menggunakan pedangnya lagi. Ayunan kapak besar itu berhasil ditahan oleh Raquille tanpa membuat terhempas kembali.
Raquille dengan cepat mengakses kekuatan sihir dari tangan kanannya, membuat bongkahan-bongkahan yang cukup besar menempel ke tangannya.
“Erdezauber… Deadly punch…”
Setelah bongkahan-bongkahan tanah itu berkumpul pada tangan kanannya, pemuda Elfman itu langsung mengayunkannya ke arah Venerate tersebut dengan kuat sampai membuatnya langsung terhempas.
“Sial…” Keluh Yankee, tidak bisa memperkirakan bahwa mereka dengan sangat mudah bisa dikalahkan.
Disaat putus asa melihat rekan-rekannya dikalahkan oleh Raquille, tiba-tiba dia teringat akan sesuatu. Pemuda itu pun langsung mengambil sebuah gelang penyegel kekuatan Venerate dari sakunya berniat memakaikannya pada Raquille.
Pemuda itu pun maju menyerang Raquille mengayunkan dua pedang kaitnya dengan berusaha mencari celah untuk bisa memakaikan gelang kepada Raquille.
“Shining slash…” Yankee kembali melancarkan serangan proyeksi tebasannya, namun dengan mudah langsung lenyap ditepis oleh Raquille.
Akan tetapi, serangan tersebut sebagai pengalih karena pemuda itu disaat bersamaan langsung melemparkan gelang tersebut ke arah Raquille.
Karena Raquille tidak menyadarinya, dalam sekejap gelang tersebut langsung terpakai pada salah satu tangannya.