The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 314 - Menjadi salah satu dari mereka



Berpindah ke kota Kharbataar, dimana pada kediaman utama di kota tersebut, Zchaira menemui putrinya Zaraqiah yang sedari tadi mencari gadis tersebut.


“Zaraqiah...”


“Ah, ibu...” Melihat ibunya, dengan sigap Zaraqiah pun langsung berlari kemudian memeluk Zchaira dengan erat.


“Kau tidak merengek seperti biasanya...” Ucap Zchaira, sedikit merasa bingung karena tidak seperti biasanya anak perempuan itu selalu merengek ketika tidak melihat ibunya ketika terbangun.


“Memangnya aku harus melakukan itu lagi... Bukankah sekarang aku sudah besar...” Balas Zaraqiah.


“Ternyata anak ibu sudah besar... Kalau begitu, bisa ibu tinggal sebentar?”


“Tidak mau... Memangnya ibu mau kemana? Aku mau ikut.”


“Tidak... Ibu hanya bercanda... Ibu tidak kemana-mana...”


“Ayo sini...”


Zaraqiah kemudian duduk dipangkuan Zchaira, sambil mengelus-elus kepala anak perempuan tersebut. Disamping itu, Zchaira tampaknya sedang merasa sedikit khawatir karena meninggalkan para Venerate Tengal di kota Vegoblashchenks, dimana masih sedang bersiaga oleh pergerakan pasukan negeri Pavonas yang kapanpun bisa terjadi.


*


“Setidaknya disana ada kakak...” Gumam Zchaira dalam hati, sedikit merasa lega karena percaya bahwa saudaranya tersebut akan menjalankan rencana mereka dengan baik.


***


Berpindah ke kota Vegoblashchenks, dimana pada sebuah ruangan, tampak para Continent Venerate Tengal memasuki sebuah ruangan tempat para Venerate Pavonas, termasuk Tianhui ditawan dalam sebuah diagram proyeksi tepat dibawah mereka.


Salah satu Venerate Tengal yaitu Rayvor perlahan-lahan mendekati para Venerate Pavonas yang ditawan oleh pasukan Tengal.


“Apa yang kalian inginkan, termasuk kau penyihir?” Tanya Tianhui pada Rayvor dengan ekspresi wajah serius.


“Tak usah kasar seperti itu tuan Li Yue'e, aku kemari memiliki keperluan denganmu... Jadi, kemarilah dan jangan melawan,” jawab Rayvor, seketika menarik Tianhui keluar dari diagram proyeksi yang tepat berada dibawah.


Merasa dirinya telah terbebas, Tianhui dengan refleks menepis tangan Rayvor, kemudian melancarkan serangan dorongan dari tangannya, membuat pria bernama Rayvor tersebut langsung terhempas.


Disaat bersamaan, Shalkishu dan keempat Continent Venerate Tengal lain langsung meluncur untuk menyerang Tianhui secara bersamaan.


Karena berada di dalam sebuah ruangan yang sulit untuk membuat mereka menggunakan kekuatan lebih, para Continent Venerate tersebut lantas ditumbangkan satu per satu oleh Tianhui karena memiliki kemampuan pertarungan jarak dekat yang lebih unggul.


Ketika salah satu Continent Venerate Tengal terkapar di depannya, pria itu dengan sigap memunculkan pedang senjata sucinya, melapisinya dengan proyeksi energi, lalu mengayunkannya ke arah Venerate tersebut.


Akan tetapi, Rayvor yang sebelumnya terhempas, secara tiba-tiba sudah berada di depan Tianhui dengan menahan ayunan pedang pria itu menggunakan kedua jarinya.


Dengan kuat Tianhui menggerakkan tangannya, namun pedang yang dijepit oleh Rayvor menggunakan dua jarinya itu sulit sekali untuk terlepas.


“Incantesimo segreto...”


“Apa kau bilang?” Tanya Tianhui, tidak mengerti dengan ucapan pria tersebut yang mengucapkan sebuah sulit untuk dimengerti olehnya.


“Coup de explosion...”


Tanpa Tianhui sadari ternyata Rayvor tengah memunculkan sebuah diagram proyeksi tepat dibawah pria itu.


“Uakh...!” Diagram proyeksi tersebut seketika menciptakan sebuah efek ledakan yang hanya diterima oleh Tianhui sampai membuatnya terhempas menembus langit-langit, terbang ke udara.


**


“Apa dia tuan Tianhui?”


“Apa dia baik-baik saja?”


“Kenapa dia bisa jatuh dari langit?”


