
–25 Juli 3029–
Keesokan harinya, tampak ratu negeri Brizora bersama dengan putranya Folvest tiba di pulau Vann, dan langsung disambut oleh para Venerate negeri Brizora.
“Yang mulia…” Ucap Magelline.
“Salam Yang mulia Harmae, sepertinya kau juga tidak mau melewatkan penyerangan ke negeri Ierua,” ucap Barbiond, datang menemui sang ratu Brizora tersebut.
“Barbiond Cane… Ternyata kau juga datang kemari?” Tanya Harmae, nampak sedikit terkeut melihat pemimpin negeri Fuegonia datang ke negeri Brizora.
“Tentu saja… Fuegonia adalah bagian dari kubuh barat, walaupun sebenarnya tujuan kami datang adalah untuk memenuhi panggilan dari bantuan dari Blueland,” jawab Barbiond.
“Ngomong-ngomong, anda terlihat khawatir… Apa mungkin terjadi sesuatu?” Lanjut Barbiond, bertanya kepada ratu Brizora itu karena melihat ekspresi wajahnya yang nampak cemas.
“Aku sebenarnya ingin menyampaikan sesuatu hingga datang kemari…” Jawab Harmae.
“Apa mungkin kau melihat pangeran Raquille? Atau mungkin ada dari kalian yang melihat Elfman itu?” Tanya Harmae kepada Barbiond serta para Venerate Brizora.
Barbiond, Magellne, serta para Venerate Brizora pun tidak menjawab pertanyaan dari Harmae, karena sedari tadi mereka juga belum melihat pemuda Elfman yang dicari oleh ratu tersebut.
“Semuanya cepat cari pangeran Raquille sekarang, dan katakan padaku jika kalian sudah menemukannya,” ucap Harmae, menyuruh para Venerate Brizora untuk mencari keberadaan Raquille.
Mendengar perintah tersebut, para Venerate Brizora itu pun langsung berpencar ke segala arah untuk mencoba mencari Raquille belum dilihat oleh mereka.
“Folvest… Kau juga cari pangeran Raquille, dan katakan apa ibu ceritakan kepadamu sebelumnya,” lanjut Harmae, menyuruh putranya juga untuk mencari Raquille.
“Baik Yang mulia…” Respon Folvest, memanggil ibunya dengan sebutan formal, kemudian bergegas beranjak dari tempat itu untuk mencari Raquille bersama para Venerate Brizora.
“Apa kau mencariku Yang mulia?” Baru saja para Venerate Brizora berpencar, tiba-tiba Elfman yang dicari mereka muncul menghampiri Harmae yang masih sedang bersama dengan Barbiond dan Magelline.
“Padahal aku baru saja menyuruh semuanya untuk mencarimu… Ternyata kau sudah datang lebih dulu,” ucap Harmae, sedikit terkejut melihat Raquille datang menemuinya.
“Memangnya ada masalah apa? Apa mungkin kita akan segera bergegas menyerang negeri Ierua?” Tanya Raquille, nampak penasaran.
“Sebelumnya aku ingin mengatakan bahwa tujuan dari Sheafear dan Cadhan adalah kau yang merupakan salah satu dari ras Elfman, selain mengumpulkan ketiga belas harta karun,” jawab Harmae.
“Mereka ingin mengincarku…” Ucap Raquille, malah menjadi kebingungan dengan hal tersebut.
“Apa mungkin mereka mengincar kekuatan makhluk suci milikku? Karena setahuku banyak Venerate yang sebenarnya menginginkan kekuatan makhluk suci yang berada di dalam diriku.”
“Tidak… Yang mereka incar bukanlah kekuatanmu, melainkan kau sendiri…”
Harmae kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya dia telah menemukan sebuah yang menuliskan mengenai sang penyihir agung yang mampu membuka dimensi Valenhall dengan menggunakan ketiga belas harta karun yang tersebar di kawasan negeri Brizora dan Ierua.
Mendengar hal tersebut, Raquille pun tidak menyangka bahwa ternyata ketiga belas harta karun itu berhubungan dengannya, dan dimana dirinya merupakan satu-satunya Venerate yang mampu melakukan hal tersebut.
