
“Hahaha… World Venerate…? Dan siapa Raquille Noroh…?” Respon Raquille dengan tertawa beralasan pada pemuda itu.
“Hentikan tawamu itu dan mengakulah sekarang.” Rourke pun nampak kesal dan berbicara dengan nada tinggi melihat sikap pemuda itu.
“Tuan, apa yang kau bicarakan ini? Aku bahkan tidak paham.” Namun Raquille tetap saja masih bersandiwara tidak mau mengakui hal tersebut.
“Baiklah… Kau sudah membuat kesabaranku habis sekarang.” Saking kesalnya pemuda itu kemudian terbang ke udara.
“Rourke…!” Teriak Rox melihat pemuda itu terbang.
“Aku mau membuktikannya dengan mengetesmu kemampuanmu. Jika kau tidak bisa menahan seranganku ini maka aku akan percaya bahwa kau bukanlah World Venerate,” kata pemuda itu dengan nada keras menggema sampai ke bawah.
Rourke kemudian mengeluarkan kobaran api yang besar dan berkumpul di atasnya. Seketika api tersebut berbentuk menjadi seekor burung raksasa.
Hal tersebut sontak membuat para penonton seketika ketakutan dan melarikan diri dari arena tersebut.
“Dasar gila…” Rox pun langsung mengumpati anaknya itu setelah melihat hal tersebut.
“Tolong bantu aku untuk menahan serangannya... Kalian juga…” Rox pun seketika meminta bantuan para perwakilan clan besar dan para peserta untuk menahan serangan yang akan dilancarkan oleh Rourke itu.
Seketika Ailene dan para perwakilan clan yang merupakan Land Venerate, serta Drakon, Bohrneer, Dierill, Saturno dan Horner langsung berkumpul di dekat Rox. Terlihat juga Tomair, pembawa acara turnamen itu, yang merupakan Land Venerate juga datang untuk membantu mereka.
“Massive flame projection… Colossal flame bird…” Seketika burung api raksasa itu meluncur ke bawah.
“Tunggu… Biar aku saja yang melakukannya,” kata Raquille.
Pemuda itu kemudian mengangkat dan mengepalkan tangannya ke atas.
“Ice shaping…” Seketika uap es keluar dari permukaan arena turnamen itu dan berkumpul di atasnya,
Sontak uap es yang berkumpul tersebut berbentuk menjadi seekor naga es raksasa.
“Mythical ice dragon…” Naga es itu sontak meluncur ke atas dengan satu kepakkan sayapnya, yang langsung menciptakan sebuah hempasan angin yang sangat kuat.
“Urgh…” Para Venerate yang berada di dekat situ langsung merasakan hempasan angin yang diciptakan oleh naga es tersebut.
Burung api dan naga es itu seketika saling bertabrakan sehingga menciptakan sebuah ledakan yang sangat keras di langit Novacurve.
***
Para warga Novacurve pun sontak terkejut dan langsung berhamburan keluar ruangan untuk melihat tabrakan kedua serangan tersebut.
***
Dengan sigap Raquille pun memanjangkan gagang kapaknya layaknya sebuah tali dan meluncurkannya untuk menepis semua pancaran dari tabrakan naga es dan burung api itu.
***
“Eh… Kekuatan ini… Dari Camburstile? Kota Novacurve...” Disaat yang bersamaan Aguirre yang berada di kota D’Swano langsung merasakan tekanan kekuatan dari tabrakan tersebut.
“Maaf tuan, aku harus pergi sekarang.” Seketika Aguirre pun berpamitan kepada Fluke dan langsung terbang ke langit.
“Tunggu dulu, kenapa pergi terlalu cepat?” Kata Fluke, kebingungan.
Namun, anehnya pria itu kemudian memasang ekspresi menyeringai setelah Elfman tersebut pergi meninggalkannya.
***
“Sudah kukatakan bahwa kau itu World Venerate. Akhirnya kau membuka identitasmu seka…” Tiba-tiba Rourke merasakan tekanan kekuatan yang cukup kuat dari arah Sprintrobe.
Dengan cepat pemuda itu pun terbang ke arah kediamannya itu.
Mereka yang melihat pemuda tersebut tiba-tiba melarikan diri nampak kebingungan.
