
Di suatu tempat terlihat Zero berjalan dengan ekspresi kebingungan sambil melihat ke sekitaran, dimana entah kenapa pria tersebut sepertinya merasa kebingungan sendiri berada di tempat itu.
“Apa yang akan terjadi kedepannya?” Gumam Zero, nampak mengetahui apa yang sedang terjadi kepadanya, layaknya pernah mengalami hal seperti itu.
Tiba-tiba Zero terkejut mendengar sebuah suara yang sangat keras. Ketika pria itu menoleh, pria itu lantas melihat dari kejauhan dua Venerate sedang bertarung dengan sangat sengit di atas udara.
Merasa penasaran dengan tetap memasang ekspresi santai, pria itu pun perlahan-lahan berjalan mendekat untuk melihat dua Venerate yang sedang bertarung di udara tersebut.
“Hei… Bukankah dia…” Zero pun sedikit terkejut melihat salah satu Venerate tampak dikenal olehnya, yang tidak lain merupakan Raquille.
Entah bagaimana bisa pemuda Elfman itu berada di tempat tersebut sambil bertarung dengan Venerate lain, dimana sebelumnya Raquille masih tampak berada di kota Kyacha setelah tidak berhasil menangkap Zchaira yang melewati pintu portal.
Zero kemudian memperhatikan Venerate yang sedang bertarung dengan Raquille, dimana Venerate tersebut tidak lain merupakan Aguirre Noroh, saudara laki-laki dari pemuda Elfman tersebut, namun tentu saja Zero tidak mengetahui siapa pria Elfman tersebut.
“Bukankah dia juga ras Elfman…” Gumam Zero, mengetahui Aguirre yang sedang bertarung melawan Raquille merupakan ras Elfman, karena melihat rambut pria tersebut berwarna putih serta memiliki warna mata biru.
“Apa para Elfman selalu melakukan hal itu? Ada masalah apa sampai mereka bertarung?” Lanjut Zero bergumam, merasa penasaran mengapa kedua Elfman tersebut bertarung.
“Eh…”
Tiba-tiba Zero kembali dikejutkan ketika melihat Raquille menerima sebuah serangan yang besar, yang sontak membuat pemuda Elfman tersebut terhempas ke permukaan, kemudian terkapar dalam keadaan lemah.
Dengan sigap, Zero pun berlari mendekati Raquille yang terkapar dalam keadaan lemah, namun setelah mendekati pemuda Elfman tersebut, pria itu hanya berdiam diri sambil memperlihatkan ekspresi sedikit khawatir, layaknya dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk menolong Raquille.
Tak berapa lama Aguirre datang menghampiri mereka, berjalan mendekati Raquille sambil memproyeksikan energi berwarna merah pada salah satu tangannya, yang memang merupakan sebuah serangan yang mematikan.
Aguirre berdiri di depan Raquille yang terkapar, kemudian berancang-ancang untuk meluncurkan tangannya yang memancarkan proyeksi energi berwarna merah.
“Hentikan…!”
Tiba-tiba terdengar suara perempuan berteriak, yang ketika membuat menoleh pria itu pun melihat Zchaira, World Venerate dari negeri Tengal berdiri dengan ekspresi khawatir.
Hal itu pun membuat Zero pun nampak bertanya-tanya mengenai siapa perempuan yang sedang berlari mendekati Raquille.
Saat Zchaira datang menghampiri Raquille, dalam sudut pandang Zero, pria itu pun tampak terkejut dengan sesuatu yang dilihat tepat di depan matanya tersebut.
–13 Agustus 3029–
Ternyata apa yang dilihat oleh pria itu hanyalah sebuah mimpi yang nampak seperti sebuah kenyataan.
Zero pun berdiri dari tempat tidurnya sambil melihat ke jendela yang berada di ruangan kamar tersebut, dimana tampaknya malam sudah berganti ke pagi hari.
Sambil memasang ekspresi bosan pria itu pun berjalan keluar dari ruangan kamarnya untuk melihat keadaan diluar.
***
Zero berjalan ke sebuah ruangan, dimana terlihat dua orang saudaranya Vingto dan Cento sedang duduk bersantai menikmati waktu pagi.
“Hei bodoh… Bagaimana rasanya malam pertama di kota Kanaz?” Tanya Vingto dengan sebuta cukup kasar pada saudaranya tersebut mengenai malam pertamanya tidur di kota tempat mereka baru menetap tersebut.
“Tentu saja tidak ada yang khusus ditempat ini…” Jawab Zero.
