
“Abwehrzauber… Eldritch shield…” Raquille meluncur mendekati pasukan Brizora, kemudian menciptakan sebuah perisai proyeksi yang luas untuk melindungi mereka dari serangan, yang dilancarkan oleh pesawat tempur negeri Ierua.
“Feuerzauber… Long way fire…” Pemda Elfman itu seketika melancarkan serangan proyeksi elemen api dengan lurus ke arah salah satu armada pesawat tempur negeri Ierua, hingga mengalami kerusakan, kemudian terjatuh ke bawah.
**
Disaat yang bersamaan, para Venerate yang berada di dalam pesawat yang jatuh tersebut, langsung keluar kemudian menyerang pasukan Brizora yang berada di dikat mereka.
***
Sementara pada armada pesawat tempur Ierua yang lain, terlihat para Venerate tingkat atas mereka keluar secara bersamaan, dan langsung menyerang pasukan Brizora yang ada.
Melihat hal tersebut, para Venerate tingkat atas dari aliansi negeri kubuh barat, lantas datang untuk berhadapan dengan mereka.
“Ibu Ailis…” Di saat yang bersmaan, Cyffredinol yang datang menyerang para Venerate tingkat atas Ierua, tiba-tiba diserang oleh Ailis, yang membuatnya seketika terkejut melihat wanita itu.
“Cyffredinol… Jika kau berada di tempat ini, itu berarti kau sudah bertemu dengan Aisling,” ucap Ailis.
“Benar sekali… Tapi, mohon maaf ibu Ailis, walaupun selama berada di Ierua sebelumnya, kau telah tidak memiliki niat buruk kepadaku, namun karena keadaan kita yang sekarang, aku terpaksa harus menganggapmu sebagai musuh,” ucap Cyffredinol, menantang Continent Venerate Ieria itu.
“Jangan khawatir… Aku juga berpikir hal yang sama sepertimu…” Balas Ailis, menerima tantangan yang diberikan oleh Cyffredinol.
“Geasa uisce…” Dalam sekejap Ailis langsung melancarkan serangan proyeksi elemen air bertekanan tinggi ke arah Cyffredinol.
“Feuerzauber…” Dengan sigap, Cyffredinol pun membalas serangan Continent Venerate itu dengan melancarkan serangan proyeksi elemen api.
Setelah kedua serangan itu lenyap secara bersamaan, Cyffredinol beserta Ailis pun kembali saling melancarkan serangan proyeksi elemen yang saling bertentangan secara berulang kali.
“Ice spring… Thousand ice thorns...” Ketika serangan mereka hanya terus-terusan lenyap ketika saling bertabrakan, Cyffredinol pun langsung melancarkan sebuah teknik yang seketika memunculkan ribuan duri-duri es disekitar Ailis.
“Geasa lasrach… Flame vortex slashes…” Seketika, Ailis pun meompat ke atas menghindari duri-duri es dari teknik Cyffredinol, kemudian melancarkan serangan pusaran elemen api, yang membuat teknik dari Cyffredinol pun musnah.
Ketika serangan pusaran elemen api dari Ailis terus meluncur ke arah Cyffredinol, pria Elfman itu dengan sigap hendak melancarkan sebuah teknik untuk menanganinya, namun pada saat yang bersamaan, tiba-tiba Phyton datang, dan seketika mengakses kekuatannya menciptakan pancaran uap es, hingga serangan pusaran elemen api yang dilancarkan oleh Ailis pun sontak lenyap.
“Phyton…” Ailis pun terkejut melihat Phyton datang menyelamatkan ayahnya.
“Maaf nyonya Ailis, aku tidak bisa membiarkanmu menyerang ayahku,” ucap Phyton.
Akan tetapi, tiba-tiba saja dua Contient Venerate Ierua datang menyerang Phyton secara bersamaan, hingga membuat pemuda itu pun harus terlebih dahulu melawan mereka.
***
Sementara itu, terlihat Cadhan datang menghampiri pasukan Ierua, termasuk Aisling dan Hazalise.
“Ayah…” Ucap Aisling, melihat ayahnya datang.
Dengan cepat, perdana menteri Ierua itu satu per satu menghancurkan gelang yang dipakai oleh para Venerate Ierua hingga mereka pun bisa menggunakan kekutan mereka kembali.