***
Seketika Rourke pun mendarat di Sprintrobe dan mendapati Roudra, Billray dan yang lainnya telah terkapar tak sadarkan diri.
“Ibu… Paman…”
Pemuda itu pun melihat Lazurno yang sudah tak sadarkan diri setelah dicekik oleh Joker.
“Hei, apa-apaan ini?” Tanya pemuda itu dengan tatapan tajam.
Rourke seketika melancarkan serangan proyeksi elemen apinya yang langsung membuat kedua orang itu terhempas.
Flogaz dan Joker yang masih bisa bertahan dari serangan pemuda itu pun seketika terbang melarikan diri.
Namun, dengan cepat Rourke mengejar mereka dan langsung menendang Joker hingga membuatnya terhempas.
“Sial…” Kata Flogaz terkejut.
Rourke kemudian mengejar Flogaz yang masih jauh dari jangkauannya tersebut.
***
Joker yang sebelumnya terhempas kemudian mendarat di arena turnamen tepat didepan Rox dan yang lain.
“Maaf, sepertinya aku mengganggu kalian disini,” kata Joker berdiri kembali dan membersihkan pakaiannya.
Pria itu kemudian kembali terbang, namun dengan cepat kapak Raquille yang bisa memanjang itu langsung menjerat kakinya lalu menariknya.
Joker seketika tersungkur dan kemudian diinjak oleh pemuda itu.
“Vampireman…? Apa kau kemari mau melihat rekan-rekan Vampireman mu?” Tanya Raquille.
“Tidak… Aku berasal dari Lightio,” jawab Vampireman itu.
“Huh…? Lightio? Apa sekarang Lightio melakukan pertukaran penduduk dengan Machora Tira?” Tanya Raquille, penasaran.
Tiba-tiba Vampireman itu dalam sekejap menghilang dari jangkauan Raquille.
“Ukh...” Seketika pemuda itu menciptakan sebuah penghalang di sekitar arena tersebut, yang membuat Joker tidak bisa melakukan perpindahan melewati penghalang itu.
“Sial…” Umpat Vampireman itu dengan kesalnya.
“Sepertinya aku harus melawanmu,” kata Joker.
Dengan sekejap pria itu kembali menghilang dan muncul dihadapan Raquille.
“Lawan saja mereka.” Namun, dengan mudahnya pemuda itu langsung memegang kepala Joker dan melemparnya ke arah Rox dan yang lain.
“Ukh…!” Vampireman itu kemudian kembali tersungkur di hadapan mereka.
“Baiklah kalian semua ayo maju.” Joker lalu kembali berdiri dan langsung menantang mereka semua untuk menyerangnya.
Mendengar tantangan darinya, dengan serentak mereka pun maju dan menyerang Vampireman itu secara bersamaan. Namun, dengan mudahnya Joker menghindari serangan mereka dan melancarkan serangan balik sehingga membuat mereka semua nampak melakukan perlawanan yang percuma.
*
“Orang itu kuat sekali,” kata Saturno dalam hati.
“Apa mungkin tingkatannya lebih tinggi dari Land Venerate?” Begitu juga dengan Drakon, bergumam di dalam hatinya, bertanya-tanya tentang tingkatan kekuatan Vampireman itu.
**
Seketika sebuah proyeksi elemen api mengarah padanya, yang membuat Vampireman itu dengan refleks langsung menghindarinya.
“Aku lupa bahwa ketua clan Drown juga hadir di tempat ini,” kata Joker.
Ternyata serangan elemen api yang sebelumnya meluncur ke arahnya berasal dari Rox.
“Hei nak, wajahmu itu mirip dengan Silvan Blowner… Apa mungkin dia adalah ayahmu?” Tanya Rox.
“Kalau iya kenapa?” Jawab Joker.
“Hei, pak tua… Hentikan ocehanmu itu,” kata Joker, menyuruh pria itu untuk tidak melanjutkan perkataannya.
Dia kemudian terlihat mengepalkan salah satu tangannya, yang sontak langsung memunculkan kobaran api biru.
“Heh…” Melihat hal tersebut, Rox juga langsung memunculkan kobaran api salah satu tangannya.
Secara bersamaan, kedua orang itu maju dan saling menghantamkan kepalan tangan api mereka hingga menciptakan ledakan yang cukup besar.