Vingto dan Cento sontak terkejut sambil menatap saudara mereka tersebut karena mengetahui bahwa sebenarnya Zero memiliki khusus melihat masa depan dalam mimpinya.
“Waktunya menjelaskan apa yang kau lihat itu…” Ucap Vingto.
Zero pun menjelaskan dimana dirinya melihat pertarungan antara dua ras Elfman, dimana salah satunya merupakan Raquille. Ketika pertarungan tersebut didominasi oleh lawan dari pemuda Elfman tersebut, yang adalah Aguirre, tiba-tiba saja seorang perempuan cantik memiliki rambut berwarna hitam datang untuk menghentikan apa yang akan dilakukan Aguirre kepada Raquille.
“Elfman itu bertarung dengan kaumnya sendiri, dan perempuan berambut hitam datang untuk menolong…” Respon Vingto.
“Iya… Aku masih belum mengerti apa yang terjadi, namun kenapa aku harus memimpikan hal itu… Itu bahkan tidak terlihat seperti urusanku,” ucap Zero.
“Mungkin saja mimpi kau alami berhubungan dengan negeri Pavonas,” sambung Cento.
“Mungkin saja…” Respon Zero, merasa bahwa ucapan dari Cento mengenai mimpi tersebut memang berhubungan dengan negeri Pavonas.
“Walaupun terlihat bukan menjadi urusanku, namun aku merasa harus mengatakan hal ini kepada mereka, terutama Elfman itu…” Ucap Zero, kemudian hendak beranjak dari ruangan tersebut.
“Kakak, sekedar informasi kepadamu bahwa pintu portal menghubungkan semua wilayah tiba-tiba tidak bisa digunakan.” Cento pun lantas memberitahukan kepada Zero mengenai pintu portal yang sudah tidak bisa digunakan oleh para Venerate, terutama mereka yang berada di wilayah tersebut.
“Bagaimana itu bisa terjadi? Lagipula sejak kapan itu tidak bisa digunakan? Bukankah Elfman baru saja kemarin aku melihat Elfman itu memperbaikinya…” Tanya Zero.
“Sejak kemarin sore… Aku yakin hal ini terjadi di semua wilayah Pavonas,” jawab Cento.
“Apa mungkin Elfman itu kini sedang tetidur?” Gumam Zero, nampak bertanya-tanya mengenai alasan dari pintu portal yang menghilang.
“Mungkin terjadi masalah… Aku mau ke kota Vosmoc saja… Lagipula aku tidak tahu arah kemana wilayah yang ditempati oleh Elfman itu,” ucap Zero kemudian benar-benar pergi meninggalkan ruangan tersebut.
***
“Jadi kalian akan pergi kota Vosmoc terlebih dahulu?”
Berpindah ke kota Kyacha, dimana Arn sedang bersama dengan Asulf, Anhlilde serta Alta bertanya kepada Raquille dan Hyphilia yang hendak pergi ke ibukota Pavonas.
“Iya… Lebih baik kita memberitahukan apa yang terjadi di tempat ini, sebelum pergi ke Briseria Tenggara…” Ucap Hyphilia.
“Haah… Padahal aku ingin langsung mencari tahu apa yang sedang terjadi di kota Vego itu,” sambung Raquille.
“Setidaknya pemimpin kita harus memerintahkan kita terlebih dahulu sebelum pergi kesana,” ucap Hyphilia, menasehati Raquille agar tidak terlalu gegabah.
Raquille pun menganggukkan kepalanya, merespon bahwa dia tidak akan bertindak gegabah.
“Kalau begitu, kami pergi dulu…” Ucap Hyphilia berpamitan kepada Arn dan yang lain, kemudian terbang ke udara dengan kecepatan tinggi bersama Raquille.
***
Waktu pun berlalu, di kota Vosmoc tampak beberapa semua Continent Venerate yang memimpin wilayah besar Pavonov telah berkumpul di sebuah ruangan bersama dengan Erissa, dan memberitahukan bahwa pintu portal yang berada di kota utama mereka secara serentak lenyap dalam waktu bersamaan sesuai dengan penjelasan mereka masing-masing.
Erissa pun nampak kebingungan karena mendengar bahwa para Continent Venerate tersebut menyatakan bahwa tidak terjadi sesuatu yang aneh selain pintu portal tersebut, yang memuatnya berkesimpulan bahwa masalah tersebut kemungkinan terjadi di wilayah Briseria maupun Timur Jauh.