
Tepat di depan kastil utama, tiba-tiba Zero tiba bersama dengan Raquille dan Hyphillia yang sampai tak lama kemudian setelahnya setelah pria itu.
“Kebetulan sekali, aku ingin mengatakan sesuatu padamu...” Ucap Zero.
“Kalau kau ingin mengeluh mengenai pintu portal sebaiknya kita bicarakan saja di dalam bersama dengan Erissa,” balas Raquille, mengira bahwa Zero hendak membahas mengenai pintu portal yang tidak bisa digunakan oleh para Venerate Pavonas.
Raquille dan Hyphillia lantas berjalan masuk ke dalam kastil diikuti oleh Zero dari arah belakang sambil memasang ekspresi kebingungan karena sebenarnya bukan ingin mengeluh mengenai pintu portal yang bahkan memang tidak dipedulikannya tersebut.
***
“Tuan Raquille... Nyonya Hyphillia... Tuan Zero... Kalian sudah datang...”
Di dalam kastil, para prajurit Pavonas lantas sudah menanti kedatangan mereka yang mungkin datang dengan masalah sama seperti para Continent Venerate pemimpin wilayah yang secara bersamaan telah hadir di kota tersebut.
“Dimana dewi merak?” Tanya Raquille mengenai keberadaan dari Erissa.
“Ayo ikut kami... Hampir semua pemimpin wilayah telah berkumpul di dalam ruangan pertemuan bersama dengan dewi merak,” ucap salah satu prajurit, lantas langsung menuntun mereka menuju ruangan pertemuan yang dibahas.
***
“World Venerate Pavonas Raquille Noroh dan Zer...”
“Bodoh... Jangan halangi aku... Cepat minggir...”
Di dalam ruangan pertemuan, tiba-tiba Raquille menerobos masuk karena sedikit dihalangi oleh para prajurit akibat hendak memberitahukan mengenai kedatangan mereka pada orang-orang yang berada di dalam.
“Raquille... Putri Hyphillia... Kalian datang kemari...” Ucap Erissa, menyapa Raquille serta Hyphillia saat mereka masuk ke dalam ruangan tersebut.
“Iya... Karena ini merupakan hal yang penting...” Balas Raquille.
“Kau juga tuan Zero... Tapi dimana tuan Vingto? Bukankah seharusnya dia datang bersamamu...” Erissa juga tidak lupa menyapa Zero sambil bertanya mengenai saudara pria tersebut yang merupakan salah satu dari pemimpin wilayah Pavonas.
“Vingto tidak tahu jika semua Continent Venerate berkumpul di tempat ini... Lagipula aku sendiri kemari karena ingin mengatakan sesuatu...” Ucap Zero.
Erissa pun mengangguk mendengar penjelasan dari Zero, karena mengira bahwa pria tersebut datang ke kota Vosmoc dengan tujuan yang sama dengan Venerate yang lain.
“Bagaimana dengan kalian? Apakah kemari untuk mengatakan hal yang sama seperti mereka?” Tanya Erissa pada Raquille dan Hyphillia.
“Lebih dari itu... Aku bahkan mengetahui akar masalah mengapa pintu portal yang berada di setiap wilayah lenyap,” jawab Raquille.
Pemuda Elfman itu kemudian menceritakan bahwa sebelumnya di kota Kyacha, Raquille yang semalaman terjaga hendak mencari rekannya Arn dan berjalan berkeliling bangunan utama tempat para Venerate wilayah tersebut tinggal. Tiba-tiba dia melihat seorang gadis dengan memiliki rambut hitam panjang, berpapasan dengannya disebuah lorong, dan tanpa pikir panjang langsung mencoba menyerang gadis tersebut karena merasakan tekanan kekuatan yang setara dengannya, atau bisa dikatakan berada pada tingkatan World Venerate.
Akibat memiliki kekuatan yang setara, tentu saja tidak akan mudah melawan gadis tersebut yang memang memiliki pergerakan lincah, dan khususnya di dalam bangunan tersebut membuatnya tidak bisa leluasa menggunakan kekuatan penuh.
Raquille hanya mencoba untuk mengejar, yang kemudian gadis tersebut sejenak dapat ditangkap oleh rekannya Arn ketika tiba-tiba saja muncul.
Tepat di dalam ruangan pintu portal berada, gadis tersebut masuk ke dalam salah satu portal menuju ke kota Vegoblaschenks. Saat Raquille hendak menyusulnya, tiba-tiba saja pintu portal tersebut lenyap, yang memang diyakini oleh pemuda Elfman itu merupakan perbuatan dari gadis misterius tersebut.
