The World Of The Venerate

The World Of The Venerate
Chapter 262 - Wujud hibrida naga bayangan



“Waktunya kau untuk bangun kembali, karena aku tidak mau membiarkanmu mati sebelumnya bertemu denganku…”


****


Kembali ke dunia nyata, dimana Folvest meluncur ke arah makhluk hitam tersebut, kemudian mengayunkan pedang senjata sucinya, melancarkan serangan tebasan elemen petir secara beruntun pada tangan makhluk hitam tersebut, hingga membuat Raquille pun sontak terlepas.


Raquille yang masih belum sadarkan diri kemudian ditangkap oleh Folvest kemudian terbang menjauh, sembari World Venerate yang lain melancarkan serangan mereka pada makhluk hitam raksasa tersebut.


“Ekh…” Tiba-tiba Raquille pun tersadar dan langsung melihat bahwa dirinya sekarang telah dipegang oleh Folvest.


“Tuan Folvest… Apa yang sebearnya terjadi? Dimana ini?” Ucap Raquille, melontarkan beberapa pertanyaan ketika dirinya tersadar.


“Tuan Raquille… Akhirnya kau kembali tersadar… Sebelumnya kau tidak sadar ketika ditarik oleh makhluk hitam itu ke dalam dimensi ini,” jawab Folvest sambil merasa legah ketika pemuda Elfman itu telah kembali sadarkan diri.


“Benar juga…” Respon Raquille sambil perlahan-lahan mulai mengingat mengenai kejadian yang menimpahnya sebelumnya.


“Kalau begitu, aku harus membantu kalian juga…”


Mendengar hal tersebut, Folvest pun langsung menurunkan Raquille untuk membiarkan pemuda Elfman itu membantu mereka melawan makhluk hitam tersebut.


Sembari bersiap, Raquille sejenak memperhatikan serangan yang dilancarkan oleh makhluk hitam tersebut ternyata mampu menyerap semua serangan dari para World Venerate yang ada.


“Sepertinya aku harus menggunakan kekuatan khusus untuk melawannya,” ucap Raquille.


“Tuan Folvest… Setelah aku menyerang makhluk itu, katakan kepada semuanya untuk segera pergi dari, karena aku akan menahannya terlebih dahulu sebelum menutup portal ini…”


“Bagaimanapun kita tetap tidak bisa melawan makhluk itu, karena kemungkinan memiliki kekuatan yang lebih kuat dari para World Venerate,” lanjut Raquille berkata, menjelaskannya kepada Folvest.


“Tuan Raquille… Apa kau yakin?” Tanya Folvest, ingin memastikan pernyataan pemuda Elfman tersebut.


“Iya… Jangan khawatir, aku pasti bisa menanganinya,” jawab Raquille dengan percaya diri.


Setelah mengatakan hal tersebut, Raquille kemudian berkonsentrasi meningkatkan kekuatannya, hingga memancarkan proyeksi energi berwarna hitam.


“Shadow core… Shadow dragon hybrid mode… Gargoyle…”


Seketika Raquille berubah ke wujud hibrida naga bayangan menjadi sesosok makhluk berkulit kelabu dengan memiliki sepasang mata berwarna merah, rambut pirang, serta sepasang sayap dipungungnya dan sepasang tanduk dikepalanya.


Pemuda Elfman yang dalam wujud hibrida naga bayangan tersebut sontak meluncur ke arah makhluk hitam tersebut dari arah belakang, yang tengah berhadapan dengan para World Venerate.


Raquille mengangkat salah satu tangannya ke atas, memancarkan proyeksi energi berwarna hitam, yang dalam sekejap membentuk layaknya sebuah tangan hitam berukuran besar.


Sontak Raquille melibas makhluk hitam tersebut dengan tangan hitam miliknya hingga terhempas ke jarak yang jauh.


Para World Venerate yang melihat sesosok makhluk lain berada di depan mereka lantas menjadi bersiaga, yang padahal tanpa mereka ketahui makhluk yang dilihat oleh para World Venerate itu merupakan Raquille.


“Tunggu… Jangan khawatir, dia adalah tuan Raquille…” Saat itu juga, Folvest pun datang, sambil menjelaskan mengenai makhluk berkulit kelabu yang dilihat oleh para World Venerate tersebut merupakan Raquille.


“Raquille…” Ucap Aisling, nampak terkejut ketika mendengar pernyataan dari Folvest.