Ketika selesai menjelaskan pada Raquille, Harmae tiba-tiba beranjak dari tempat itu, yang membuat Raquille pun lantas mengikuti sang ratu Brizora itu.
**
Mereka pun sampai di sebuah batu tempat menancapnya pedang yang sebelumnya dicabut oleh Raquille ketika berhadapan dengan Cadhan.
“Kenapa hilang? Apa mungkin ada World Venerate yang mencabutnya?” Ucap Harmae, nampak bertanya-tanya melihat pedang yang diketahuinya menancap pada batu tersebut, tiba-tiba sudah menghilang.
Harmae kemudian menatap Raquille, menaruh kecurigaan bahwa pemuda Elfman itulah yang sebenarnya sudah mencabut pedang tersebut dari batu itu.
“Apa mungkin kau sudah berhasil mencabutnya?” Tanya Harmae dengan ekspresi wajah yang nampak serius.
“Yang mulia… Apa maksudmu pedang ini?” Raquille pun seketike mengakses kekuatannya, memunculkan pedang bernama Hilgwyn yang sebelumnya dicabut pada batu yang berada di depannya.
“Ternyata benar…” Harmae pun sontak terkejut, tidak menyangka bahwa Raquille mampu mencabut pedang tersebut, namun disamping itu, ratu Brizora tersebut akhirnya percaya bahwa pemuda Elfman yang berdiri di depannya memanglah keturunan dari sang penyihir agung yang dibahasnya.
“Pedang ini bernama Hilgwyn… Pada awalnya, pedang ini diberikan oleh para dewa ke salah satu bangsa Friedenic, yang tidak lain merupakan sang penyihir agung itu…”
Harmae kembali menjelaskan bahwa dalam buku yang dirinya baca, salah satu keturunan dari penyihir agung sempat menyegel pedang itu pada sebuah batu agar para bangsa Friedenic tidak akan semena-mena menggunkannya.
Karena ingin bersembunyi dari para ras manusia murni Friedenic, kerturunan dari penyihir agung tersebut sontak menikah dengan salah satu ras Elf murni dan memiliki keturunan secara turun temurun menjadi ras baru yang dsebut sebagai para ras Elfman.
“Jadi seperti itu yah… Sejarah asli dari kaumku…” Respon Raquille.
“Cerita itu sebenarnya masih kurang, karena di dalam sebuah ruangan pada sebuah kastil tua di wilayah utara Brizora terdapat sebuah gambar, dimana menunjukan bahwa para dewa-dewa dari bangsa kita mendapatkan sebuah pedang, yang kemungkinan adalah pedang ini dari sesosok makhluk bersayap,” lanjut Raquille berkata.
“Aku juga tahu karena pernah melihatnya… Tapi, apa mungkin hal itu penting untuk dibicarakan? Karena yang terpenting sekarang bahwa para World Venerate Ierua itu sedang mengincarmu,” balas Harmae dengan sedikit mengluarkan nada tinggi karena merasa hal yang dibahas oleh pemuda Elfman itu tidaklah terlalu penting.
“Maaf… Setidaknya aku hanya melengkapi saja cerita yang kau katakan itu…”
“Tapi, jika mereka ingin mengincarku, maka biarkan saja, karena aku juga ingin melengkapi ketiga belas harta karun untuk mengakses dimensi itu dengan tujuan untuk meminta sebuah permohonan,” ucap Raquille, nampak tidak terlalu mempermasalahkan Sheafear dan Cadhan yang bermaksud ingin mengincarnya, karena pemuda Elfman itu bagaimanapun juga tetap akan melakukan tujuan dari para World Venerate negeri Ierua itu.
“Tapi, kita belum mengetahui apa yang akan terjadi jika dmensi Valenhall dibuka… Ada sebuah fakta yang tertulis bahwa jika dimensi itu terbuka, maka sebuah bencana kemungkinan akan terjadi,”
“Sebuah bencana…” Raquille pun lantas terkejut ketika mendengar hal yang dijelaskan oleh Harmae.
“Iya… Aku masih belum dengan pasti, tapi jika kau ingin melakukannya, sepertinya kau harus memikirkannya terlebih dahulu mengenai konsenkuesi yang akan terjadi nantinya,” ucap Harmae, mengusulkan kepada Raquille untuk memilih sebuah pilihan yang tepat.