“Sebelum datang kemari aku terus mencoba mengaktifkan kembali pintu portal yang lenyap, namun aku tetap bisa layaknya ada sebuah kekuatan yang menetralisir sihirku untuk memproyeksikan portal,” ucap Raquille.
“Vegoblashchenks… Seorang gadis… Dan tiba-tiba pintu portal lenyap…” Respon Erissa.
“Kemungkinan ini pasukan Tengal menyerang wilayah Briseria Tenggara, dan gadis tersebut adalah Venerate dari negeri tersebut….”
“Kau bilang gadis tersebut memiliki tekanan kekuatan setara World Venerate… Berarti ada dua kemungkinan siapa Venerate itu, perdana menteri Tengal atau Venerate yang dipanggil sebagai dewi merak,” ucap Erissa, menduga siapa Venerate yang datang menemui Raquille di kota Kyacha.
“Jika kuingat lagi, perempuan itu memiliki tinggi sekitar seratus tujuh puluh sentimeter, dan tanpa disangka dia adalah seorang penyihir dari negeri Lightio, karena aku mendengar dia mengucapkan nama mantra yang digunakan oleh penyihir Lightio… Sillabare…” Ucap Raquille.
“Apakah itu benar tuan Haniwa? Para Venerate Lightio menggunakan nama mantra itu kan?” Lanjut Raquille, bertanya kepada Haniwa yang ternyata berada di ruangan tersebut sebagai perwakilan di wilayah tempatnya berada karena merupakan satu-satunya wilayah yang belum memiliki pemimpin.
Haniwa seketika berdiri dari tempat duduknya sambil memasang ekspresi terkejut ketika mendengar penjelasan Raquille, layaknya pemuda itu memang mengetahui siapa gadis misterius yang diduga merupakan Venerate dari negeri Lightio tersebut.
“Dia memiliki rambut hitam… World Venerate… Apakah mungkin perempuan itu memiliki mata berwarna hijau?” Tanya Haniwa pada Raquille.
“Hijau…” Gumam Raquille, sambil kembali mengingat warna mata dari Zchaira.
Setelah yakin bahwa memang benar gadis tersebut memiliki warna mata hijau, Raquille pun lantas menganggukkan kepalanya.
“Tidak mungkin…” Gumam Haniwa, lantas lebih terkejut merasakan bahwa sepertinya pemuda tersebut mengetahui siapa gadis yang mereka bahas.
“Haniwa, apa kau mengetahui sesuatu?” Tanya Erissa.
“Everwhite, Zchaira Hairowl… Aku yakin dia adalah orang itu sesuai dengan ciri-ciri yang dikatakan oleh pangeran Raquille…”
“Hairowl… Mirip nama clan dari wakil presiden penyihir Lightio…” Respon Erissa, mendengar jawaban Haniwa.
“Memang mirip, karena dia adalah putri termuda wakil presiden penyihir, bahkan presiden itu sendiri…”
Haniwa kemudian menjelaskan mengenai keyakinannya bahwa gadis yang ditemui oleh Raquille merupakan Zchaira atau yang disebut sebagai Everwhite, dimana ketika menyelamatkan presiden penyihir Lightio, Hefaistos Silkbar di penjara kota Vosmoc tersebut, Haniwa sempat menanyakan kabar dari putra sang presiden yang memang bernama Zchaira juga.
Akan tetapi, Hefaistos mengatakan bahwa dirinya tidak yakin dengan kabar dari putrinya tersebut akiba telah meninggalkan negeri Lightio untuk sebuah alasan.
“Everwhite… Zchaira Hairowl… Aku belum pernah mendengar nama dari penyihir itu,” ucap Raquille.
“Tentu saja kau tidak tahu, karena Everwhite yang dibahas oleh Haniwa belum lama ini dikenal… Bahkan aku hanya mengetahui namanya saja,” sambung Erissa, menjelaskan kepada Raquille bahwa gadis bernama Everwhite tersebut baru saja dikenal oleh para Venerate disaat jeda waktu sepuluh tahun Raquille menghilang.
“Aku penasaran… Setidaknya aku ingin mengetahui secara detail mengenai gadis cantik yang dipanggil sebagai Everwhite itu…”
Raquille kemudian berjalan ke salah satu sisi ruangan, membuat semua Venerate yang ada lantas kebingungan dengan apa yang hendak dilakukan oleh pemuda Elfman tersebut.