The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 258 - Arn menyerang Raquille



“Sebenarnya itu kebijakan surgawi milikmu sendiri yang pada saat genting aktif ketika nyawamu sedang terancam,” jawab naga bernama Nandin tersebut, menjelaskannya kepada Raquille.


“Jadi seperti itu… Aku menjadi sedikit legah karena mengetahui bahwa ibuku tidak akan diincar oleh pasukan Ierua,” respon Raquille.


“Kalau begitu, bagaimana caraku kembali?” Tanya Raquille.


“Raquille?” Tiba-tiba terdengar suara seorang perempuan memanggil Raquille, namun tidak menampakan wujud.


“Itu suara Hyphilia…” Ucap Raquille, langsung mengenali suara tersebut merupakan suara dari Hyphilia.


“Sepertinya dia sangat khawatir dengan keadaanmu… Baiklah, waktunya kau untuk kembali,” ucap Nandin.


****


Dalam sekejap, Raquille pun membuka matanya, dan langsung melihat Hyphilia dan Haltryg.


“Raquille…” Melihat pemuda Elfman itu akhirnya telah sadar, tanpa pikir panjang Hyphilia pun langsung memeluknya.


“Untuk saja kau masih baik-baik saja…” Ucap Hyphilia, nampak bersyukur serta merasa bahagia ketika pemuda Elfman itu tidak kenapa-napa setelah menerima serangan proyeksi energi yang diluncurkan oleh senjata penghancur sebelumnya.


“Ini… Wujud hibrida dari naga surgawi…” Setelah itu, Raquille pun baru menyadari bahwa dirinya telah mengalami perubahan wujud, dimana pemuda Elfman itu kini sedang berada dalam wujud surgawi.


Perubahan yang terlihat pada dirinya, yaitu dimana rambut Raquille tampak menjadi lebih panjang, memiliki sepasang tanduk kepalanya. Kedua tangannya kini dilapisi oleh sisik berwarna putih, serta memiliki kuku yang cukup panjang pada jari-jarinya. Tidak lupa juga pemuda Elfman itu kini memiliki sepasang sayap, layaknya sayap dari ras Fairyman.


“Raquille, kau benar baik-baik saja kan?” Tanya Hyphilia, ingin merasa yakin bahwa pemuda Elfman itu memang benar masih baik-baik saja.


“Tentu saja kakak… Kau kan sudah melihatnya. Ini adalah wujud hibrida naga surgawi, yang memiliki kekuatan regenerasi yang tinggi…” Jawab Raquille, meyakinkan kepada Hyphilia bahwa dirinya masih baik-baik saja.


**


“Sial… Ternyata Elfman itu masih baik-baik saja setelah menerima serangan yang besar sebelumnya.” Tak jauh dari tempat itu, terlihat Sheafear nampak merasa kesal ketika melihat Raquille masih baik-baik saja.


“Karena itulah kau sebenarnya harus menyerah Sheafear…”


Harmae kemudian menjelaskan kepada raja negeri Ierua itu mengenai buku yang dibaca olehnya, yang memuat sebuah informasi tentang sebuah bencana ketika seorang Elfman menggabungkan ketiga belas harta karun tersebut untuk mengakses dimensi Valenhall.


Mendengar hal tersebut, Sheafear pun lantas menjadi ragu untuk memaksa Raquille melakukan hal tersebut, karena berpikir mengenai para Venerate Ierua yang berada di tempat itu.


Akan tetapi, di lain sisi, sang raja Ierua itu ingin sekali membuat sebuah permohonan untuk membuat sang ratu Ierua terbebas dari penyakitnya, yang hari demi hari selalu membuat keadaannya menjadi melemah.


“Entah apa aku harus menerima hal itu, ataupun tidak peduli? Aku sekarang sangat merasa bingung harus melakukan apa?” Ucap Sheafear, nampak bertanya-tanya serta merasa bingung mengenai hal apa yang harus dilakukan olehnya.


***


Kembali pada Raquille yang bersama dengan Hyphilia dan Haltryg, dimana tiba-tiba Arn pun datang menghampiri mereka di tempat tersebut.


“Kakak, aku ingin menyerahkan dua harta karun ini kepadamu.”


“Biarkan saja jubah serta baju zirah itu tetap dipakai olehmu, karena aku akan segera merebut dua harta karun lagi dari tangan perdana menteri Ierua.”