Para warga sontak terkejut melihat seorang Venerate yang dikenal mereka jatuh secara bebas dari atas langit, ketika hendak mendekat, tiba-tiba mereka langsung dihalangi oleh Rayvor, Shalkishu, dan empat Continent Venerate lainnya.


“Baik tuan-tuan dan nyonya-nyonya... Tidak perlu mengkhawatirkan dirinya, dia hanya sedikit melawan saja, dan kami terpaksa harus melakukan perlawanan,” ucap Rayvor, menjelaskan kepada para warga mengapa pria itu bisa terjatuh dari langit.


Warga yang sebenarnya merasa kasihan kepada pemimpin wilayah tempat mereka tinggal tersebut, akan tetapi mereka tidak bisa berbuat apa-apa selain mengikuti perintah yang diberikan oleh para Venerate Tengal, dimana dalam situasi itu juga mereka yang nampak beraktivitas seperti biasa sebenarnya juga merupakan para tawanan dari kota yang berhasil dikuasai oleh pasukan negeri seberang.


Setelah para warga menganggap layaknya tidak terjadi apa-apa, Rayvor kemudian menyentuh kepala Tianhui yang sementara terkapar tak sadarkan diri.


Pria itu menutup kedua matanya dan berkonsentrasi, layaknya sedang melakukan sesuatu seperti membaca pikiran dari Tianhui atau sesuatu yang lain.


Setelah selesai melakukan hal tersebut, Rayvor pun mengakses kekuatannya, membuat tubuhnya memancarkan pancaran energi dalam skala yang besar, hingga tanpa disangka pria itu berubah wujud menjadi sosok yang menyerupai Tianhui, atau memang Tianhui itu sendiri.


“Jadi rencanamu adalah menyamar menjadi Yue'e...” Ucap Shalkishu, kini mengerti dengan rencana Rayvor yang sebelumnya masih belum diketahui olehnya atau para Venerate lain.


“Setidaknya kita harus berpura-pura menjadi salah satu dari mereka agar terlihat meyakinkan... Kemudian menyerang mereka dari belakang,” ucap Rayvor.


“Siapa Venerate Pavonas yang setidaknya paling mengancam keberadaan kita?” Lanjut Rayvor, bertanya.


“Venerate yang memang membuat kami ragu untuk menyerang adalah Gudov Aliksnov, pembasmi terkutuk...” Jawab Shalkishu.


Dia kemudian menjelaskan kepada Rayvor mengenai kemampuan dari Gudov yang mampu mematikan kekuatan dari para Venerate menjadi layaknya manusia biasa.


“Satu lagi... Ada seorang pria rambut putih yang merupakan ras keturunan campuran... Kurasa dia juga bisa menjadi ancaman bagi kita, kurasa hanya perlu melumpuhkan mereka berdua,” ucap Shalkishu.


*


“Pria rambut putih... Bukankah dia adalah adalah pria yang dibicarakan oleh Zchaira...” Gumam Rayvor dalam hati, nampak mengetahui Raquille yang pernah dibahas oleh Zchaira sebelumnya.


**


“Baik, aku mengerti... Aku bisa mengenali dua orang itu karena membaca pikiran dari Yue'e. Aku akan memberikan kode jika telah berhasil mengalahkan dua Venerate itu,” respon Rayvor.


***


Waktu pun berlalu, pada malam harinya beberapa kilometer kota Vegoblashchenks yang kini telah menjadi pangkalan dari Venerate Pavonas, tampak beberapa prajurit yang berjaga sedikit merasa bingung melihat seseorang perlahan-lahan mendekati mereka.


“Itu kan...”


Setelah orang misterius itu berada sedikit lebih dekat dari mereka, para prajurit itu pun menyadari bahwa orang tersebut tidak lain merupakan Tianhui.


Dengan sigap mereka berlari ke arah Tianhui yang tengah berjalan dengan keadaan lemah, tanpa mengetahui bahwa sebenarnya pria tersebut merupakan Rayvor yang telah menyamar.


“Tuan Tianhui... Kau berhasil keluar dari kota itu...” Ucap salah satu prajurit.


“Iya... Maaf karena aku tidak bisa menyelamatkan yang lain, mereka masih ditawan disana...” Balas Rayvor dalam wujud Tianhui, menjelaskan sebuah alasan agar nampak lebih meyakinkan.


“Jangan khawatir, yang penting anda sudah berhasil melarikan diri... Kita akan mencoba menyelamatkan mereka setelah ini,” ucap salah satu prajurit, kemudian membantu pria yang sedang menyamar itu berjalan dengan merangkul tangan pria itu ke bahunya.