“Ayah… Apakah kita harus melawan para Venerate kubuh barat itu? Akan lebih baik jika kita berdamai saja,” ucap Aisling, menyarankan kepada ayahnya untuk berdamai dengan para pasukan kubuh barat.
“Tidak bisa semudah itu Aisling… Lagipula tujuan kita menyerang kemari adalah untuk mengambil beberapa harta karun dari tangan mereka, serta memaksa Elfman World Venerate itu untuk menggabungkan kekuatan dari ketiga belas harta karun.” Namun Cadhan sontak menola usulan dari putrinya tersebut.
“Apa maksudmu Raquille?” Tanya Aisling.
“Iya… Ternyata selama ini hanya Elfman yang berada pada tingkatan World Venerate, yang mampu mengakses dimensi Valenhall menggunakan pedang yang belum lama ini dicabut oleh Elfman bernama Raquille itu,” jawab Cadhan, menjelaskannya kepada Aisling.
Aisling pun nampak terkejut mendengar hal tersebut, walaupun sudah tidak mau melawan pasukan kubuh barat lagi, namun perempuan itu tidak bisa melakukan apa-apa untuk bisa menghentikan tujuan dari pasukan Ierua.
Ketika semua Venerate Ierua telah terbebas, tiba-tiba sebuah serangan proyeksi elemen petir meluncur ke arah mereka, yang sontak membuat Cadhan dengan sigap memunculkan salah satu tombak senjata sucinya, kemudian melancarkan serangan proyeksi energi.
“Sepertinya aku menemui seorang lawan yang cukup kuat disini…” Disaat bersamaan, Folvest pun muncul sambil memegang pedang senjata sucinya, yang memancarkan proyeksi elemen petir.
“Semuanya… Cepat pergi dari sini… Biar aku yang menangani pria itu.” Melihat Folvest muncul, Cadhan pun langsung bersiap untuk berhadapan dengan World Venerate Brizora itu, sambil menyuruh semua Venerate Ierua yang sudah terbebas untuk beranjak dari tempat tersebut.
“Aisling… Walaupun kau sebenarnya tidak mau melawan mereka, namun sebagai World Venerate Ierua, maka kau harus memiliki kewajiban setidaknya menahan pergerakan dari Venerate musuh yang memiliki kekuatan setarah denganmu,” ucap Cadhan, menyuruh Aisling untuk berhadapan dengan salah satu World Venerate dari pasukan kubuh barat.
“Baiklah… aku mengerti…” Balas Aisling, kemudian pergi beranjak dari tempat itu bersama dengan Hazelise.
Setelah semua Venerate Ierua pergi meninggalkan tempat itu, Cadhan pun langsung meluncur mendekati Folvest, kemudian beradu serangan secara bergantian dengan World Venerate Brizora tersebut.
***
Di sisi lain, pasukan Ierua yang terbebas, sontak datang membantu pasukan Ierua lain, yang sedang berhadapan dengan pasukan negeri Brizora.
Sementara para Venerate tingkat atas mereka bersama dengan Hazelise, langsung membantu melawan para Venerate tingkat atas kubuh barat.
**
“Ukh…” Bersamaan dengan hal itu, Magelline yang sedang melawan para Continent Venerate Ierua, tiba-tiba terhempas ketika menerima serangan proyeksi energi yang tidak dikira olehnya.
Ketika Magelline dengan cepat berdiri, tiba-tiba Aisling muncul tepat di depannya, yang membuat World Venerate Brizora itu pun sontak tidak bisa lagi melanjutkan pertarungannya dengan para Continent Venerate Ierua.
“Kupikir kau sudah tidak memiliki niat lagi untuk menyerang kami…” Ucap Magelline.
“Maaf nyonya Magelline… Aku terpaksa melakukan ini karena masih menjadi salah satu Venerate Ierua.” Sambil meminta maaf, Aisling memunculkan tombak senjata sucinya untuk setidaknya hendak menahan pergerakan dari perempuan itu agar tidak bisa menghalangi para Venerate Ierua.
***
Berpindah lagi ke sisi lain, dimana Raquille yang menangani armada pesawat tempur negeri Ierua seketika hampir saja menemrima serangan proyeksi dalam skala yang besar.
Ketika menoleh ke sumber serangan tersebut, Raquille pun tersenyum melihat Sheafear berdiri di atas salah satu armada pesawat tempur Ierua.
“Sepertinya kau ingin bertarung kembali Yang mulia Sheafear…” Ucap pemuda Elfman itu.