“Maaf kakak… Aku ingin kau segera mengakses dimensi itu agar aku bisa membuat sebuah permohonan,” ucap Arn.


“Arn, dengarkan aku… Kita semua tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya, karena itu aku memutuskan untuk tidak melakukan hal itu… Aku akan mengembalikan ketiga belas harta karun ke tempat semula, dan menghancurkan salah satu diantaranya, agar semuanya bisa berakhir,” balas Raquille, menjelaskan kepada Arn.


“Aku tidak akan membiarkanmu melakukan itu… Aku akan memaksamu bagaimanapun juga sampai kau mau mengakses dimensi itu untuk,” ucap Arn sambil mengacungkan tommbak senjata suci miliknya ke arah Raquille, serta Hyphilia dan Haltryg.


“Arn… Apa yang kau pikirkan sekarang? Lebih baik kau merelakan saja apa yang sudah terjadi,” ucap Raquille, meyakinkan pria itu agar jangan terlalu bersalah mengenai apa yang telah terjadi di masa lalu.


“Diam… Aku tidak mau mendengar itu lagi. Jika kau tidak bisa mengerti rasa sakitku, maka aku harus memaksamu sekarang.” Namun Arn seketika menjadi kesal mendengar ucapan dari Raquille.


Pria itu seketika mengakses kekuatan dari tombak senjata sucinya yang sontak memancarkan proyeksi energi berwarna merah untuk mengubahnya ke dalam wujud pelepasan kedua miliknya.


“I defteri ekdosi… Utscarer the world carver…”


Ketika pancaran energi merah tersebut pelahan lenyap, Arn pun berubah ke wujud pelepasan kedua miliknya, yang pria itu kini mengenakan baju zirah putih beraksen merah, menutupi seluruh tubuh mereka, serta memiliki jubah, yang merupakan salah satu dari ketiga belas harta karun.


“Kurasa dia benar-benar serius sekarang… Kakak… Haltryg… Kita harus melawannya sekarang, tapi ingat bahwa kekuatan Arn sekarang telah meningkat setelah mengenakan jubah dan baju zirah dari ketiga belas harta karun tersebut,” ucap Raquille kepada Hyphilia dan Haltyg untuk bersiap melawan Arn yang telah mengaktifkan kekuatan pelepasan kedua.


Mendengar hal tersebut Hyphilia pun langsung memunculkan rantai pisau snejata suci miliknya, sedangkan Haltryg memnculkan sebuah kapak yang juga merupakan senjata suci dari pemuda itu.


Mereka bertiga pun langsung meluncur ke arah Arn secara bersamaan, dan menyerang pria itu secara bergantian.


Akan tetapi, setiap serangan yang dilancarkan oleh Raquille, Hyphilia serta Haltryg mampu ditepis serta dihindari oleh Arn, karena kekuatannya telah lebih meningkat setelah mengenakan dua harta karun sekaligus, dimana kekuatan Arn kini nampak setarah, bahkan lebih kuat dibandingkan Raquille yang kini masih berada dalam wujud naga surgawi.


Raquille mengayunkan pedang yang dipegang olehnya, melancarkan serangan proyeksi energi berwarna putih, namun serangan tersebut seketika lenyap diterjang oleh serangan proyeksi energi berwarna merah dari Arn.


Raquille seketika mengakses kekuatan dari pedangnya untuk berusaha mengikat pergerakan Arn, tetapi hal tersebut tidak percuma, karena Arn kini sudah tidak bisa berada dibawa kendali kekuatan pedang Raquille, walaupun dirinya memang merupakan salah satu dari bangsa Friedenic.


Arn melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah, yang sontak langsung membuat Raquille pun terhempas.


Disaat yang bersamaan, Hyphilia serta Haltryg meluncur mendekati Arn, namun pria itu dengan cepat langsung melancarkan serangan proyeksi energi berwarna merah, hingga kedua Continent Venerate itu pun seketika terhempas.


Ketika Arn meluncur, dan hendak melancarkan serangan ke arah Raquille, Hyphilia dan Haltryg, tiba-tiba Sheafear muncul, dan langsung melancarkan serangan proyeksi energi ke arah pria itu hingga terhempas.


“Secret lightning magic spell… Holy sparking…”


Selanjutnya, Harmae muncul kemudian melancarkan serangan terjangan elemen petir secara beruntun dari atas langit pada Arn yang tengah terkapar setelah menerima serangan dari Sheafear sebelumnya.