Melihat pancaran api dari ledakan tersebut mengarah pada para peserta yang sedang terkapar tak sadarkan diri, dengan sigap Raquille dan para Venerate yang masih bertahan bergerak dengan cepat memindahkan mereka ke tempat yang lebih aman.
“Tuan Raquille, tolong bantu tuan Rox,” kata Drakon.
“Aku sebenarnya berniat seperti itu… Tapi, sepertinya dia tidak membutuhkan bantuanku,” balas Raquille.
Terlihat pertarungan dari Rox dan Joker pun semakin sengit. Kedua orang itu nampak saling menghantamkan serangan kepalan api mereka tanpa henti.
“Hei nak, apa yang sedang kau lakukan di tempat ini?” Tanya Rox sambil menyerang Vampireman itu.
“Untuk apa kau bertanya… Sudah jelas aku datang kemari untuk mengambil wadah clan Silkbar yang kau curi beberapa tahun yang lalu,” jawab Vampireman itu.
“Sudah kuduga orang-orang Lightio cepat atau lambat akan mengincar benda itu.”
**
Kembali pada Rourke yang masih mengejar Flogaz di udara. Pemuda itu nampak meluncurkan beberapa serangan elemen apinya ke arah Flogaz. Namun, dengan mudahnya pria itu dapat menghindari serangan tersebut.
Tiba-tiba Flogaz berhenti di udara, yang sontak membuat pemuda itu juga seketika berhenti juga.
“Tunggu dulu… Sepertinya aku harus mencoba benda ini dahulu sebelum menyerahkannya pada paman,” kata Flogaz mengeluarkan batu kristal yang disimpan itu.
“Jadi kalian datang kemari untuk mengambil batu kristal itu?” Rourke pun nampak terkejut setelah melihat benda yang dikeluarkan oleh pria itu.
Flogaz pun berkonsentrasi untuk menarik kekuatan dari batu kristal tersebut. Tiba-tiba benda itu memancarkan pancaran energi berwarna ungu yang besar dan seketika masuk ke dalam tubuhnya.
“Sial…” Melihat hal tersebut, Rourke pun mendekatinya sambil mengeluarkan proyeksi elemen apinya.
Namun, batu kristal itu langsung mengeluarkan pancaran energinya yang lebih besar lagi sehingga membuat pemuda itu terhempas akibat tekanan kekuatannya.
**
Pancaran energi ungu dari batu kristal itu nampak sangat menyilaukan sehingga membuat pertarungan dari Rox dan Joker langsung terhenti.
“Sepertinya kalian bisa menggunakan kekuatan dari benda itu,” kata Rox.
**
Betapa terkejutnya Rourke setelah melihat pria itu kini mengalami perubahan wujud. Nampak sebuah jubah ungu tua panjang dengan aksen emas dan bertudung kini melapisi tubuhnya. Serta sebuah topeng emas yang menutupi wajahnya dengan memancarkan sinar ungu di kedua mata pria itu.
Dengan mengangkat salah satu tangannya ke atas, sebuah bola energi berwarna ungu pun sontak tercipta. Secara perlahan-lahan ukuran bola energi itu terus membesar sampai berdiameter setidaknya seratus meter.
**
Hal tersebut sontak disaksikan oleh para warga dan para Venerate yang berada di sekitar arena turnamen.
“Jadi ini kekuatan dari Venerate tingkat atas,” kata Heinz nampak ternganga melhat serangan tersebut.
“Jika dia adalah Continent Venerate, kemungkinan kekuatannya sekarang sudah setara atau bahkan lebih kuat dari World Venerate baru,” kata Raquille.
**
Setelah merasa cukup dengan ukuran bola energi tersebut, Flogaz pun langsung meluncurkan serangan raksasanya itu ke arah Rourke.
“Massive flame projection… Colossal flame bird…” Dengan sigap Rourke kembali melancarkan serangan burung api raksasanya, yang dengan cepat meluncur ke arah bola energi itu.
Namun, dengan sekejap serangan elemen apinya itu lenyap setelah bertabrakan dengan bola energi tersebut.
“Apa…?”
Seketika bola energi itu menghantam Rourke sampai ke bawah hingga menciptakan sebuah ledakan dan hempasan angin yang sangat besar.
Untungnya ledakan tersebut tidak sampai ke pemukiman warga karena berhasil jatuh di sebuah pegunungan yang berada di dekat kota itu.
