The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 304 - Venerate dengan perkembangan tercepat



“Ice shaping…” Raquille mengakses kekuatan sihir miliknya, menciptakan sebuah cermin yang dibentuknya menggunakan elemen es.


**


“Raquille, apa yang mau kau lakukan?” Tanya Erissa, kebingungan bersama dengan yang lain ketika melihat Raquille menciptakan sebuah cermin yang dapat merefleksikan bayangan mereka dari elemen es.


**


“Lihat saja apa yang ingin kulakukan…” Ucap Raquille, enggan memberitahukan terlebih dahulu apa yang ingin dilakukan olehnya.


Pemuda Elfman itu kemudian berkonsentrasi sambil memejamkan kedua matanya, dan perlahan-lahan memancarkan tekanan kekuatan yang dapat dirasakan oleh semua Venerate di ruangan tersebut.


“Gold instrict…” Raquille mengaktifkan salah satu kekuatan makhluk suci miliknya, dan seketika kembali membuka kedua matanya yang kini telah berubah warna menjadi warna emas.


Raquille menyentuh cermin es yang diciptakannya, menyalurkan proyeksi energi berwarna emas pada cermin es tersebut.


“Xirdinth… Tolong muncullah…” Gumam Raquille, nampak memanggil nama dari makhluk suci pemilik kekuatan yang sedang diaktifkannya tersebut.


Tak berapa lama kemudian, tiba-tiba sesosok perempuan dengan cantik dengan memiliki warna rambut emas, dan tidak lain merupakan wujud manusia dari naga emas, sang makhluk suci pemilik kekuatan insting emas yang dikuasai oleh Raquille muncul di dalam cermin tersebut.


Hal itu sontak membuat semua Venerate pun terkejut melihat kecuali Hyphilia maupun Erissa yang memang sedikit mengetahui mengenai kemampuan dari adik sepupunya tersebut.


“Siapa perempuan yang berada di dalam cermin itu tuan Raquille? Apakah iblis atau semacamnya?” Tanya salah satu Continent Venerate Pavonas, seorang bernama Lumina, nampak terkejut melihat perempuan berambut emas yang dapat dilihatnya di dalam cermin es tersebut, sampai membuatnya mengira bahwa naga berwujud seorang perempuan itu merupakan sesosok makhluk astral yang berbahaya.


“Tenang dulu semuanya… Akan aku perkenalkan siapa perempuan ini… Dia adalah makhluk suci seekor naga berwarna emas yang terobsesi dengan wujud kiasannya sebagai seorang perempuan cantik, serta merupakan pemilik kekuatan yang sedang kuaktifkan…” Ucap Raquille, menjelaskannya kepada para Venerate Pavonas.


“Apa memang kau harus memperkenalkaku seperti itu?” Balas Xirdinth, tiba-tiba mengimentari penjelasan dari Raquille yang dirasanya sedikit menghinanya.


“Eh… Bukan begitu Xirdinth… Kau salah paham…” Merasa ketakutan akibat merasakan tekanan kekuatan dari Xirdinth yang nampak kesal, Raquille pun lantas mencoba untuk menenangkannya.


Akan tetapi, ekspresi datar Xirdinth yang terus menatap Raquille lantas membuat pemuda Elfman itu merasa bahwa usahanya untuk mencoba menenangkan naga berwujud seorang perempuan tersebut telah gagal.


“Maksudku, ibu Xirdinth… Aku minta maaf karena sudah mengatakan hal seperti itu mengenai dirimu…” Ucap Raquille, lantas lebih formal memanggil Xirdinth dengan sebutan ibu sambil meminta maaf mengenai ucapan sebelumnya.


“Baiklah… Kalau begitu ada apa kau memanggilku?” Tanya Xirdinth, tiba-tiba menjadi lebih baik ketika mendengar sebutan Raquille yang memanggilnya sebagai ibu.


“Ibu Xirdinth yang tahu segalanya… Kami semua, termasuk aku ingin kau mengatakan siapa Venerate dari negeri Lightio yang bernama Everwhite? Setidaknya secara detail,” jawab Raquille.


“Everwhite… Zchaira Hairowl… Seorang Venerate penyihir dari negeri Lightio yang secara fakta memiliki perkembangan paling cepat dibandingkan dirimu yang pernah mencapai tingkat Continent Venerate pada umur lima tahun…”


Mendengar penjelasan tersbeut semua Venerate pun lantas terkejut karena barusan saja mereka mendengar nama dari Venerate yang mereka bahas dari Haniwa, yang sama persis dengan yang dikatakan oleh Haniwa.