“Benar juga… Aku pernah melihat Raquille berubah ke dalam wujud seperti ini…” Setelah dipikir kedua kalinya, Aisling pun langsung menyadari bahwa makhluk tersebut memanglah Raquille, yang sebelumnya pernah dilihatnya dalam wujud seperti itu.


“Wujud kekuatan dari makhluk suci yah… Sepertinya wujudnya tersebut sedikit berguna,” ucap Sheafear, nampak sedikit terkejut karena Raquille yang berada dalam wujud hibrida naga bayangan tersebut, mampu melancarkan serangan pada makhluk hitam tersebut hingga terhempas, sambari dirinya beserta para World Venerate yang lain, sedari tadi tidak bisa mengenai makhluk suci tersebut, karena sering kali berubah menjadi kepungan asap hitam, ketika menerima serangan mereka.


“Semuanya… Kita harus pergi dari sini, sembari tuan Raquille akan menahannya, dan kemudian menutup portal yang sebelumnya dibuka olehnya,” ucap Folvest.


“Apa? Bagaimana mungkin kita meninggalkan Raquille sendirian melawan makhluk itu?” Aisling pun lantas menolak hal tersebut, karena tidak mau membiarkan Raquille melawan makhluk tersebut sendirian.


“Nona Aisling… Kita harus segera pergi dari sini, karena serangan yang selalu kita lancarkan selalu tidak mampu mengenai makhluk hitam tersebut,” ucap Folvest, memberi pengertian kepada Aisling, agar perempuan itu bisa mempercayakan Raquille untuk menangani makhluk hitam tersebut.


“Kurasa kau benar…” Karena berpikir bahwa kemungkinan mereka akan menjadi penghalang disaat Raquille menangani makhluk hitam tersebut, Aisling pun langsung menyetujui ucapan dari Folvest.


“Terima kasih… Kalau begitu, ayo kita pergi dari sini…”


Mendengar hal tersebut, para World Venerate pun lantas pergi meninggalkan Raquille sendirian melawan makhluk hitam, yang kini kembali menuju ke arahnya.


Makhluk suci itu melancarkan serangan proyeksi energi berwarna hitam, yang dalam sekejap langsung diserap oleh Raquille, kemudian membalikannya, hingga makhluk tersebut kembali terhempas.


***


Sementara itu, para World Venerate keluar dari dalam dimensi melalui portal yang dibuka oleh Raquille.


Ketika melihat mereka semua keluar, namun tanpa Raquille, Hyphilia pun langsung merasa khawatir, sambil pergi menghampiri mereka.


“Dimana Raquille?” Tanya Elfman perempuan itu.


“Dia sekarang sedang melawan makhluk aneh yang berada di dalam dimensi tersebut…” Jawab Folvest.


“Apa? Bagaimana bisa kalian meninggalkannya?”


Tanpa pikir panjang, Hyphilia pun hendak terbang masuk ke dalam portal tersebut, namun langsung ditahan oleh Folvest dan Aisling.


“Putri Hyphilia… Jangan bertindak gegabah, kita bahkan sangat sulit untuk melawan makhluk itu...” Ucap Folvest.


“Kita hanya bisa mengandalkan tuan Raquille, karena satu-satunya kekuatan yang dia miliki mampu menandingi makhluk itu,” lanjut Folvest, menjelaskan kepada Hyphilia.


Karena percaya bahwa Raquille mampu mengalahkan makhluk suci yang berada di dalam portal tersebut, Hyphilia pun hanya bisa berharap agar pemuda Elfman itu bisa kembali dengan selamat.


**


Sementara itu, Arn yang berada di tempat itu, nampak terlihat merasa bersalah akibat hal yang dipaksakan olehnya ternyata menjadi seperti itu.


“Aku harus mengorbankan diriku agar dia bisa menutup portal itu,” gumam Arn.


Ketika melihat jubah dan baju zirah harta karun yang sebelumnya dipakai olehnya, Arn dalam sekejap langsung meluncur mengambil kedua benda tersebut, kemudian memakainya kembali menggunakan kekuatan sihirnya, dan tanpa pikir panjang langsung terbang memasuki portal yang dibuka oleh Raquille.


“Arn…! Jangan kesana!” Teriak Hyphilia memperingati pria itu untuk tidak masuk, namun hal tersebut sudah terlambat.


***


Kembali pada Raquille yang tengah bertarung dengan makhluk hitam tersebut. Walaupun setiap serangannya mampu berefek kepada makhluk itu, namun Raquille harus diperhadapkan dengan satu masalah, dimana kini makhluk tersebut ternyata memiliki sebuah pertahanan yang sangat kokoh.