“Haah… Sialan…” Rourke yang menerima serangan tersebut nampak masih bisa bertahan walaupun mendapatkan beberapa luka di tubuhnya.
Pemuda itu kemudian berdiri kembali dan memunculkan sebuah tongkat dengan tiga bagian yang dihubungkan oleh sebuah rantai.
Dengan lincahnya Rourke memutar-mutar senjatanya itu ke depan, kesamping hingga belakang sampai menciptakan sebuah kobaran emas hampir di setiap bagiannya.
“Massive flame projection… Sanjiegun golden flame blow…” Seketika sebuah proyeksi api emas yang sangat besar meluncur dengan kencangnya ke udara mengarah pada Flogaz.
Melihat serangan tersebut, dengan cepat pria itu mengeluarkan proyeksi energi berwarna ungunya, membentuk sebuah perisai di depannya.
Namun, pertahanannya tersebut sontak langsung tertembus oleh serangan api emas itu, yang membuatnya seketika terhempas lebih jauh ke atas.
Melihat serangannya itu mampu untuk menghancurkan pertahanan Flogaz, dengan satu hentakkan kaki Rourke pun meluncur dengan kencangnya ke udara hingga memancarkan kobaran api yang cukup besar sampai membuat pepohonan disekitarnya seketika terbakar.
Saat mendekati pria itu, Rourke pun seketika langsung mengayunkan senjatanya secara berulang kali.
Namun, Flogaz dengan sigap langsung menangkis serangan pemuda itu dengan menggunakan energi ungunya.
Kedua orang itu pun kemudian saling melancarkan serangan mereka masing-masing.
**
Kembali ke pertarungan Joker dan Rox. Nampak Vampireman itu kini mulai kewalahan menangani serangan Rox yang tampak lebih kuat dibandingkan dengannya.
“Akh…!” Karena mulai tidak fokus, Joker pun langsung menerima serangan langsung dari pria itu hingga membuatnya terhempas dan tersungkur.
Masih tidak mau menyerah Joker kembali berdiri dan seketika menghilang dari pandangan Rox.
Tiba-tiba Vampireman itu muncul diantara para Venerate lain dan langsung menyerang mereka.
“Sial…” Dengan cepat Rox bergerak menghampiri Joker.
Namun, Joker tiba-tiba kembali menghilang saat pria itu hampir saja menyerangnya. Vampireman itu seketika muncul di belakang Rox dan langsung mengigit pundak pria itu dengan kuatnya.
“Ukh…”
Joker pun kembali menghilang dan muncul di tempat yang jauh dari jangkauan mereka sambil menyeka bibir yang berlumuran darah dari Rox.
“Sial… Aku bahkan harus mencicipi darah dari pria tua untuk menambah energiku,” kata Joker.
Seketika perwakilan clan besar yaitu Chrol, Drajick dan Yugro secara bersamaan maju hendak menyerang Vampireman itu.
“Sepertinya kalian mau jalan-jalan. Kira-kira ketempat mana yah?” kata Joker.
Tiba-tiba sebuah pancaran energi berwarna merah memancar padanya hingga membuat ketiga orang yang hendak menyerangnya itu seketika lenyap.
“Hei, kemana mereka?” Hal tersebut sontak membuat para Venerate yang berada di tempat itu seketika terkejut.
“Semuanya, diam di tempat kalian dan jangan sekalipun maju menyerang Vampireman itu. Biar aku dan tuan Drown saja yang melakukannya,” kata Raquille, memberikan aba-aba pada para Venerate agar tidak sembarang untuk menyerang Joker.
Raquille pun bergerak dengan cepatnya mendekati Joker sambil mengayunkan kapaknya. Begitu juga dengan Rox, yang juga telah berada di hadapan Vampireman itu hendak mengayunkan kepalan apinya.
Seketika Joker memasang ekspresi menyeringai dan dalam sekejap menghilang dari hadapan Raquille dan Rox.
Dia tiba-tiba muncul tepat di hadapan Neyndra langsung mengeluarkan pancaran energi merahnya, yang dapat membuat orang disekitarnya menghilang dalam sekejap.
Neyndra yang terlambat merespon keberadaan Joker hanya bisa menganga melihat Vampireman itu kini berada di hadapannya.
“Neyndra…!” Teriak Rox.