Bukan itu saja, semua Venerate selain Erissa dan Hyphilia yang memang mengetahui tentang Raquille, sontak terkejut mengetahui bahwa Raquille mampu berada di tingkat Venerate atas di usia lima tahun.


Xirdinth lantas menjelaskan mengenai Zchaira bahwa gadis tersebut sekitar lima tahun yang lalu hanyalah seorang gadis biasa yang hidup di wilayah pedalaman utara negeri Lightio bersama dengan ibunya.


Awalnya gadis tersebut tidak memiliki kemampuan yang besar hingga perlahan-lahan terus berkembang ketika masuk sebagai salah satu murid akademi sihir Lightio.


Tahun demi tahun tingkatan Venerate mampu dicapainya dengan mudah sampai berada titik ke paling tinggi yang bahkan sulit untuk dicapai oleh para Venerate biasa.


Selain itu, Zchaira Hairowl yang dijelaskan oleh Xirdinth mendapatkan sebagai julukan sebagai Everwhite atau Putih Abadi karena penampilannya saat menggunakan kekuatan pelepasan kedua yang mengenakan sebuah gaun putih dengan kedua tangan yang memancarkan kobaran api yang menyala-nyala.


Xirdinth kemudian memperlihatkan refleksi wajah Zchaira di dalam cermin yang lantas membuat Raquille percaya bahwa gadis misterius yang ditemuinya tersebut memang mirip seperti gadis yang berada di dalam cermin.


“Setelah melihatnya seperti ini aku sedikit megagumi kecantikannya…” Ucap Raquille sambil memasang ekspresi tersenyum, nampak terkesima dengan wajah gadis bernama Everwhite tersebut.


**


“Itu benar Zchaira…” Sementara Haniwa pun lantas terkejut ketika melihat wajah Zchaira berada di dalam cermin tersebut, hingga membuat pemuda itu berjalan mendekat ke arah cermin, namun langsung ditahan oleh Raquille.


“Ada apa pangeran?” Tanya Haniwa, kebingungan ketika Raquille menahannya yang hendak mendekat untuk melihat lebih jelas refleksi wajah Zchaira.


“Apa kau memang mengenalnya?”


“Tentu saja… Kami adalah murid seangkatan di akademi sihir Lightio, walaupun dia lima tahun lebih tua dibandingkan denganku…”


“Kalau begitu apa kau memiliki hubungan dengannya?”


“Hubungan… Kami hanyalah teman, namun walaupun begitu laki-laki di akademi sihir sebelumnya menganggap dia sebagai pujaan hati mereka, begitu juga aku…” Ucap Haniwa sambil tersenyum.


Raquille pun lantas memasang ekspresi sedikit kesal, layaknya merasa cemburu dengan pernyataan yang dikatakan oleh pemuda tersebut.


“Maaf bocah-bocah… Sepertinya kalian harus terlebih dulu sadar diri bahwa gadis cantik itu sekarang telah memiliki seorang putri…” Ucap Xirdinth, lantas menampiilkan refleksi lain mengenai Zchaira yang sedang memeluk putri yang bernama Zaraqiah.


“Apa?” Raquille serta Haniwa lantas terkejut mendengar hal tersebut, hingga membuat harapan mereka pada gadis yang sedang dibahas seketika pupus.


“Bagaimana mungkin dia sudah memiliki anak? Jika kuhitung umurnya bahkan masih dua puluh tahun… Memangnya siapa ayah dari anak itu, bahkan suaminya?” Tanya Haniwa sambil merasa kesal mendengar hal tersebut.


“Pertanyaan yang bagus bocah penyihir… Jangan terlalu khawatir karena putrinya itu hanyalah anak yang diadopsinya sekitar satu tahun yang lalu ketika bertemu di salah satu negeri bangsa Janubian…” Ucap Xirdinth menjelaskan mengenai putri Zchaira yang ternyata merupakan anak angkat ketika bertemu setahun yang lalu di kawasan wilayah bangsa Janubian yang berada di bagian barat benua Antikara, sebelah selatan wilayah negeri Morseli, Ledyana serta Tsureya.


Raquille dan Haniwa lantas tersenyum karena ternyata harapan mereka memang tidak sepenuhnya pupus setelah mendengar penjelasan dari Xirdinth.


“Baik… Setelah mengetahui gadis itu, aku ingin kau mengatakan apa masalah yang sedang terjadi di negeri ini?” Tanya Raquille mengenai hal lain yang kini akan berhubungan dengan negeri Pavonas.